
Athan yang menceritakan tentang asyiknya bermain salju sedang Shabila bercerita asyiknya di kala hujan di panti asuhan.
"Apa rasanya salju, Kak? Laura belum pernah memegang salju," tanya Laura polos.
"Dingin. Tapi waktu tak terasa saat bermain salju. Kita bisa mengulang masa kecil kita, Laura Bagaimana nanti saat liburan sekolah kita ke luar negeri. Kita akan bermain salju," usul Athan.
"Mau, kak! Mau banget. Laura pengen main salju, pengen lihat bunga sakura seperti di film yang Laura tonton. Kita nggak bakal tersesat kan disana?" tanya Laura polos.
"Hahaha... tenang saja. Kakak sudah banyak keliling berbagai negara saat bersembunyi dan mencari mu, Ra! Kakak hafal setiap sudut kota Tokyo, Kyoto, Osaka dan lain-lain," papar Athan.
"Keren. Laura selama ini hanya keliling dunia lewat ensiklopedia di perpustakaan sekolah. Janji ya kak, nanti kita jalan-jalan keliling dunia," pinta Laura dengan mata berbinar bahagia.
"Tentu. Mau lihat pertunjukan K-Pop juga boleh. Kemanapun yang laura mau akan diwujudkan," janji sang kakak tersenyum.
Laura refleks memeluk bahu kakaknya
"Terima kasih, kak. Ini lebih dari sekedar mimpi Laura, Ternyata begini rasanya punya keluarga Laura bahagia," tutur Laura tersenyum bahagia.
"Kami juga bahagia, akhirnya bisa bertemu kamu, Dik. Hidup terasa lengkap sekarang. Apalagi ada Dayyan. Mama dan Papa tak mau lepas dari Dayyan. Pergi keluar aja nggak lebih dari dua jam," Athan terkekeh senang.
"Iya, kemarin Laura lihat papa sampai meeting hanya dari online," sambung Laura.
"Asyik bener nih ceritanya," celetuk mama Runi datang. Dia tersenyum bahagia anak-anaknya berkumpul.
Pemandangan yang selama ini Mama Runi rindukan. Doa yang selalu dia panjatkan, akhirnya terkabul.
"Mama, udah pulang," sahut Laura..
"Iya, sayang. Sudah dari tadi, tapi ke ruangan Dayyan dulu. Mama nggak tahan lama-lama diluar. Kebayang Dayyan sama kamu terus," ungkap sang mama.
"Hmm... gitu ya, Ma. Athalla nggak nih? Dahlah, mau cosplay jadi Dayyan aja. Biar di ingat mama terus ," ucap Athan pura-pura merajuk.
"Atha juga dong. Mama juga kangen," sahut sang mama mengelus kepala Athan
__ADS_1
"Ra, ini ada sayur bayam merah. Kamu makan ya," cetus Mama Runi membawa semangkok sayur untuk Laura
Laura melotot sebentar dia harus makan sayur lagi.
"Kenapa? Bosen ya?" tanya Mama Runi saat melihat Laura tak terlalu antusias dengan makanannya.
"Eh, enggak kok, Ma. Laura mau," celetuk Laura tak enak.
"Ra kamu tau nggak. Sayur bayam itu sebenarnya rahasia awet muda!" cetus Athan dengan wajah serius.
"Ohya?" tanya Laura mengernyitkan kening.
"Iya, konon katanya siapa yang suka makan sayur bayam merah dia akan terlihat lebih muda dari nenek tetangga," ucap Athan yang jahil.
Laura langsung mendengus kesal. Tapi tak lama, dia terkekeh. Kakaknya sungguh lucu.
"Emang nenek tetangga kita umur berapa ya, Athan?!" gerutu Mama Runi dengan tatapan mata pura-pura sebal.
"Sembilan puluh sembilan tahun, Ma. Hehehe," jawab Athan sambil nyengir kuda.
"Emang Athan ini sebelas dua belas sama Papamu, Ra. Jangan mau ya dijaga Athan bareng Papa Birru. Dijamin kamu nggak bakal bisa tidur. Ketawa mulu," pinta Mama Runi terkekeh.
Mereka bertiga tertawa bahagia akhirnya Laura makan dengan lahap sayurnya.
Keluarga mereka hari itu menghabiskan waktu dengan bercerita penuh canda tawa.
Hingga malam menjelang, sebelum tidur sang mama membawa Shabila kembali ke ruangan Dayyan.
Dayyan tampak belum tidur. Tangan dan kakinya masih sibuk bergerak.
"Assalamualaikum, Dayyan. Kenapa belum tidur cucu nenek, hmm?" tanya sang nenek senang melihat perkembangan cucunya yang terlihat semakin sehat.
"Wa'alaikumsalam, nenek. Dayyan habis minum susu," sahut Papa Birru.
__ADS_1
Sementara Shabila hanya tersenyum melihat interaksi mama papanya pada Dayyan. Tak ada yang perlu dia khawatirkan. Orang tuanya justru sangat menerima Dayyan dengan tangan terbuka.
Dayyan justru jadi kesayangan semua keluarganya. Anggota keluarganya tak peduli dan tak mempermasalahkan bagaimana Dayyan bisa hadir ke dunia.
Mamanya dan Papanya justru menganggap Dayyan adalah sebuah berkah bagi keluarga mereka. Papa bahkan rela tidur satu ruangan dengan Dayyan.
Dayyan harus minum susu khusus agar bisa secepatnya tubuhnya mencapai berat ideal.
Selain Asi dari Laura yang harus di pompa setiap hari.
"Ma, besok sudah masuk sekolah lagi. Obat-obatan dari dokter sangat membantu Laura. Besok Laura sekolah ya," pinta Laura pada mamanya.
"Hah, aduh baru tiga hari sayang kamu lahiran," seru sang mama terkejut.
"Nanti Papa ke sekolah minta izin ya," usul Papa Birru.
Laura menggeleng tiga hari yang lalu, dia dihancurkan oleh Adrian dan Angel.
Besok dia harus sekolah. Dia akan buktikan kalau dia baik-baik saja. Meski Adrian menyakiti dengan
kata-katanya dan Angel mengurungnya di gudang sekolah.
"Laura akan tetap sekolah, Ma, Pa. Besok ada ujian. Paling dua jam sekolah lalu Laura bisa balik ke rumah sakit lagi. Laura sudah kuat, Ma," ucap Laura serius.
Mama dan Papanya tampak saling menatap. Mereka ragu memperbolehkan anaknya sekolah lagi.
"Laura janji akan langsung balik ke rumah sakit lagi. Hanya ikut ujian sebentar. Ini ujian penting. Karena banyak kisi-kisi soal ujian Nasional tahun-tahun kemarin," tutut Laura.
"Biar Athan yang antar dan menunggu Laura pulang, Ma," celetuk Athan.
Mama dan Papanya menoleh ke Athan Setidaknya Athan punya ilmu bela diri.
"Baiklah, tapi akan tetap ada pengawalan. Papa juga akan ke sekolah, Papa akan berkenalan dengan kepala sekolah," tutur sang Papa.
__ADS_1
"Terima kasih Mama dan Papa. Kak Athan is the best," puji Laura pada Athan sambil mengacungkan kedua jempolnya.
Athan ikut mengacungkan jempolnya. Dia senang melihat adiknya senang.