TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU

TERPAKSA MENJADI SEORANG IBU
Berita Viral


__ADS_3

Sepanjang perjalanan kali ini Adrian dan Laura hanya saling diam. Meski pikiran Adrian kalut, dia akan tetap mengantarkan Laura pulang ke kost Tiara.


Laura beberapa kali melirik Adrian Memperhatikan gerakan tangan Adrian yang gemetar saat menyetir.


Memasuki kawasan daerah tempat tinggal Tiara, Laura akhirnya memberanikan diri bicara.


"Adrian... gue nggak tahu masalah lu apa. Tapi gue cuma mau lu inget, apapun masalah lu, sebesar apapun masalah lu, serumit apapun hingga lu merasa kayak nggak ada jalan keluar. Elu harus inget ada Allah yang maha besar yang bisa nolong lu. Allah lebih dekat dari urat nadi lu," nasihat Laura.


Adrian menoleh sekilas lalu menghembuskan nafas dan melempar senyum samar.


"Terima kasih. Elu gadis yang baik dan sabar. Sayang elu ketemu orang jahat kayak gue," sesal Adrian.


"Kita sebagai orang yang beriman harus meminta tolong hanya sama Allah. Harus sabar terus ikhlas. Karena Allah tuh bersama orang yang sabar, Rian," papar Laura.


Adrian hanya diam dan mengangguk.


"Jadi gue harap, elu jangan lupa sholat ya, baca tuh Alquran. Kadang kita tuh nggak harus repot cari jalan keluar, karena Allah yang bakal menyelesaikan masalah kita," sambung Laura


"Makasih, Ra. Gue bakal inget omongan lu. Sholat dan ngaji ya!" sahut Adrian.


"Iya, hidup dengan berpasrah sama Allah itu enak banget loh. Gue merasa enteng, merasa beban gue diangkat sama Allah padahal gue juga masalahnya berat kalo dipikir dengan logika manusia," jelas Laura


"Elu lagi mode baik gini, bikin gue nambah bersalah, Ra. Mending elu mode garang, marahin gue, jambak gue, pukul gue, itu lebih baik ," ungkap Adrian.


"Iya ya, sebenarnya lebih enak marahin lu sih. Tapi, gue lagi capek berjam-jam di mobil nungguin lu. Nyeri pinggang gue," cebik Laura.


"Maaf. Perlu gue beliin obat nggak?" tanya Adrian merasa bersalah.


"Nggak usah. Gue cuma mau cepet sampai aja. Mau meluruskan pinggang gue. Kangen sama kasur," ucap Laura.


"Oke. Sesuai permintaan lu, kita udah sampai," sahut Adrian tersenyum.


Adrian berhenti tepat di gerbang kost Tiara. Terlihat Tiara yang sudah menunggu dengan wajah jutek didepan gerbang.


"Elu bawa ke mana bestie gue? Jam segini baru balik lu," omel Tiara sambil bercakak pinggang dan menatap tajam ke arah Adrian. Saat Adrian dan Laura turun dari mobil.

__ADS_1


"Sewot banget lu kayak emak-emak. Gue ada keperluan mendesak tadi," jawab Adrian.


"Nggak elu apa-apain kan bestie gue? Elu macem-macem, gue kepret lu," ancam Tiara sambil menunjukkan gerakan kepalan tangan.


"Enggak! Yaelah lu, kagak percaya banget sama gue. Tanya aja tuh sama Laura, iya kan Ra?" bantah Adrian menatap mata Tiara balik.


"Enggak kok, Ra. Dia nggak ngapa-ngapain gue. Cuma gue bosen aja nungguin dia tadi. Lama banget urusannya," rutuk Laura.


" Ra, ini makanan elu, belum lu makan ya? Ini bawa aja," ucap Adrian setelah mengambil sekantong besar makanan di kursi belakang mobil.


"Oh iya, belum gue makan," sahut Laura.


"Apaan? Sini gue cek dulu!" sewot Tiara yang langsung menyambar kantong makanan dari Adrian. Segera membuka dan memeriksa isinya.


Adrian hanya menghembuskan nafasnya. Lebih enak menghadapi Laura daripada Tiara yang bar-bar.


"Nah, gue demen nih. Sering-sering pokoknya bawain kita makanan ya. Udah lu balik sana," usir Tiara pada Adrian.


"Giliran makan aja lu seneng! Ya udah gue balik, Assalamualaikum," pamit Adrian berjalan ke arah mobilnya.


Setelah Adrian menjauh. Tiara segera mengajak Laura masuk.


"Ra, kenapa sih lama banget? Beneran nggak ada apa-apa?" tanya Tiara penasaran.


"Nah itu dia yang gue juga bingung. Jadi ceritanya..." Laura mulai bercerita setelah mereka masuk ke dalam kamar.


"Waduh, jangan sampe terjadi sesuatu deh. Jangan sampe mereka melibatkan elu," ucap Tiara khawatir sambil makan cemilan dari Adrian.


"Semoga semua baik-baik aja, Aamiin," harap Laura.


Di lain tempat, Adrian sudah meluncur ke jalanan. Sempat berhenti di sebuah mini market membeli berbagai kebutuhan. Lalu melanjutkan perjalanan ke luar kota.


Malam itu Dedi dan Revan sudah duluan sampai di Villa keluarga Revan. Mereka disambut oleh penjaga Villa.


"Den Evan, tumben ke sini nggak bilang dulu? Nggak sama tuan dan nyonya?" tanya penjaga Villa yang memakai sarung itu. Suasana memang sangat dingin.

__ADS_1


"Hmm... enggak mang. Saya ke sini bareng teman. Nanti ada satu lagi teman saya nyusul. Ohya, jangan kasitau orang tua saya kalo saya lagi liburan disini ya," jawab Ivan sambil menyerahkan beberapa lembar uang merah.


"Baik... baik, Den," sahut penjaga Villa sumringah sambil mengambil uangnya.


"Ya udah. Mamang boleh balik ke rumah mamang. Malam ini saya nggak mau diganggu," papar Revan.


"Baik, Den," sahut penjaga villa yang langsung pergi.


Dodit dan Ivan memperhatikan penjaga villa sampai tak terlihat mata lagi.


"Ayo, Van," ajak Dedi menepuk bahu Revan.


Evan mengangguk. Mereka segera membuka pintu belakang mobil dan mengambil tas tas yang mereka bawa dari rumah Farida tadi. Mereka dengan langkah cepat membawa masuk barang-barang ke dalam villa.


Tak lupa, mereka juga membeli beberapa perlengkapan selama di villa.


"Udah semua, Bro?" tanya Revan saat memperhatikan semua bawaan mereka diatas meja ruang tamu.


"Udah. Kita tinggal tunggu Adrian," sahut Dedi yang menghempaskan tubuhnya di sofa. Tubuhnya terasa sangat lelah.


"Capek banget ya, apa kita panggil lagi aja si mamang buat pijit ?" tanya Revan.


"Boleh juga. Btw, elu telepon dulu Rian udah dimana dia?" usul Dedi.


"Oke, gue telepon sekarang," sahut Evan yang segera menelepon Adrian.


"Sob, elu dimana? Kita udah sampai?" tanya Evan saat panggilan tersambung.


"Masih di jalan. 45 menit lagi gue sampai. Tadi mampir belanja juga," sahut Adrian ditelepon.


"Oke, hati-hati lu di jalan. Kita juga tadi udah beli makanan. Kita nungguin lu," ucap Evan.


"Okey, gue tutup dulu teleponnya," sahut Adrian ditelepon.


Setelah itu, pembicaraan berhenti. 3van menutup teleponnya.

__ADS_1


"Kita bawa tas-tas ini ke kamar atas aja. Kita simpan dulu. Setelah itu lu panggil tukang pijit," perintah D3di.


__ADS_2