
Seorang gadis kecil terlelap di gendongan sang kakek.Langkah nya yang masih kokoh itu dengan hati-hati melangkah menyusuri indah nya hamparan sawah.Sang gadis kecil dengan lelap nya di belai hembusan angin sejuk pedesaan yang jauh dari polusi.Tubuh mungil nya memeluk erat punggung pria tua itu.
Senyumnya damai,tatkala sang cucu selalu ada di setiap hari menemanin kesunyian di masa senjanya.
Masa kejayaannya sudah kian meredup,usia nya sudah kian meninggalkannya.Tapi senyuman sang gadis mungil itu,membuat hidupnya selalu ceria.Mendendang kan lagu kesukaan nya sepanjang jalan,hingga sampai lah pada bangunan rumah bergaya kuno dengan didominasi ornamen kayu jati yang masih kokoh,menggambarkan masa kejayaannya dulu.Halaman yang cukup luas serta beberapa batang pohon buah-buahan,menambah kesan sejuk dan asri.
Dengan hati-hati ia menidurkan sang cucu di ranjang nya.Sesekali ia kibas-kibas kan topi yang di kenakannnya tadi,agar sang cucu semakin lelap dalam tidurnya.Ia keluar kamar dan pergi kebelakang untuk membersihkan diri.
Ia duduk melepas lelah,usia nya yang tidak lagi muda,membuatnya sering kali merasa cepat lelah.Tapi tak pernah dia mengeluh.
Seorang wanita yang masih cukup muda yang telah menikah dengan anaknya dan memberikan gadis mungil itu pun,menyuguhinya segelas air putih.
"Bapak capek ya..?Yuna sudah besar pak,biar dia di rumah saja.Dia pasti merepotkan bapak."ujarnya sembari menyajikan makanan di atas meja makan yang terbuat dari kayu jati kuno dengan ukiran yang indah itu.
"Bapak kesepian kalo gak ajak cucu kesayangan bapak.Kalo capek,sebentar lagi juga hilang"senyumnya mengembang seraya mengingat celoteh dan riangnya sang cucu yang sedari pagi tadi menemaninya di ladang.
"Apa dia tidur lagi pak?"
"iya,memang dia selalu tidur kalo Bapak gendong.Dia ada di kamar bapak,jangan di bangunkan,biarkan saja"
"tapi,ini waktu makan siang pak"Dengan wajah yang sedikit Khawatir.
"Dia sudah makan tadi.Bapak belikan dia makanan waktu hendak ke ladang".sambil mengambil piring yang sudah terisi nasi dan juga beberapa lauk pauk yang sudah di siapkan sang menantu."mana Heru?belum pulang dia?"
"belum pak,mungkin sebentar lagi,sudah Bapak makan saja duluan"sembari menuangkan air ke dalam gelas yang sudah separuh di teguk oleh ayah mertuanya itu dan menyuguhkannya.
Tidak lama terdengar suara motor di depan rumah.Sang istri sudah hafal betul suara motor suaminya yang hampir setiap hari di dengar nya,juga menjelang makan siang.Dia berlari kecil menyambut suaminya dan bersalaman.
__ADS_1
"Bapak sudah pulang?"tanya nya seraya mengukir senyuman dan mengecup kening istrinya sekilas.
"sudah baru saja,lagi makan"membalas senyuman suaminya dan melingkarkan tangannya pada lengan suaminya.mereka berjalan ke dapur selepas membersihkan diri.Lalu Heru pun bergabung di meja makan.
"Gimana bengkel?"Tanya Pria tua yang ramah itu sembari mengambil air minum dan meneguknya.
"Alhamdulillah..pak,setiap hari pelanggannya semakin ramai"meraih tangan bapaknya dan mencium punggung tangannya."Yuna ikut ke ladang lagi pak?"
"iya.."jawabnya singkat.
"Apa tidak merepotkan Bapak?"sembari mengambil makanan yang sudah di siapkan oleh istri nya.
"Tidak,anak mu itu penyemangat hari-hari bapak.sepi kalo dia gak ikut.Lagi pula bapak khawatir,dia bosan kalo di rumah terus"bangun dari kursinya dan berjalan ke ruang tv,yang hanya bersekat lemari tv besar di sebelah ruang makan."makan lah,Bapak mau istirahat sebentar".
"iya pak"ia melirik ke arah sang istri.wanita cantik dengan gelungan rambut yang sekenanya itu hanya mengangguk pelan sembari mengulas senyuman.
**
Beberapa menit kemudian putri kecil nan mungil itu pun bangun.Terdengar celotehnya yang membuat ramai seisi rumah.Sang kakek yang sedang sibuk menata tanaman di halaman belakang rumah pun mendengarnya.Melukis senyuman yang lebar dari bibirnya yang sudah di hiasi keriput senja itu.
"cucuku sudah bangun"sambil terus mengulas senyum beliau beringsut dari posisinya,dan berjalan mencari sumber suara nan riang itu.
"kakek..kakek.."sang putri lucu itu berhambur ke pelukan sang kakek kesayangannya.
Sang ibu yang sedari tadi sibuk melipat baju-baju pun hanya tersenyum menggeleng-geleng kan kepalanya,tau sang anak memang tak bisa jauh dari sang kakek.Kepribadian ayah mertuanya itu memang di kenal ramah dan menyenangkan,terlebih pada putri semata wayangnya.
Saat masa jayanya dulu,saat beliau masih menggeluti beberapa bisnis,salah satunya bisnis jual beli lahan dan memiliki peternakan sapi,beliau tak pernah mengukir kesan sombong sedikit pun di mata orang-orang.Beliau sangat di segani dan di hormati.Tatkala masa itu,beliau tak pernah lalai untuk membantu orang -orang di sekitarnya yang membutuhkan bantuan.Sifatnya yang dermawan menurun pada suaminya yang juga memiliki pribadi penyayang.
__ADS_1
Pria dermawan yang sudah senja itu, memiliki 3 orang anak.Dua diantaranya memilih untuk pergi merantau,hanya putra pertamanya itulah yang selalu senantiasa mendampinginya hingga akhir senja sang ayah.
Beberapa tahun kemudian ,cucu kesayangan nya,sudah masuk sekolah,dimana sang cucu tidak bisa setiap saat menemani Kakeknya.Cucunya yang sudah duduk di bangku SD itu,menyempatkan waktu sepulang sekolah membawakan makan siang untuk kakeknya di ladang.Kakek yang setiap hari menghabiskan waktu nya untuk melihat ladang dan sawah yang di garap oleh beberapa tetangga nya itu,memang sesekali ikut turun tangan,meski hanya untuk sedikit meregangkan otot-ototnya yang kaku.
Dari jauh sang cucu sudah berlari-lari kecil meneriaki sang kakek yang sedang santai di gubuk kayu yang berada di sisi ladang.
"kakek..makan siang datang,ayo kita makan dulu"sambil menenteng rantang makanan yang sudah di siapkan oleh sang ibu.
"haha...kakek juga sudah lapar,ayo kita makan"sang cucu dengan telaten menyiapkan makanan untuk kakek kesayangannya itu."bagaimana sekolah mu?menyenangkan?"
"iya kek,tadi di sekolah,ada lomba menggambar,tapi aku kalah kek"memasang muka masam,mengingat kejadian di sekolahnya tadi.
"eeh,jangan sedih donk,"sambil mengelus kepala cucunya dengan lembut."ingat,saat kita tidak menang,itu belum berarti kalah,nanti kamu harus berusaha dengan baik lagi ya."ia pun hanya mengangguk-angukkan kepalanya.
"ingat pesan kakek,jangan pernah pantang menyerah jika kamu menginginkan sesuatu,selama sesuatu itu, hal yang baik dan tidak merugikan orang lain,berusahalah sampai kau bisa mewujudkannya.Meski terkadang membuat kita lelah,tapi semangat kita harus terus terukir dalam setiap keinginan.jadilah pribadi yang kuat dan jadikan lah diri kita bisa berguna untuk orang lain."kata kata kakeknya terpatri dalam ingatannya.Hingga nanti,saat dia mengerti betapa mulianya menjadi orang yang bermanfaat bagi banyak orang.
"kakek...waktu kakek kecil dulu,punya cita-cita ga?"tanyanya,membuka obrolan mereka setelah menghabiskan makan siang tadi.Semakin bertambah usia,sang cucu menjelma manjadi anak yang manis dan pintar.
"haha tentu saja,dulu kakek ingin menjadi seorang jendral."
"kenapa kakek tidak menjadi seorang jendral?"
"karena kakek tidak bersungguh-sungguh untuk meraihnya,"menarik nafas pelan."nanti,jika kamu suatu saat mempunyai cita-cita,kamu harus berusaha agar cita-cita mu tercapai".
"bagaimana cara nya kek?"
"kamu harus belajar dengan sungguh-sungguh,jangan pantang menyerah.teruslah berusaha walaupun itu terasa sulit."seraya mengusap kepala cucu kesayangannya.
__ADS_1
Gadis manis itu,hanya mengangguk ganggu kan kepala nya,seolah mengerti dengan perkataan kakek kesayangan nya.