The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Sany pingsan


__ADS_3

"Bagaimana Yuna?"Tanya Andrean a lagi,ketika Yuna tidak menjawab pertanyaan nya,Yuna masih sibuk dengan kebimbangan dalam hatinya.Dia harus bisa menentukan sikap.Jangan sampai ada yang tersakiti,meski sudah pasti apapun yang ia pilih barang tentu ada yang kecewa.


"Kak Andrean,Aku..."Saat Yuna hendak menjelaskan nya,Tiba-tiba seseorang berlari ke arah mereka.


"Maaf menganggu pak"ucap Nya tersengal-sengal.


"Ada apa?"Tanya Andrean terkejut.


"Wanita yang tadi datang bersama anda,tiba-tiba pingsan"Jawab nya.


"Apa pingsan?"Tanya Andrean memastikan.Dan di jawab anggukan oleh pria itu.


"Baiklah ayo kita ke sana.Yuna ayo,mungkin aku membutuhkan bantuan mu."


Yuna pun mengangguk dan segera lari menyusul Andrean yang berlari lebih dahulu,ia terlihat panik.


Sesampai nya di lokasi,yang berada di luar gedung itu,Andrean pun menerobos kerumunan orang yang sedang melihat Sany.


Sany tergeletak lemas,wajah nya pun pucat.


Andrean pun mencoba membangun kan Sany dengan menepuk-nepuk pipinya,tapi Sany belum juga sadar.


"Maka nya mas,pacar nya jangan di tinggal-tinggal dong,malah sama cewek lain"ujar salah seorang wanita yang merupakan tamu undangan.


Andrean tak memperdulikan perkataan nya.Ia masih khawatir dengan keadaan Sany.


Kemudian Yuna pun datang dan mencoba memeriksa Sany.


"Seperti nya dia kelelahan atau mungkin tekanan darahnya juga rendah."Jelas Yuna.


"Jangan sok tau mba...emangnya situ dokter?kalau ada apa-apa,memangnya mau tanggung jawab?"Ujar wanita tadi dengan ketus.


Yuna yang berjongkok pun mendongak ke arah sumber suara,tapi Yuna malah tersenyum simpul.Begitu pun Andrean yang terlihat geram dengan wanita yang berbicara itu.Dia adalah wanita yang bermuka masam saat mengantri di pelaminan tadi.


Dia kan wanita yang tadi mengantri lama di belakang,saat aku dan Doni berada di pelaminan,mungkin dia masih kesal.Batin Yuna.


"Anda tidak perlu khawatir,dia adalah seorang Dokter dengan lulusan terbaik"Ujar Doni yang tiba-tiba muncul di sana.


Wanita itu terlihat sinis dan pergi meninggalkan kerumunan itu,wajah nya kesal dan marah,entah apa masalahnya.


"Yuna sebaiknya kita bawa saja ke klinik terdekat"Ucap Doni.


"Iya,kak sebaiknya kita membawa nya sekarang,agar cepat mendapatkan perawatan."ujar Yuna pada Andrean.


"Baik lah,ayo"jawab Andrean,segera bangun dan memapah Sany.


Deg..


Yuna menelan saliva nya berat.


Kenapa hati ku merasa seperti ini ya,melihat kak Andrean menggendong wanita itu.Sadar lah Yuna,ini dalam kondisi urgent.Dan Andrean bertanggung jawab atas keselamatan sekertaris nya itu.batin Yuna.


Yuna pun mencoba menyadarkan dirinya,ia menarik nafas dalam.


Mereka pun segera membawa Sany ke mobil dan menuju klinik terdekat.

__ADS_1


Stevania yang mengetahui hal tersebut pun ikut khawatir.


"Tenang lah,aku yakin tidak ada yang perlu di khawatir kan.dia hanya kelelahan"jelas Yuna pada stevania.


Stevania hanya mengangguk dan kembali ke atas pelaminan.


Yuna dan Doni pun ikut menyusul ke klinik terdekat.


"Bagaimana?"Tanya Yuna pada Andrean yang sedang berada di dapet ruang pemeriksaan.


"Masih dalam pemeriksaan Dokter."Jawab Andrean.


Yuna hanya mengangguk.Tak lama kemudian,keluar Seorang Dokter pria dari ruang pemeriksaan.


Mereka pun segera menghampiri nya,dengan cemas.


"Apa yang terjadi pada teman saya Dok?"Tanya Andrean cemas.


Yuna dan Doni pun ikut mendengarkan.


"Pasien hanya kelelahan dan tekanan darah nya rendah,harus beristirahat dan jangan terlalu lemah.Sekarang sudah siuman dan membaik,kami sudah memberikan vitamin,keadaan nya juga sudah mulai membaik."Jelas Dokter.


"Apa kami bisa masuk untuk melihat nya?"Tanya Andrean.


"Oh iya,tentu saja.Silahkan.Saya permisi ya."Tutur Dokter itu.


"Ya Dok terima kasih"Ucap Andrean.


Dan di balas anggukan oleh Dokter itu dan kemudian ia berlalu.


"Sepertinya anda khawatir sekali ya?"Ucap Doni pada Andrean.


"Tentu saja,keselamatan nya adalah tanggung jawab ku."Jawab Andrean singkat lalu melangkah memasuki ruangan.


"Don,kenapa bicara nya seperti itu si?tentu saja dia khawatir,lagi pula kita juga ikut khawatir kan?"Ujar Yuna.


"Kau cemburu kan?"Tanya Doni membuat Yuna terkejut,ia menelan Saliva nya.


"Apa maksud mu?aku dan kak Andrean tidak memiliki hubungan apapun,untuk apa aku cemburu?"Ucap Yuna lalu ikut masuk ke ruangan.


"Aku bisa melihat nya dari mata mu Yuna,rasa cemburu itu tak mesti di rasa kan pada pasangan saja.Tapi cemburu itu bisa di rasakan jika kita mencintai seseorang."Gumam Doni pada diri nya.


***


Andrean juga Sany kembali ke pesta,setelah kondisi Sany kembali pulih.Begitu juga Doni dan Yuna.


Mereka melanjutkan acara nya dengan lancar.


Sampai pada sesi lempar buket bunga.


Beberapa tamu undangan pun ikut serta,rata-rata di dominasi oleh teman-teman kedua mempelai.


Yuna tidak tertarik mengikuti sesi itu,tapi stevania memaksa nya.


"Aku tidak akan melempar bunga ini jika sahabat ku Yuna tidak berada di sana."Ucap Stevania Menunjuk ke arah kerumunan para tamu undangan yang begitu antusias mengikuti sesi paling di tunggu ini,terutama bagi para tamu undangan yang masih melajang.

__ADS_1


Akhirnya beberapa keluarga stevania menarik Yuna ke tengah-tengah mereka,Yuna hanya meringis,wajahnya memerah.


Semua tamu yang ikut berpartisipasi bersiap merebut buket bunga yang akan di lempar oleh sepasang pengantin.


Doni juga terlihat antrusias,ia cengengesan.


"Kalian jangan berharap banyak.Aku yang akan mendapatkan nya,lihat saja nanti."ujar nya percaya diri.


Beberapa orang tertawa mendengarnya.Doni sudah menggulung lengan bajunya.Dan berada paling depan.


Strevania malah terkekeh melihat tingkah sahabat nya itu.


Sany pun menarik Andrean untuk bergabung.Meski Andrean mencoba menolaknya.


"Sudah lah Sany,kondisi mu baru saja membaik."ucap Andrean.


"Ayolah kak."Sany tetap kekeuh memaksa Andrean.


Yuna yang juga merasa tidak tertarik,melangkah mundur menjauhi kerumunan,saat stevania tidak menyadarinya.


Akhirnya sesi lempar buket bunga pun di mulai,Stevania dan charlie membelakangi para tamu undangan.


Semua mulai berhitung.


Satu...


Dua...


Tiga...


kedua pengantin pun melempar bunga,semua berteriak ketika buket bunga itu melambung ke udara.


Tiba-tiba semua orang melihat ke arah Yuna yang berada di tepi belakang kerumunan itu,Yuna yang akan menjauh dari sana malah terkejut ketika buket bunga itu jatuh tepat di tangan nya yang dalam posisi terulur.


Sorak pun mulai pecah ketika pemandu acara meneriaki nya.


"Waa...akhirnya Dokter yuna sahabat mempelai wanita lah yang mendapatkan nya...Waa haha..selamat ya,semoga bisa menyusul menempuh kebahagiaan yang sekarang di rasa kan oleh stevania..berti tepuk tangan semuanya..."teriak pemandu acara itu.


Yuna mengerutkan dahi nya,iya tersenyum. malu atas sorakan dan tepuk tangan yang begitu meriah,terutama Suara Doni yang terdengar mendominasi.


Yuna memelototi Doni,yang malah di balas oleh teriakan yang semakin kencang.


Apa-apaan si..Batin Yuna.


Andrean hanya tersenyum melihat nya.Mata Yuna melirik ke arah Andrean,dan membalasnya dengan senyuman.


***


Pesta Pernikahan pun telah usai,Andrean dan Sany lebih dulu meninggalkan kota itu.


Andrean pun sebenar nya masih berharap Yuna bisa menjawab perasaan nya.Tapi karena kondisi yang tidak memungkin kan,akhirnya Andrean menyimpan rapat rasa nya itu,sampai Yuna sendiri yang menjawab nya.


Yuna dan Doni masih stay di Surabaya,berbaur dengan keluarga Stevania.Mereka melepaskan kerinduan antara sahabat,berbagi cerita dan canda.


Sore hari nya Doni dan Yuna pun berpamitan kembali pulang.Karena Yuna dan Doni harus menjalani aktifitas nya kembali.

__ADS_1


"Sampai jumpa ya,semoga kau benar-benar bisa menikah secepatnya,dan bahagia seperti kami"Ujar stevania,juga Charlie ketika mengantar Yuna dan Doni ke bandara.


"Terima kasih atas semua nya ya,semoga kalian bahagia selalu."ucap Yuna.Di balas pelukan hangat dati stevania.Karena ia akan menetap di surabaya.Juga chalie yang memang sudah di pindah tugas kan di salah satu perusahaan cabang PT.Wira group.


__ADS_2