The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Menenangkan diri


__ADS_3

Daniel sangat kesal mengingat kejadian buruk yang menimpa nya sekitar sepuluh tahunan lalu itu.Kejadian yang seakan baru saja terjadi kemarin.Luka hati nya mungkin sudah sembuh,tapi rasa sakit nya masih kadang terasa,jika bayangan itu muncul.


Daniel menendang meja yang menjadi penopang kakinya ketika bersandar di sofa panjangnya,hingga terjungkal dan menimbulkan kegaduhan.Suara yang hanya di dengar oleh sekertaris nya,karena meja kerja nya yang berdekatan dengan dengan ruangan sang Bos.


Gino pun merasa cemas ketika mendengar suara dari dalam ruangan Bos nya.Ia khawatir terjadi sesuatu,karena saat itu suasana hati Bos nya memang sedang buruk akibat tingkah yang di lakukan sekertaris Andrean yang baru.


"Apa yang terjadi bos?Apa Bos terluka?"Tanya nya cemas,ketika baru saja membuka knop pintu bercat putih itu.


"Aku tidak apa-apa"Jawab Daniel seraya memijit keningnya.


Gino pun membenahi kembali Meja kaca yang terjungkal.


Untung saja tidak pecah Bos,jika pecah anda akan terluka!Batin Gino.


"Apa anda membutuhkan sesuatu?atau sebaiknya anda meminum secangkir coklat hangat agar lebih rileks."ujar Gino.


"Tidak usah,aku akan pergi sebentar"ucap Daniel bangkit dari duduknya,ia merapikan jas nya sebentar,lalu meraih ponsel dan kunci mobil yang tergeletak di meja kerja nya.


"Anda mau kemana Bos?biar aku antar."


"Tidak perlu,aku bisa sendiri.Kau handle saja semua pekerjaan ku".Daniel lalu membuka pintu dan melangkah keluar ruangan.


"Baik Bos"ucap nya bergumam,karena ia tau bahwa Bos nya itu tidak akan menunggu jawaban dari nya.


Tenang kan diri mu Bos,itu akan lebih baik untukku juga.Batin Gino.


***


Di ruangan Andrean.


"Duduk lah"Pinta Andrean pada Sany yang sejak tadi mengekor memasuki ruangan Andrean.


Sany pun segera duduk di kursi yang berada di depan meja kerja Andrean.


Sany masih terdiam,ia masih terlihat syok dengan sikap Daniel yang tidak lagi selembut dulu pada nya.


"Sudah ku bilang kan,jangan menggangu Daniel,kau di sini bekerja untukku.Jadi ku mohon jangan bawa urusan pribadi ke kantor.Bersikap profesional lah.Jika kau tetap seperti ini,aku bisa mengirim mu kembali ke perusahan cabang."ujar Andrean.


"Aku minta maaf,aku tidak bisa menjaga sikap ku.Apa kakak marah ?"Tanya Sany.ia kembali menundukkan pandangannya.


"Aku bukan marah,tapi aku bersikap tegas.Dengan siapa pun,tidak terkecuali dengan Daniel sendiri."sambung Andrean.

__ADS_1


"Baik lah aku akan menjaga sikap ku mulai sekarang"tukasnya.


"Tapi..."ucap nya terpotong.


Andrean menoleh,dan mengerutkan dahinya.


"Tapi apa?"


"Tapi aku boleh kapan saja mendekati Daniel kan selain di kantor?"


Andrean menghela nafas nya.


Kau tidak banyak berubah Sany,sikap mu masih kekanakan,bahkan dengan usia mu yang sekarang.Batin Andrean.


"Boleh kan kak?"Tanya Sany mempertegas.


"Terserah,jika kau memang berani menghadapi Daniel"jawab Andrean,mengangkat bahu nya.


"Aku berani kok,aku akan terus berusaha sampai Daniel mau menerima ku lagi"ucap nya sambil memandangi langit-langit ruangan itu.Entah apa yang ia bayangkan.


Daniel bersiap lah,kau akan di buat repot sebentar lagi.Batin Andrean.


"sudah sana kembali kemeja mu.Bekerja lah secara profesional.Jangan membuat ulah di kantor"tegas Andrean.Sany Hanya mengangguk dan keluar dari ruangan itu.


**


"Kemana aku harus menenangkan diri?kenapa fikiran ku jadi buntu begini si.Wanita itu benar-benar tidak tau malu.Bagaimana dia bisa melakukan itu setelah apa yang ia perbuat pada ku dulu?Arrghh...menyebalkan.Ini semua karena kak Andrean membawanya ke kantor."Daniel masih menyandarkan diri di kursi mobilnya.


Tiba-tiba Daniel mengingat sesuatu.suatu tempat yang sudah lama sekali tidak di kunjungi nya.


"Apa tempat itu masih ada ya?"


Mobil Daniel melaju dengan kecepatan sedang.


Beberapa menit kemudian Sampai lah Daniel di sebuah danau buatan.Tempat favorite keluarga nya dulu.


Dia terperangah melihat kondisi tempat itu,semua masih tertata rapi dan bersih.


"Siapa yang merawat tempat ini?setau ku Mami dan Papi pun tidak pernah kemari.Apa opa ya?"Gumam Daniel bertanya dengan diri nya sendiri.


Ia pun melangkah memasuki kawasan itu,dua orang penjaga menghampiri nya.

__ADS_1


"Permisi tuan,boleh kami tau ada keperluan apa anda di sini?" Tanya seorang penjaga yang memang tidak pernah melihat kedatangan Daniel sebelum nya.Hanya Andrean lah mereka kenal dan sering mengunjungi tempat itu.


"Saya Daniel cucu dari pemilik tempat ini."jawab nya.Daniel paham,karena memang ia tidak pernah mengunjungi tempat itu,jadi pasti lah kedua penjaga itu tidak mengenalnya.


"Eumm Adik pak Andrean ya?"Tanya penjaga itu lagi.Daniel menganggukkan kepala nya.


Tapi kenapa mereka mengenal kakak?Apa kakak sering datang ke tempat ini.Batin Daniel.


"Oh kalau begitu,mari silahkan masuk tuan"Tutur pegawai itu.


Daniel pun melangkah menuju ke sebuah gubuk kecil,tempat Andrean bersama Yuna mengobrol beberapa tahun lalu.


Daniel menarik nafas nya dalam,merasakan sejuk nya udara di tempat itu,suasana yang menenangkan.Dia berjalan mendekati danau yang tidak banyak berubah sejak ia main kecil dulu.Lalu Daniel duduk di atas rerumputan yang hijau dan tertata rapi di sekeliling danau.Beberapa daun berguguran tertiup angin,serta burung-burung kecil yang beterbangan dari ranting ke ranting.Suasana yang sejak lama ia rindukan,tapi tak pernah di jumpai nya.


Teringat saat ia menerbangkan layang-layang bersama kakak nya,Bayangan itu seolah terlihat nyata di hadapannya.Ia berlari-lari mengejar layang-layang yang di terbangkan andrean.Semenjak kecil ia sangat jarang bertengkar dengan kakak nya itu,karena Andrean adalah anak yang selalu mengalah dan menyayangi adik-adiknya .Bahkan ia rela melakukan apapun yang dapat membuat adik nya senang.Bahkan ia rela memanjat pohon demi mengambil layang-layang yang tersangkut.


Daniel tersenyum-senyum sendiri kala mengingat kejadian itu.


Dia menangis karena layang-layang nya di terpa angin hingga tersangkut di ranting pohon yang tinggi.Dia merengek kepada kakak nya,padahal usia mereka hanya berjarak dua tahun,tapi Andrean bersikap jauh lebih dewasa di bandingkan dengan anak seumurnya.


Itu lakukan agar bisa menjadi pelindung bagi adik-adiknya.


Daniel kecil terus menangis karena layang-layang nya tak bisa ia raih.Akhirnya Andrean memanjat pohon itu,pohon yang terbilang cukup tinggi untuk anak usia 8 tahunan.Tapi tanpa rasa takut,Andrean tetap mencoba memanjatnya.Setelah ia meraih layang-layang itu,Andrean memutuskan untuk segera turun dari atas pohon,tapi tak urung ia lakukan.Ia ketakutan dan ada banyak semut di batang pohon itu mengigiti nya.


Andrean yang seperti super hero itu akhirnya menangis karena tak bisa turun dari pohon.


Daniel yang kebingungaberlari mencari pertolongan.


Singkat cerita,Akhirnya Andrean pun dapat turun di bantu oleh salah satu pengurus tempat itu,setelah beberapa lama drama ketegangan terjadi.


"Haha...kejadian itu takkan ku lupakan haha"Ujar Daniel terbahak.Dia melihat sekeliling tempat itu,tak ada seorang pun disana,hanya terlihat dua penjaga di pos depan dan seorang lagi sedang menyapu dedaunan.


"Tempat ini selalu sepi.Seandainya banyak yang berkunjunf kemari,pasti mereka juga bisa menikmati keindahan tempat ini"Gumam Daniel.


Daniel merebahkan tubuhnya di atas rerumputan yang tertata apik dan bersih itu,ia jadikan jas nya sebagai bantal,ia menarik nafas lagi merasa kan ketenangan yang menerusup ke dalam hati nya.Ia kendurkan dasi dan kerah nya agar lebih nyaman.


Tiba-tiba ponsel nya berdering.Daniel melihat layar ponselnya,padahala ia baru saja memejamkan matanya merasakan sejuknya belaian angin.


"isshh..Gino ada apa sih"Daniel pun menerima panggilan dari sekertaris nya itu.


"ya"

__ADS_1


"Baiklah tunggu satu jam lagi.jika mereka tak mau menunggu,suruh mereka datang lagi besok".Ujar Daniel lalu menutup telfon nya.


Ia pun kembali memejamkan mata nya,kembali merasa kan ketenangan di tepi danau itu,membuang semua penat yang bergelantungan dalam fikirannya.


__ADS_2