
Setelah banyak proses di lalui,dan menerima begitu banyak ucapan selamat dari para tamu undangan,Yuna yang kini telah ada di kamar nya merebah kan diri di ranjang nya,setelah seharian menerima tamu undangan,yang memang tidak begitu ramai,karena memang hanya mengadakan acara akad nikah saja.
Yuna yang masih mengenakan kebaya itu pun tak sadar memejamkan mata nya.
Tiba-tiba pintu kamar nya terbuka.Yuna yang masih memejam kan mata nya itu tidak menyadari siapa yang masuk ke kamar nya.
"Bisa -bisa nya dia tertidur dengan memakai pakaian seperti itu."Gumam Daniel.
Daniel yang sebenar nya enggan memasuki kamar Yuna itu pun terpaksa melakukan nya.Karena sang Mami menyimpan pakaian ganti nya di kamar Yuna.Daniel pun masuk ke kamar Yuna setelah di antar oleh Bu julia.
Daniel melepaskan pakaian nya untuk segera mengganti dengan yang lebih nyaman.Karena seperti nya ia mulai lelah dan ingin beristirahat.
Daniel melepaskan satu persatu pakaian nya,dan diletakkan di sembarang tempat.
Yuna yang masih terpejam itu tiba-tiba merubah posisi tidur nya,yang membuat Daniel terkejut.
Karena Daniel memang sedang mengganti pakaian dalam nya.
Tapi mata Yuna masih terpejam,bahkan di a tidak menyadari kehadiran Daniel di kamar nya.
Astaga...aku kaget sekali.cih...kau tidur begitu nyenyak nya,sampai kau tidak menyadari ada aku di sini huft.Batin Daniel.
Daniel pun mengganti pakaian nya terburu-buru,sambil terus melirik ke arah Yuna yang masih tertidur.
Ketika Daniel sedang mengancingkan celana nya,Yuna pun tiba-tiba terbangun.
Ia melihat Daniel,dan ia mengira Daniel hendak membuka celana nya.
"Astagfirullah...kau mau apa?"Mata Yuna terbelalak.Ia terkejut sampai terjatuh dari tempat tidurnya.
"Aww"Yuna memegang kepala nya yang terbentur lantai.
Membuat Daniel mengerutkan dahi nya.
"Kau seperti melihat hantu saja.Mana ada hantu setampan aku?"Ujar Daniel.
Wajah Yuna memerah,dia berusaha untuk bangkit,tapi terlihat kesulitan.
"Apa kau bisa membantu ku?"Ujar Yuna.
"Tidak".Jawab Daniel.
Wajah Yuna cemberut,dan mencoba untuk bangkit sendiri.Daniel masih terus memperhatikan Yuna yang kesulitan bangun karena pakaian kebaya nya itu.
Ketika Yuna bangun,Daniel bertepuk tangan.
"Oh...hebat...haha"Ujar nya.
Membuat Yuna berkerut dalam,lalu menghampiri Daniel.
"Terima kasih Suami ku.."Ucap Yuna.
Daniel langsung terdiam.
Mata Daniel berkeliling melihat setiap sudut kamar Yuna yang sudah di hias layak nya kamar pengantin.
"Apa maksud nya ini?"Tanya Daniel melihat sekeliling kamar dan ranjang yang penuh bunga-bunga.
"Entah lah"Jawab Yuna sambil melepas kan anting-anting nya di depan cermin.
__ADS_1
"Maksud nya ini kamar pengantin?"Tanya Daniel lagi.
"Mungkin" ujar Yuna mengangkat bahu nya.
"Aku tak akan bermalam di sini,aku akan pulang"Jawab Daniel.
Yuna pun menoleh.
"Mungkin itu jauh lebih baik.Lagi pula ranjang ku tidak cukup besar jika kau tidur di sini."jelas Yuna.
"Siapa yang akan tidur di ranjang mu?aku akan pulang."Lalu Daniel melangkah keluar.
Yuna pun mulai melepas kebaya nya yang menyesakkan itu.dan ia pun segera melepas kan pakaian dalam nya dan memakai handuk.
Tiba-tiba Daniel masuk kembali ke kamar.Membuat Yuna terkejut.Spontan Yuna menutupi dada nya.
"Kenapa kembali lagi?"Ujar Yuna.
"Aku mau mengambil ponsel ku.jangan ge er."Jawab Daniel,tapi matanya masih menatap Yuna.
"Lantas apa yang kau lihat?" ucap Yuna memelototi Daniel.
"Tidak ada...tapi kau terlihat seksi."jawab Daniel.Lalu melangkah keluar.
"Dasar menyebalkan"Gumam Yuna.
***
Daniel tidak bermalam di rumah Yuna.Tapi ia memutuskan untuk pulang kerumah nya.Yuna pun juga terpaksa untuk mengalah dan bermalam di kediaman Daniel.Setelah perdebatan yang sengit.
Daniel dan Yuna,juga Nyonya wini Serta Dokter Arman pun pulang bersama.Keluarga yang lain memang sudah pulang beberapa jam yang lalu.
Daniel lebih dulu memasuki rumah nya dan menuju kamar nya.Sedangkan Yuna masih terduduk di ruang tengah bersama nyonya wini.
"Sayang,ini sudah menjadi rumah mu juga.Kamar Daniel berada di lantai dua,yang di tengah ya.."Tutur Nyonya wini.
"Beristirahat lah,mungkin Daniel sudah menunggu".
"Ah Iya Tante...eh maksud ku Mami..aku akan menghabiskan teh ku dulu"Jawab Yuna.
"Baiklah,santai ya sayang.Nikmati sesuka mu.Mami istirahat dulu ya."Ucap Nyonya wini seraya mengelus. bahu Yuna.
"selamat malam sayang".
"Selamat malam Mam."Sahut Yuna.
Suasana rumah sudah terlihat sepi.Hanya ada beberapa asisten rumah tangga di dapur.
"Nona,apa ada yang Nona butuhkan?"Tanya seorang ART,menghampiri Yuna yang masih terduduk di ruang keluarga.
"Oh tidak terima kasih"sahut Yuna.ART itu pun kembali ke dapur.
Mata Yuna berkeliling melihat-lihat .Sampai lah pandangan Yuna pada sebuah foto yang terpampang di dinding.Mata Yuna terbelalak,dahi nya berkerut dalam.ia mengerjapkan dan mengucek mata nya.Masih tidak percaya dengan apa yang dia lihat.
Mungkin hanya mirip.Tidak mungkin itu foto kak Andrean,tidak mungkin.Yuna mencoba untuk menepis semua yang di lihat nya.
Yuna melangkah menuju ke dapur,untuk mengambil segelas air minum.
ketika di dapur Yuna menghampiri seorang ART yang sedang menyimpan bahan makanan di dalam kulkas.
__ADS_1
"Ya ada apa Nona?ada yang bisa saya bantu?"Tanya ART itu,ketika Yuna menghampiri nya.
"Maaf bu,boleh saya bertanya?"
"silahkan Nona".
"Siapa yang ada di foto itu bersama Daniel?"Yuna menunjuk ke arah Foto yang di maksud,kebetulan foto itu terlihat dari arah dapur.
ART itu,melihat ke arah yang di maksud Yuna.
"Oh itu foto tuan Daniel bersama kakak nya,nama nya Tuan Andrean."Jawab nya.
Jedarrr....
A a apa???Andrean?Ya Tuhan.
Membuat Yuna benar-benar terkejut.Ia berasa sulit bernafas,Hati nya merasa sesak.Entah apa yang ia rasa kan saat itu,ingin rasa nya ia berteriak atau pun menangis.
Tapi ia coba untuk menahan nya.Yuna menutup mulut nya.
"Ada apa Nona?".
"Oh tidak,aku tidak Apa-apa.terima kasih,maaf telah mengganggu."Ujar Yuna.
"Tidak apa-apa Nona.Saya permisi ke kamar saya,selamat beristirahat Nona.".Dibalas anggukan oleh Yuna.Dan ART itu pun pergi ke ke kamar nya.Karena malam yang memang semakin larut.
Yuna kembali melangkah menghampiri foto Two Brother itu.Dia memandangi nya dengan pilu,air matanya tak terbendung lagi.Ia tersungkur,sambil menutup wajahnya.Air matanya mengalir deras,ia terisak.
Maaf kan aku kak...aku tidak menyangka semua ini.Apa ini alasan kakak tidak mengabari ku,menghilang tanpa jejak?Apa yang kau lakukan Yuna....?hiks hiks.
kenapa aku sampai tidak mengetahui hal ini?hiks hiks.
Yuna terisak beberapa lama.Ia pun memutuskan untuk masuk ke kamar Daniel.ia tidak mau membuat kecurigaan keluarga Daniel,karena tangisan nya.
Ia mencoba mengeringkan air mata nya yang membasahi pipi.ia menarik nafas panjang,mencoba untuk menghilangkan sesak di dada nya.Dan melangkah masuk ke dalam kamar.
Terlihat Daniel sudah terlelap di ranjang nya dengan memeluk guling nya erat.
Mata Yuna berkeliling.Ini kali pertama nya ia memasuki kamar seorang pria.Terasa asing memang,tapi ini lah yang menjadi kamar nya sekarang.
Aroma khas pria menyeruak memenuhi kamar.Parfum yang biasa di pakai Daniel tercium pekat di kamar itu.
Yuna terduduk di sofa panjang yang berada di sana.Hati nya masih terasa pedih,setelah mengetahui kenyataan siapa Andrean.
Tiba-tiba Daniel membuka mata nya.
"Kau belum tidur ?"Tanya nya setengah menguap.
Yuna menggelengkan kepala nya.
"Ranjang ku memang cukup luas,tapi jangan harap kau bisa tidur dengan Ku ya".ujar Daniel.Membuat Yuna mengerutkan dahi nya.
Siapa juga yang mau satu ranjang dengan mu.Batin Yuna.
"kau tidurlah di situ "ujar Daniel.Lalu kembali tidur.
"Aku juga tidak mau tidur dengan mu.Di sini jauh lebuh nyaman kok.Lebih nyaman dari tempat tidur ku di kos-kosan."Gumam Yuna.
Yuna pun tertidur di sofa panjang itu,perasaan nya begitu pedih.Oleh banyak sebab.
__ADS_1
Ini malam pertama ku.Dan mungkin akan seperti ini seterus nya**.Batin Yuna.