
Kehidupan baru,tempat tinggal baru.Beberapa tahun telah mereka lewati dengan bahagia.
Hidup secukupnya membuat mereka menikmati betapa indahnya rasa syukur itu.
Yunanda Prisilia,gadis mungil yang cantik putri kesayangan Heru surotmo dan Eria ariani,telah tumbuh menjadi pribadi yang pendiam,tetapi prestasinya di sekolah sangat cemerlang.Ia kerap mengikuti perlombaan cerdas cermat tingkat SMP,dan tidak sedikit piagam penghargaan yang ia dapat.
Heru mengawali usaha nya dengan penjual sate keliling ke komplek-komplek di sekitar tempat tinggalnya.Ia akan berjuang untuk membahagiakan keluarganya.Setiap siang hingga malam hari,ia menjajakan jualannya.Sang istri pun membantu menyiapkan bahan-bahan untuk dagangannya di rumah.
Hari demi hari mereka lewati.Suatu hari sang ibu jatuh sakit,Yuna yang kala itu sedang belajar di kamar nya mendengar suara rintihan sang ibu.Ia bergegas menuju kamar ibunya,di sana terlihat ibunya terduduk di lantai memegangi perutnya,berusaha menahan sakit.
"ibu,apa perut ibu masih sakit?".Berusaha membantu ibunya bangun dan menidurkannya di tempat tidur.
"ibu ga apa -apa sayang,cuma perut ibu agak nyeri aja".Mengelus kepala putrinya,berusaha menenangkan kepanikan di wajah putrinya.
"Yang benar bu?biar Yuna cari ayah ya."
Ia pun bergegas pergi mencari Ayahnya yang sedang berjualan keliling,tak memperdulikan ibunya yang mencoba melarangnya.Karena gadis itu tau, ibu nya begitu kesakitan.
Setelah beberapa lama,Yuna dan Ayahnya pun datang,ibunya masih merintih menahan sakit dan menekan bagian perut.Tanpa pikir panjang Heru membawa istrinya ke Rumah sakit,meski sang istri menolaknya.
Dokter menyampaikan sebuah hasil tes yang di jalani istrinya,Heru terkulai lemas mendengar pernyataan Dokter.
"Maaf pak,kenapa anda baru membawa istri anda sekarang?saat penyakitnya sudah separah ini?".Tanya Dokter itu.
"Istri saya tidak pernah mengeluh sakit apapun dok,baru lah sekarang saya tahu bahwa istri saya sakit".Heru menyeka air matanya.
"Sebenarnya istri saya sakit apa dok?".Tanya Heru penuh kecemasan.
"Istri anda mengidap kanker rahim stadium akhir pak,".
Heru terhenyak,tubuhnya bergetar menahan kepedihan.
Akhirnya Ria sang istri pun harus di rawat.Yuna meminta izin kepada sekolah,karena ia srmentara waktu harus menemani sang ibu di Rumah sakit.Sementara Ayahnya berjualan,mengumpulkan pundi-pundi rupiah untuk biaya ibunya di Rumah sakit.
Di Rumah sakit.
__ADS_1
Ya Allah, sembuhkan lah ibu ku,dia adalah wanita yang paling berharga dalam hidupku,biarkan aku membalas semua jasanya ya Allah.Batin Yuna.
Ia terduduk di kursi samping ibunya yang terkulai lemas dengan beberapa alat medis di tubuhnya.Ia genggam jemari sang ibu,ia kecup perlahan,air mata nya membasahi tangan pucat sang ibu.
Tak lama berselang,Ayahnya pun datang.
"Yuna,,sayang".Membelai punggung putrinya.
"iya Ayah".Mendongakkan kepalanya seraya mengusap pipinya yang basah.
"kamu belum solat magrib kan?sudah solat dulu sana,tau kan musholanya di mana?"
"iya Ayah aku tau,aku bisa sendiri,Ayah temani saja ibu di sini ya,apa Ayah sudah makan?".Yuna bangun dari tempat duduknya.
"Ayah sudah makan kok.sudah sana,,jangan lupa kamu makan.".Heru memberikan beberapa lembar uang pada Yuna.
"Ga usah yah,aku masih punya uang saku sekolah ku,Ayah simpan saja uangnya ya".
Menolak pemberian Ayahnya.
Selepas solat magrib di mushola Rumah sakit,Yuna masih terduduk di teras mushola.Ia masih memikirkan keadaan sang ibu yang belum sadar pasca operasinya tadi siang.Tiba-tiba suara seseorang menyadarkannya dari lamunan.
"dek,kok melamun?"tanya Pria yang memakai kemeja panjang berwarna biru langit dengan lengan baju yang di gulung sesiku,dengan bercak air di beberapa bagian kemejanya,sepertinya dia baru saja menunaikan shalatnya.Yuna menoleh dan tersenyum.
"ii iya pak".Jawabnya terkejut.
"kenapa?kok mukanya sedih gitu?"tanya lembut.
"saya... sedang memikirkan kondisi ibu saya pak"menundukkan kepalanya.
"oh...begitu,tenang saja ibu mu pasti sembuh.kan sudah di tangani dokter."ujarnya lagi,pria ramah itu berusaha menenangkan Gadis kecil yang sedang bersedih itu."kamu sudah makan?"
"belum pak,nanti saya akan cari makanan.Oh iya pak,Bapak tau tidak tempat makanan di dekat sini?saya takut kalo harus beli makan di depan pak."
"oh kamu belum makan ya,bagaimana kalo kita makan bersama,kebetulan bapak juga belum makan"mengukir senyum tulus di wajahnya,ia pun bangun dari duduknya selepas memakai sepatu.Tapi Yuna masih terpaku di tempatnya.
__ADS_1
"kenapa?kamu takut sama Bapak?"seperti mengerti dari keraguan gadis itu.
"bu bukan be begitu pak,maaf"Yuna menundukkan kepalanya.
"Tenang saja,saya Dokter di Rumah Sakit ini.Nama saya Dokter Arman Wirawan.Panggil saja saya Dokter Arman ya."
Senyum Yuna pun mengembang.Lalu mereka pun menuju kantin Rumah sakit.
"kamu mau pesen apa dek?"tanya Dokter Arman.
"saya..mau pesen sayur sop sama nasi aja pak"sambil melihat menu yang terpampang di dinding kantin.
"itu saja?"tanya dokter Arman.Gadis itu hanya manggut-manggut."tunggu sebentar ya,Bapak pesankan dulu."
Kemudian sang dokter yang baik hati itu berjalan menuju meja tempat memesan makanan.Makanan rumahan yang berjejer rapi,Aroma nya yang menggoda,membuat perut Gadis itu semakin keroncongan.Dokter Arman yang sejak tadi kembali dan duduk di kursi sebelah Yuna pun hanya tersenyum melihat reaksi imut dari gadis itu.
"Bapak boleh tanya,Namamu siapa ya"Dokter Arman mencoba mengalihkan perhatian sang Gadis kecil yang sedari tadi terpesona melihat jejeran makanan di dalam etalase itu.
"eh iya pak,nama saya Yunanda Prisilia pak,panggil saja Yuna"mengulurkan tangan nya.Dokter itu pun menyambutnya.
"Nama yang sangat bagus"seraya mengukir senyumnya.Tak berselang lama,pesanan pun datang.
"pak,makanan nya banyak sekali?"Dia ragu melihat pesanan sebanyak itu,karna dia tahu uang nya tidak cukup untuk membayarnya.
"sudah,ayo kita habiskan,Bapak Dokter yang traktir"Dokter itu tersenyum menampakkan gigi nya yang putih.Yuna pun ikut tersenyum.seraya tak henti-henti berterima kasih.
Setelah meneyelesaikkan makan malam,Yuna dan Dokter Arman kembali ke ruang perawatan.
Terlihat Heru sang ayah sedang berbicara dengan seorang dokter di depan ruang rawat ibunya.Wajahnya terlihat puas,air matanya terus mengalir,sesekali iya mengusap wajahnya yang basah.
Yuna berlari menghampiri Ayahnya,setelah beberapa saat kemudian Ayah nya jatuh terkulai.
"Ayaaaaah...."Yuna berhambur ke pelukan sang Ayah.Dokter Arman yang juga melihat kejadian itu,berusaha membantu Ayah Yuna.
Dokter Arman mencoba bertanya pada dokter yang tadi berbicara pada Ayah Yuna.
__ADS_1
Dokter itu menjelaskan bahwa pasien yang merupakan ibu dari Yuna,kondisinya semakin memburuk pasca operasi,karena kankernya sudah menjalar,dan tidak dapat di selamatkan lagi.