The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
kepergian kakek


__ADS_3

Malam telah larut,suara Jangkrik dan hewan malamnya semakin nyaring terdengar.Sebagian orang telah lelap dalam tidurnya,melepas lelah dari smua aktifitas siangnya.


Seorang pria tua yang masih gagah berbalut kaos oblong bersandar di kursi kayu depan teras rumah nya.Menyandarkan tubuhnya,menatap langit malam yang di hiasi bintang meski tidak banyak,tidak membuat langit malam itu kehilangan keindahannya.Sang rembulan yang bersembunyi hanya menampakkan separuh terangnya.


Entah apa yang sedang menganggu fikirannnya,malam itu matanya tak kunjung terpejam.Duduk sendiri berharap bisa menjernihkan pikiran nya.Meski beberapa menit yang lallu sang anak juga menemaninya,tapi ia memilih untuk beristirahat meregangkan otot-ototnya karena seharian ia sibuk di bengkelnya.


***


Sang fajar pun tiba,terdengar suara adzan berkumandang.Menyeru kepada seluruh makhluk untuk bangun dari tidur mereka agar mensucikan diri dan bersujud pada sang khalik.


Saat pagi menjelma,bau masakan menyeruak ke seisi rumah.Sarapan pagi pun telah tersaji di meja makan.Semua berkumpul untuk mengisi perut mereka sebelum beraktifitas.Hanya sang kakek yang belum keluar dari kamarnya


.


"kemana bapak?" tanya nya pada sang istri masih menyiapkan beberapa gelas minum di meja.


"entahlah,mungkin masih di kamarnya"


"biar aku yang panggil kakek bu"gadis cantik yang sudah mengenakan pakaian sekolah dengan rapi itu pun segera beringsut dari duduk nya,berlari kecil menuju kamar sang kakek.


tok


tok


tok


"Assalamualaikum kakek"


"waalaikumsalam"terdengar suara dari dalam kamar.gadis itu membuka pintu yang memang tidak dikunci.


"kakek ko masih di kamar"tanya nya seraya mendekati kakeknya yang sedang terduduk di kursi samping meja berukuran kecil. Seperti sedang memeriksa beberapa lembar kertas yang memenuhi meja itu.Dengan kaca mata yang sedikit turun mendekati ujung hidung,masih terus fokus pada kertas-kertas di depannya.


"iya sayang"

__ADS_1


"ayo dong sarapan dulu,nanti kakek bisa sakit kalo tidak sarapan"rengeknya sembari menarik-narik lengan sang kakek.


"kamu sarapan dulu ya,nanti kakek menyusul"sambil mengusap bahu sang cucu.


"iya kek"dengan wajah yang tertunduk seperti kecewa pada sang kakek.


Kakek pun tersenyum melihat tingkah cucu kesayangannya itu.Lalu dia bangun dari duduk nya dan meraih tangan cucu nya lembut.Gadis itu terkejut mendongakkan kepalanya dan tersenyum.


"ayo kita makan.nanti akan kakek habiskan semuanya haha"sambil tertawa,lalu mereka berjalan menuju dapur bersamaan.


***


Pada siang harinya selepas dhuhur,gadis yang masih mengenakan seragam sekolah dasar itu celingukan mencari keberadaan kakeknya,yang sejak tadi tidak di lihatnya.Dia pun mendekati Ayahnya yang sedang duduk di teras,menikmati sejuknya angin yang berhembus,dedaunan yang melambai di sentuh angin,membuat menyempurnakan pemandangan depan rumah.


"Ayah,kakek mana ya?kok aku gak liat dari tadi.?"Heru menoleh ke arah putrinya yang tiba-tiba datang.


"mungkin kakek mu sedang istirahat di kamar,beliau sedang kurang sehat,jangan mengganggunya ya,kamu makan saja dulu,kamu belum makan kan?"sambil membelai rambut anaknya yang terurai sebahu itu.


"sudah,tadi ibu mu membawanya ke kamar."


Tiba-tiba terdengar suara teriakan dari arah dalam.


"Allahu Akbar" suara itu jelas adalah suara kakeknya.


Mereka terkejut dan langsung mencari sumber suara.Setelah memutuskan mencari di kamar,mereka terkejut melihat seorang tergeletak di lantai.Wajah nya yang pucat berusaha menahan rasa sakit di bagian dadanya.


"Astagfirullah Bapak"Heru sangat terkejut dan panik,ia mencoba untuk membantu Ayahnya bangun,dan memindahkannya ke tempat tidur.


"kakek..kakek kenapa?"gadis itu berusaha membantu,tubuh mungil nya seakan memiliki kekuatan penuh untuk membantu Ayahnya memindahkan kakeknya ke tempat tidur.Ia berusaha menahan tangisnya.


Tak berselang lama,ibunya pun masuk ke kamar,ia terkejut dengan apa yang terjadi.


"Ada apa ini, sayang?Bapak kenapa?"tak kalah paniknya.

__ADS_1


"Tung...tunggu di sini aku akan mencari bantuan,sepertinya Bapak kena serangan jantung." Dengan cepat,Heru berlari mencari bantuan kepada tetangga terdekat.Beberapa orang sudah memenuhi rumah,mencoba membantu sebisanya.


"Apa ada dokter di dekat sini?tolong,,,tolong Bapak saya,siapa pun tolong".Heru terkulai lemas,ia kehabisan tenaga mencari orang untuk membantu Ayahnya,tapi nihil.


Dari semua tetangga yang ada,tidak satu pun yang mengerti tentang medis.Kendaraan yang di pesan untuk membawa Ayahnya ke Rumah sakit pun belum kunjung tiba.Jika memakai motor,ia khawatir membuat Ayahnya kedinginan,karna jarak ke klinik cukup jauh.Karena letak desa mereka memang sedikit terpencil,di apit oleh beberapa bukit dan gunung.


"Ayaaaah...kakek..Ayah!!"Suara putrinya terdengar memekik.Ia langsung berlari masuk ke kamar.mendapati istri dan anaknya menangis.Beberapa yang ada di sana hanya menggelengkan kepala,mencoba menyampaikan bahwa Ayahnya sudah tidak bisa di selamatkan lagi.


Heru mendekati Ayahnya perlahan dan membacakan dua kalimat syahadat di telinga kanan sang Ayah.Sambil menahan sesak di dada nya,bulir-bulir air mata hampir tak bisa ia bendung.


"innalillahi wa innalillahi rojiun"mengusap wajah sang Ayah yang sudah menghiasi hidupnya sejak pertama kali ia di lahirkan itu.


Gadis mungil kesayangan kakek itu menangis di sudut ruangan,saat orang-orang mulai berdatangan untuk menyampaikan bela sungkawanya.Ia teduduk lemas dan ketakutan,ia menangis sesegukkan.


kakek..kakek.. kenapa tidak ada yang bisa menolong kakekku?kenapa tidak ada dokter yang datang untuk menyelamatkan kakekku?Batin Yuna.


Ayah dan ibunya sibuk dengan pengurusan jenazah sang kakek.Mereka tidak menyadari putrinya masih terduduk di sudut kamar,air matanya yang terus mengalir dan memandangi sang kakek yang sudah terbujur kaku,dan sudah di tutupi kain di seluruh jasadnya.Dia terus menangis sesegukkan.


Aku berjanji akan menjadi seorang Dokter,cita-cita yang belum aku beri tahu pada kakek.Aku harus bisa melindungi orang-orang yang aku sayangi,seandainya aku sudah besar dan menjadi dokter,aku akan menyelamatkan kakek.pasti kakek masih hidup,hiks!


Gadis itu terus berbicara dalam hatinya,ia menyesali kenapa tidak ada yang bisa menolong kakeknya.Itu lah dimana menjadi titik awal terbentuknya sebuah cita-cita mulia dalam hatinya,yang akan dia perjuangkan kelak.


***


Proses pemakaman pun sudah selesai,Gadis mungil kesayangan kakek itu masih bersimpuh di makam sang kakek,sambil memegangi nisan yang bertuliskan nama orang yang selalu bersamanya,berbagi cerita.Bahkan ia lebih dekat dengan sang kakek dari pada anggota keluarga yang lain.


Kedua orang tuanya yang tidak kalah berduka nya juga.Masih berdiri melihat putrinya dengan hati yang berat.Mereka tahu,bahwa ini adalah hari dimana putrinya merasakan duka yang teramat sangat,untuk pertama kali dalam hidupnya.


"kakek...aku akan selalu berdoa,agar kakek mendapatkan kebahagiaan di syurga,aku berjanji akan mewujudkan cita-cita ku seperti yang telah kakek pesankan padaku."sambil mengusap air mata nya yang tak kunjung surut,matanya yang begitu sembab membuat kedua orang tuanya merasakan duka yang mendalam pada putri mereka.


Mereka meninggalkan makam dengan langkah yang gontai,meninggalkan pria penyayang yang melengkapi keluarga kecil mereka sendiri dalam tidur panjangnya.


Kepergian yang begitu mendadak,membuat hati mereka benar-benar terkoyak.Tapi pada hakikatnya,manusia pasti akan kembali pada sang khalik,tanpa mengenal usia,waktu dan tempat.Pada keadaan sakit atau pun tidak.Hanya Tuhan lah,yang tau kapan kita akan di jemput sang maut.Tak ada yang bisa menunda,apalagi menghindar dari ketetapan ilahi.Maka di mulai lah dari sekarang, bekal apa yang akan kita bawa nanti nya,taubat merupakan jalan dimana dosa-dosa kita akan di ampuni oleh sang ilahi robbi.

__ADS_1


__ADS_2