
Nyonya Wini dan Daniel pun kemudian berpamitan pulang,Saski mengantar mereka sampai di depan rumah.Kakak Saski yang juga merupakan anak angkat dari tuan Wirawan tiba-tiba datang.
"Ah itu kakak datang"ujar Saski menunjuk ke arah gerbang.Sebuah mobil memasuki pelataran kediaman Tuan Besar wirawan.Dan muncul lah dari dalam mobil seseorang yang berperawakan tinggi.Bahkan lebih tinggi dari Daniel.Tubuh yang atletis bak binaragawan.
Dia melangkah menghampiri Nyonya Wini juga Daniel yang hendak pulang.
"Tante,Daniel.Apa kabar?"Tanya nya berwibawa.
"Hay ken.Kami baik.Bagaimana kabar mu?"Tanya Nonya wini Seraya tersenyum.
"Aku juga baik tante."Jawabnya setelah menjabat tangan kedua nya."Hay Daniel."
Sapa nya pada Daniel.Daniel hanya tersenyum dan mengangguk.Hubungannya dengan Ken memang tidak begitu baik juga,padahal dulu mereka sangat akrab.Ada suatu kejadian yang membuat Daniel bersikap biasa saja sekarang.
Kenzo atau sering di panggil dengan Ken.Adalah kakak kandung dari Saski.Pekerjaannya adalah mengelola sebuah restoran jepang ternama milik Tuan besar Wirawan, yang memang sudah di berikan padanya.
Tahun lalu ia bercerai dengan istri nya yang sudah hampir empat tahun di nikahi nya.Istri nya berselingkuh dengan seorang pelayan di restorannya.Itu lah yang membuat ia kembali tinggal bersama Tuan besar Wirawan.Mereka tak di karuniai anak dalam pernikahan mereka,hingga tak ada korban dalam perceraian mereka.Hanya ada luka yang tak berdarah menganga dalam dada.
Ken terkesan menutup diri dari wanita.Ia merasakan trauma dengan pernikahan nya.Hingga kini tak ada seorang pun wanita yang dekat dengan nya.
Nyonya Wini dan Daniel pun meninggalkan halaman rumah Tuan besar.Daniel melajukan mobil nya dengan kecepatan sedang dan dengan ke hati-hatian yang maksimal.Tentu saja,karena ia sedang menjadi supir sang ratu.
"Kita mampir ke pasar ya."pinta Nyonya Wini.
"Apa pasar?Mami jangan aneh-aneh.biar para asisten rumah tangga saja yang melakukan Mam.kita pulang sekarang".Ujar Daniel menolak.
"Tapi mami mau ke pasar Niel..."ucap Nyonya Wini Keukeh.
"Tidak Mam".Daniel pun tetap menolak.
"Uh padahal jika Andrean,pasti tidak akan menolak untuk mengantar Mami kemana pun .Baik lah kita pulang.Mami akan meminta Andrean untuk mengantar mami ke pasar nanti"Ujar Nyonya Wini kecewa.
Daniel terdiam.
Kenapa si Mami ini?
"Baik lah."Ujar Daniel menyerah.
"Begitu dong.Kenapa si?Akhir-akhir ini kau selalu menolak permintaan Mami?"
"Ah tidak Mam,aku tidak pernah menolak.Ah itu tidak mungkin.Mami jangan mengada-ada."Ucap Daniel merasa bersalah.
"Apa benar begitu?"Tanya Nyonya wini tersenyum tipis.Ia sedang menggoda putra nya.
"Iya Mam.kita akan pasar mana?"
"Ke pasar tradisional"Jawab Nyonya Wini singkat.
"Apa?tradisional?Mam,kita ke super market saja ya."Bujuk Daniel.
"Ayo kita ke pasar tradisional."Nyonya Wini tetap Keukeh.
"Baiklah aku tunggu di mobil"Daniel menghela nafasnya,dan segera menginjak pedal gas nya,melajukan mobil menuju pasar yang di ingin kan sang mami.
Aku tau pasti Mami sedang mengerjai ku.Ck!Batin Daniel kesal.
__ADS_1
***
Kediaman Yuna
Yuna merasa tubuh nya kembali segar setelah seorang wanita tukang pijit yang di panggil Ayah nya itu meminjat nya beberapa lama.
Ia pun segera mandi dan bersantai di ruang televisi bersama sang Ayah yang memutuskan untuk tidak pergi ke kedai hari itu.
Terlihat Julia sudah berpakaian rapi.
"Ibu..mau kemana?"Tanya Yuna.
"Oh ibu mau kepasar.Kebetulan persediaan dapur sudah habis.Bu ita juga sedang ada acara keluarga.Jadi ibu harus pergi berbelanja."Jawab nya.
"Apa aku boleh ikut?"Tanya Yuna bersemangat.
Julia merasa ragu dan melirik ke arah suaminya.
"Sayang,apa kau tidak lelah.beristirahat lah"kata Sang Ayah khawatir.
"Aku sudah tidak lelah,boleh kan bu?"Tanya nya lagi meyakinkan.
"Baik lah,sudah sana bersiap.ibu tunggu di depan".Jawab Ibu Julia.
Yuna pun segera melangkah menuju kamar nta untuk bersiap.
Ibu julia sudah terduduk di teras sambil melirik jam tangannya.
Tak lama berselang,Yuna pun muncul dari balik pintu,ia memakai pakaian santai.Kaos putih dan celana Jeans panjang nya.Terlihat manis dan segar.
"Kita pergi ke pasar nya pakai apa?pesen taksi online ya?"Tanya Ibu Julia.
"Memang biasa nya naik apa bu?"Sambung Yuna.
"Biasa nya sih bu Ita naik angkot.Atau ibu memesan ojek online jika sendiri."Jelas Bu Julia.
Yuna terlihat berfikir sejenak.
"Oh kalau begitu gitu kita pesen Taksi online ya bu,Jika naik angkot,aku takut ibu merasa lelah dan belum lagi kepanasan.Kalau aku sih sudah biasa naik angkot.hehe".Ucap Yuna tergelak.
Ibu Julia memandangi Yuna sejenak.Mata nya berkaca-kaca.
Ya Tuhan,ada apa dengan ku?kenapa aku baru menyadarinya ,bahwa putri ku ini adalah gadis yang baik dan santun.Kenapa dulu aku sering menyakiti nya,membuatnya menangis bahkan terluka.Tapi,sekarang dia tak ingin aku kepanasan karena naik angkot.Hal yang sederhana,tapi begitu menyentuh.Sebegitu peduli nya dia padaku.Ibu tiri yang susah menyakiti nya berkali-kali dan pernah hampir mengubur semua cita-cita juga impian nya.Maaf kan aku yang naif ini Yuna.Ingin sekali aku memeluk mu.Aku merindukan putri ku,seandai nya dia ada di sini.Batin Julia.
"Bu..ibu.."sapa Yuna,karena Ibu Julia terlihat melamun.
"Eh iya,sayang"ucap nya spontan.
Apa?? ibu memanggil ku apa?sayang?ya Tuhan,benar kah dengan apa yang ku dengar.Batin Yuna .
"Terserah saja,ayo,nanti bisa kesiangan.Atau ibu juga tidak apa-apa kok naik angkot."Ucap Ibu Julia.
"Baiklah,Tapi pulang nya,aku pesan kan taksi ya".usul Yuna.
"Iya.."Jawab nya seraya mengulas senyum.
__ADS_1
Mereka pun menunggu angkot di tepi jalan.Tak berapa lama angkot pun berhenti dan membawa mereka ke pasar tradisional.
Sesampai nya disana,Yuna dan sang ibu melangkah memasuki pasar.
Mereka number belanja sayur,ikan dan aneka bumbu masak.
Tapi tiba-tiba.
Julia mencari dompetnya yang ia selipkan di tas jinjing nya,tak ia dapati lagi.Julia terluaht mencari-cari di kantong belanja.
"Ada apa bu?"Tanya Yuna heran.
"Dompet ibu tidak ada Yuna"Ucap nya panik.
Yuna mengerutkan dahi nya.
"Apa??jangan-jangan..."Yuna pun terkejut sambil mengingat sesuatu.
Tadi selagi Bu Julia membeli buah,ada seorang pria yang berpura-pura menyenggol sang ibu.Yuna menduga pria itu lah pencurinya.Karena gelagat nya yang mencuriga kan.
Yuna melihat pria itu berjalan ke arah luar.Yuna masih ajafal betul wajahnya .
"Tunggu di sini bu."Yuna segera berlari mencari pria itu.
Nafas Yuna terengah-engah.Mata nay berkeliling,ia pun akhirnya melihat keberadaan pria mencurigakan itu.dengan segera ia mengejarnya,bak wonder woman.
"Hay Tunggu,"panggil Yuna tanpa menghentikan langkahnya.
Pria itu menoleh dan terlihat panik.Yuna pun semakin Yakin pria itu lah yang telah mencopet dompet Ibu Julia.Tapi pria itu berlari kencang,dengan sigap Yuna pun mengejar nya.
Tiba-tiba.
Dezziingg...!
Bugh!
Seorang pria berpakaian putih serta memakai kaca mata berlaga bak paragawan mensleding pria yang di curigai tadi,setelah Yuna berteriak.Tapi Yuna tak meneriakinya copet karena khawatir orang-orang yang berada di sana menghakimi nya.
Pria itu tersungkur di tanah.Segera Yuna menghampiri nya,dan menarik kerah pria itu.
"Hey,kenapa kau lari saat aku memanggil mu?"
"Jawab"ujar Yuna mengulang,karena pria itu bungkam.
"Kembalikan dompet Ibu ku,cepat".Ancam Yuna.
"Aku tidak tau,bukan aku yang mengambil domoey ibu berpakaian biru itu...sungguh".Jawab pria itu.
"Haha...kau mau aku panggil orang-orang?dan meneriaki mu maling?"Ancam Yuna.
Pria itu terlihat semakin cemas dan wajah nya memucat.Mata nya terus memperhatikan ke arah Yuna karena ia masih terbaring.
"Kau takut pada ku ya?aku hanya wanita tau.Tapi bagus lah jika kau takut.Ayo mengaku,dan kembalikan Dompet itu"Yuna masih menindih tubuh pria terduga copet itu dengan lutut nya.
"Ehmm".Suara orang berdehem di belakang Yuna,sehingga membuat gadis itu menoleh.
__ADS_1
Ia mmicingkan mata nya,Pria itu masih bersandar di pintu mobilnya,sambil melipat kedua tangannya.Sedang asik menonton adegan seru,seorang wanita sedang menginterogasi seorang pria yang di duga copet tapi hanya seorang diri.