The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Kemarahan Andrean


__ADS_3

Sepulang menjenguk Yuna,Andrean menuju satu tempat yang tak sabar untuknya menginjakan kaki.Tempat dimana Yuna jatuh pingsan,dimana disana lah tenaga Yuna terkuras habis,tempat yang seharusnya menjadi tempat seseorang menggantungkan kubutuhan hidupnya atau sekedar penambah isi saku nya,malah menjadi tempat seseorang bahkan untuk bernafas pun terasa sulit.Begitulah menurut laporan seseorang,yang sangat di percaya sang Big Bos.


Di tambah laporan yang di berikan oleh Adiknya,membuat kemarahan Andrean kian memuncak.Pasalnya bukan hanya karena jatuh sakit nya Yuna,tapi beberapa pegawainya juga mengeluhkan ketidak adilan yang terjadi di sana.


Teringat kata-kata Daniel,sesaat sebelum Andrean menuju bandara waktu pagi tadi.


"Halo Daniel,bagaimana apa kau sudah mengambil laporan nya"Tanya Andrean dalam sambungan telefon nya.


"Ya kak.Semalam sebelum aku menemuinya, disana ada salah satu pegawai cafe yang pingsan.Seorang wanita,setelah ku ketahui,ternyata dia kelelahan dan tidak makan.Entah apa yang di lakukan wanita itu,ketika aku ke ruangan nya..bla bla.."Daniel menceritakan semua kejadian yang ia ketahui di cafe semalam.


Padahal sebelum Daniel menceritakan kejadian itu,Andrean pun sudah mengetahuinya.Karena hal itu lah,Andrean memutuskan untuk kembali ke tanah air pagi harinya.Dan mewakilkan beberapa meeting nya pagi itu kepada sekretaris pribadinya.


Namun ada beberapa informasi yang baru ia ketahui langsung dari Daniel.Dan membuat kemarahannya semakin menjadi.


Andrean memarkirkan mobil nya di halaman parkir cafe.Dengan segera ia melangkahkan kakinya memasuki cafe.Beberapa pegawainya terkejut dengan kedatangan Andrean,yang diketahui sedang berada di luar negeri.


Andrean melangkah masuk dengan langkah panjangnya menuju lantai dua,tempat di mana seseorang yang ingin ia jumpai berada.Seseorang yang membuatnya marah saat itu.


Beberapa pegawai nya pun menyapa dengan membungkukkan badannya.Tapi tidak seperti biasanya Andrean pasti tersenyum ramah dan menepuk bahu mereka,saat itu ia tampak berbeda.Membuat para pegawainya merasa akan terjadi sesuatu di cafe.Pasalnya,selama mereka bekerja di sana belum pernah mereka melihat Andrean seserius itu,dan menampakan wajahnya yang marah.


"Ada apa ya?kenapa pak Andrean tiba-tiba datang kemari?wajahnya terlihat marah."bisik salah satu waitress.


"mungkin karena kejadian pingsan nya Yuna kemarin."sahut salah satu pegawai nya yang lain.


"Syutt... lebih baik jika kalian diam"ujar salah satu chef yang bernama Gun.


Mereka pun seketika menutup mulut dengan kedua tangan,ketika sang chef yang di kenal galak itu melewati mereka.Dia pun berjalan menuju lantai dua.


*


Di lantai dua.


Andrean sudah berdiri di depan pintu ruangan Ola.Tidak biasa nya Andrean masuk ke ruangan itu,biasanya Ola lah yang di minta untuk keruangan nya jika di perlukan.Tapi kali ini,Andrean rasa ia lah yang harus menemui wanita itu di ruangan nya.


"Silahkan Tuan,Nona Ola ada di ruangannya."Ujar chef Gun yang baru saja datang dan berdiri di samping Andrean.Andrean hanya menganggukan kepalanya.


"Tunggu lah di sini"Ujar Andrean yang kemudian masuk ke ruangan itu,sesaat setelah mengetuk pintu.

__ADS_1


Ola yang sedang menelpon itu pun terkejut dengan kedatangan Andrean di hadapannya.Dengan segera ia menutup panggilan teleponnya.


"Andrean?"ucapnya dengan nada terkejut.Wajahnya terlihat pucat.Dia sudah mengira pasti Daniel mengadukan masalah semalam pada Andrean.Tapi Ola sama sekali tidak mengetahui jika Andrean datang hari itu secara tiba-tiba.Bahkan dia belum merangkai kata apa yang akan ia ucapkan nanti di hadapan bosnya,sekaligus temannya itu.


"Apa yang sedang kau lakukan?"Tanya Andrean mengejutkan Ola.


"Hai kapan kau kembali?kenapa tidak mengabari dulu."katanya terbata.Ola mencoba untuk mengalihkan pembicaraan.Tapi mimik wajah Andrean tidak berubah.Dia mendekati Ola yang spontan bangun dari duduknya.


"Apa aku mengganggu waktu mu?"Tanya Andrean menjatuhkan diri di sofa.


"oh tidak,sama sekali tidak kok.Aku sedang menelpon teman ku,katanya dia mau mereservasi cafe ini untuk acara keluarga."Ucap Ola berbohong.Dan Andrean pun tau itu.


"Benarkah?"Tanya nya,di balas anggukkan oleh Ola yang masih terlihat panik.


"Anggap saja aku percaya."Kata kata yang sama yang di lontarkan Daniel kemarin.Ola tertegun,hatinya tidak tenang.Ada sesuatu yang buruk akan terjadi Fikirnya.


Andrean diam sesaat,dia berusaha untuk tidak termakan kata-kata wanita di hadapan nya itu.Wanita yang pandai bersilat lidah.Begitulah hal yang ia ketahui akhir-akhir ini.


"Ola,Hari ini adalah hari terakhirmu bekerja di sini."ujar Andrean .


"Apa kesalahan ku Rean?Kenapa tiba-tiba kau memecat ku?Apa masalah pingsannya Yuna semalam?tapi apa harus kau memecat ku?"Tanpa rasa malu Ola menanyakan hal yang sebenarnya bukan menjadi alasan utama dirinya di pecat.


"Apa perlu aku beberkan semua kesalahan mu?"


Ola menelan salivanya.Dia benar-benar kehilangan semua kata-kata di bibirnya.


"cepat rapikan semua barang-barang mu dan tinggalkan cafe ini sekarang." suara Andrean terdengar marah dan membuat Ola tersentak.


"Aku mohon maaf kan aku,tolong berikan aku kesempatan lagi,aku akan memperbaiki kesalahan ku"ujarnya meremas tangannya yang sudah berkeringat.


"memperbaiki kesalahan mu?untuk apa?Agar kesalahan mu bertambah besar?"


"Bukan itu maksud ku,tolong lah Rean.Jangan seperti ini.kau sudah mengenal ku lama sekali.Ayolah maaf kan aku"Ola terus saja memohon.


"chef Gun masuk lah."teriak Andrean.


Dengan sigap Chef Gun yang sedari tadi masih berada di depan pintu pun, langsung masuk ke ruangan itu.

__ADS_1


"Ya Tuan."jawabnya.


"Jelaskan pada nya,apa saja kesalahan yang di lakukan nya.Agar ia meninggal kan cafe ini dengan tenang"Ucap Andrean masih bersandar di sofa.


Chef Gun melirik ke arah Ola yang terlihat kebingungan.


Siapa sebenarnya dia?kenapa Andrean memanggilnya.Apa yang akan dia jelaskan?jangan-jangan.Batin Ola.


"Maaf bu Ola.Ini adalah poin-poin kesalahan yang telah anda lakukan.Maaf atas ketidak nyamanan nya."chef Gun mengeluarkan secarik kertas dari dalam saku nya.Chef yang masih memakai pakaian kebesaran nya itu,lantas mulai membaca poin-poin yang ia maksud.


Ola mulai bertambah cemas,dadanya bergetar.Dia terus berusaha untuk tenang,tapi wajahnya tidak bisa menutupi hatinya yang mulai ketakutan.


"poin yang pertama:Anda selalu datang terlambat."


Ola mengerutkan dahinya.


Aku terlambat kan karena aku adalah seorang manajer.jadi...


"Kedua:Anda tidak pernah peduli dengan segala kendala yang ada di cafe ini.


Ketiga:Ada beberapa peraturan yang anda rubah,yaitu Anda meminta cleaning servis hanya bekerja satu orang,yang seharusnya dua orang. dan Anda mengatur pekerjaan semua pegawai tidak dengan porsinya masing-masing."Lanjut Chef Gun dengan tegas.


Dahi Ola berkerut semakin dalam.


"Kau ini..."mencoba untuk protes.Tapi ia mengurungkan niatnya karena tatapan tajam dari Andrean.


"Poin ke empat:Anda tidak pernah peduli kejadian apapun yang ada di cafe ini.Anda hanya mau tau jika semua masalah harus selesai hari itu juga.Dan poin yang paling penting,Yang kelima;Anda sudah bekerja sama dengan pihak cafe lain untuk membocorkan rahasia cafe ini.Dan itu Anda lakukan karena ada unsur komersil.Dengan kata lain Anda sudah menjatuhkan cafe ini.Sehingga pelanggan banyak yang pindah ke cafe yang anda ajak kerja sama itu."


Ola menelan salivanya berat.Suara nya sontak menjadi hilang.


"Dan Anda juga sering menerima reservasi dari beberapa orang penting,tapi hasilnya tidak anda buku kan.Tapi anda jadikan sebagai uang saku Anda"


Nafas Ola tercekat.Ia ingin rasa mati saja saat itu.karena semua kebusukannnya terbongkar di hadapan pria yang ia sukai sejak lama.


"Kasih banyak lagi tuan"jelas chef Gun.


"Sudah cukup Gun.Beri dia jalan untuk keluar."Sambung Andrean.

__ADS_1


__ADS_2