
Masih merasakan sesuatu yang pedih dalam hati nya.Yuna mencoba untuk menutupi dari Ayah nya,ia berusaha agar selalu terlihat bahagia di mata Sang Ayah yang begitu menyayangi nya.Tapi kali ini Yuna tidak berhasil.Sembab di mata nya telah di sadari oleh Pak Heru.
Sesaat Yuna memasuki kamar nya,berselang beberapa lama,ketika Yuna sedang termenung, berusaha melupakan kejadian siang tadi yang telah membuat nya terluka.
Pak Heru mengetuk pintu kamar Yuna.Meski Pak Heru ragu untuk bertanya sesuatu yang mungkin menjadi privasi putri nya yang sudah bukan remaja lagi itu,tapi rasa khawatir nya tidak akan mereda sebelum bertanya kepada Yuna,apa yang telah membuat nya terlihat sedih.
Yuna membuka pintu kamar nya,setelah sebelum nya ia menyeka air mata nya dan mencoba mengeringkan nya agar tidak terlihat sang Ayah.
"Ayah?Ada apa?"Tanya Yuna yang berdiri di ambang pintu.
"Ayah ingin bicara pada mu"jawab Pak Heru.
"Oh kalau begitu,Ayah masuk lah"Tutur Yuna serah membuka kan pintu kamar nya lebih lebar,agar sang Ayah masuk kedalam kamar nya.
"Apa Ayah tidak mengganggu?"Tanya Pak Heru yang masih terpaku.
"Ayah...jangan bicara seperti itu.Ayah tidak mengganggu sama sekali kok.Ayo lah masuk."
Pinta Yuna.
"Kalau begitu baik lah."Ujar Pak Heru sambil melangkah Masuk.
"Ada apa yah?"Tanya Yuna lembut ketika Ayah nya duduk di sisi tempat tidur nya.
"Maaf ya,jika Ayah bertanya sesuatu yang mungkin tidak bisa kau jawab."Ujar Pak Heru.
"Aku akan menjawab nya Ayah"ucap Yuna mencoba untuk tersenyum dan bersikap manis.
"Apa yang terjadi sayang,kenapa Ayah melihat mu seperti nya begitu sedih?Ayah khawatir."Tanya Pak Heru.
"Aku baik-baik saja Ayah.Jangan Khawatir ya."jawab Yuna.
"Kau yakin?"tanya Pak Heru lagi meyakinkan.Dan jawab anggukan oleh Yuna.
"Jika ada sesuatu yang membuat mu sedih,tolong bicara lah pada Ayah ya,jangan sungkan.Ayah berharap kau mau terbuka pada Ayah.Karena jika ada sesuatu yang membuat mu sedih,maka Ayah pun akan merasa sedih."Jelas Pak Heru.
"iya..terima kasih atas perhatian Ayah.Tapi Ayah jangan khawatir ya,aku baik kok".Ujar Yuna.
"Baik lah,syukur jika kau merasa seperti itu.Ayah harap jangan terlalu memikirkan sesuatu terlalu dalam,jika kau tak sanggup memendam nya,cerita kan pada Ayah mu ini ya Sayang."ujar pak Heru seraya membelai rambut putri nya.
Yuna hanya tersenyum mendengar kata-kata Sang Ayah yang begitu menenangkan.
***
Ke esokan Hari nya,ketika sarapan sedang berlangsung.
Yuna masih terlihat muram.Ia tidak berselera makan,hanya mengaduk-aduk makanan nya.
Pak Heru memperhatikan putri semata wayang nya itu dengan sedih.Bu julia pun melempar pandangan pada Pak Heru,seolah bertanya apa yang terjadi pada Yuna.Tapi Pak Heru hanya mengangkat bahu nya.
Tiba-tiba Yuna menaruh sendok yang ia pegang dia atas piring,dan melipat tangan nya di atas meja.
"Ayah,"Seru Yuna lirih.
Pak Heru pun menghentikan makan nya.
__ADS_1
"Ada apa sayang".
"Maaf mengganggu sarapan Ayah."Ucap nya.
"Tidak apa-apa sayang,bicara lah".
"iya Yuna bicara lah pada kami,apa yang sedang kau fikirkan."Sambung Bu julia.
Yuna terlihat menarik nafas nya pelan,dia mencoba untuk menguat kan hatinya.
"Ayah,ibu...Aku sudah mengambil keputusan."Ucap Yuna.
"Keputusan?"Tanya Pak Heru memastikan apa yang sedang di jelaskan putrinya.
"Ya,keputusan mengenai perjodohan ku"jawab Yuna.
"Sayang,apa ini yang membuat mu murung?Tolong jangan membebani hati mu karena ini ya."Tanya Bu Julia.
"Tidak bu,sama sekali tidak.Ini memang aku sudah memutuskan nya".
"Jadi,apa keputusan mu?"Tanya Pak Heru.
"Aku...sudah memutuskan untuk menerima perjodohan ini."jawab Yuna seraya menunduk kan pandangan nya.
"Sayang,Ayah harap keputusan yang kau katakan ini,benar dari hati mu.Dan Ayah pun tidak meminta kau memutuskan nya secepat ini."ujar Pak Heru.
"Atau,ibu...aku sudah memikirkan nya baik-baik dan ini lah keputusan ku.Mungkin ini jawaban dari istikharah ku"ucap Yuna meyakin kan kedua nya.
Pak Heru dan Bu julia pun saling melempar pandangan nya.
"Ini keputusan final ku yah".
Pak Heru pun terdiam beberapa saat.
"kalau begitu,Ayah akan menghubungi keluarga dr.Arman.Mengenai hal ini,dan menyampaikan pada mereka,agar semua nya bisa di rencana kan untuk langkah selanjutnya."
"Jika aku harus menikah secepatnya pun,aku tidak masalah."Ujar Yuna.Membuat kedua orang tua nya terkejut.
Aku tidak ingin perasaan ku pada Kak Andrean semakin dalam.Dan merusak hubungan Orang lain.Ini adalah keputusan yang terbaik.Batin Yuna.
"Yuna,Ayah menghargai keputusan mu.Tapi untuk langkah selanjutnya,harus kita bicarakan dengan keluarga Daniel."
Yuna hanya mengangguk pelan.
"oh ya,Ayah aku berangkat ya."Ujar Yuna seraya meraih tas nya yang di letakkan di kursi.
"Tapi kau belum menghabiskan sarapan mu".Tukas Bu julia.
"Aku tidak lapar bu,aku akan membeli roti di jalan nanti".Yuna pun berpamitan dengan kedua orang tua nya,yang masih di buat bingung dengan keputusan Yuna yang tiba-tiba .
***
Di Rumah Sakit Xx Hospital.
Ruang pemeriksaan Dokter umum.
__ADS_1
dr.Yunanda prisilia.
Tok
Tok
tok
Suara ketukan di ruangan Yuna.
Masuk lah seorang pasien.
"Selamat pagi bu Sofia"Sapa Yuna pada seorang wanita paruh baya yang memang sering melakukan pemeriksaan pada Yuna,atau hanya sekedar konsultasi.
"Pagi Dokter Yuna."Jawab nya.
"Bagaimana kondisi anda?apa ada keluhan?"Tanya Yuna sambil memeriksa lembaran riwayat kesehatan pasien.
"Tidak,sudah lebih baik.Tapi saya rindu makanan pedas Haha"Jawab nya tergelak.
"Syukurlah jika anda sudah tidak merasakan gejala apapun lagi.Tapi,tolong hindari makanan pedas dan pantangan lain nya dulu ya...sampai ibu benar-benar pulih.Setelah sembuh pun ibu sofia harus mengontrol asupan makanan yang dapat memacu kambuhnya penyakit maag ibu."Jelas Yuna.
"Ya..saya akan ingat itu Dok."jawab nya seraya tersenyum.
"Lantas ada yang bisa saya bantu kali ini?"Tanya Yuna.
"Ya,saya memang tidak merasakan sakit di perut lagi karena penyakit maag saya,tapi...Saya merasakan sakit di bagian dada kiri saya Dok.Sudah beberapa hari ini"Tanya Bu sofia sambil memegang bagian yang di keluhkan nya.
"Mari saya periksa dulu ya Bu."Ujar Yuna.
Dan Yuna pun memeriksa Bu sofia,beberapa lama.
"Bagaimana Dok?"Tanyanya.
"Seperti nya kali ini,ibu mengalami gangguan di bagian jantung.Tapi untuk lebih lanjutnya,saya akan memberikan rujukan,agar ibu memeriksa kan nya ke bagian ahli penyakit dalam.Khususnya ke spesialis jantung."Jawab Yuna.
"Baik lah Dok."
"Jangan khawatir,semoga anda baik-baik saja."Ujar Yuna.Menyentuh punggung tangan wanita itu.
"Terima kasih Dok,saya juga berharap demikian.Kalau begitu,saya permisi ya Dok."Ucap nya.
Yuna pun bangkit dari duduk nya dan menjabat tangan pasien nya itu lembut.
."semoga anda selalu di beri kesehatan."menyematkan senyum nya.
***
Jam istirahat,Yuna pun sudah menyelesaikan jadwal nya hari ini.
Ponsel nya berdering.Segera ia mengangkatnya.
"Halo Don.Oh iya aku juga belum makan siang.Aku akan mampir ke mall sebelum pulang.Kau mau mencari kado pernikahan Stevania."Yuna pun berfikir sejenak.Dia tidak mungkin pergi bersama Andrean ke pesta itu.Jadi...
"Don,apa kau mau pergi ke acara stevania bersama ku?...Baik lah.Kita pergi bersama.Jangan banyak tanya,sebelum aku berubah pikiran oke.?haha baiklah sampai jumpa."Klik.Yuna memasukan ponsel nya kedalam tas.ia pun segera bersiap untuk pulang.Jadwal nya hari itu sudah selesai.Ia harus mencari hadiah pernikahan untuk sahabat nya Stevania.Dan memesan tiket pesawat untuk keberangkatan nya ke surabaya.Karena stevania melangsungkan pernikahan nya di kediaman kedua orang tua nya.
__ADS_1
Aku harus membatal kan janji ku dengan kak Andrean.Batin Yuna.