The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Ketiduran.


__ADS_3

Setelah selesai mandi Daniel duduk di ruang televisi.Sambil menyerubut coklat hangat yang tersedia di meja.


Yuna masih membersihkan dapur,lalu ia berjalan ke ruang televisi,melihat Daniel sedang asik menikmati tayangan televisi sore itu.


Yuna mengerutkan dahi nya melihat coklat hangat yang ia hidangkan untuk nya sendiri telah tandas.


"Apa -apaan kau ini?ini kan coklat ku."Ujar Yuna merebut cangkir yang sedang di pegang Daniel.


"Waah...sudah habis."Mata nya memelototi Daniel.


"Apa?"Ujar Daniel yang juga melebarkan mata nya.


"Ini coklat ku..."rengek Yuna.


"Ini kan rumah ku,jadi apapun yang ada di sini,adalah punya ku"ujar Daniel sekena nya,tak mau di salahkan.


"Apa maksud nya dengan rumah mu?Aku kan istri mu,jadi ini juga rumah ku."ujar Yuna membela diri,masih tidak terima coklat panas yang ia buat dan ia tunggu agar hangat malah telah tandas.


"Benarkah?buktikan jika kau istri ku."ucap Daniel.


Membuat Yuna kehilangan kata-kata nya.


"Buk buk ti?jangan mengalihkan pembicaraan.kau sudah menghabis kan coklat ku iissh..."Dengua Yuna kesal.


Daniel menarik Yuna hingga jatuh di pelukan nya.Gelas yang pegang pun jatuh ke lantai.


Daniel ******* bibir Yuna dalam lembut dan penuh kehangatan.Yuna masih ragu untuk membalas ciuman suami nya itu.Terasa sedikit rasa coklat yang tersisia di bibir Daniel.Spontan Yuna melingkarkan tangan nya di tengkuk Daniel.Maresakan sensasi yang di berikan Daniel.Tapi tanpa bisa membalas nya.


Daniel menakhirj ciuman panas nya itu.Ia tersenyum menyeringai melihat Yuna yang tertegum menatap nya.


"Bagaimana?apa coklat hangat nya masih terasa?Aku membagi nya untuk mu."


Ujar Daniel.Membuat Yuna lagi-lagi bersu merah.


Aku suka melihat nya malu seperti itu.Batin Daniel.


"Jangan bicarakan sesuatu yang sudah tidak ada.Apa lagi itu sesuatu yang sudah aku makan atau ku minum.Nanti aku pasti akan membagi mu dengan cara seperti ini.Tapi bukan kah lebih nikmat dari coklat hanga?".sambung Daniel.


Yuna memukul bahu Daniel.


"Aku mau coklat hangat.bukan ciuman panas.huh"Ucap Yuna mengelap bibir nya.Tapi lengan nya di pegang oleh Daniel.


"Jangan coba-coba mengelap nya.Aku akan mengulangi nya nanti."


Yuna berkerut dalam.


Apa-apaan si .. Batin Yuna.


"Sudah sana,kau berat sekali".keluh Daniel.


Yuna pun bangun dari pangkuan Daniel.


"Siapa suruh?kau yang menarik ku tadi."dengus Yuna kesal.


Ia pun menoleh ke arah pecahan gelas yang berserakan di lantai.


"Astaga...lihat perbuatan mu"ucap Yuna.

__ADS_1


Daniel pun melihat pecahan gelas itu.


"Hmm...bersihkan."Titah nya.


"Huh"keluh Yuna.


Yuna pun mengambil sapu dan serokan.ia segera membersihkan nya dengan cepat.


"Waah.. sudah bersih.kau cekatan sekali ya...istri yang luar biasa."puji Daniel sambil bertepuk tangan.


Yuna melirik nya kesal.Ia berbalik menuju dapur.Tapi ada senyum di bibir Yuna mendengar ucapan Daniel yang menyebut nya 'istri'.


Ada apa dengan ku ya...??Batin Yuna.


"Niel,kau mau makan malam di rumah atau di luar?"Teriak Yuna dari arah Dapur.


"Ya..di rumah saja."Jawab nya lembut.


Eh,kenapa dia jadi bersikap lembut begitu?terdengar lebih baik..hihi.Batin Yuna.


"Baiklah aku akan masak."Ujar Yuna lagi.


Yuna pun bersibuk ria di dapur,menyiap kan makan malam untuk suami nya.Ya untuk pertama kali nya meski pun saat di rumah besar ia juga sering membantu Nyonya Wini di dapur.


Beberapa saat kemudian,Yuna pun telah selesai menyiap kan makan malam.Aroma masakan menyeruak mengubah selera.Daniel menghirup dalam-dalam masakan istri nya itu.


"Taaraa...selesai.Ayo kita makan"Ujar Yuna sesaat Daniel muncul di ruang makan.


"hmm".Ucap Daniel lalu duduk dan menunggu Yuna menyentong nasi.


"Wah kita seperti suami istri ya..hihi"ujar Yuna melupakan seluruh lelah nya.


"Iish..kau ini...aku kan cuma bercanda."


"dan setelah ini apa kau mau main kuda-kudaan"Ujar Daniel sambil menyuap makanan kemulutnya.


Spontan Yuna yang sedang menghilangkan dahaga dengan segelas air itu tersedak.


"uhuk..uhuk..".


Daniel melirik dan tersenyum menyeringai.


Yuna menatap Daniel,ia memicingkan mata nya.


Dasar pikiran kotor...Batin Yuna.


Mereka pun makan tanpa banyak bicara.Terlihat Daniel begitu menyukai masakan Yuna.


"Bagaimana?masakan ku enak kan?"Tanya Yuna.


"Hmm".


"Lebih enak dari masakan restoran itu kan?huh...aku tidak mau pergi ke sana lagi"Gumam Yuna.


"karena ada Miranda kan?"Tanya Daniel.


Membuat Yuna melebarkan mata nya.

__ADS_1


"Apa hubungan nya dengan Dokter Miranda.Akh..aku hanya tidak suka makanan nya.".Dengus Yuna kesal.


Karena memang itu kenyataan nya.


"Benarkah?"Tanya Daniel lagi.


Yuna mengangguk sambil mengerucutkan bibir nya.


Astaga dia menggemaskan sekali...Batin Daniel.


Setelah makan malam selesai,Daniel kembali ke ruang televisi dan bersantai di sofa nya.Sebelum nya ia telah menonaktifkan ponsel nya.


Buktinya Gino dengan kesal menghubungi nya tapi tak tersambung juga.


"Astaga bos,besok ada meeting penting.Kenapa kau tidak mengaktifkan ponsel mu...aku tau kau sedang menikmati masa pengantin baru tapi...akhh"Dengan gusar Gino mengacak rambut nya.Ada sedikit iri dalam hati nya,karena ia saat itu masih menjomblo.Jiwa kezombloan nya meronta.Kala mengingat apa yang sedang di lakukan Bos nya malam itu.


***


Yuna telah selesai dengan pekerjaan nya di dapur yang di mulai sejak sore tadi,hanya terjeda saat menunaikan shalat.


Setelah menunaikan shalat isya,Yuna melangkah menuju raung televisi.Dimana di sana lah ia tidur di sofa panjang,yang lumayan nyaman.Mungkin sesuai dengan harga nya.


Ia melihat Daniel tertidur di sofa yang biasa ia gunakan itu.Yuna mengerut kan dahi nya.


"Astaga...lalu aku tidur dimana?jika aku tidur di kamar,Tuan Raja akan murka nanti,sementara dia tertidur di sofa.Uh...bagaimana ini.."Yuna melangkah mendekati Daniel yang sudah terlelap.


Yuna mematikan televisi nya dengan remote yang berada di tangan Daniel.


"Di bangun kan jangan ya..Nanti jika aku bangunkan,aku takut dia mengajak ku bermain kuda-kudaan.iih..."Yuna bergidik membayang kan nya.


"Baiklah lebih baik dia marah karena aku tidur di kasur nya,dari pada di melanjutkan niat nya itu.Siapa suruh tidur si sofa ku..."Yuna pun melangkah masuk ke dalam kamar.meninggalkan Daniel yang tertidur di sofa.


Ada perasaan iba di hati Yuna.


"Tapi dia pun tidak pernah merasa kasihan padaku,untuk apa aku mencemaskan nya.Sudah akh tidur saja.Uuh nyaman nya tidur di ranjang."ucap Yuna sambil merebahkan tubuhnya yang terasa lelah itu di ranjang.Dia pun terlelap.


***


Di kamarnya,Andrean masih merasakan kekhawatiran dengan pindah nya Daniel ke apartemen.Andrean takut Daniel menyakiti Yuna.Sepanjang malam.Andrean terjaga.Kecemasan nya,mengusir rasa kantuk nya.Ia ragu untuk menghubungi Yuna.Takut malah membuat Daniel semakin marah.Baru kali ini,Daniel semarah itu pada nya.


mungkinkah,Daniel menyukai Yuna?batin Andrean.


"Seharusnya aku bahagia,dengan begitu,Yuna juga bisa bahagia.Sudah saat nya aku melupakan Yuna.Ini kesempatan yang bagus untuk belajar melupakan nya.Karena Yuna tak lagi tinggal di sini."Ujar Andrean.


***


Seila masih menerima telpon dari kekasih nya,yang belum lama itu.


Doni menceritakan perihal pertemuan nya dengan Daniel di restoran saat makan siang.Dan ia juga menceritakan bagai mana Ia bisa bersahabat dengan Yuna.


"Jadi kakak ipar yang kau benci itu Yuna?".


Tanya Doni dari telpon.


"Iya...jadi kau benar sahabat Yuna?".Ujar Seila ragu.


"Tentu saja.Aku harap kau bisa bersikap baik pada nya.Dia adalah wanita yang baik.Dia banyak membantuku,hingga aku sampai ke titik ini".Doni telah menceritakan bagaimana ia dulu hampir berhenti kuliah.Tapi Karena motivasi dan dukungan kedua sahabat nya itulah ia mampu bertahan.

__ADS_1


"Tapi...baik lah.Aku akan mencoba berdamai dengan ego ku.Aku akan berusaha bersikap baik dengan nya.Tapi bagaimana antara kau dengan kak Daniel.?"Tanya Seila membuat Doni tertegun.


__ADS_2