
Daniel menghela nafas,ia menatap tajam Sany,ada kekesalan dalam hatinya yang coba untuk dia tahan.Sany sudah sangat percaya diri jika Daniel akan membalas cinta nya lagi.Tapi Daniel masih terdiam,mata nya tak berkedip.Sany malah semakin bingung dengan sikap mantan kekasihnya yang begitu mencintainya dulu,dan rela melakukan apapun untuk membuat nya merasa bahagia.Tapi ada sesuatu yang belum Sany ketahui,bahwa Daniel nya kini telah berubah.Lebih dewasa dan tidak kekanakan lagi,tidak suka basa basi dan yang paling penting adalah perasaan Daniel pada nya sudah terkubur dalam.Terkubur bersama penghianatannya.Sany lupa bagaimana ia dulu menyakiti Daniel,hingga sangat sulit bagi nya melupakan semua rasa sakit yang pernah tertoreh di dada nya.
Memang Daniel kerap memiliki teman dekat seorang wanita,tapi itu tak lebih hanya sebagai pelarian dari rasa sakit yang di buat Sany.Kejadian masa lalu yang tak ingin di ingat nya meski hanya sedetik.
Tapi kini Sany malah muncul di hadapannya,mulai mengganggu hidup nya yang mulai terbenahi dari rasa dendam.
Sany pindah keluar kota untuk melanjutkan pendidikan nya beserta seluruh keluarga nya.Itu lah yang membuat Daniel berangsur-angsur dapat melupakan Sany.Tapi saat Daniel sudah tidak memiliki rasa apapun pada wanita itu,malah ia datang untuk mengorek luka lama yang kian sembuh.
Sany sudah menyesali akan penghianatannya dulu,kini ia mencoba berusaha untuk merajut tali kasih mereka lagi.Usaha yang malah membuat Daniel semakin membencinya.
Andrean Dan Gino masih terpaku di sana.Menunggu reaksi apa yang akan di lakukan Daniel.Meski Gino tidak mengetahui secara detail mengenai kisah lama mereka,tapi Gino tau bahwa Bos nya itu sangat tidak menyukai wanita yang kini mencoba merayu Bos nya.
"Apa yang kau ingin kan?"Tanya Daniel.
"Aku ingin kita bersama lagi seperti dulu Niel"Jawab Sany dengan rasa percaya diri nya.
Daniel tergelak.
"Tak akan pernah terjadi.Aku tidak membenci mu sampai saat ini saja,itu sudah bagus.Aku tidak meminta kak Andrean mengusir mu dari kantor ini saja itu sudah sebuah keberuntungan bagi mu.Jadi menyingkirlah dari hadapan ku.jangan pernah lagi mencoba mendekati ku"Ujar Daniel lalu melangkah masuk ke ruangannya,tanpa menunggu respon dari Sany.Daniel sangat marah,tapi ia mencoba menahannya.Ia tau kakaknya ada di sana mengawasi.
Daniel.menutup pintu nya kencang.
Brakk
Sany tersentak,dadanya bergetar.Tapi ia mencoba untuk tidak goyah.Andrean hanya menggeleng kan kepalanya.
"Sany,keruangan ku sekarang"ajak Andrean.Lalu melangkah masuk ke ruangannya,di ikuti Sany yang masih bermuka kesal.
Di dalam ruangan Daniel.
Daniel menjatuhkan diri nya di sofa.Hatinya merasa jengkel dengan tingkah Sany seharian ini.Tapi kenapa dia tidak bisa marah pada wanita itu.Ada ketakutan dalam diri nya jika melihat Sany menangis nantinya.
Ada apa dengan ku aargghh..!
padahal seharusnya aku bisa bersikap lebih tegas padanya.Tapi Kenapa aku tidak bisa melakukan nya.
Gino pun masuk ke ruang Daniel masih menjinjing bungkusan yang di berikan Sany tadi.
__ADS_1
"Bos ini kue nya."
"Untuk mu saja.keluar lah,aku ingin sendiri"ujar Daniel masih merebahkan tubuhnya di sofa.ia memijit dahinya yang terasa pusing.
Bayangan itu tiba-tiba mau lintas di benaknya.Bayangan saat ia masih memiliki rasa pada Sany.Saat Daniel mencoba mengambil bunga di taman dan tersengat lebah,saat itu Sany menangis karena melihat Daniel meringis kesakitan.Mereka masih sangat muda waktu itu.
Daniel duduk di bangku SMA,sedangkan Sany masih duduk di bangku SMP.Hampir setiap hari Daniel mengantar jemput Sany di rumahnya.Kedua orang tua mereka pun sudah sangat akrab,Ayah Sany merupakan kerabat Jauh Nyonya Wini.
Sany adalah pribadi yang manja,karena dia adalah anak perempuan dari tiga kakak laki-laki nya.Sikap Sany berubah saat kedua orang tua nya bercerai,sang ibu memilih pergi dari rumah nya.Semua anak nya memilih tinggal bersama Ayah mereka.
Tapi Anak si sulung lah yang memilih untuk ikut dengan sang ibu.
Sany berubah menjadi seorang gadis pencari perhatian.Ia dekat dengan banyak pria,dan itu sangat tidak di sukai oleh Daniel.
Daniel mencoba untuk memberinya pengertian.Bahwa tidak semua laki-laki itu baik seperti kakak-kakaknya.
Tapi Sany tidak mau mendengar nasihat Daniel.Saat ia duduk di bangku SMA,tingkahnya semakin tidak terkendali.Daniel selalu memahami kondisi kekasih nya itu.Perceraian kedua orang tuanya menjadi pukulan telak bagi batin Sany.Kasih sayang yang biasa nya ia dapatkan,kini semakin berkurang.
Kedua kakak laki-laki nya kini sudah mulai sibuk dengan urusan mereka masing-masing.Tak ada lagi keharmonisan di keluarga mereka.Keluarga yang terasa pincang,tak ada lagi canda dan tawa.Membuat Sany selalu menghabiskan waktu di luar rumah,bersama teman-teman nya.Ia pun mulai menjauhi Daniel,karena ia menganggap Daniel terlalu mengatur hidupnya.
Saat pulang sekolah,Daniel yang masih duduk di bangku SMA menjelang kelulusan itu,melihat Sany pergi dengan beberapa teman pria nya.Daniel menjadi Khawatir,hingga ia mengikuti Sany.Awal nya mereka pergi kesebuah rumah,Entah rumah siapa.Daniel yang masih memakai baju sekolah itu pun masih menahan hati nya untuk mengikuti Sany.
Lalu beberapa saat kemudian Sany berserta teman-temannya keluar dari rumah itu,dan sudah mengganti pakaian mereka.Daniel sangat marah dan kecewa dengan tingkah Sany,ia juga mengenakan pakaian yang terbuka.Sangat tidak cocok untuk gadis seusia nya waktu itu.
Daniel memjamkan mata nya,mencoba untuk bertahan dengan semua yang telah ia saksikan.Daniel mengikuti mobil mereka menggunakan motor nya waktu itu.Sampai lah mobil itu di sebuah Club malam.
Daniel terkejut dan mencoba untuk ikut masuk ke sana.Tapi beberapa penjaga menahan nya karena Daniel masih memakai seragam sekolah.
Hingga Daniel pun mengurungkan niat nya untuk membututi Sany sore itu.Daniel memutuskan untuk pulang dengan perasaan kecewa nya.Tapi rasa penasaran dan khawatirnya kian memuncak,kala panggilan telpon nya tidak di jawab oleh Sany.
Daniel pun meminta bantuan sang kakak.Ia menceritakan semua nya pada Andrean yang juga sangat terkejut dan tidak percaya.
Malam itu,Daniel bersama Andrean pergi ke club malam yang di datangi Sany bersama teman -temannya tadi sore.
Mereka masuk dan mencoba untuk mencari keberadaan Sany.
"mungkin Sany sudah pulang Niel"ujar Andrean mata nya masih berkeliling.
__ADS_1
"Aku harap begitu,tapi aku masih mau mencari nya kak"ucap Daniel.
"Baik lah kita cari sekali lagi"ujar Andrean.
"Kita berpencar ya kak".
Andrean mengangguk dan langsung pergi ke beberapa ruangan yang ada di sana.
Saat melewati sebuah ruangan,Daniel mendengar suara seorang wanita yang sangat familiar di telinga nya.Ia pun menghentikan langkahnya tepat di depan pintu itu.Suara itu semakin membuat Daniel penasaran.
"Sany?"Daniel masih terpaku di depan pintu,ia ragu untuk membuka nya.Tapi rasa penasaran nya kian menjadi.Dan
Brak
Terlihat seorang wanita bertelanjang dada bersama dua orang pria yang pernah di lihatnya.
"Sany... apa yang kau lakukan?"Teriak Daniel.Dengan nafas yang tersengal-sengal.Rahangnya mengeras,ia menghajar kedua pria itu.Tapi Sany yang langsung mengenakan pakaian nya itu malah menghampiri Daniel dan menampar kedua pipi Daniel.
Daniel terbelalak,dahi nya mengerut dada nya terasa panas,dan mata nya mulai berkaca.
"Apa yang kau lakukan dengan teman-teman ku?"Teriak Sany.
"Teman?teman macam apa?mereka mau menghancurkan masa depan mu Sany..."Di balas teriakan oleh Daniel.
"Peduli apa kau dengan masa depan ku?memangnya siapa dirimu?aku tidak butuh kau lagi,pergi dari sini.Jangan ganggu hidup ku"teriak nya.
Akhirnya Daniel menjadi bulan bulanan kedua laki-laki itu.Sany malah pergi meninggal kan nya.
Wajah Daniel babak belur,di ujung pelipis juga di sudut bibirnya terlihat darah mengalir.
Andrean yang tiba-tiba lewat di sana pun terkejut dan langsung memberi pelajaran pada mereka.
"apa yang kalian lakukan pada adik ku?"
Mereka pun segera pergi dengan dengan sempoyongan dan terus mengumpat.
Hati Andrean sangat terluka melihat keadaan sang adik.Pasal nya,sejak kecil Andrea selalu menjaga adik-adik nya agar tidak pernah terluka,tapi di hadapannya kini Daniel terluka parah,terutama hatinya.
__ADS_1