
Beberapa waktu berlalu,Sany masih saja terus mencoba mendekati Daniel dengan berbagai cara.Tapi tidak membuat Daniel luluh.Rasa yang pernah ada itu,kini sudah tidak ada lagi.Kata itu pula yang selalu Daniel ucapkan pada Sany.
"Aku akan berusaha untuk membuat mu jatuh cinta kepada ku.Sampai aku benar-benar melihat mu menikah.Dengan orang lain atau kau menikah dengan ku".Ucap Sany.
Kata-kata itu selalu terngiang di telinga Daniel.
"Apa yang harus ku lakukan?arggh..wanita itu membuat ku kacau."Ujar Daniel.Ia berbaring di ranjang, selepas berendam air hangat di bathtub nya beberapa saat lalu.
Daniel memandangi langit-langit kamar nya,ia mencoba mencari cara agar wanita tak tau malu itu berhenti mengganggunya.
Daniel berfikir,satu-satunya orang yang bisa membantunya adalah Andrean.
Ia pun beringsut dari rebahan nyaman nya,dan melangkah menuju kamar Andrean yang hanya terbatas dengan ruangan kerja.
Tok
Tok
Tok
Daniel mengetuk pintu dengan tidak sabar nya.
Andrean yang sedang memandangi laptop miliknya tiba-tiba terkejut karena setelah mengetuk Daniel langsung membuka pintu,tanpa seijin sang empunya kamar.Dengan segera Andrean menutup layar laptop nya yang masih menyala.
"Ada apa?kenapa langsung masuk begitu?"ucap nya panik.
"Hey kak,kau yang ada apa?kenapa teluhat panik begitu?kau menyembunyikan sesuatu ya?atau...sedang menonton sesuatu?sini aku lihat.".Tanya Daniel menyelidik,ia memicingkan mata nya penuh curiga.
Andrean mendekap laptop miliknya itu dengan kedua tangannya,seperti anak kecil yangs sedang berebut mainan.
"Jangan coba-coba mengganggu privasi ku ya.Awas kau nanti"ucap Andrean ketus.
"Ahaahaaha kenapa dengan kakak?kenapa bertambah panik.Aku hanya bercanda kak,apa aku pernah mengganggu privasi kakak.?.Tanya Daniel lagi sambil terkekeh.
Andrean pun menggeleng kan kepala nya wajah nya terlihat polos.
"Ada apa kau kemari?"Tanya Andrean sembari meletakkan laptop yang di rengkuhnya tadi ke atas meja.
"Apa aku tidak boleh kemari?aku kan memang biasa nya kemari."Ujar Daniel basa basi.
"Kalau tidak ada keperluan penting,pergilah beristirahat di kamar mu.Aku masih banyak pekerjaan"
"Ah kakak.Baik lah,baik lah,aku ada perlu penting dengan kakak."jawab Daniel sambil merebahkan tubuhnya di ranjang Andrean.
Andrean pun bangun dari kursi dan menjatuhkan kan tubuhnya di sofa panjang yang berada di samping tempat tidurnya.
"Perlu apa?"Tanya nya singkat.
"Soal wanita tak tau malu itu"Jawab Daniel ketus.
__ADS_1
"Hey,jangan memanggil nya seperti itu,dia punya nama."ucap Andrean menasehati.
"Baiklah,ini masalah sekertaris kakak."
Andreanenghela nafasnya.
"aku sudah mencoba untuk mempeingatinya,tapi dia akan tetap berusaha mendekati mu,selain di dalam kantor.Jadi aku tidak bisa berbuat apa-apa.Mungkin kau lebih tau bagai mana sikap Sany,bahkan kau tau lebih baik dari aku."
"Tapi mau sampai kapan aku di ganggu nya terus.Kau tau?dia susah beberapa kali kemari.Tapi aku sudah mewanti-wanti pada para menjaga agar tidak membiarkan wanita itu masuk."jelas Daniel.Wajah nya mulai terlihat kesal.
"Benarkah?tapi itu kan hal yang tidak baik.Kita sebagai pemilik rumah,tidak boleh seperti itu pada tamu."
"Dia pasti akan berbuat ulah di sini kak.Aku sudah membayangkan bagai mana dia akan berulah."ungkap Daniel dengan nada kesalnya.Dia pun bangun dan terduduk.
"Apa tidak sebaiknya kakak mengirim nya untuk kembali bekerja di luar kota?"
"Aku memang akan mengirim nya kembali,tapi tidak saat ini.Nina baru saja melahirkan,jadi mungkin Sany masih akan bekerja di sini untuk beberapa bulan kedepan.sampai Nina kembali bekerja lagi"
"Apa??"Daniel terkejut.Ia pun bangkit dan duduk di samping kakak nya.
"Aku bisa setres kak.ck!"
Andrean dan Daniel terdiam mereka sibuk dengan pemikiran mereka.Mencari cara agar Daniel terlepas dari jeratan obsesi Sany.
"Begini saja,bagaimana jika kau terima saja perjodohan dari Mami."Andrean pun memberikan ide yang menurutnya adalah ide yang brilian.
"Jangan bercanda kak.Aku harus menikah hanya karena wanita itu terus mengejar ku?aku harus mengorban kan masa depan ku karena masalah ini?Haha berfikir lah hal lain selain itu"ucap Daniel saraya memijit kening nya.
Daniel terdiam.
"Niel,kita tau bagaimana Mami.Mami sangat menyayangi kita.Tidak mungkin Mami mau menjodohkan kan kita dengan wanita yang sembarangan.Tentu wanita itu sangat luar biasa hingga dapat merebut perhatian kedua orang tua kita."sambung Andrean.Daniel masih terdiam.
"Kau ingat bagai mana dulu Mami akrab nya dengan kedua orang tua Sany sebelum bercerai?Meski pun Mami tidak menunjukkan bahwa ia tidak menyukai Sany,tapi tidak tidak pernah setuju kau dekat dengan nya lebih dari seorang teman kan?"
"Tapi itu mungkin karena kami masih terlalu muda kak."Jawab Daniel.
"iya kau benar.Tapi apa yang Mami lakukan pada kekasih mu yang lain.Bukan kah beliau tidak menyukai mereka.Meskipun kau tidak pernah membawanya ke rumah.Kau ingat kejadian beberapa tahun lalu?Waktu itu kau dekat dengan seorang super model,sahabat seila."
"Iya aku ingat.Jangan bahas dia."Suara Daniel melemah.
"Inikan hanya perumpamaan.Bagaimana pun sempurna nya wanita yang kau dekati,tidak bisa meluluhkan hati Mami.Lantas sudah pasti wanita yang akan Mami jodoh kan dengan mu itu adalah wanita yang luar biasa bukan?"ujar Andrean.
"Entah lah kak,sekarang aku hanya ingin si pengganggu itu,berhenti membuat ku pusing".
"Aku sedang memberi mu jalan keluar Niel.Dengan menerima perjodohan ini.Kau bisa terlepas dari Sany."ucap Andrean menepuk bahu Adik nya.
Tiba-tiba Seila muncul dan mengejutkan mereka.
"Hay...sedang mengobrol apa sih.serius sekali?perjodohan?siapa?"Tanya Seila menatap kedua kakak nya bergantian.
__ADS_1
Mereka pun spontan terdiam.Dan saling melirik.
"Apa ?mau tau saja urusan orang dewasa."Jawab Daniel ketus.
"issh..aku juga sudah dewasa kak"ucap Seila cemberut,tidak terima.
"Ada apa dek?"Tanya Andrean.
"Mami sudah menunggu di meja makan.Makan malam sudah siap."jawabnya masih kesal.
"Ya sudah ayo kita makan.Jangan membuat Mami menunggu lama"Ajak Andrean.bangun dari duduk nya dan berjalan menuju pintu keluar,diikuti Daniel.
"Tapi beri tau aku siapa yang akan di jodoh kan?tak mungkin si jutek kak Daniel kan?pasti kak Andrean ya?"Seila terus bertanya penasaran.Tapi kedua kakak nya itu tetap melangkah keluar meninggalkan nya.
"iihh sebel banget si di cuekin"Gerutu Seila.Lalu bangun dan mengejar langkah kaki kedua kakak nya yang sudah menuruni tangga.
"kak...tunggu,jawab dulu pertanyaan ku."panggil seila masih penasaran.Tapi kedua kakak nya tidak menoleh.
Ah kenapa si cerewet itu mendengar si.Batin Daniel.
Seila berjalan mengejar kedua kakak nya dan menghalangi langkah mereka.
"Tunggu ku bilang."
"Ada apa dek.sudah lah,Mami sudah menunggu.Perut kakak juga sudah lapar sekali.Nanti kita bicara kan lagi ya"ujar Andrean.Dan menggandeng adik bungsunya itu menuruni tangga.Seila yang masih merasa penasaran dan kesal karena kakak nya itu tidak merespon pertanyaan nya.
Daniel yang berjalan di belakang mereka pun menjulur kan lidah nya,meledek adik nya yang terlihat kecewa itu.
"Apa?"ujar seila tanpa bersuara,menantang Daniel .
Tapi Daniel malah tergelak dengan tingkah adiknya yang masih kekanakan itu.Sifat manja nya masih melekat kuat,walaupun usianya sudah dewasa.
Mereka pun menghampiri nyonya Wini yang sudah terlihat menunggu anak-anak nya di meja makan.Tapi tak nampak Papi mereka di sana.
Mata keduanya itu berkeliling mencari keberadaan sang ayah.
"Ayah mana Mam.?Tanya Andrean sembari menarik kursi dan duduk dengan santai nya.Begitu juga dengan Daniel dan seila.
"Ayah mu belum pulang.Masih banyak pekerjaan katanya."Jawab Nyonya Wini,sambil mencentong nasi dan meletakkan nya di piring putra sulungnya itu.
"Sudah Mam,biar aku saja.Terima kasih"Ujar Andrean menyentuh lengan Mami nya.
"Tidak apa-apa.Mami akan merindukan saat-saat ini nanti.Karena jika kalian sudah menikah,bukan Mami lagi yang akan menyiapkan makan kalian.Tapi istri kalian"ucap Nyonya Wini.Menambah rasa penasaran Seila.
Kedua putra nya itu tersipu malu.
Terutama Andrean yang secara spontan membayangkan jika Yuna telah menjadi istrinya,pasti Yuna pun akan menyiapkan makan untuk nya,bahkan semua kebutuhannya.Bayangan itu memvuat Andrean tersenyum -senyum,Hal itu tertangkap oleh semua anggota keluarga.
"Kak Andrean ngebayangin apa si?"tegur Seila tergelak.
__ADS_1
Mereka malah terkekeh melihat wajah Andrean yang malah semakin memerah.