The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Rencana Opa


__ADS_3

Malam semakin larut,Yuna pun memutuskan untuk beristirahat di kamar nya,setelah menyelesaikan perbincangan penting dengan Ayah nya.


Hatinya masih merasa berdebar,fikiran nya tak tau kemana.Yang jelas saat itu Yuna merasa bimbang.Ia berfikir seandai nya,Andrean menyukai nya.Barang tentu Yuna akan membawa nya ke hadapan sang Ayah.Tapi Yuna tak mau berharap banyak mengenai perasaan nya,yang bahkan Yuna sendiri pun belum yakin akan hal itu.


Fikiran nya terus mengelana,ia masih terjaga hingga malam semakin sunyi.Mata nya enggan terpejam,ia membayang kan bagaimana jika ia benar berjodoh dengan pria arogan itu?Apa ia akan menemukan kebahagiaan nya?,atau malah sebalik nya.


Apa Daniel tau ya mengenai perjodohan ini?karena itu ia malah mengerjai aku.Apa dia setuju mengenai hal ini.arrgghh....Batin Yuna.


Yuna merasa kesal setiap kali mengingat tingkah Daniel.Ia berguling-guling di tempat tidurnya,dan mengacak-ngacak rambut nya.Dan ia mencoba menenangkan hatinya.Ia melirik jam weker nya yang berada di atas nakas.Waktu sudah menunjukkan pukul dua dini hari.Semua orang mungkin sudah terlelap,dan menikmati malam indah mereka.Tapi Yuna masih di landa kebimbangan dalam malam nya.


Ia bangun dan terduduk.Lalu ia mengingat kata-kata Ayah nya.Tentang sholat istikharah yang harus ia tunai kan saat kebimbangan menyelimuti nya,tatkala sulit menentukan pilihan.


Dengan segera Yuna mengambil wudhu dan melaksanakan nya.


Setelah itu Yuna pun bisa memejamkan matanya.


***


Pagi hari Andrean sudah berangkat menuju kantornya,diikuti dengan mobil Daniel yang juga melaju setelah mobil Andrean keluar dari pintu gerbang kediaman nya.


Saat sampai di area parkir perkantoran,ponsel Andrean berdering,segera ia mengangkat nya saat yang terlihat di layar ponselnya adalah nomer sang kakek.


Opa?


"Halo Assalamualaikum opa?selamat pagi...bagaimana kabar opa?...oh iya aku juga sehat.eum aku akan menemui opa nanti waktu makan siang.Baik lah sampai jumpa opa.Wassalamualaikum."klik.Andrean mematikan ponsel nya dan segera melangkah masuk ke dalam kantor.Dia menganggukkan kepala nya saat beberapa staf kantor menyapa nya.


Terlihat Daniel baru saja memasuki pintu masuk gedung perkantoran itu.Mereka menunggu di depan pintu lift bersama.


Andrean masih terdiam,ia masih memikirkan apa yang akan di bicarakan sang opa,hingga harus menghubunginya sepagi ini.Hal yang tidak pernah di lakukan sang Opa kecuali masalah pekerjaan.Tapi semenjak perusahaan di pegang oleh kedua cucu nya,Tuan besar Wirawan tidak pernah lagi turut campur.Hanya sesekali bertanya,itu pun hanya basa basi.Tuan Wirawan sudah menyerah kan perusahaan nya kepada kedua cucu nya itu secara penuh.


"Hay kak"sapa Daniel.Saat pintu lift terbuka dan Andrean masih terpaku.


Andrean pun tersadar,Daniel sudah berada di dalam lift.


"Mau masuk atau tidak?"tanya Daniel.


Andrean pun segera melangkah memasuki lift.


"Ada apa kak?apa ada masalah?"Tanya Daniel lagi saat melihat mimik wajah kakak nya tidak seperti biasa nya.


"oh tidak ada apa-apa kok."jawab nya singkat.


"kau terlihat memikirkan sesuatu".


"aku hanya memikirkan pekerjaan saja.Bulan depan,aku harus keluar negeri untuk beberapa lama.Jadi aku titip kantor ya,"Ujar Andrean.


"Aku sudah tau itu.Memang akan berapa lama?"Tanya Daniel.

__ADS_1


"Aku juga tidak tau,ya sampai peresmian mungkin".


"Semoga sukses"ujar Daniel.


"Terima kasih."jawab Andrean menepuk bahu adiknya.


"Oh iya,bagai mana dengan niat mu untuk melamar gadis misterius yang masih kau sembunyikan dari kami itu?"Tanya Daniel membuat Andrean berkerut dalam.


"Aku masih memikirkan nya.Mungkin setelah aku pulang dari Singapura,aku akan melaksanakan niat ku itu.Doa kan aku ya..Tapi jika perjodohan mu berhasil dan kau harus menikah terlebih dahulu,aku tidak keberatan kok"ucap Andrean tergelak.


"Aku membahas mu,bukan tentang aku.Jadi berhenti lah tertawa."Ucap Daniel ketus.


Andrean masih terkekeh melihat ekspresi adik nya yang berubah jengkel.


"Jangan marah,pada akhirnya kita berdua pasti akan berumah tangga bukan.Aku si tidak mau, jika harus menjomblo seumur hidup ku."ujar Andrean.


"Hey,aku juga tidak mau kak.Untuk apa ketampanan kita yang telah di wariskan oleh leluhur kita ini,jika kita menjomblo terus."jawab Daniel.


Membuat kedua nya terkekeh.


Tanpa sadar pintu lift telah terbuka dan beberapa karyawan masih berdiri di ambang pintu lift karena hendak menggunakan nya itu,memperhatikan mereka.Ketiga karyawan itu menunduk saat Daniel menatap mereka.


"Apa yang kalian lihat?Sedang apa kalian di sini?"Tanya Daniel.


"Niel,mereka mau menggunakan lift ini.Tapi kita masih di sini.kau lihat?"ujar Andrean.


Tanpa ekspresi Daniel pun melangkah menuju ruangan nya.Andrean hanya menggelengkan kepala nya.Sambil tersenyum pada ketiga karyawan nya.


"Pagi"jawab Andrean.Lalu ia pun melangkah menuju ruangan nya.


***


Selepas pekerjaan nya selesai,Andrean menyandarkan tubuh nya di kursi kerja nya,sambil mengurut pelipis nya.Mata nya melirik ke arah jam tangan mewah nya.


"Opa".Ia pun ingat akan janji nya dengan sang kakek.


Andrean segera menuju tempat parkir dan melajukan mobil nya menuju resto yang di janjikan sang Opa.


Saat sampai di tempat itu,tempat yang bernuansa seperti jaman dulu.Tempat favorite sang Opa sejak lama sekali.


Terlihat sang Opa sudah menunggu di salah satu tempat ternyaman di sana.Tempat yang biasa di pesan nya.Terlihat beliau sedang menikmati secangkir kopi hitam kesukaan nya.


Andrean pun menghampiri nya.Lalu meraih tangan nya serta mencium punggung tangan sang Opa yang sudah berhias keriput senja itu.Beliau mengelus lembut kepala sang cucu sulung nya.


"Apa opa sudah lama menunggu?"Tanya Andrean seraya menjatuhkan diri di samping sang Opa yang terduduk di sofa.


"Baru saja.Bagaimana dengan pekerjaan mu?"Tanya sang Kakek.

__ADS_1


"Semua nya lancar Opa.Bulan depan aku akan ke Singapura.Perusahaan cabang kita hampir selesai di bangun."jawab Andrean.


"Syukurlah semoga semua nya berjalan lancar."


"Terima kasih Opa."


"Cepat pesan makanan mu,kita bicara setelah makan siang".


"Iya Opa."


Mereka pun segera memesan makan siang mereka dan menyantap makanan rumahan kesukaan sang Opa.


Beberapa saat kemudian mereka pun mulai mengobrol serius.Terlihat dari mimik wajah sang kakek.


"Rean ,kau tau mengenai perjodohan Adik mu Daniel?".


"Iya Opa aku tau."


"kenapa tidak kau yang di jodoh kan?Apa benar kau sudah memiliki calon istri?"Tanya Sang Kakek,membuat Andrean menelan salivanya berat.


"Iya Opa"jawab nya tersipu.


"Haha..syukur lah kalau begitu,Opa senang mendengarnya.Siapa dia?kenapa kau tidak mengenalkan nya pada Opa?"


Sudah ku duga Opa akan bicara seperti ini.hufh..Batin Andrean.


"Aku belum menyatakan perasaan ku pada nya,Karena dia tidak mau berpacaran.Dia bilang bahwa dia menunggu seseorang melamarnya."Jawab Andrean.Dia tau tak ada yang bisa ia sembunyi kan dari kakeknya itu.Sekecil apapun, kakeknya pasti bisa menebaknya.


"Tapi jika kau tidak menyatakan perasaan mu,Bagaimana kau tau dia menyukai mu atau tidak."


"Ah sudah lah Opa,aku akan memberikan kejutan pada Opa nanti.Opa lah orang yang pertama akan ku beri tau"ucap Andrean.


Dibalas tepukan di bahu oleh kakek nya.


"Baiklah kalau begitu.oh ya kita tunggu seseorang lagi yang akan datang ya.."Ujar sang Kakek.


Terlihat seorang wanita memasuki resto itu,dia melambaikan tangan nya pada sang Opa.


"Nah itu dia datang."Ujar sang Kakek,menunjuk pada wanita muda yang baru saja masuk.


Andrean menoleh ke arah nya.Wanita yang tidak asing lagi di matanya.Membuat nya mengerut kan keningnya dalam.


Untuk apa Opa memanggil nya kemari?Tapi dia tidak bicara apapun di kantor tadi.Apa si rencana Opa?Batin Andrean.


"Selamat siang pak bos"sapa nya pada Andrean seraya menampakan gigi nya.


"Siang."sahut Andrean,Masih di buat bingung dengan kedatangan Sany.

__ADS_1


"Opa...Apa kabar?terima kasih telah mengundang ku kemari."sapa Sany.


Andrean menggaruk dahi nya,mencoba mencerna tentang keadaan saat itu.


__ADS_2