The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Tebar mempesona.


__ADS_3

Mereka akhir nya sampai di kota kesayangan mereka.Yuna terlihat sumringah Pandangan nya menampar ke arah jendela kaca mobil.Ia melihat -lihat pemandangan di luar.


"Ada apa,senyum-senyum begitu?"Tanya Doni masih fokus pada kemudinya,hanya melirik sekilas.


Yuna menoleh sebentar dan mengembalikan pandangan nya ke arah jendela.


"Tidak ada apa-apa.Aku hanya merindukan kota ini."Jawabnya.


Doni hanya tersenyum.


"kapan terakhir kau pulang?"


"Bulan lalu."jawab Yuna singkat,tanpa membuang tatapan nya.


"Haha...Ku kira tahun lalu"Doni terkekeh.


"issh...kenapa tertawa.Apa salah jika aku merindukan kota ini?huh."ucap Yuna kesal.


"Habisnya kau ini seperti baru pulang dari luar angkasa saja.Terkesima sekali melihat jalanan.Sudah jelas di luar hanya ada deretan kendaraan."ledek Doni masih terkekeh.Yuna menoleh dan memukul tangan Doni kesal.


"Kau pikir aku mister been?".


Yuna kembali melihat ke arah jendela.Memang sih di luar hanya terlihat deretan kendaraan saja.Bahkan seperti itu selama perjalanan,tak ada yang berbeda.


Tetap saja aku merindukan tempat ini,yah walaupun yang terlihat tak jauh berbeda sedari tadi.Tapi tetap saja aku ingin melihatnya.Batin Yuna.


**


Mereka pun sampai di halaman rumah Yuna.


Doni menepikan mobilnya.


Yuna menurunkan barang-barang nya yang memang tidak terlalu banyak itu,di bantu oleh Doni.


Doni melihat ke arah rumah Yuna.Tiba-tiba pintu rumah nya terbuka,dan terlihat kedua orang tuanya menyambut kedatangan Yuna.Yuna pun berhambur kepelukan mereka.Mereka terlihat sangat bahagia dan ada rona kebanggaan di wajah mereka.


Doni pun melangkah menghampiri kedua nya,dan bersalaman.Pak Heru menepuk-nepuk bahu Doni,beliau pun ikut bangga dengan pencapaian yang di dapat Doni.


Doni yang kini sudah berbaikan dengan ibu Julia pun,tidak canggung lagi untuk sekedar bertegur sapa.


"Pak,bu.Aku pamit pulang ya,mungkin keluarga ku juga sudah menunggu."ucap Doni berpamitan.


"Kenapa tidak mampir dulu nak."Ajak Pak Heru.


"Tidak terima kasih.Mungkin lain kali."jawab nya sambil tersenyum.


"Baiklah kalau begitu,titip salam kepada keluarga mu ya"sambung Pak Heru.Doni hanya mengangguk kan kepala nya.


"Terima kasih sudah mengantarkan Yuna,hati-hati di jalan ya"ujar ibu Julia.


"Iya,sama-sama ,sampai Jumpa Yuna."


"Hati-hati Don."ujar Yuna seraya melambaikan tangannya.


Selepas Doni meninggal kan halaman rumah Yuna,hingga mobil nya menjauh dan hanya menyisakan titik kecil di kejauhan,mereka pun melangkah masuk ke dalam rumah dengan beriringan.


"Ibu sudah membuatkan makanan kesukaan mu".Ujar Ibu Julia.

__ADS_1


"Benar kah?wah terima kasih bu.Oh iya Ayah,bisa kah Ayah meminta tukang pijit untuk kerumah?Badan ku pegal-pegal"pinta Yuna seraya melangkahkan kaki nya melewati pintu masuk rumahnya.


"Tentu sayang"jawab Pak Heru singkat sambil merengkuh bahu putrinya.


Author juga sepertinya butuh tukang pijit nih! hehe...


Ok lanjut...


***


Kediaman Wirawan.


Di hari minggu pagi ini seperti biasa,two brother tampan melakukan kegiatan rutin nya,yaitu jogging.Meski kegiatan mereka yang hanya keliling komplek itu terlihat biasa saja,tapi tidak bagi sebagian para gadis yang ada di sana,terutama para gadis sekitar komplek.


Bagi mereka,itu saat yang di tunggu.Pemandangan menyejukkan dan membuat mata mereka menjadi jernih,juga pipi mereka menjadi merona.Yah walaupun sebagian besar karena blush on.Haha...


Tapi bagi two brother tampan,ini memang ajang oleh raga sungguhan,bukan ajang tebar pesona.Yah meskipun banyak sebagian cowok-cowok di luaran sana, hanya ingin terlihat mempesona di depan para gadis,saat mereka berlari dengan menggunakan pakaian joging tanpa lengan,dan menunjukkan otot mereka yang terlihat berkeringat.uuh Kerennn!!!


hehe...


Sesekali Andrean tersenyum saat beberapa gadis menyapa nya.Tapi jangan berharap banyak pada sang adik.Menoleh pun enggan.


"issh adik nya sombong banget si.Beda sama kakak nya yang ramah banget."bisik salah satu gadis.


"Memang itu adiknya ya?"Tanya gadis lain.


"Memang kau pikir siapa?bapak nya?om nya hah?lihat mereka kan mirip."jawab gadis yang pertama dengan nada tinggi.


"Gak usah nge gas donk.Maksud ku,siapa tau yang sombong itu kakaknya."Sambung nya lagi tak terima.


Sebenar nya,Daniel adalah sosok pria yang ramah,tapi dia tidak suka berbasa basi ataupun sekedar tersenyum pada para gadis tanpa alasan.Ia hanya enggan di goda,itu saja.


Berbeda ya,dengan kebanyakan pria,duh cowok lagi si.Maaf ya!.


eh tidak semua juga sih,hanya kebanyakan,mereka lebih sering menyapa jika melihat gadis-gadis cantik saja,sedangkan selain itu,mereka malah berpura-pura tak melihat.Ih sadis...Sory ya,bagi yang merasa.Ups!


"Kita istirahat kak"pinta Daniel saat mereka sampai di sebuah taman.


"Kau lelah?"Tanya Andrean.


"Sedikit"


"Baiklah.kita duduk di sana"tunjuk Andrean pada sebuah kursi taman yang berada di bawah pohon.Dan terlihat masih kosong.


Mereka pun melangkah menuju kursi itu dan duduk sambil meluruskan kedua kaki.


"Niel,perusahaan cabang kita yang berada di Singapura akan ada perluasan,jadi sebaik nya salah satu di antara kita memantau projek itu."jelas Andrean.Daniel masih meneguk minumnya di botol yang ia beli di warung tadi.


"Sebaik nya kakak saja yang mengurus projek itu,aku akan stay di kantor pusat.Bukan kah kakak yang tau benar bagaimana perusahaan cabang berjalan."


"Baiklah kalau begitu,tapi semua nya masih dalam proses perebutan tender.Tapi kakak sebaik nya memantau projek itu lebih awal.".Sambung Andrean sambil mengambil minum yang di pegang Daniel.


"hmm..kakak benar."Daniel mengangguk,mata melihat ke arah belakang Andrean,mimik wajahnya berubah.


"Ayo kita lari lagi,lelah ku sudah hilang"Ajak Daniel.


"Apa ?cepat sekali."ujar Andrean mengerutkan keningnya.

__ADS_1


"Sudah lah ayo"Ajak Daniel memaksa.Ia lari mendahului Andrean.Andrean hanya menggelengkan kepala setelah menoleh kebelakang,ternyata ada tiga orang gadis menatap Daniel dan hendak menghampiri mereka.


Pantas saja.Aneh sekali,kemana sifat play boy nya bersembunyi ya?dengan umur nya yang semakin bertambah,malah diamenjauhi para gadis.Haha Daniel..Daniel..!Batin Andrean.


Andrean pun segera menyusul Daniel, saat para gadis itu mengedipkan mata mereka mencoba menggoda.


"Hay...tampan,mau kemana?..."teriak mereka.Saat melihat Andrean yang bergidik dan berlari,ia tersenyum sekilas.


Daniel tertawa dari kejauhan,saat melihat Andrean berlari secepat kilat.


Haha...rasakan kau...maka nya jangan sok ramah.Takut juga ia di goda haha.


Wajah Andrean cemberut saat melihat adiknya itu menggoda nya.


Daniel masih terkekeh melihat tingkah dan mimik wajah sang kakak.


"Sudah lah.Kau bisa tertawa saat melihat orang susah ya?"Ujar Andrean ketus.


"Eittss...kakak.Bukan begitu,lihat wajah kakak,haha...Lucu sekali,biar ku foto ya.."Daniel mengambil ponsel dari saku celana nya,dan membuka kamera untuk memfoto Andrean.


"Hey,jangan macam-macam ya.."Andrean mencoba merebut ponsel Daniel.


"Hapus ku bilang."tegas Andrean.


"Sudah lah kak.ini hanya untuk konsumsi ku saja,saat suasana hati ku tidak bagus,aku akan melihat foto ini.haha".Ujar Daniel mencoba mempertahankan ponselnya.


"Kau kira foto ku permen karet ?mau kau konsumsi saat suasana hati jelek.Hapus.."Andrean masih kesal.


"Tidak akan dan jangan harap."


"Dasar kau ini"Andrean mengejar Daniel yang malah berlari menghindari kakaknya.


Daniel jangan kan tertawa,bahkan tersenyum pun jarang.Tapi jika dengan keluarga nya,sikap nya berubah seratus delapan puluh derajat.Ia akan mudah tersenyum bahkan tertawa dengan mudah.


Di luar dari itu,jangan harap.


Sampai di rumah,two brother yang tadi sempat kejar-kejaran pun kelelahan.Dan segera meneguk jus jeruk yang sudah di sediakan Mami mereka.


"Kalian kelelahan sekali.Jangan terlalu lelah,besok kan kalian harus bekerja."Tutur Nyonya Wini.


"Daniel berulah Mam.Jadi aku harus mengejarnya."Ujar Andrean masih terengah-engah.Daniel hanya tersenyum di sudut bibirnya penuh kemenangan.


Nyonya Wini hanya menggelengkan kepala nya dengan kelakuan kedua putra nya yang terkadang terlihat seperti anak-anak dan juga terkadang bisa bersikap begitu dewasa.


Kalian putra ku,kebanggaan ku..aku menyayangi kalian.Batin Nyonya Wini.


"Sudah kalian mandi sana.Daniel kau bisa antar Mami kan?"


"Kemana Mam?"Tanya Daniel.


"Sudah ikut saja.Terlalu banyak tanya,nanti Mami cubit pipi mu"ujar Nyonya Wini tergelak.


"Mami kira aku anak kecil?"ucap Daniel tak terima.


"Kalian memang terlihat begitu.."jawab Nyonya Wini sambil melangkah meninggalkan mereka yang kebingungan.


Andrean dan Daniel hanya melempar pandangan,sambil mengangkat bahu mereka.

__ADS_1


__ADS_2