
Beberapa waktu kemudian,tiba lah saatnya kelulusan sekolah.Heru menghadiri acara perpisahan di sekolahnya Yuna,meskipun sendiri tanpa istrinya,Heru tak keberatan.Dia tetap akan bahagia dan bangga atas pencapaian sang putri semata wayangnya.
Penampilan Yuna yang menawan dengan balutan kebaya berwarna merah muda dengan selendang kain batik yang senada dengan bawahannya,serta riasan sanggul yang menambah ayu gadis yang memiliki prestasi terbaik di sekolahnya itu.
Heru dengan bangga menerima penghargaan yang di berikan pada putrinya atas prestasi yang ia raih.Ia memeluk putrinya yang kala itu berada dia atas podium,serta membubuhkan kecupan di puncak kepala sang belahan kasih nya.
"mendiang ibu mu,pasti sangat bangga dan bahagia di sana,karena melihat mu yang sangat membanggakan ini sayang"bisik heru di telinga putrinya.
Acara pun di mulai, pergelaran seni pun di langsungkan,setelah sambutan yang di berikan oleh kepala sekolah dan beberapa guru.
Semua murid kelulusan tahun ini,mandapat kan seratus persen kelulusan dari semua siswa.Mereka merayakan nya dengan sangat gembira.Semua baju-baju seragam sekolah para siswa dan siswi pun telah di kemas untuk di sumbangkan,karena itu jauh lebih bermanfaat.
Yuna tampil membawakan puisi bertemakan 'untuk mu yang terkasih'.Dan diakhiri dengan meriahnya tepukan tangan seluruh orang yang hadir.Dan beberapa orang yang menyaksikannya menyeka air mata mereka karena tersentuh oleh puisi yang di bacakan oleh Yuna.
*
Yuna pun telah berhenti bekerja di toko buku.
"maaf kak,aku tidak bisa bekerja di sini lagi,terima kasih atas kesempatan yang telah di berikan.kakak sangat membantu saya dengan mengijin kan saya bekerja disini"Yuna menganggukkan kepalanya.
"sama-sama,terimakasih telah bekerja dengan baik selama ini ya"ujar kakak seli.
Terlihat seorang anak laki-laki di sudut ruangan di samping rak buku,dia sering sekali ke toko buku itu,walaupun hanya membaca atau pun sesekali membeli buku.Yuna melihat nya dan melambaikan tangan,anak itu pun mendekat.
"kak Yuna tidak bekerja di sini lagi ya?"tanyanya.
"iya,,kamu belajar yang semangat ya.kamu juga pasti bisa sukses.cita-cita kita kan sama."Yuna membubuhkan tawanya."oh iya tahun ini kamu juga lulus SMP kan?"
Anak itu menganggukkan kepalanya sambil terus menatap Yuna.Yuna pun tersenyum.
"baiklah aku permisi,sampai jumpa"Yuna pun melambaikan tangannya.
*
Tiba lah saat pertama kalinya Yuna melanjutkan pendidikannya,di universitas ternama di kota itu.Setelah beberapa waktu lalu telah menyelesaikan masa ospek nya.
Kini saat nya Yuna mulai menyiapkan diri dan otak nya untuk menerima sekecil apapun materi yang ia dapat kan.Takkan ia sia-sia kan kesempatan yang telah ia perjuangkan selama ini.
"selamat pagi Yuna,selamat berjuang"ujarnya menyemangati dirinya sendiri.
Ia melangkah dengan langkah panjangnya menuju ruang kelas pertama nya hari itu.
Ia tersenyum dan menyapa beberapa mahasiswa yang berpapasan dengannya.
Ia telah duduk di kursinya,siap untuk menerima materi pertama nya hari itu.
"hey,salam kenal,"sapa salah seorang mahasisiwi manis yang duduk tidak jauh dari nya.
"hay,,salam kenal juga"Yuna mengulas senyumnya.
__ADS_1
"stevania.."wanita itu mengulurkan tangannya.
"Yunanda"menyambut nya.
Stevani merupakan teman pertama yang iya punya di kampus itu.wanita cantik dengan rambut bergelombang nya,kulit sawo matang dan wajah yang manis,terlihat keramahan yang tulus dari senyumnya.
Beberapa menit kemudian kelas telah di mulai,seorang dosen wanita memasuki ruangan dan mulai menyampaikan materi.
Tiba-tiba seorang mahasiswa datang dengan tergesa-gesa,mengetuk pintu ruangan.
"permisi bu,saya terlambat"dengan nafas yang tersengal-sengal.
Semua menoleh ke arah nya.Ada yang menggelengkan kepalanya ada pula yang terpesona dengan penampilannya,ada pula yang mengacuhkannya.
"Bagaimana kau bisa terlambat di hari pertama mu?"Bentak Bu saski dosen yang pertama mereka jumpai.
"maaf bu"ucapnya
"baiklah jangan di ulangi,karena ini kelas pertama mu,kau di beri toleransi.Duduk lah,jangan pernah terlambat di kelas ku"dengan nada tegas.
Matanya berkeliling mencari tempat duduknya.Dan pandangannya terhenti saat bertatapan dengan Yuna.
Yuna mengerutkan dahinya.
Kenapa dia menatap ku seperti itu?Batin Yuna
Yuna hanya menggelengkan kepalanya,lalu fokus pada materi yang sedang berlangsung saat itu.
Kelas pertama pun selesai,Yuna masih membaca buku yang ia pegang,sedangkan yang lain sudah keluar kelas,begitu pun stevania yang sudah tidak sabar untuk mengisi perutnya.
"hay kita ketemu lagi"sapa pria yang ter lambat tadi.Yuna mendongakkan kepalanya cukup tinggi karna pria itu bertubuh cukup tinggi.Yuna mengerut kan dahinya dalam seolah mengingat sesuatu.
"apa kita saling kenal?"tanya Yuna yang masih tidak menemukan sosok pria itu dalam ingatannya.
"ah kau sudah lupa ya,kita pertama kali berjumpa saat kau tes seleksi di kampus ini"ujarnya "waktu ospek aku juga pernah menyapamu,tapi waktu itu sepertinya kau tidak mendengar ku."mengangkat kedua alisnya.
"siapa?"masih dalam kebingungannya.
"oke kita kenalan lagi"ucapnya menarik nafas dan menyodorkan tangan."aku doni".
Yuna seperti mengingat sesuatu saat pria itu menyebut namanya.
"oh kau pria yang memakai topi tempo hari ya?"tanyanya seraya mengulas senyum."maaf aku lupa,soalnya waktu itu kau memakai topi si"Yuna tergelak.
"jadi kita gak perlu kenalan lagi nih"ujar doni,merasa kecewa dan menurunkan tangannya.
"haha..baiklah mari menjadi teman ku"ujar Yuna.
"wah kau to the poin sekali,haha"Doni tergelak.
__ADS_1
"kenapa?terdengar seperti anak TK ya?"ujar Yuna mengerucutkan mulutnya.
"aku tidak bicara begitu,oke kita teman.Aku malah senang,menjadi teman pertama mu di kampus"
"oh maaf bukan kau teman pertamaku,tapi stevania"Yuna pun tergelak.
"oh begitu,,,ini pasti karena aku datang terlambat.huh!"ujarnya lalu duduk di kursi yang tak jauh dari Yuna."kau tidak ingin ke kantin?"
Yuna hanya menggelengkan kepalanya.
Aku harus berhemat,jangan terlalu banyak jajan.Walau Ayah memberikan uang saku,tapi aku harus bijak menggunakannya.Batin Yuna
"Ayolah ke kantin,aku lapar sekali.mmm... bagaimana kalo aku traktir sebagai tanda pertemanan kita?haha aku so sweet kan"Doni malah tergelak.
"tidak usah terima kasih,kalau kau lapar,kau bisa pergi sendiri saja"mengulas senyum simpulnya.
"come on...lagi pula apa kau tidak lapar?"tanya Doni lagi merayu,Yuna pun berfikir sejenak.
"baiklah ayo"menutup bukunya dan bangun dari kursi.Lalu melangkah menuju pintu keluar.
"hey tunggu...wah malah kau yang lebih semangat.haha"Doni pun bangkit dan berjalan cepat menyusul Yuna.
Sesampainya di kantin yang sudah cukup ramai itu,mata kedua nya berkeliling mencari tempat duduk yang kosong.Seseorang melambaikan tangannya meja paling ujung.
"ah itu stevania,ayo kita kesana saja"Ajak yuna.Doni pun mengekor di belakangan Yuna sambil masing-masing membawa makanan Pesanan mereka.Lalu mereka pun duduk bertiga di meja paling ujung,karena beberapa tempat di sana sudah cukup sesak dengan para mahasiswa yang mencari makanan untuk mengisi perut mereka.
"hey,kamu kan cowo yang tadi terlambat?"tunjuk stevania sambil mengunyah makanan nya.
"hmm..."ujar Doni sambil mengaduk-aduk makanannya."kenapa aku jadi terkesan maha siswa yang suka telat sih?padahal kan baru kali ini"dengan nada kesal.
"itu karena ini hari pertama kita..."ujar Yuna dan stevania hampir bersamaan."hahaha"mereka pun saling melempar tawa.
"oke..oke girl,ini akan jadi hari pertama dan terakhir ku terlambat datang ke kelas ya.."ucap Doni seraya mengangkat telapak tangannya.
"kalo kau telat lagi,kau harus mentraktir kita makan.Bagaimana setuju?ide yang bagus bukan?haha"ujar stevania sambil menyenggol Yuna dan mengangkat alisnya.Yuna hanya tersenyum melihat ekspresi terkejut dari Doni.
"hey hey girl.kok bisa begitu,ide bagus apaan?huh"sahutnya menggelengkan kepala.
"oh kau menolak?.Baiklah,cari tempat duduk lain sana.kita butuh teman cowo yang gentle..week"ujar stevania dengan nada mengejek.
"ah Yuna kenapa kau mendapatkan teman pertama mu yang menyebalkan ini sih?"
"apa kau bilang?"ucap Stevania menggebrak meja meski tidak terlalu keras.Mata nya melototi Doni.Yuna hanya tertawa kecil melihat mereka.
"baik lah...okey.Aku akan mentraktir kalian jika aku terlambat lagi.puas?"ucap Doni pada stevania yang tak kalah melototnya.
"haha..good good itu baru cowok gentle"mengacungkan jempolnya.
Dengan begitu singkatnya mereka mengerat kan tali pertemanan mereka,bahkan di hari pertama mereka bertemu.Begitulah betapa mudahnya memiliki teman,jika kita tidak sungkan untuk membuka diri.
__ADS_1