The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Penjelasan Andrean.


__ADS_3

"Boleh kan sayang,malam ini aku bersama Yuna"Ujar stevanie pada Charlie.Charlie hanya mengangguk pelan.


"Wah,belum sehari kau menjadi istri,malah sudah berulah."ujar Doni.


"Suami ku juga tidak keberatan kok,kenapa kau yang repot si"Tukas Stevania.


"Hey,sudah.Kalian ini ya,"Ucap Yuna geram.


"Baiklah stev,kita akan mengobrol nanti ya,tapi tidak sampai menghabiskan malam.Oke"jelas Yuna.


"Tapi..."ucap Stevania terpotong.


"Ehemm..kalian mau berapa lama mengobrol.Jika kalian masih mengobrol,tamu di belakang ku ini akan berubah menjadi serigala tau tidak"Ucap Doni berbisik.


Mereka pun menoleh ke pada tamu undangan yang sudah mengular,Wajah mereka terlihat tidak suka,apa lagi beberapa wanita yang terdapat di sana.Bahkan sedari tadi Doni


mendapat pandangan menyeramkan dari para tamu undangan yang entah dari kapan menunggu.


"Kalian lihat kan?mereka bisa -bisa menerkam kita nanti."bisik Doni.


"Oh stev,kalau begitu selamat ya,atas pernikahan mu,semoga kalian bahagia selalu dan langgeng."ucap Yuna terburu,Yuna khawatir jika yang di kata kan Doni itu benar.


"Iya terima kasih"Sahut Stevania mencium kedua pipi sahabat nya.


Saat Yuna dan Doni turun dari pelaminan,terlihat Andrean pun berada di barisan antrian para tamu undangan.Ia datang bersama wanita yang pernah ia lihat bersama Andrean sebelum nya.


Andrean mencoba melambaikan tangan nya,tapi hanya di balas senyum tipis oleh Yuna.Membuat Andrean merasa hatinya sedih.Sany tampak dekat dengan Andrean,sepertinya Sany memang memanfaatkan moment ini untuk bisa lebih dekat dengan Andrean,meski Andrean tidak menyadari nya.


Ada apa dengan Yuna?kenapa dia terlihat tidak menyukai ku?Batin Andrean.


Yuna berjalan ke stand makanan yang sudah di sediakan dengan sangat apik,berjejer beberapa makanan rumahan,makanan tradisional dan beberapa olahan kekinian.Doni mengekor di belakang Yuna.


Aku benar kan,kak Andrean memang memiliki hubungan dengan wanita itu,buktinya mereka datang bersama.hiks...Batin Yuna.


"Hey,Yuna"Panggil Doni.


Yuna menoleh.


"Ada apa Don?"Tanya nya.


"Kau melupakan aku ya.semua para tamu undangan yang datang tidak meninggalkan pasangan nya.setidak nya kau bisa menggandeng ku"ujar Doni kesal karena sedari tadi Yuna melupakan nya.


"Kau kan bisa jalan sendiri,untuk apa aku menggandeng mu"Tukas yuna.


Di balas dengan muka masam oleh Doni.Membuat Yuna tergelak.


"Baiklah pria tampan,ayo kita makan"Ajak Yuna.Seraya menggandeng lengan Doni.Dan Doni pun berubah sumringah,ia membetulkan pakaian dan rambutnya,juga menegakkan tubuhnya,bak seorang pangeran yang sedang berjalan bersama seorang putri.

__ADS_1


"Ayo,kalau begini kan kita tampak serasi.haha"Ucap Doni tergelak.


"Dasar kau ini"ucap Yuna memukul lengan Doni.


Mereka pun menuju stand makanan dan menikmati hidangan yang tersedia.


Beberapa saat,Andrean Pun muncul dan duduk di meja yang tidak jauh dari keberadaan Yuna dan Doni.Mata mereka saling pandang beberapa saat.Dan Yuna mencoba mengalihkan pandangan nya,pada hamparan laut yang luas.Karena memang gedung pernikahan itu berada di tepi pantai.


"Apa kau ada masalah dengan Pak sok tampan itu?"Tanya Doni yang menyadari tingkah Yuna.


"Tidak"Jawab Yuna singkat sambil menyantap makanan nya.


"Benar kah?"Tanya Doni tidak percaya.


"Sudah habiskan makanan mu,jangan membicarakan orang lain"ucap Yuna kesal.


"Oh oke...oke"Ujar Doni,mengerti dengan maksud Yuna.


Sudah pasti Yuna mempunyai masalah denga. pria sok tampan itu.Apa ini juga yang menyebabkan Yuna menangis .Batin Doni.


Beberapa saat kemudian mereka pun selesai.Yuna dan Doni berkeliling gedung yang megah nan luas itu,pemandangan pantai yang sangat indah.


"Yuna aku tinggal sebentar ya,aku sepertinya.melihat teman lama"ucap doni dan di balas anggukan oleh Yuna.Doni pun. berjalan menuju ke beberapa orang yang sedang berbincang.


Yuna melangkah kan kaki nya menuju tempat yang memang terlihat sunyi.Yuna terduduk di kursi panjang yang berada di sana seorang diri.


Ternyata diam-diam Andrean mengikuti nya.Saat waktu yang di rasa tepat ia menghampiri Yuna.Jangan tanya kan Sany,mungkin dia sedang tebar pesona dengan beberapa pria.


"Yuna.."Sapa Andrean.


Yuna membalikkan tubuhnya,melihat ke sumber suara .Suara yang tidak asing di telinga nya.


Kak Andrean?Batin Yuna.


Hatinya berdebar saat Andrean melangkah mendekatinya.


Ya Tuhan mau apa dia kemari.Aku harus bilang apa jika dia bertanya mengenai janji yang ku batal kan secara tiba-tiba?Batin Yuna.


"Apa aku menganggu mu?".


"Ah tidak,sama sekali tidak,lagi pula aku hanya bersantai."jawab Yuna gerogi,saat Andrean duduk di sebelah nya.


"Kapan kau tiba?".


"Ah belum lama,dan aku langsung kemari."Jawab Yuna tanpa melihat ke arah Andrean.


"Yuna,ada apa dengan mu?kenapa kau menghindar dari ku,kau tidak mengangkat telpon ku,bahkan tidak membalas pesan dari ku"Tanya Andrean menatap Yuna.

__ADS_1


Yuna pun bangun dari duduk nya,ia melangkah pelan,di ikuti oleh Andrean .


"Aku hanya sedang sibuk"jawab Yuna singkat.Ia bingung harus menjawab apa.Karena yang di katakan Andrean memang benar,bahwa ia sedang mencoba menghindar dari nya.


"Aku tau sekarang kau memang sedang sibuk,tapi setidaknya beri aku alasan kenapa kau membatalkan janji mu,atau kau bisa jika hanya sekedar membalas pesan ku kan?"Tukas Andrean,membuat Yuna terpojok.


"Aku bilang aku sedang sibuk kak,lagi pula aku juga tidak ingin ada ke salah fahaman dia antara kak Andrean dan kekasih kakak."Jawab Yuna ragu.


"Kekasih?Apa maksudnya?Bahkan aku datang kemari dengan sekertaris ku,lagi pula aku tidak mungkin mendekati mu jika aku sudah memilki kekasih."Jelas Andrean.


Sekertaris?Oh...dia sedang mencari alasan rupanya.Batin Yuna.


"Kak,jujur saja lah,tidak usah mencari alasan,bukan kah wanita yang datang bersama kakak itu adalah pacar kakak.kalian tampak serasi.Aku berdoa semoga kalian selalu bersama."Ucap Yuna kesal.


Andrean malah tersenyum dengan perkataan Yuna.Seperti nya dia mengerti,apa yang sedang Yuna rasakan.


Kau cemburu rupa nya.batin Andrean.


Andrean mendekati Yuna,dan memegang tangan nya.Yuna menoleh dia terlihat gerogi.


"Kau cemburu ya?"Tanya Andrean membuat wajah Yuna memerah.


"Aku..."Belum juga Yuna bicara,Andrean sudah mendekatkan wajah nya ke wajah Yuna.Dan ia menempelkan bibirnya di bibir Yuna dengan lekat.


Yuna tercengang,dia tak bisa bergerak,bahkan bernafas,jantung nya seperti menari-nari di udara.Bahkan ia tak berusaha melepaskan nya.Ciuman itu berlangsung cukup lama.Yuna di buat tidak sadar dengan pesona dan aroma tubuh Andrean yang maskulin.Andrean merengkuh tubuh Yuna semakin rapat.


"Aku mencintai mu Yuna"Bisik nya,setelah melepaskan ciuman nya,tanpa melepaskan pelukan nya.


jedarrr....


Ada sesuatu yang hangat di hati Yuna.Dia merasakan bahagia saat Andrean mengatakan itu.Tatapan mereka masih terkunci beberapa saat.


Air mata Yuna Tiba-tiba mengalir,membuat Andrean Khawatir.


"Apa aku menyakiti mu?aku minta maaf,telah berbuat tidak sopan pada mu"Ujar Andrean melepaskan pelukan nya.Dan menatap wajah Yuna.


Dengan segera Yuna menyeka air mata nya.


Aku tidak bisa mencintai mu,meski aku ingin.Karena aku telah menerima perjodohan itu.Aku tidak mungkin mengecewakan mereka,Orang-orang yang aku sayangi.Termasuk Dokter Arman dan Tante wini hiks..Batin Yuna.


"Tidak kak,aku,tidak apa-apa.Tapi tolong bicara jujur pada ku,jangan mempermain kan perasaan ku seperti ini"ucap Yuna.


"Aku tidak pernah mencoba mempermain kan perasaan siapa pun,aku mencintai mu bahkan sedari dulu.Aku mencoba untuk menahan perasaan ku,karena aku menghargai mu,keputusan mu yang ingin fokus pada pendidikan.Dan aku menunggu waktu yang tepat untuk menyatakan nya.Tapi aku tidak menyangka jika kau akan salah faham begini."jelas Andrean.


"Wanita itu..."Yuna tak sanggup melanjutkan nya.


Andrean malah tergelak.

__ADS_1


"Haha,dia adalah sekertaris ku,sikap nya memang manja.Dia menyukai adik ku,bukan aku."ujar Andrean membuat Yuna memalingkan wajahnya karena malu.


"Jadi Bagaimana?Apa aku bisa bersama mu,untuk mencintai mu sepenuh hati ku?"Tanya Andrean menggegam tangan Yuna.


__ADS_2