The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Mengikuti tes


__ADS_3

Waktu bergulir begitu cepat,tak terasa Yuna pun hampir menyelesaikan sekolah ya.yang ia harapkan telah di depan mata.Yuna sudah berusaha keras memperbaiki nilai-nilainya di sekolah yang sempat menurun.


Waktu lalu pak Ridho memberi tahunya untuk menemui pak kepala sekolah.Dan hari ini lah waktu nya ia pergi bertemu pak kepala sekolah.Dia berdoa sepanjang malam dalam sujudnya pada sang maha pemberi kemudahan.Deraian air mata nya telah ia curah kan,seiring doa tulusnya.


semoga aku bisa mendapatkan kesempatan itu,ya Tuhan...biarkan aku membuktikan pada keluarga ku,bahwa aku mampu.


Yuna terus berdoa sambil melangkahkan kakinya menuju ruang kepala sekolah.Hatinya berdebar,ia pejam kan matanya sesaat mencoba untuk menguatkan hatinya,dengan keputusan apapun yang di berikan.


Bissmillah...


Yuna sudah tiba tepat di depan pintu ruangan kepala sekolah,dia menarik nafas dan menghembuskan nya.Mencoba untuk tenang.Lalu mengetuk pintu ruangan itu,sambil terus memanjatkan doa,mulutnya komat kamit.


"permisi pak,ini saya Yuna.Apa saya bisa masuk?"tanyanya seraya membuka sedikit pintu itu agar suara nya terdengar dari dalam.


"ya...masuk lah.Bapak sedang menunggumu"sahut seseorang dari dalam ruangan.


Perlahan Yuna mendorong pintu kayu itu.Ia melihat seseorang sedang duduk di kursi yang berada di balik meja kerjanya.Sambil mengulas senyum,pak kepala sekolah pun meminta Yuna untuk duduk.


Yuna kemudian berjalan mendekati kursi dan mulai duduk disana,dia menggenggam tangannya yang sudah berkeringat.Tampak kegugupan di wajahnya.


"Begini Yuna,Bapak langsung kepada inti nya ya"sejenak pak kepsek mengambil beberapa lembar kertas yang ada di bawah laci mejanya,dan menyodorkan lembaran itu di hadapan Yuna.


"Apa ini pak.?"tanya Yuna yang masih kebingungan.matanya melihat ke arah lembaran itu.


"ini surat persetujuan untuk mu,kamu bisa mendapatkan bea siswa itu,setelah kamu mengikuti seleksi.Dan jika kamu lolos dalam seleksi itu,kamu bisa mendapatkan bea siswa ke perguruan tinggi ternama yang telah di tetapkan oleh pihak sekolah."seraya mengukir senyumnya.


Hati Yuna berdesir,seakan ia adalah manusia dengan sejuta keberuntungan.Air matanya tak terbendung lagi.keharuan itu tampak jelas di wajah Yuna dan tak bisa ia tutupi.

__ADS_1


"terima kasih pak,saya tidak tau harus bilang apa,Bapak sudah memberi kesempatan pada saya sejauh ini,saya tidak akan menyia-nyiakan nya."meraih tangan Pria paruh baya yang berkarisma itu,ia cium punggung tangan nya,air matanya mulai membasahi pipi.tak hentinya Yuna mengucapakan rasa Syukur.


"Bapak yakin kamu pasti bisa.Kamu anak yang berbakat.Nilai mu bagus di berbagai mata pelajaran,dan tugasmu sebagai ketua PMR pun berjalan dengan sangat baik.Kami sangat mengapresiasi kegigihan mu.kamu patut menjadi contoh teladan bagi teman-teman mu."seraya menepuk punggung tangan Yuna.


Yuna mengulas senyum bahagia,sambil menyeka air matanya.


Yuna memang sejak duduk di bangku SMP pun sudah di tunjuk sebagai anggota PMR.Bahkan ia selalu di pilih menjadi ketua di kegiatan sekolah itu.Kepiawan dan rasa kepeduliannya dalam merawat beberapa temannya yang sakit saat di sekolah,memang pantas di acungi jempol.Jiwa sosialnya cukup tinggi.bahkan ia harus mengikuti ulangan susulan saat mengantar dan menunggu temannya yang sakit ketika berada di klinik.


Dia juga pernah menggedong teman sebayanya yang jatuh pingsan di toilet saat jam pelajaran.Dengan tergopoh-gopoh ia berusaha menolong temannya yang berbadan cukup berisi itu.Yuna dengan tulus melakukannya.


Yuna keluar dari ruangan kepala sekolah dengan wajah berseri-seri.Besok dia harus pergi ke universitas yang telah di tunjuk sekolah untuk mengikuti tes seleksi.


Gadis itu menyampaikan ijin kepada seli,karena hari itu dan besok ia tidak bisa datang ke toko buku.Karena ia harus belajar dengan sungguh-sungguh.Seli pun mengiyakan sambil memberikan pelukan dukungan untuk Yuna.


Beberapa teman kelasnya yang mengetahui kabar itu pun bersorak memberi dukungan pada teman terbaik di kelasnya itu.Yuna meneteskan air matanya seraya mengucapkan terima kasih yang mendalam atas doa dan dukungan teman-teman nya.


Aku harus menemui Ayah di kedai,aku sangat membutuhkan doa darinya,Batin Yuna.


Meski tersirat kesedihan di matanya,karena ia tidak mampu untuk mewujudkan mimpi sang anak.Sehingga putrinya itu harus berjuang sendiri untuk meraihnya.


Terlebih jika ia mengetahui.apa yang telah di lakukan oleh istrinya terhadap Yuna,sudah barang tentu hatinya semakin terluka.Tapi Yuna tidak memberi tau prihal tersebut pada Ayah nya,hanya ia pendam jauh di lubuk hatinya.


"Besok aku akan mengikuti tes,aku sangat membutuhkan doa dari Ayah.Dan aku juga akan mengunjungi makam ibu sore nanti."ujarnya masih terlukis senyum di bibirnya.


Heru hanya menganggukkan kepalanya,sambil tersenyum.


"Ayah akan mengantar mu,Ayah juga rindu pada ibu mu"ujarnya seraya mempererat pelukan untuk putrinya,lalu ia bubuhi kecupan di kening putri semata wayangnya itu.

__ADS_1


*


Sore hari nya mereka mengunjungi makam sang ibu.Hati Yuna merasa damai,setiap kali berjiarah kesana.


Dan pada malam harinya ia sibuk mempelajari kira-kira apa saja yang akan menjadi soal tes seleksi besok.Sampai Yuna tertidur di atas tumpukan buku yang ada di meja belajarnya.


**


Pagi hari yang cerah,Yuna sudah bersiap memakai pakaian rapi,dia memilih memakai kemeja putih dengan celana jeans.pakaian yang sederhana,tapi Yuna terlihat mempesona.Senyumnya mengembang,tak hentinya dia berdoa dalam hati,ia menarik nafas dalam-dalam sebelum dia melangkahkan kakinya keluar rumah.


Pagi tadi, dia telah meminta ijin pada Ayahnya sebelum beliau berangkat ke kedai.


Sepanjang perjalanan Yuna terus memperhatikan jam tangannya,dia tidak mau sampai terlambat datang ke tempat seleksi yang di adakan di salah satu perguruan tinggi ternama di kotanya itu.


Sesampainya di tujuan,Yuna bergesa turun dari angkutan kota yang ia naiki tadi,dan berjalan dengan langkah panjangnya menuju halaman universitas itu.Sejenak ia terkesima melihat penampakan gedung itu,banyak para maha siswa yang berseliweran kesana kemari,ada pula yang duduk-duduk di sudut taman yang berada di halaman kampus.


Yuna melanjutkan langkahnya dengan pasti,sampai lah ia di depan ruangan tempat seleksi yang akan berlangsung,setelah ia bertanya pada beberapa maha siswa yang ia temui tadi.


Di dalam ruangan baru terdapat sekitar dua sampai tiga orang.Sepertinya ia datang cukup awal.Yuna pun duduk di kursi yang telah di sediakan,sambil ia terus berdoa dalam hatinya.Tangan nya sudah terasa dingin,ia coba untuk mengatur nafas nya,menenangkan hati nya yang memang merasa gugup.


Beberapa menit kemudian,ruangan sudah terisi penuh.Ada sekitar dua puluhan yang hadir untuk mengikuti tes.


Yuna menarik nafasnya perlahan,ketika beberapa lembar kertas di bagikan.Ia mengisi formulir itu,dan mulai mengerjakan satu persatu soal yang berada dalam lembaran itu.


Sesekali Yuna mengurut pelipis matanya.Ia berfikir keras,ia tidak ingin membuat kesalahan sekecil apapun.Tidak ingin mengecewakan orang-orang yang sudah mendukungnya.


Hampir setengah jam berlalu,Yuna berjibaku dengan soal-soal yang rumit itu.ia mengerjapkan matanya,mencoba menarik nafas dan menghembuskan nya lagi.Yuna pun akhirnya menyelesaikan tes seleksi itu,ia memeriksa nya berulang kali.Dan akhirnya dia yakin dengan semua kemampuannya.Ia pun bangkit dari duduknya dan menyimpan lembaran itu di meja yang telah di sediakan.Beberapa orang yang berada di ruangan itu sekilas menatap nya.Entah apa yang mereka fikirkan,tapi memang Yuna menjadi orang kedua yang menyelesaikan soal-soal itu.

__ADS_1


Yuna pun melangkah keluar ruangan dengan hati yang sedikit lega.Dia yakin dengan semua yang dia kerjakan.


Aku tinggal menunggu hasilnya,semoga tidak mengecewakan.Batin Yuna.


__ADS_2