
Yuna melangkah menuju kamar mandi.Sesaat kemudian Daniel muncul.
"Ada apa?Kau tidak sabar sekali."Ucap Daniel seraya mengeringkan rambut nya yang basah.
Yuna memicingkan mata nya.
"Kau berhutang penjelasan padaku".Ujar nya mengancam.
Daniel tertegun dan mengangkat bahu nya,Yuna melangkah masuk ke kamar mandi.
Ada apa si dengan nya.Ah..wanita memang merepotkan.Batin Daniel.
Setelah selesai mandi dan menunaikan shalat subuh,Yuna duduk tepat di hadapan Daniel.Ia mematikan tayangan televisi yang sedang di tonton Daniel.
"Ada apa si?kau aneh sekali."Ujar Daniel kesal.
"Jawab pertanyaan ku,semalam apa yang kau lakukan pada ku?baju yang ku kenakan semalam bukan yang tadi ku pakai.Jawab lah dengan jujur"Ucap Yuna tegas.
Kenapa dia lebih galak dari aku?Batin Daniel.
"Sudah ku bilang,aku tidak melakukan apapun.Lagi pula memang apa yang kau ingat?".Tanya Daniel menggoda Yuna.
"Eumm...oh jadi benar kau macam-macam ya..."Yuna sudah mulai emosi.
"Hey,sadar lah Nona,kau itu istri ku.jadi...".
"Jadi apa?jadi kau bebas melakukan apa pun semau mu tanpa persetujuan dari ku?".Saat Yuna marah,secara bersamaan petir di luar bersahutan.Terlihat kilatan nya,dari jendela kamar.Membuat Yuna terkejut dan beringsut ke pangkuan Daniel.Ia menutup telinga nya,dan memejamkan mata.
Daniel hanya tersenyum.
"Lihat lah,kau yang mencoba mencari perhatian dengan ku kan"Ujar Daniel.Membuat Yuna beringsut dan menggeser tubuhnya.
"Aku kan terkejut."Ucap Yuna pelan,nada tinggi nya,seketika hilang.
"Semalam aku menumpahkan air minum dan terkena baju mu.Jadi aku yang mengganti nya,aku khawatir jika kau masuk angin nanti.Dan ya..kau memakai baju dalam kan.tenang saja,Aku tidak membuka nya.Aku hanya mengganti pakaian luar mu saja.".Jelas Daniel.Suara nya datar.
walaupun semalam aku hampir tergoda.Tapi aku khawatir kau akan membunuh ku jika aku melakukan nya..huh.Batin Daniel.
Yuna pun mengangguk-angguk.
"Aku harap kau berkata jujur".
"Tentu saja.kenapa tidak.Memang nya kau berharap aku melakukan apa?".
"Tidak.."Yuna pun pergi menuju dapur untuk membuat sarapan.Meninggalkan senyum di sudut bibir Daniel.
***
Sesuai perintah Daniel,Gino pun segera mengurus kepindahan Nico.Juga mengurus pengobatan ibu nya di Rumah Sakit.Nico sangat berterima kasih atas bantuan sahabat nya itu.
Nico kerap bolak balik ke rumah sakit untuk mengurus ibu nya,meski ia tidak melupakan pekerjaan nya di kantor.
Saat Nico hendak menuju rumah sakit,ia melihat seorang wanita di sebuah halte.Saat itu,hujan turun begitu lebat.Sudah hampir dua minggu ibunya mendapatkan perawatan di xx Hospital.Dan ia pun berkerja di kantor pusat yang di pimpin oleh Daniel dan Andrean.Nico sudah mencoba memberi tau adik-adik nya,atau anak kandung dari ibu angkat nya.Termasuk Sany,Tapi mereka sampai detik itu pun tak kunjung menjenguk ibu mereka.Jadi seratus persen Nico adalah satu-satu orang yang peduli pada ibu angkat nya itu.
__ADS_1
Tin
Tin
Nico menepikan mobil nya.
"Hay,Dokter Yuna"Sapa nya.
Nico dan Yuna pernah bertemu sekali di rumah sakit.Dan mereka pun langsung akrab.
"Hay"Yuna pun melambaikan tangan nya.
"Mau ke rumah sakit?"Tanya Nico dari dalam mobil.Karena memang hujan turun begitu lebat.
Yuna mengangguk.
"Naik lah."Ujar Nico membuka kan pintu mobil.Tanpa pikir panjang,Yuna pun menerima ajakan Nico.
"Kau mau kemana?"Tanya Yuna sesaat masuk ke dalam mobil.Dia mengusap-usap bahu nya yang basah terkena air hujan.
"Kemana lagi..aku akan menemui ibu."Jawab nya.
"Bagai mana dengan keadaan ibu mu?".
"Ya masih belum ada perubahan.Tapi setidak nya,ibu masih mampu bertahan.kemarin baru saja melakukan cuci darah."jelas Nico.sambil terus mengemudikan mobil nya.
"Semoga ibu mu lekas mendapatkan kesembuhan nya lagi ya..sabar lah"Ucap Yuna.
"ya..Aamiin terima kasih Dokter".Ujar Nico.Ada tatapan yang dalam di mata Nico,yang tak di sadari oleh Yuna.
***
Andrean selalu menghindar setiap kali mereka mengobrol.
Itu lebih baik,fikir nya.
Sampai saat itu,Daniel dan Yuna belum melakukan kewajiban mereka layak nya sepasang suami istri.Daniel tidak mau memaksa Yuna,yang memang entah kapan akan menyerahkan mahkota kesucian nya pada Sang suami.
Yuna pernah mencoba untuk memaksakan diri.Tapi Daniel menolak,jika Yuna masih ragu.
"Maaf kan aku,yang belum bisa memenuhi kewajiban ku sebagai seorang istri."Ucap Yuna di sela obrolan mereka.
"Hmm...lupakan lah.Aku tidak akan pernah memaksa mu".Ucap Daniel.
***
Saat waktu makan siang,Yuna berpapasan dengan Nico di lorong Rumah sakit.
"Hay,Nico"Sapa Yuna.
"Eh Dokter Yuna."Sahut Nico.Sampai saat itu pun Nico belum mengetahui bahwa Yuna adalah istri dari Daniel.Tapi Nico tau jika Dokter cantik yang sudah merebut hati nya itu,telah bersuami.
"Bagaimana keadaan ibu mu?Boleh aku menjenguk nya?".
__ADS_1
"Ibu ku,sudah lebih baik.Tentu saja,Dokter bisa menjenguk ibu,kapan pun Dokter sempat."Jawab Nico.
Nico selalu menepis perasaan nya.Yang menurut nya salah.Tapi,setiap malam ia selalu merindukan sosok Yuna.Entah apa yang ia rasa kan.ia merasa begitu dekat dengan Dokter Yuna.Ada perasaan yang berbeda menerusup ke sela batin nya.
Selepas menjenguk ibu Nico,Yuna dan Nico makan siang bersama.
"Aku yang akan mentraktir Dokter.Aku berharap Dokter mau menemani ku makan siang."Ucap Nico.
"Eum...baiklah.Oke"Ujar Yuna terkekeh.
Aku harap bisa menghibur nya,tidak mudah bagi nya melewati masa ini.Dia anak yang begitu berbakti,dengan ibu nya. Batin Yuna.
Saat makan siang usai,Nico hendak membayar tagihan nya,ia membuka dompet kulit yang terbuat dari kulit buaya itu.
Yuna memperhatikan sesuatu yang ada di dalam dompet Nico.
"Ada apa Dokter?tenang saja,aku bisa membayar nya kok haha.."Ujar Nico tergelak.
"Oh...iya.eum itu foto siapa?"Tanya Yuna,menunjuk ke sebuah foto yang terselip di dompet Nico.
Lalu tanpa ragu,Nico mengeluarkan nya.
"Oh ini?.ini adalah foto kedua orang tua kandung ku.kami berpisah sejak aku masih bayi."Jelas Nico.
"Boleh aku lihat?".Ujar Yuna mata nya penuh rasa penasaran.Foto yang tak asing bagi nya.
Yuna memperhatikan foto itu.Sedangkan Nico sedang membayar tagihan di kasir.
Astagfirullah.Batin Yuna.
Yuna menutup mulut nya,ia mencoba untuk mempertahan kan butiran bening yang sudah menumpuk di pelupuk mata nya.
Ia mencoba tenang dan menghela nafas nya pelan.
"Ada apa Dokter?"Tanya Nico yang melihat Yuna tertegun.
"Oh tidak apa-apa.Bagai mana kau bisa berpisah dari mereka?mengapa kau bisa mendapatkan foto ini?Maaf aku banyak bertanya"Ucap Yuna.
"Oh..iya,dulu sejak aku bayi,aku di culik Oleh sepasang suami istri.Mereka membawa ku ke kota ini.Entah aku berasal dari mana."Ujar nya mulai bercerita.
"Aku sudah mencari apapun yang menghubungkan aku dengan Mereka.Tapi hasil nya selalu nihil.
Aku rasa aku lelah.Aku hanya di beri sebuah foto oleh tetangga kedua pasangan yang menculikku itu.mereka masuk penjara saat usia ku mengijak enam tahun.Entah karena kasus apa."
"Apa kau sudah menyerah?"Tanya Yuna.
"Entah lah,aku sekarang sedang fokus pada kesehatan ibu yang mengurus ku sampai aku dewasa.Ia membutuhkan ku,aku harap hanya Tuhan yang mampu menunjukkan dimana mereka.Tapi seandai nya tidak pun, aku sudah ikhlas."Sambung Nico.
"Boleh kah aku meminjam foto ini?aku mungkin bisa membantu mu.."Ujar Yuna.
"Ya,silahkan.terima kasih."ucap Nico.
Dengan tangan gemetar,Yuna memasukkan foto itu kedalam tas nya.Sesaat ia memandangi wajah Nico.
__ADS_1
Ada sesuatu yang berbeda.
Benarkah ia adalah...