
Sesampai nya dihalaman kantor,Daniel langsung melangkahkan kakinya menuju lift.Saat pintu lift belum terbuka,Andrean tiba-tiba berada di sampingnya.
"Selamat pagi tuan Daniel"sapa nya sambil tersenyum-senyum.Daniel tidak menoleh,wajahnya terlihat cemberut dengan godaan sang kakak.
"wah Tuan Daniel tidak menjawab sapaan ku.Sombong sekali"Ejek Andrean lagi.
"jangan membahas masalah ini di kantor"ujar Daniel tanpa menoleh.
"Masalah apa?memangnya kau punya masalah?setau ku,ini sebuah solusi Tuan"ucap Andrean.
"Berhenti meledek ku kak"
Ting..
Pintu lift terbuka,Daniel segera memencet tombol menuju ruangannya,yang memang masih satu lantai dengan sang kakak.
"sekali lagi aku mohon jangan membahas masalah ini di kantor.Aku yakin,Mami hanya ingin menggoda ku saja.Mereka tidak benar-benar ingin menjodohkan ku kan?"
"Tapi kelihatannya mereka memang serius.Lagi pula,tidak mungkin Mami dan Papi menjodohkan kau dengan wanita sembarangan.Pasti wanita itu luar biasa,hingga bisa merebut perhatian kedua orang tua kita.Kau tau kan,bagai mana slektif nya Mami dalam berbagai hal.Apalagi mengenai calon menantu mereka."Ujar Andrean penuh keyakinan.
"Lantas,kenapa tidak kakak saja yang menerima perjodohan ini?"Tanya Daniel ketus.
"Jika saja aku belum mengenal wanita itu,tentu aku akan menerima perjodohan ini.Tapi,hati ku sudah tertambat padanya sejak lama".Terbayang dalam benak Andrean saat dimana mereka saling mengenal.
"Kenapa kakak tidak segera melamar nya sejak dulu?"Tanya Daniel mulai menginterogasi kakaknya yang memang sangat tertutup mengenai masalah wanita.
"Aku menunggu waktu yang tepat.Gadis itu sangat spesial,tak bisa sembarangan pria dapat memilikinya."sambung Andrean.
"Jadi menurut mu,kau pria yang luar biasa begitu?cih,percaya diri sekali kau.Bilang saja kalau kau tidak berani mengungkap kan nya.Kau kan cemen"Ejek Daniel.
"Hey,aku bukan cemen ya..Aku hanya pemilih.Aku memilih wanita yang memang tepat untuk ku."ucap Andrean menjewer adiknya.Daniel yang meringis menahan sakit, malah tergelak.
"Haha..itu alibi mu saja.Seharus nya kau yang menerima perjodohan ini,karena selama ini kan kau memang zomblo akut"Pernyataan Daniel semakin membuat Andrean gemas.Andrean mengacak-acak rambut adiknya yang sudah rapih paripurna itu,hingga Daniel merasa jengkel.
"Kakak hentikan,aku bukan anak kecil.Kau tau semua orang di kantor segan pada ku,kalau kau membuat penampilan ku berantakan seperti ini,apa kata mereka"ujarnya gusar.Sambil.merapikan lagi rambut nya.
"maka nya jaga bicara mu.Satu lagi,tidak semua orang segan padamu,yaitu aku."Ucap Andrean terkekeh,dan mendahului Daniel saat pintu lift terbuka.
Seorang karyawan yang berpapasan hendak masuk ke dalam lift pun,terpaku di tempatnya saat Daniel masih berada di sana.Karyawan itu menundukkan kepala nya.
"Selamat pagi pak"sapa nya.
"Pagi..Apa yang kau lihat?"ujar Daniel,masih merapikan rambutnya.Karena Daniel memang seorang pria yang perfecionis dalam segala hal,terutama untuk penampilan nya.
__ADS_1
"Tidak pak"Ucap karyawan itu kembali menundukkan kepala nya sesaat setelah melihat Daniel.
Daniel pun melangkah keluar dari dalam lift.Dan menoleh kembali ke arah karyawan itu.
"Bagai mana penampilan ku?"Tanya nya.
"Penampilan anda selalu sempurna pak"masih menunduk.
"cih,aku tau itu...tapi yang ku tanya,bagaimana rambut ku?apa sudah rapi?Bagaiman kau bisa menilai ku,kalau kau menunduk seperti itu."Tanya nya dengan intonasi yang sedikit tinggi.
Dengan ragu,karyawan laki-laki itu,menegakkan pandangan nya melihat Daniel .
"Bagaimana?"
"Pak Bos,sangat sempurna dengan rambut seperti apapun"ucap nya dengan wajah agak ketakutan.
"Huh...kau bilang aku tampan dan sempurna,tapi wajah mu itu seperti sedang melihat hantu.Sudah sana.."ujar Daniel meninggalkan karyawan itu yang memang sangat cemas.
Dasar bodoh,kenapa aku begitu ketakutan,Pak Daniel kan hanya bertanya tentang penampilannya.aduh Batin Nya.
Daniel berjalan menuju ruangannya yang memang bersebelahan dengan ruangan Andrean.Tiba-tiba Daniel menghentikan langkah nya,ia terpaku melihat seseorang yang tak asing lagi baginya.
Sany???sedang apa dia di sini? Batin Daniel.
Tapi Daniel membuang muka,seolah tak mengenal wanita itu.
Andrean mengerti dengan situasi saat itu,dia mengajak Sany,wanita yang berdiri bersama nya itu masuk kedalam ruangannya.
"Sany,sebaiknya kita bicara di ruangan ku saja"Ajak Andrean.
"Tapi,aku belum menyapa Daniel kak"ucap nya,dengan suara manja.Wanita yang cukup cantik dan mempesona itu,sepertinya merasa kecewa karena Daniel tidak memperdulikan nya,dan masuk ke dalam ruangan l tanpa membalas sapaan dari nya.
"Sudah lah..Ayo"Ajak Andrean.
*
Waktu makan siang pun tiba,Daniel keluar ruangannya,setelah menyelesaikan kan beberapa berkas yang menumpuk sejak pagi.
Saat melangkah keluar,bersamaan dengan itu Andrean pun berpapasan dengan nya.
"Kak"panggil Daniel.Andrean pun menoleh dan tersenyum,ia tau apa yang akan di bicarakan adik nya itu.
"Mau makan siang dimana?"Tanya Andrean.
__ADS_1
"Terserah kakak"
"Baiklah,kita ke resto dekat sini saja ya,masih banyak pekerjaan menungguku."ujar Andrean saraya melangkah beriringan dengan Daniel.Andrean menunduk ketika beberapa karyawan nya menyapa,tapi tidak dengan Daniel.
"Mereka menyapa mu,"
"Aku tau"Ucap Daniel acuh.Andrean hanya menggeleng sambil tersenyum tipis.
**
Sampai lah mereka di sebuah restoran,dan memesan beberapa makanan juga minuman,setelah pramusaji tadi memberikan buku menu dan mencatat nya.
Sambil menunggu pesanan datang,Daniel pun mulai bertanya mengenai hal yang ingin ia bicarakan sedari tadi pagi.
"Kenapa wanita itu bisa berada di kantor kita?"Tanya Daniel.
"siapa?Sany?"Tanya Andrean mempertegas.
"Hmm"Jawab Daniel singkat.Ia enggan menyambut nama wanita itu,wanita yang pernah sangat berarti dalam hidupnya dulu,sebelum rasa sakit di dada nya hadir,menghancurkan kepercayaan nya.Penghianatan yang membuatnya kecewa dan marah,hingga saat ini.Luka yang tak berdarah,namun menyisakan rasa sakit tak terobati.
"Sebelum nya,aku minta maaf padamu,karena aku terpaksa menerima nya menjadi sekertaris ku"jawab Andrean.
"Apa sekertaris kakak?"Tanya Daniel terkejut.
"Ya,kau sudah tau pasti mengenai pekerjaan ku yang begitu banyak akhir-akhir ini,sebenarnya dia hanya membantu ku untuk pekerjaan di luar kota,tapi karena sekertaris Nina sedang hamil,dan hampir mendekati persalinan jadi mau tidak mau aku meminta Sany untuk menggantikannya."jawab Andrean.
"Kanapa harus dia?sejak kapan kakak menjadikannya Sekertaris kakak?"
"Sudah hampir satu tahun.Kau tau Ayah Sany adalah teman baik Papi.Jadi aku tidak mungkin menolak nya,apa lagi beliau yang menemui ku secara langsung."
"Maksud ku kenapa harus dia yang mengganti kan Nina?"Tanya Daniel masih dengan nada kesal.
"Aku tidak punya pilihan lain.Saat ini Sany sudah banyak tau mengenai beberapa pekerjaan yang sedang aku selesaikan.Jika aku merekrut pegawai lain,itu membutuhkan waktu yang cukup lama.Aku harap kau mengerti.Maaf kan aku."
Daniel mengembuakan nafasnya berat,Dia mencoba memahami keadaan kakak nya.
"Aku sudah memperingati nya agar tidak mengganggu mu"ucap Andrean meyakinkan.
"Aku harap Wanita itu mau mendengarkan kakak"jawab Daniel ragu.
"semoga saja haha"Andrean malah tergelak.Dia pun tau bagaimana tabiat gadis itu.Tidak mudah menyerah untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.
Kenapa masa lalu ku harus hadir lagi si.Batin Daniel.
__ADS_1