The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Fashion show (part 2)


__ADS_3

Daniel dan Gino masih dalam perjalanan menuju tempat acara itu di helat.


"Bos,apa anda ingin membeli bunga untuk Nona Seila?"Tanya Gino sambil fokus pada kemudi nya.


"Untuk apa?"Tanya Daniel tak begitu antusias.


"Menurut saya,sebaik nya Bos membeli bunga untuk di berikan pada Nona Seila atas pencapaian nya,dan biasa nya di berikan di akhir acara,saat Nona seila berada dia atas cat work."Jelas Gino.


"Kau seperti tau betul mengenai acara pamer pakaian itu?Kau sering menghadiri acara seperti itu memang nya?"Tanya Daniel.memicingkan mata nya.


"Oh,saya sudah beberapa kali melihat nya di televisi atau di internet,Bos."Ujar Gino mencari alasan.Padahal dia memang sering pergi untuk melihat acara itu.Menurut nya acara itu sangat menarik,karena menampilkan karya-karya yang luar biasa dari otak para desainer yang jenius.Karena menurutnya juga merancang busana bukan lah perkara mudah.Maka dari itu kita harus mengapresiasi karya mereka dan menghargai betapa tidak mudah nya menciptakan sebuah karya seni berupa pakaian.


Gino juga harus berhati-hati agar Bos nya itu jangan sampai mengetahui bahwa ia juga sering menghadiri acara yang di mana di hadiri juga oleh seila itu.Diam-diam Gino mengagumi sosok adik dari Bos nya.


Kalau Bos tau,bisa-bisa aku di kirim ke padang pasir untuk menggembala unta.Gawat!Batin Gino.


"Baiklah,berhenti di toko bunga dan belikan bunga untuk Seila."


"Baik Bos".Jawab Gino.


Aku bisa-bisa di pakai kan gaun oleh nya nanti,jika tidak memberikan apapun pada si manja itu.Batin Daniel.


.


***


Yuna dan Opa,juga Ken telah sampai di depan gedung yang di jadikan tempat acara itu berlangsung.


Terpampang beberapa spanduk sponsor yang mendukung berlangsungnya acara itu,di sepanjang jalan memasuki gedung pun terdapat bendera PT.wira Group sebagai sponsor terbesar.


Ada juga beberapa sponsor dari brand-brand kosmetik terkenal terpampang di sana.


Para undangan pun seperti nya sudah terlihat ramai berdatangan.Mereka rata-rata berasal dari para sosialita,artis-artis terkenal dan para pecinta mode.Wartawan pun sudah mulai berdatangan,Memasang kamera mereka di beberapa sudut tempat itu,ada pula yang sedang mewawancarai beberapa artis yang sedang naik daun.


Memang biasa nya para artis lah yang mendominasi di antara para pengunjung yang ada.Karena fashion dan mode memang menjadi penunjang penampilan mereka ketika tampil di televisi atau acara-acara bergengsi.


Hingga para artis biasa tak kan pernah melewatkan trend-trend fashion terkini.


Yuna di buat terperangah dengan penampakan di hadapan nya,panggung yang begitu mewah dan tamu yang datang pun cukup banyak.


Maklum lah,yang menggelar acara tersebut adalah cucu perempuan satu-satunya dari keluarga wirawan,yang merupakan investor terkemuka dan memiliki banyak asuhan di berbagai bidang dalam atau luar negeri.

__ADS_1


"Opa,aku malu,mereka semua tampak elegant,sedang kan aku hanya..."Yuna melihat penampilan nya sendiri hingga ujung kaki.


"Kenapa?tidak ada yang salah dengan penampilan mu.Kau cantik dengan apa ada nya dirimu.Apa kau lupa,bahkan Ken tidak berkedip saat berjumpa dengan mu tadi."ujar Opa melirik ke arah Ken.


Dan Ken malah pura-pura tak mendengar nya.


Yuna hanya tersenyum.


"Jika kau tampil dengan riasan seperti mereka,nanti semua orang akan di buat kalang kabut.Bukan begitu Ken?"Tanya Opa.


"Apa?Opa bertanya pada ku?tentang apa?"Ken berpura-pura bingung.


Membuat kedua nya malah terkekeh.


Mereka pun melangkah memasuki gedung .Beberapa orang yang terlihat memakai jas dan berpenampilan paripurna layak nya para pengusaha sukses itu pun menundukkan kepala nya saat Opa Wirawan berjalan memasuki ruangan utama.


Yuna merasa malu dan tak percaya diri karena penampilan nya pasti menjadi perbincangan di antara para tamu undangan yang melihat.


Tapi meskipun penampilan Yuna begitu sederhana,karena memang dia secara mendadak pergi ke acara itu.Tak ada yang berani membicara kan nya atau bahkan hanya sekedar berbisik.Hanya melirik dengan tatapan penuh tanya.


Bukan karena memang penampilan nya,tapi tentang siapa yang berjalan di sampingnya.Seseorang yang begitu sangat di segani di kalangan para pebisnis,sang pemilik perusahaan terbesar,juga seorang investor ternama.Semua menundukkan kepala nya.


Dengan gagah Kenzo berjalan di samping beliau,tak akan ada yang berani meski hanya untuk berjabat tangan.


Saat memasuki ruangan tunggu,terlihat beberapa orang sedang sibuk kesana kemari.Nyonya wini yang kebetulan berada di sana pun menyambut antusias kedatangan mereka.Beliau langsung melangkah menghampiri mereka.


"Ayah."panggil nya.


Opa wirawan pun menoleh,begitu juga Yuna dan Ken.Nyonya wini meraih tangan mertua nya itu dan mencium punggung tangan nya.


Yuna terkejut saat melihat dari mana sumber suara itu berasal.


Tante Wini?Beliau memanggil Opa dengan sebutan Ayah?. Batin Yuna penuh tanya.


"Yuna?kau di sini?"Tanya Nyonya Wini pada Yuna.Dan Yuna hanya meringis menutupi kebingungan nya.


"Ayah mengenal Yuna?"Tanya Nyonya wini pada Opa.


"Tentu saja.Panjang cerita nya,Nanti Ayah beri tau ya"Jawab Opa tergelak.


"Dimana Seila?"

__ADS_1


"Oh,dia tadi ada di sini,tapi...entah lah.Mungkin di sedang sibuk mempersiapkan acara nya.kebetulan sebentar lagi akan di mulai"Jawab Nyonya Wini mata nya berkeliling.


"Kau juga mengenal Yuna?"Tanya Opa.


"Ah..haha tentu saja.Seperti yang Ayah bilang,'panjang cerita nya'."Jawab Nyonya Wini membuat mereka tertawa.


Mereka pun menuju ke kursi yang telah di sediakan,setelah Yuna dan juga ken menjabat tangan Nyonya wini.Sebuah etika yang tak boleh sampai di abaikan.


Kursi para tamu sudah mulai terisi penuh,pemandu acara pun sudah membuka acra tersebut dengan di awali doa pembuka.Lampu-lampu kamera sudah mulai menyala.Yuna beserta Nyonya wini duduk bersebalahan,dan juga Ken duduk di samping Opa.Mereka duduk di bangku paling depan.Bangku VVIP yang memang di sediakan untuk keluarga dari Seila,sang Desainer.


Acara inti pun di mulai,di awali dengan muncul nya seorang peragawati rancangan sang Desainer,Para tamu undangan yang hadir di buat takjub,mereka pun bertepuk tangan.Lampu kamera mulai.berkelap kelip,menjepret setiap bagian pakaian yang di kenakan sang model.Dan muncul lagi beberapa peragawati berlenggak lenggok di atas Cat work.


Yuna pun terperangah melihat penampilan para model yang mengenakan pakaian dengan rancangan yang luar biasa itu.Decak kekaguman Yuna pada putri Nyonya wini yang tak bisa terelakkan.


"Putri anda memang luar biasa tante...semua rancangan nya terlihat elegant.Ya...meski pun aku tidak mengerti tentang mode dan fashion,tapi aku bis melihat bahwa ini karya yang luar biasa"Ujar Yuna penuh kagum.Bahkan ia nyaris tak berkedip saat melihat nya.


"Terima kasih sayang..."Ucap Nyonya Wini,seraya menyentuh lengan calon menantu nya itu,dan di balas senyuman oleh Yuna.


Yuna pun menoleh ke arah Opa.Tak lengkap rasa nya jika sanjungan nya itu tak di dengar oleh Opa.


"Opa...cucu Opa luar biasa."Bisik Yuna.Pada Opa yang memang duduk di sebelah nya.


"Ah...iya luar biasa.."Jawab Opa seraya melukis senyum nya.Mata Opa pun berbinar,merasakan betapa semua cucu nya telah menjadi orang -orang yang membanggakan.


Acara masih berlangsung,terlihat decak kekaguman di mata para tamu undangan,juga beberapa desainer yang juga turut di undang dalam acara itu.Mereka sangat mengapresiasi karya -karya yang di suguh kan oleh sang Desainer muda itu.Seila Wirawan cucu sang raja investor,apa yang di cita-cita kan telah ia wujudkan dengan usaha dan tekad nya sendiri.


Semua orang mengalihkan perhatian nya sesaat,ketika seseorang memasuki gedung itu.Ia berjalan bak seorang pangeran yang hendak memilih calon pendamping nya.Para tamu undangan bahkan tak berkedip saat sang pangeran itu melintas di hadapan mereka.Pesona nya tak bisa di elakkan,membuat beberapa wanita berbisik tanpa mengalih kan pandangan nya.


"Gino kita harus kemana?"Tanya Daniel bingung.Karena memang ini kali pertama nya menghadiri acara sang adik.Biasa nya Andrean lah yang selalu antusias untuk menghadiri acara itu.


"Sebaik nya kita duduk di kursi paling depan.Biasa nya di sana di peruntukkan untuk tamu spesial Bos."Jawab Gino dengan yakin.


"Wah kau seperti nya tau betul ya"Ujar Daniel dengan tatapan yang menyelidik.


Mati aku..Batin Gino.


Gino hanya tersenyum menanggapi pernyataan sang Bos.


Daniel dan Gino menuju kursi yang telah di sediakan.Ia duduk di samping Ken.Dan sempat tersenyum menyapa Ken dan Opa.


Tapi ia mengerutkan dahi nya dalam penuh tanya,saat melihat siapa yang duduk di antara Opa dan sang Mami.

__ADS_1


Tapi Daniel tak merespon apapun,dia terduduk santai di bangku nya.Begitu pun Yuna yang terlihat begitu fokus pada penampilan yang di suguh kan,hingga tak menyadari kedatangan Daniel.


__ADS_2