
Daniel yang awal nya hendak mencari Yuna,karena malam sudah larut,memutuskan untuk kembali ke kamar nya.Rasa bersalah nya semakin menjadi,di tambah dengan rasa penasaran akan kedekatan kakak nya itu dengan istri nya.
Kini Daniel terduduk di ranjang nya.Dia berfikir mencerna kata-kata istri nya itu.Daniel.memang tau bahwa tidaka ada cinta di dalam pernikahan mereka,tapi entah kenapa Daniel merasa ada sesuatu yang berdenyut di dada nya,saat Yuna mengatakan bahwa ia tidak cemburu dengan kedekatan nya dengan Dokter Miranda.
Daniel menepis perasaan aneh itu.Dia mencoba membayang kan pertemuan nya dengan mantan kekasih nya yang sudah lama pergi dan datang dengan sejuta pesona.Mungkin kah Daniel masih mencintai Miranda?
Beberapa saat Yuna pun masuk ke kamar,mendapati Daniel berada di balkon kamar nya.
Yuna menghampiri Suami nya itu.Entah apa yang sedang di fikirkan Daniel.Yuna pun mencoba tidak perduli.Tapi peran nya sebagai seorang istri,tak bisa dia abaikan nya.Ia mencoba untuk bertanya hal apa yang membuat Daniel tidak seperti biasanya.
Biasa nya dia sudah tidur jam segini?Apa yang sedang di fikirkan nya?apa mungkin dia sedang berfikir,kapan akan mencerai kan ku?untuk bisa kembali pada mantan nya yang begitu memukau itu?Akhh..Apa sih yang aku fikirkan".Batin Yuna mencoba menepis semua fikiran buruk nya.
"Sudah malam,di luar sangat dingin.Besok kau kan harus ke kantor.Jadi beristirahat lah."Ujar Yuna.
Tapi Daniel tak menjawab.
"Aku akan tidur di sofa.Jadi kau tidak usah khawatir."Sambung Yuna.
"Hmm".
Yuna tersenyum kecut.Karena perkataan nya tak di gubris oleh Daniel.
"Baiklah,aku tidur duluan".Ucap Yuna membalikkan tubuhnya.
"Apa kau yakin tidak cemburu dengan Miranda?".
Hah?kenapa dia bertanya begitu?bukan kah seharus nya dia senang,karena aku tidak peduli dengan hubungan nya dengan Dokter Miranda?.batin Yuna.
"Tidak.Dan kau bisa melakukan apapun yang kau suka.Tapi jangan turut hadirkan aku diantara kemesraan kalian.Aku tidak suka pandangan orang yang tersenyum getir padaku.Karena mungkin mereka berfikir aku adalah istri yang terabaikan."Jawab Yuna tanpa menoleh.
"Kenapa kau tidak bilang saja jika kau cemburu?".
"Aku tidak cemburu.Aku sudah tau hubungan mu dengan nya.Bahkan kalian belum putus.Jadi jika kau ingin kembali pada nya,aku tidak akan menghalangi.Lepaskan saja aku.Aku akan dengan senang hati."Jawab Yuna.
Daniel membalikkan tubuh nya,begitu pun Yuna.pandangan mereka bertemu.Daniel manatap Yuna dengan tatapan tajam nya.sedikit mendekat.
"Apa maksud mu?kau ingin berpisah dengan ku?kau ingin membuat kedua orang tuanku terluka?"Tanya Daniel.Membuat Yuna bergidik.
"Bu..bu bukan begitu."Nafas Yuna tersengal.Dia tidak pernah berfikir seperti yang di katakan Daniel.Tapi Daniel menatap nya seolah ingin menelan hidup-hidup Yuna dengan mata nya.Membuat Yuna menelan Saliva nya berat.
"Jadi katakan?Apa maksud mu?".Masih dengan suara tegas nya namun terdengar lebih rendah.
"Aku hanya ingin untuk tidak menjadi penghalang hubungan kalian.Aku..."Kata-kata Yuna terhenti.Daniel mendekat hingga nafas nya terasa di pipi Yuna yang mulus.
Yuna mendorong tubuh Daniel agar sedikit berjarak.
__ADS_1
"Aku tau tidak ada cinta di antara kita.Dan entah sampai kapan kita membohongi dunia dengan pernikahan ini.Kau mungkin juga terkekang karena tidak bisa menjalin hubungan dengan wanita itu,karena kau berstatus suami orang.Dan itu pun juga berdampak tidak baik bagi Dokter Miranda,jika harus begitu akrab nya dengan pria yang telah beristri." Sambung Yuna.
Daniel memegang dagu Yuna dan mendekatkan ke wajah nya.
"Katakan kau cemburu."Daniel berbisik,hingga bulu kuduk Yuna meremang.
Yuna menggeleng kan kepala nya pelan.
"Baiklah."Daniel menempelkan bibir nya di hidung Yuna yang runcing.Yuna terkesiap tapi Daniel tidak melepas kan nya.
Apa-apaan si dia?Batin Yuna.
Tiba-tiba Daniel melepaskan ciuman nya yang mendarat di hidung Yuna.Lalu melangkah menuju ranjang nya.Daniel merebahkan tubuhnya dengan kedua lengan sebagai bantalan nya.
Daniel menatap ke langit -langit kamar nya,sesaat Yuna pun masu setelah menutup pintu kaca yang mengarah ke balkon,Serta menutup tirai panjang yang berwarna cream itu.
Yuna melihat Daniel masih membuka mata nya.Yuna memilih untuk berbaring di sofa.Daniel menoleh ke arah Yuna.
"Kenapa kau tidur di situ?"Tanya nya.
"Tidak apa-apa.Lagi pula aku telah mengunci pintu,jadi tidak akan ada yang tau jika aku tidur si sini."Jawab Yuna.
"Terserah kau saja.Jangan salahkan aku jika nanti kau jatuh sakit lagi karena tidur di situ.".
"Kenapa kau menutupi seluruh tubuh mu?"Tanya Daniel.
Apa sih?kenapa dia belum tidur juga?Batin Yuna.
"hmm" .Jawab Yuna,seolah dia sudah tertidur.
Beberapa saat kemudian,Yuna mengintip dari balik selimut nya,berharap Daniel sudah tidur dan tidak memandangi nya lagi.
Apa dia sudah tidur ya...?Batin Yuna.
"Aku tau kau mengintip."ujar Daniel.
Dengan segera yuna merapatkan selimut nya,karena ia tertangkap basah.
Aduh,sial ternyata dia belum tidur.Batin Yuna.
***
Pagi hari Daniel sudah bersiap untuk berangkat ke kantor.Tapi ia masih mencari dokumen untuk meeting pagi itu.
"kemana ya..?ah mungkin di kamar kak Andrean."Gumam Daniel.
__ADS_1
Lalu Daniel pun menuju kamar Andrean yang memang berada di sebelah kamar nya.
Ia mengetuk pintu beberapa kali tapi tak ada sahutan dari dalam.Daniel pun memutuskan untuk masuk.
Sampai di dalam kamar Andrean terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi.
Mungkin kakak masih mandi.Batin Daniel.
Daniel melihat layar laptop sang kakak masih menyala.terdapat beberapa foto di layar laptop nya.Daniel menatap baik-baik gambar yang terpampang di sana.
Daniel mengerut kan kening nya dalam.Tangan nya mengepal kuat,rahang nya mengeras.Mata nya masih fokus pada layar,ia pun membuka galeri foto yang juga terdapat banyak foto-foto serupa.
Yuna???
Andrean terpaku di ambang pintu kamar mandi nya.Sambil memegang handuk untuk mengering kan rambut nya yang basah.
Andrean menelan Saliva nya berat.
Astaga aku lupa mematikan nya.Batin Andrean..
Daniel menoleh ke arah Andrean yang terlihat terkejut,Bahkan Andrean tak sadar saat handuk kecil yang di pegang nya terjatuh.
Daniel menatap Andrean tajam.Ada kekecawaan di mata nya,tapi tak ada amarah.Entah apa yang di fikirkan Daniel,tapi ia hanya terdiam.
Padahal sorot mata nya penuh tanya.
"Niel,aku bisa jelaskan semua nya."Ucap Andrean selangkah mendekat.
Daniel malah bangkit,ia masih menatap Andrean tanpa bertanya.
"Aku dan Yuna sudah lama saling mengenal,lama sekali.Sejak Yuna masih duduk di bangku SMA.Kami hanya berteman."Jelas Andrean gugup.
Diam nya Daniel,merupakan sesuatu yang paling di khawatir kan Andrean sejak dulu.Daniel memang sosok yang acuh.Tapi jika berhadapan dengan nya,Daniel akan selalu terbuka,dan santai.
"Niel,percaya lah.itu hanya masa lalu".Sambung Andrean ketika Daniel tak kunjung berucap.
Daniel membuang pandangan nya ke langit-langit kamar.Dia menghembuskan nafas nya berat.Benar-benar tidak percaya dengan apa yang terjadi.
"Apa wanita yang ingin kau lamar itu adalah Yuna?itu alasan nya,kau tidak kunjung melamar nya?karena dia sebenarnya sudah menikah?"Tanya Daniel.
Andrean yang malah terdiam.Entah apa yang harus ia katakan pada adik nya itu.Andrean tidak pandai berbohong,apa lagi dengan sang adik.
"Katakan kak?Apa sampai sekarang kau masih mencintai nya?"
Glek...
__ADS_1