
Di depan pintu ruangan kerja Daniel,Andrean masih mendengarkan pembicaraan sang Papi pada adik nya,Andrean pun turut memahami apa maksud dari Papi nya.
Tiba-tiba Seila muncul mengejutkan Andrean.
"Kakak sedang Apa?"Tanya nya membuat Andrean terperanjat.
"Syutt..."Andrean meletakkan telunjuk nya di bibir nya.
"Ada apa kak?"Tanya seila sambil berusaha melihat ke dalam ruangan.Tapi Andrean mencegah nya dan menariknya.
"itu kak Niel kan?sedang di marahi Papi ya,kenapa?"
"Jangan banyak tanya,kembali ke kamar mu."Ucap Andrean.
"Kakak...bukan kah,kak Rean juga menguping?".Ujarnya mengerucutkan bibirnya.
"sudah sana".Andrean memelototi Seila.
"issh..."Seila pun melangkah pergi ke kamarnya dengan perasaan kesal.
"Dasar kepo".Gumam Andrean.Lalu ia pun melangkah pergi.
***
Daniel masih tertunduk di ruangan nya.Ia tau bahwa ia salah.Sang Papi punya alasan kuat untuk marah pada nya.Dan ia tidak punya alasan untuk membela diri nya sendiri.
Daniel ingat bagaimana tatapan ketakutan di mata Yuna,saat dirinya marah tadi.Bahkan ia tidak peduli saat Yuna terjatuh.
Daniel mengacak-acak rambutnya,ia menyandarkan tubuhnya di sofa,dengan tangan di letakkan di atas kening nya.
***
Yuna masih merasa cemas,dia masih terduduk di atas ranjang.Hingga beberapa saat kemudian Dokter Arman pun mengetuk pintu.
"Masuk"Tutur Yuna.Ia terkejut,tapi seketika mereda saat melihat siapa yang datang.
"Papi.."
"Bagaimana dengan keadaan mu?"Tanya Dokter Arman lembut.
"Sudah membaik Pap,hanya masih terasa pusing."Jawab Yuna.
"kalau begitu beristirahat lah.Jangan lupa makan lah buah-buahan ini,supaya kau cepat pulih."Ujar Dokter Arman memberikan sepiring buah-buahan yang sudah di kupas dan di potong.
"Biar Papi suapi ya.."ujar nya.
"Tidak usah Pap,biar aku sendiri saja.Terima kasih."Ucap Yuna menerima piring itu,seraya tersenyum.
"Baik lah,Papi tinggal dulu ya,Jika kau butuh sesuatu panggil para asisten ya..".
"Iya Pap,terima kasih.Papi baik sekali pada ku."Ucap Yuna lirih,ia menahan haru di dalam hati nya dengan perlakuan lembut sang mertua nya itu.
"Jangan bicara begitu,Papi hanya berusaha menjadi Ayah mu di rumah ini.Jika ada sesuatu yang membuat mu tidak suka,bicara pada Papi ya..jangan sungkan."Ujarnya.
Seandainya Daniel bersikap seperti keluarga,nya pasti aku akan sangat bahagia.Batin Yuna.
Yuna hanya tersenyum ketika Dokter Arman melangkah keluar dari kamar nya.
Beberapa saat kemudian Daniel masuk ke kamar nya.Membuat Yuna terperanjat.
Seketika Yuna bangun dan turun dari tempat tidur nya.
"Mau kemana?tidur lah."Ucap nya,membuat Yuna mengerut kan dahi nya.
"Naik"pinta nya.
__ADS_1
Ada apa dengan nya?
"ku bilang naik ke tempat tidur dan beristirahatlah.Cepat sembuh,dan jangan membuat ku repot".
Dengan ragu,akhirnya Yuna pun kembali naik ke atas ranjang.
"Geser."
"Geser?"
"Aku juga mau istirahat.Kau fikir,aku akan tidur di mana?ini kan tempat tidur ku."ucap Daniel.Lalu berbaring di sebelah Yuna yang telah menggeser posisi duduknya.
kenapa dia tiba-tiba berubah?.Batin Yuna.
"Tidak usah berfikir yang macam-macam."Ujar Daniel memejamkan mata nya.
"Tapi ini kan belum larut.Tumben kau tidur secepat ini.?"Tanya Yuna ragu.
Tapi Daniel tak menjawab.Ia malah terlelap.
Dan Yuna pun tertidur di samping Daniel dengan membelakangi nya.Beberapa saat kemudian ia pun tertidur.
Nyonya wini yang hendak menawarkan makan malam,terkejut saat membuka pintu kamar nya.Ada senyuman menghiasi bibir nya.Dia bahagia karena mungkin putra nya itu telah memahami arti dari hidup berumah tangga.
Nyonya wini dengan sumringah nya melangkah menemui sang suami yang tengah menikmati secangkir kopi di ruang televisi.
"Pap.."Panggil nya.
Dokter Arman pun menoleh.
"Ada apa Mam?kenapa senyum-senyum begitu?".
"Memang apa sih yang Papi bicara kan pada Daniel?"Tanya nya menggebu-gebu.
"Tidak ada".Jawab nya singkat.
"Memang ada apa sih?"Tanya Dokter Arman,sambil menepuk-nepuk lengan istri nya.
"Pap,Mami lihat mereka tidur bersama satu ranjang pap."Wajah nyonya wini memerah.
"Eh..Mami ngintip ya.."Ujar Dokter Arman menggoda.
"Ah siapa yang mengintip.Mami cuma mau menawarkan makan malam pada Yuna,dan akan mengecek kondisi nya,tapi saat Mami membuka pintu kamar nya.Eeh Daniel sedang tidur.Yaa meskipun mereka saling membelakangi."Ucap nya dengan nada kecewa.
"Benar kah?syukurlah jika Daniel mulai mengerti."Jawab Dokter Arman.
"Jadi,apa benar Papi yang membuat Daniel berubah begitu?".
"Berubah apa nya?ah Mami ini kalo bicara yang aneh-aneh saja.Lalu bagai mana,Apa mereka tidak akan makan malam?"Tanya Dokter Arman.
"Biar lah,nanti Mami bangun kan Daniel".
***
Saat tengah malam,Daniel yang tertidur lelap awal nya itu,merasa lapar,karena memang dia belum makan sejak siang tadi.
Daniel memandangi Yuna yang masih terlelap.
Maaf...Maaf kan aku,aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu,aku hanya belum bisa menerima keadaan ini.Dan belum bisa meyakin kan diriku bahwa kau adalah istri ku sekarang.Begitu sulit menerima orang baru yang hadir begitu dekat dengan ku,bahkan menghadapi kenyataan bahwa seharusnya kau tidur bersama ku.
Maaf juga karena aku belum bisa memberikan nafkah batin untuk mu...
Batin Daniel.
Daniel menyibak rambut Yuna yang menutupi dahi nya dengan lembut.Wajah Yuna masih terlihat pucat.Membuat Daniel semakin merasa bersalah.
__ADS_1
Aku tidak ingin Mami atau seila mengalami hal yang sama jika aku memperlakukan mu tidak baik.Batin Daniel.
Daniel beranjak dari ranjang nya,ia melangkah menuju dapur.Karena Nyonya wini lupa untuk membangun kan nya,waktu sudah tengah malam.Semua orang sudah terlelap.Daniel mengambil sepotong roti dan mengoleskan selai coklat.Karena hanya itu lah yang dapat ia makan tengah malam begini.
Daniel tidak mau mengambil resiko jika harus memasak.Dia tau betul bahwa diri nya tidak pandai memasak seperti Andrean.
"Seandainya ada nasi goreng,pasti enak."Gumam nya sendiri.sambil mengunyah roti yang sudah dua potong ia lahap.
"Kau mau nasi goreng?"Tanya seseorang dari belakang nya.Membuat Daniel terkejut.
"Astaga...aku fikir hantu"Ucap nya.
Yuna tersenyum,melihat suami nya yang terlihat lapar itu.
"Aku buatkan nasi goreng ya...mau?"Tanya Yuna.
"Tidak usah,aku sudah kenyang.Lagi pula kau kan sedang sakit."Ujar Daniel masih bernada acuh.
"Aku sudah lebih baik.Kau yakin tidak mau?Aku lapar juga.Aku akan membuat nya."Ujar Yuna mulai mengambil bahan-bahan.
Daniel masih terduduk sambil meneguk segelas air putih.
Dia memperhatikan Yuna yang terlihat santai membuat nasi goreng.Aroma harum nasi goreng buatan Yuna,membuat perut Daniel yang memang belum kenyang itu,berdendang ria.
"Ini...makan lah"Ucap Yuna menyuguh kan sepiring nasi goreng di hadapan Daniel.
"Untuk mu saja."Jawab nya gengsi.
"Aku membuat dua piring.Makan lah,terima kasih telah mengijinkan aku tidur di ranjang mu malam ini.Aku janji,besok aku akan tidur di sofa lagi.Dan memastikan tidak ada yang tau tentang itu."
Kata-kata Yuna yang tulus membuat Daniel merasa bersalah.
Apa aku sekejam itu?Batin Daniel.
"Ayo makan lah,anggap ini sebagai ucapan terima kasih ku"Sambung Yuna.
Yuna pun mulai melahap nasi goreng nya.Hingga Daniel pun tak kuasa menolak nya,karena ia memang masih merasa lapar.
Yuna hanya tersenyum melihat Daniel begitu antusias nya memakan makanan buatan nya.itu kali pertama nya Yuna khusus membuatkan makanan untuk suami nya.Meski setiap pagi semenjak pindah ke rumah itu,Yuna kerap membantu sang mertua memasak di dapur.
Seperti nya ia menyukai masakan ku.Syukurlah.Batin Yuna.
***
Andrean melangkah menuju dapur,tenggorokan nya terasa kering,ia hendak mengambil segelas air minum.Tapi sebelum memasuki dapur,Andrean menghentikan langkahnya.Dia melihat pemandangan yang begitu romantis.sepasang pengantin baru,sedang makan berdua di tengah malam.
Meskipun tidak sepiring berdua,tapi ini merupakan satu kemajuan untuk hubungan mereka yang dingin.Ada rona Kebahagiaan di mata Andrean,tapi entah Kenapa ada sesuatu yang terasa sakit di dalam dada nya.
Seharus nya aku bahagia melihat mereka sudah mulai dekat,tapi ada apa dengan ku?Kenapa hati ku terasa sakit.Ya Tuhan...Batin Andrean.
Andrean terlihat memegang dada nya,butiran bening nampak di sudut mata nya.Lalu seketika ia seka,dan ia pun memutuskan untuk kembali ke kamar nya.
Tiba-tiba Seila muncul dan mengejutkan Andrean.
"Kak".panggil nya.
"Apa?kau mau kemana?"Tanya Andrean menghentikan langkahnya dan juga langkah seila yang hendak menuju dapur.
"Aku mau ke dapur,aku haus".jawab Seila seraya memegang tenggorokan nya.
"Kembali ke kamar mu.Minum nya nanti saja.Kau bisa kan puasa minum semalam saja"Ujar Andrean,membuat seila melebarkan mata nya.
"Apa-apaan si...puasa minum...kakak bercanda?kalau aku dehidrasi bagaimana.?"
"Tidak usah berlebihan,kau hanya tidur,bukan berjalan di padang pasir."jawab Andrean.Membuat adiknya itu semakin penasaran.
__ADS_1
"iishh memang nya ada apa si di dapur?".
Seila mencoba mencari tau.Tapi Andrean mencegah nya.