The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
pernikahan Stevania.


__ADS_3

Daniel pulang lebih dahulu dari Andrean,entah apa yang membuat nya penasaran dengan apa yang akan di sampai kan Sang Mami.


Saat Daniel memasuki rumah nya,sang mami sudah berada di ruang keluarga menunggu nya.Disana juga ada Dr.Arman sedang menikmati secangkir kopi hitam nya.


"Assalamualaikum,Mam.."Daniel datang dan menghampiri kedua orang tua nya.


"Sudah pulang,ayo duduk lah.Kami sudah menunggu mu sejak tadi."Ujar Nyonya wini seraya menepuk-nepuk sofa di sebelah nya,meminta Daniel untuk duduk.


"Tapi,aku ganti baju dulu mam"uajr nya masih terpaku.


"Tidak usah.Duduk lah dulu,kami akan mengabarkan sesuatu yang bahagia."ucap Nyonya Wini.Menambah rasa penasaran Daniel.


"Baiklah.Memang nya ada kabar apa Mam?"Tanya Daniel.


"Kami tadi sudah melakukan pertemuan keluarga dengan keluarga Yuna.Dan kau tau,dia telah menerima mu,dia setuju mengenai perjodohan ini"jelas Nyonya Wini dengan wajah sumringah.


"Benar kah?"Daniel masih tidak percaya dengan semua yang di beritahu kan sang Mami.


Aku harus senang atau apa ya?kenapa aku seperti nya...merasa lega.Ini tidak mungkin Bahkan aku tidak menyukai nya.Tapi aku harus menerima semua keputusan ini.Aku tidak mau membuat mereka kecewa.Batin Daniel.


***


Pagi hari sudah menampakan wajah nya yang cerah.Andrean sudah bersiap,Sany sudah menunggu di bandara, beberapa lama kemudian Andrean pun datang dan mereka langsung berangkat pagi itu juga.Andrean harus menemui kerabat dan teman lama nya dulu sebelum pergi ke acara pernikahan.


"Pak,apa agenda kita hari ini?aku belum mencatat nya?"Tanya Sany.


"Tidak usah.Kau ikut saja "Jawab Andrean.


"Oh begitu ya.Apa anda sudah membeli hadiah untuk mempelai?"


"Belum kita akan mencarinya di sana saja."


Tadi nya aku berharap Yuna lah yang akan memilihkan nya untuk ku.Batin Andrean.


***


Yuna sudah bersiap,ia sedang menunggu Doni menjemput nya.Hati nya merasa begitu campur aduk.Perasaan nya sedang tidak baik.


Tak lama Kemudian Doni pun datang,mereka segera menuju bandara dan terbang menuju Surabaya.


Di dalam pesawat.


"Kau masih sedih ya,ada apa sih sebenarnya?kenapa sedari dulu kau tidak mau menceritakan masalah mu.?"


"Aku baik-baik saja Don."Jawab Yuna singkat.


"Baiklah,anggap aku tak ada."Ujar Doni kesal.


"Jangan ngambek begitu dong,Oke aku akan memberi tau sesuatu pada mu"ucap Yuna membuat Doni semakin penasaran.


"Apa...Apa?Ayo dong cerita.Aku akan menyimpan nya baik-baik di otak ku."Ujar nya.


"Hey,kau ini...seperti infotainment si pencari berita ya.."Yuna terkekeh.

__ADS_1


"Aku bukan lambe pedas ya... panggil aku si kepo tampan."Ucap Doni sambil merapikan rambut nya,yang memang sudah sangat rapi.


"Uuuh..tampan nya sahabat ku.."Ujar Yuna mencubit pipi Doni.


"Jangan memancing ku.Aku berasa seperti seorang pangeran jika kau memanggil ku seperti itu."Ucap Nya percaya diri.


Yuna malah tergelak.


"Sudah jangan mengalih kan pembicaraan.Ayo apa yang akan kau beri tau pada ku?"


"Baiklah.Aku sudah di jodohkan.Dan aku sudah menerima nya"jelas Yuna.


Doni ternganga,mata nya tak berkedip.Dia seperti tak sadar kan diri.Yuna sudah mengoyang-goyang tubuh nya agar dia tersadar.Tapi Doni masih dalam posisi nya.


"Doni,jangan bercanda dong"ujar Yuna kesal.


"Kau yang jangan bercanda"Ucap Doni,mengerjap kan mata nya.


"Bercanda kau bilang?Aku serius Don.Dan ini hanya kau saja yang tau".


"Apa kau melihat sesuatu berserakan di lantai?"


"Berserakan?Apa?"Tanya Yuna heran.seraya melihat di sekeliling lantai pesawat.


"Hati ku sepertinya telah hancur berserakan.Ini luka tak berdarah nama nya."


Yuna memukul bahu Doni.


"Kau ini."


***


Yuna dan Doni menuju hotel yang telah do sediakan bagi tamu undangan spesial dari luar kota oleh kedua mempelai.


Yuna memasuki kamar nya,begitu pun Doni yang juga memasuki kamar nya tepat di sebelah kamar Yuna.


Yuna tampak merebah kan tubuh nya yang terasa capek,karena perjalan yang lumayan jauh itu.


Yuna pun meraih ponsel nya dan mengabari sang Ayah,bahwa ia telah sampai di tempat tujuan.


Beberapa saat kemudian Yuna pun segera membersihkan diri dan bersiap menuju ke acara resepsi yang sudah berlangsung beberapa lama itu.


Gedung resepsi tidak jauh dari Hotel tempat Yuna beristirahat.Hingga ia bisa berjalan kaki untuk sampai di sana.


Yuna pun sudah selesai berhias diri.


Ia memakai gaun pesta dibawah lutut berwarna cream dengan beberapa corak berwarna pink,Cukup sopan dan berkelas ,sepatu hitam dan tas jinjing berukuran senada dengan sepatu nya.Rambutnya ia biar kan terurai,ia hanya menyemat kan cepit rambut kupu-kupu berwarna pink di sisi belahan rambut nya.


Tampak sederhana namun mempesona.


Riasan wajah natural dengan wajah Yuna yang ovale,membuat nya nampak anggun.


Saat Doni mengetuk pintu kamar nya,Yuna yang sudah bersiap pun segera keluar dati kamar.Doni terpesona melihat penampilan Yuna,sehingga Yuna harus menjewer kuping nya untuk bisa segera menuju ke tempat acara.

__ADS_1


Beberapa waktu kemudian,mereka berdua pun telah sampai di tempat tujuan.Acara resepsi pernikahan Stevania dan Charlie sudah berlangsung.Mereka memasuki area gedung serba guna yang telah di sulap bak istana.Dekorasi yang menawan dengan dominasi warna emas dan putih juga warna cream.Tampak indah dan elegan,sepanjang jalan memasuki podium utama,terlihat hiasan pohon bunga tanpa daun.Di antara nya terpampang beberapa foto prewedding kedua mempelai.Mereka terlihat sangat serasi.


Stevania tampak anggun dengan latar belakang gunung dan bukit serta pantai di beberapa foto yang berbeda.


Yuna tampak kagum memandangi foto-foto itu.


"Hey,Dokter Yuna,ayo kita masuk,mungkin si cerewet itu sudah menunggu tamu spesial nya ini."Ucap Doni menarik tangan Yuna.


Yuna pun melangkah menuju pelaminan yang begitu mengagumkan.Terlihat Stevania sangat cantik dan anggun,riasan yang sangat sempurna,susah untuk di jelaskan.Pokok nya cantik ala pengantin begitu deh.😁


Charlie juga nampak gagah dengan jas yang senada dengan gaun yang di kenakan stevania.


Stevania pun menyadari kedatangan kedua sahabat nya itu dari kejauhan.Dan memang ia telah menunggu sejak awal.Stevania terlihat semringah,dia tampak bahagia.


Yuna melangkah menaiki pelaminan,Doni mengekor dibelakang nya.


Yuna menjabat tangan Charlie mengucapkan selamat.Dan tiba-tiba Stevania memeluk Yuna erat.


"Hey,Stev...nanti riasan mu bisa berantakan,sudah...sudah"Ujar Yuna mencoba melepaskan pelukan nya,ia khawatir riasan sahabat nya yang begitu indah itu bisa berantakan.


"Biarlah,aku tak peduli.Aku rindu pada mu Yuna."Masih memeluk Yuna.


"Iya aku tau tapi lepaskan dulu"Ujar Yuna.


Charlie dan Doni yang saling berjabatan malah terkekeh melihat kedua nya.


"Baiklah,kau tidak merindukan ku ya"Ujar stevania mengerutkan wajahnya,ketika melepaskan pelukan nya.


"Bukan begitu,tapi ini kan acara penting.Nanti riasan mu bisa rusak jika kau memeluk ku seperti tadi."ujar Yuna menjelaskan.


"Bagaimana kabarmu?Maaf aku tidak pernah menghubungi mu,aku sangat repot mempersiapkan semua ini."Ujar Stevania mata nya berkeliling.


"Tentu aku mengerti.ini sangat indah,luar biasa,kau tampak anggun".ucap Yuna memuji,seraya menyentuh dagu stevania.


"Terima kasih ini karena riasan nya haha"ucapnya tergelak.


"Jangan seperti itu,kau memang terlihat cantik.kau tampak serasi dengan Charlie."


"Terima kasih,ini semua berkat kau.Kau yang sudah berjasa dalam hubungan kami,seandainya waktu itu..."ucapan stevania terpotong.


"Jangan mengingat yang sudah lalu,itu semua karena memang kalian sudah di takdir kan berjodoh."Ucap Yuna.Dibalas senyuman oleh Stevania dan Charlie.


"Oh iya,bukankah kau akan datang bersama pak Andrean?Waktu itu,pak Andrean bilang pada ku."Tanya Charlie.


"oh...eumm...aku membatalkan nya."ujar Yuna ragu.


"Oh,sayang sekali ya,malah kau datang Dengan pria menyebalkan itu"Ucap Stevania melirik ke arah Doni.


"Hey,apa maksud mu?dasar cerewet.Hey charlie,kau harus banyak sabar menghadapinya."Gumam Doni di hadapan Charlie,dan Charlie hanya tersenyum.


Stevania pun memukul lengan Doni,kesal.


"Hey,kau ini".

__ADS_1


"Yuna malam ini aku ingin bercerita panjang lebar dengan mu boleh ya"Ujar stevania,masih tidak melepaskan genggaman nya pada Yuna.


"Bagaimana dengan suami mu...ini malam pertama kalian,tidak usah yang aneh-aneh"Ucap Doni.


__ADS_2