The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Undangan Nyonya Wini.


__ADS_3

Pagi hari Yuna pun sudah berangkat bekerja.Pagi hari yang cukup cerah,tapi cuaca tak begitu panas seperti hari kemarin.Yuna melangkah menuju ruangan nya.


Beberapa perawat menyapa nya,dan di balas senyuman manis oleh Yuna.


"Pagi Dok"Sapa suster Rena.


"Pagi sus"sahut nya.


"Apa Dokter sudah sarapan?"Tanya Suster Rena,Yuna pun menghentikan langkah nya,dan menoleh.


"Kebetulan saya belum sarapan"Sahut Yuna.


"Saya juga belum sarapan Dok,Bagaimana jika kita sarapan bersama?"Ajak Suster Rena.


"Oke,sebentar ya,saya menyimpan tas saya di ruangan dulu"ujar Yuna.


"Iya,dok".


Beberapa lama kemudian Yuna pun keluar dari ruangan nya,masih ada waktu setengah jam sebelum jadwal pemeriksaan di mulai.Yuna dan Suster Rena pun menuju kantin Rumah Sakit untuk sarapan.Yuna memesan roti bakar kesukaan nya dan Suster Rena memesan nasi bakar.


Mereka pun menikmati sarapan bersama,beberapa saat kemudian bergabung lah beberapa Dokter,hingga sarapan pagi itu menjadi ramai.


"Wah Dokter Yuna,tumben sarapan di Rumah sakit?"Tanya salah seorang Dokter muda.


Hanya di balas senyuman oleh Yuna.


"Kok cuma makan roti?Diet ya?"Tanya nya lagi.


"Oh,gak diet si,hanya ingin makan roti saja"Jawab Yuna Singkat.


"Begitu donk,Body Dokter Yuna yang langsing saja masih mengatur pola makan,patut di contoh tuh."Ujar Dokter muda lain.


"Kalau tidak makan nasi,aku tuh berasa lagi puasa tau,perut ku palingan sejam kemudian sudah berontak."Jawab nya.


"Haha...kalau begitu makan yang banyak,jangan sampai gara-gara laper,salah kasih resep lagi."Ujar yang lain terbahak.


Bukan sedang diet,wahai para teman dokter,aku sedang tidak nafsu makan.Fikiran ku kacau...hufh.Batin Yuna.


Semalaman bahkan Yuna tak lelap dalam tidur nya,ia masih penuh kebimbangan.Bagaimana cara nya ia menjelaskan pada Andrean,yang bahkan belum juga menghubungi nya.Beberapa kali Yuna mencoba menghubungi nya,tapi nomer Andrean tidak aktif.


"Eh..eh...itu kan Dokter Miranda"Ujar salah satu Dokter pada seorang Dokter wanita yang baru saja duduk di salah satu meja di kantin.


Dokter berperawakan tinggi semampai dengan rambut hitam panjang terurai dan Kulit putih,wajahnya yang cantik serta kaca mata yang bertengger di hidungnya yang mungil.


"Dokter Miranda?"Tanya Suster Rena.


"iya,dia kan mantan kekasih Tuan Daniel,"


"Oh iya,yang melanjutkan study kedokteran nya di Amerika itu kan?"Sambung yang lain.


Yuna Tiba-tiba Tersedak mendengar perbincangan mereka.


"Uhuk...uhuk.."


"Eh Dokter,hati-hati makan nya."Ujar Suster Rena.


Yuna hanya tersenyum lalu meneguk minum nya.


Mereka pun melanjutkan obrolan mereka.


"Kenapa sih mereka berpisah,padahal mereka serasi sekali ya.."


"Iya dulu waktu Dokter Miranda bertugas di sini,Tuan Daniel sering menjemput nya di gerbang Rumah sakit.Kalian kan tau Tuan Daniel fobia pada Rumah sakit."


"Iya..haha".


Yuna masih mendengar kan.Ia mempercepat makan nya agar bisa pergi dari sana.


"Setau ku,Dokter Miranda baru datang kemarin sore.Dia sebagai Dokter ahli bedah.Pihak Rumah Sakit yang meminta nya untuk bekerja di sini."

__ADS_1


"Apa ada kemungkinan ya,dia akan kembali pada Tuan Daniel.?"


Yuna kembali tersedak mendengarnya.


"Uhuk..Uhuk..".Segera Yuna meminum air Putih nya sampai habis.


"Apa Dokter Yuna baik-baik saja?"


"Iya,aku baik-baik saja.Oh iya aku sudah menyelesaikan sarapan ku.kalau begitu aku permisi duluan ya.."Ujar Yuna bangun dari duduk nya.


Dan di balas anggukan oleh yang lain.Mereka merasa aneh dengan tingkah Yuna.


"Ada apa ya dengan Dokter Yuna?".


"Entah lah."


Yuna berjalan keluar dari kantin,ia melirik sekilas Dokter yang di bicarakan tadi.Dokter Miranda pun tersenyum saat pandangan mereka bertemu.Yuna pun membalas senyuman nya.


***


Pak Heru dan Bu julia sudah bersiap untuk pergi ke undangan makan siang di kediaman Daniel.Meski hanya ada para orang tua tanpa menghadirkan kedua anak mereka,tapi Pak Heru merasa kan kekhawatiran mengenai perjodohan ini.


"Ada apa pak?"Tanya Bu julia.


"Entah kenapa aku tiba-tiba merasa khawatir"jawab nya.


"khawatir tentang apa?bukan kah Yuna dan Daniel sudah menyetujui perjodohan ini.Jadi kita tidak perlu khawatir.Jika Tuhan sudah menghendaki mereka berdua itu berjodoh,maka akan terjadi."ujar Bu julia.


"ibu benar,Ya sudah kita berangkat.Masih ada satu jam lagi,lebih baik kita datang awal dari pada mereka harus menunggu"Ucap Pak Heru.


Akhirnya mereka pun menuju ke kediaman Daniel menggunakan taksi online yang sudah di pesan sebelum nya.


Tak butuh waktu lama mereka pun sampai di kediaman Daniel,karena hari itu jalanan lumayan lenggang,hingga mereka tak sampai terjebak macet seperti biasa nya.


Pak Heru dan bu Julia sempat terperangah dengan penampakan rumah mewah yang berada di hadapan mereka.Rumah besar dengan halaman yang cukup luas.


"Ada yang bisa kami bantu pak?"Tanya seorang penjaga pada pak Heru.


"Kami hendak bertemu dengan Dokter Arman.Apa benar ini kediaman beliau?".


"Oh iya benar.Apa anda Pak Heru dan Bu Julia.?"Tanya nya lagi.


Kedua nya pun mengangguk.


"Mari silahkan masuk,beliau mungkin sudah menunggu"Tutur security itu.


Pak Heru dan Bu julia pun melangkah masuk.


"Silahkan...Tunggu sebentar ya,saya panggilkan Nyonya dulu"ujar seorang ART yang berada di sana.


Dibalas anggukan oleh keduanya.


Pak Heru dan Bu julia melihat-lihat isi rumah yang megah itu.Pemandangan yang menakjubkan,fikir mereka.


Pandangan Pak Heru pun berhenti ketika melihat sebuah foto berukuran besar yang terpampang di sana.


Ia menelan Saliva nya berat.Mata nya tak berkedip.Ia memperhatikan foto itu dengan seksama,pak Heru sampai terbangun dan berjalan menghampiri foto itu,tanpa membuang pandangan nya.


Membuat Ibu Julia merasa heran akan tingkah Suami nya.


"Ada apa pak?"Tanya nya.


Tapi pak Heru tak menjawab.Ia masih fokus pada foto itu.


"Bu...coba lihat foto itu"Pak Heru menunjuk pada foto yang mencuri perhatian nya sedari tadi.


Bu julia pun menoleh dan melihat ke arah yang di maksud.


Ia pun ikut terperangah.

__ADS_1


"Ya ampun pak"Ujar nya ikut terkejut.


"Bagaimana ini bu?Bahkan bapak baru tau soal ini."Ujar Pak Heru masih tak percaya.


"Apa Yuna mengetahui nya?".Tanya Bu julia tak kalah bingung.


"Entah lah bu,"Jawab Pak Heru.Masih memandangi foto itu.


Foto yang terpampang lumayan besar,Foto two brother tampan.Foto yang menampakkan kedua nya memakai jas dan tampak berwibawa.


Tiba-tiba Nyonya wini pun datang.


"Assalamualaikum ..pak,bu...maaf menunggu lama"Ujar Nyonya wini menghampiri.


Mereka pun menoleh dan menampakkan senyum.Mereka saling berjabatan tangan.


"Silahkan duduk,"tutur Nyonya Wini.


Tapi Nyonya wini memperhatikan tamunya itu yang terlihat memperhatikan foto kedua jagoan nya.


"Ah...itu foto kedua putra ku.Ini Andrean dan yang ini Daniel"Ujar Nyonya wini menunjuk foto itu.


Pak Heru dan Bu julia saling melempar pandangan.


"Ah jadi itu yang nama nya Daniel?Dia sangat tampan ya.."Ujar Bu julia.


"Ah terima kasih..Ayo kita duduk dulu silahkan,Silahkan"Tutur Nyonya Wini.


"iya terima kasih".


Beberapa saat kemudian,datang lah seorang ART membawa kan minuman dan beberapa kue.


"Silahkan di minum,maaf ya membuat kalian jadi repot harus kemari.".


"Tidak apa-apa bu,justru kami sangat tersanjung atas undangan ini."Ujar Pak Heru.


"Kapan pun kalian ingin berkunjung ke mari,pintu rumah ini akan selalu terbuka untuk keluarga anda ."Ucap nyonya Wini lembut.


"Oh iya,apa kalian pernah berjumpa dengan putra kami?"Melihat ke arah foto itu.


"Oh kebetulan kami memang sering berjumpa,tapi kami tidak menyangka bahwa mereka adalah putera kalian"Jawab Pak Heru.


"Oh begitu,memangnya pernah bertemu dimana,"


"Mereka sering berkunjung ke kedai sate."Jawab pak Heru.


"Oh begitu,ya...selera mereka memang sangat baik,makanya mereka tau tempat makan yang enak"ujar Nyonya wini seraya tersenyum.


"Ah Nyonya bisa saja."Ujar bu Julia.


"kapan-kapan saya akan mengundang seluruh keluarga untuk makan bersama ya,karena kebetulan sekali,anak-anak sedang sibuk,Andrean sedang berada di Singapura."


"Singapura?"Tanya Bu julia.


"Iya,baru saja kemarin berangkat.Mungkin untuk waktu yang lumayan lama.Dan putri bungsu ku juga sedang sibuk-sibuk nya mempersiapkan acara Fashion show yang kebetulan juga akan di adakan besok."


"Wah,anak-anak anda semua nya luar biasa ya.."Puji Bu julia.


"Ah iya terima kasih.Anak anda juga tak kalah hebat,bahkan di antara anak kami tak ada yang mau mengikuti jejak Ayah nya."


"Apapun pilihan mereka harus nya kita dukung.Selama itu membuat mereka nyaman"ujar Pak Heru.


"Ya...saya pun berfikiran seperti itu akhirnya.haha..Oh iya apa kalian bisa hadir ke acara putri saya besok?"


"Maaf sekali,bukan kami tak ingin menerima undangan itu,tapi kebetulan besok ada keperluan."Jawab Pak Heru.


"Oh begitu ya. ya Tidak apa-apa..oh iya sebentar ya,saya panggil suami saya dulu.Mari silahkan di minum,santai saja...anggap rumah sendiri."ujar Nyonya wini.


Dan di balas senyuman oleh keduanya.Nyonya Wini pun pergi untuk memanggil Dokter Arman.

__ADS_1


__ADS_2