The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Balas dendam.


__ADS_3

Daniel dan Yuna memasuki lift menuju lantai dasar.Yuna melirik Daniel yang tanpa ekspresi.


"Apa kau sangat menginginkan aku menyentuh mu?"Tanya Daniel tanpa menoleh,lagi-lagi membuat Yuna bersemu merah.


"Kau ini bicara apa si?kau pikir aku semurahan itu?".


"Apa?kau itu istri ku,kenapa bicara seperti itu?"Tanya Daniel,ia mengerutkan dahi nya.


"Tapi aku tidak ingin melakukan nya tanpa cinta.Keperawanan yang berharga ku ini,akan ku berikan pada suami yang tulus mencintai ku.Bukan terpaksa atau atas dasar paksaan."jawab Yuna.


"Terserah.Aku tidak janji jika kau terus menggoda ku seperti tadi."Ujar Daniel.


Mata Yuna melotot.


"Apa?aku menggoda mu,kau bilang?Aku tidak pernah merasa menggoda mu.Jangan membuat parnyataan yang tidak-tidak.Itu hanya alibi mu saja."Ucap Yuna tidak terima.


"Terserah..aku malas berdebat dengan mu,tenaga ku sedikit berkurang.Aku belum makan.jadi,aku tidak mau membuang energi ku cuma-cuma.Aku bisa mati lemas nanti"Ujar Daniel..


"Elleh..lebay"Gumam Yuna.


***


Sampai lah mereka di sebuah restoran.Benar saja yang di fikirkan Yuna,restoran yang kemarin.


Yuna mendengus kesal.Karena Daniel membawa nya ke sana.


Semoga saja si Dokter wanita itu tidak datang.Batin Yuna.


Daniel telah memilih tempat,Yuna mengekor di belakang nya.Daniel membolak balik buku menu yang tersedia.


"Kau mau pesan yang mana?"Tanya Yuna bingung.Karena Daniel belum menentukan pilihan nya.


"Eumm...menu yang kemarin saja.Yang biasa ku pesan"Ujar Daniel pada seorang pelayan wanita yang sedari tadi memperhatikan Daniel dengan tatapan tak biasa.pelayan itu tidak bisa menutupi rasa kekaguman nya pada pria tampan yang sudah lama tak berkunjung kesana itu.Baru lah kemarin Miranda mengajak nya lagi.


"Kalau mau pesan itu,kenapa harus melihat buku menu begitu lama?ck.."Gumam Yuna.


Pelayan itu mengangguk ketika Yuna berdehm membuyarkan lamunan nya.Entah apa yang di fikirkan nya.Ia terlihat tersenyum-senyum sendiri.


"Oh iya,tuan.Ada lagi?"Tanya nya langsung mencatat pesanan Daniel.


"Aku pesan makanan yang sama ya dengan suami ku. Terima kasih"Ujar Yuna,mempertegas kata 'suami ku'.Membuat wajah Pelayan wanita itu memerah.


Daniel hanya melirik mendengar kata-kata Yuna.Ada senyum tipis di ujung bibir nya.


Pelayan itu pun pergi setelah mencatat pesanan mereka berdua.


"Aku ingin tau,seenak apa makanan itu.Sepertinya kau begitu menyukai nya."Gumam Yuna.Tapi tak di tanggapi oleh Daniel.Daniel masih sibuk dengan ponsel nya,mengirim pesan penting pada Gino.yang di minta untuk menghendle meeting nya siang itu.


Padahal sebelum nya,Daniel tidak pernah meninggalkan meeting penting sekalipun ia sibuk.Tapi kali ini entah kenapa,ia ingin berada di apartemen seharian.Mungkin ingin melihat Yuna,dan mengenal nya lebih dekat.

__ADS_1


Mengetahui hubungan Yuna dan Andrean yang memang hanya sebatas teman.Meski pun Andrean memang berniat melamar Yuna,Daniel pikir Yuna tidak bersalah.Karena menurut informasi,Yuna memang tidak mengetahui perihal Andrean yang akan melamar nya.Daniel menganggap bahwa kakak nya lah yang bodoh,karena menunda cinta nya begitu lama.itu semua membuat Daniel melupakan seketika rasa marah nya tentang hubungan Yuna dengan Andreandia tak mau menyimpan dendam pada kakak yang begitu di sayangi nya.


Pesanan pun datang,tanpa menunggu lama,Daniel pun segera menyantap makanan yang di bilang kesukaan nya itu dengan lahap.ia meletakkan ponsel nya di meja.


Dia memang benar menyukai makanan itu,atau lapar ya.Batin Yuna.


Yuna tersenyum-senyum sendiri melihat cara makan Daniel yang begitu lahap.Tapi tak mengurangi kadar ketampanan nya sedikit pun.


Bukan hanya Yuna,tetapi beberapa Wanita ikut pula andil dalam peranan nya.Memandangi Daniel tanpa jeda.


Yuna melirik sinis ke arah mereka.


"Cepat makan"Pinta Daniel.


"Iya"Jawab Yuna singkat.Menyendok makanan itu dan menyuap kan nya ke dalam mulut.Yuna merasa kan rasa masakan itu di setiap kunyahan.


Rasa nya biasa saja.Apa yang istimewa.Lebih enak masakan ku.Batin Yuna memuji diri nya sendiri.


Beberapa saat,Yuna yang baru saja dua kali menyuap makanan itu kemulut,tiba-tiba memperlambat kunyahan nya,rasa makanan itu tiba-tiba berubah menjadi asam.Se asam mata nya yang melihat kedatangan Miranda.


Yuna kehilangan nafsu makan nya.Dia mencoba untuk berpura-pura tidak melihat keberadaan Miranda.Tapi terlambat.Miranda lah yang mengetahui keberadaan mereka.


Ah sudah ku duga,dia pasti kemari.Batin Yuna.


Yuna mendengus kesal.ia meletakkan sendok nya di piring.Selera makan nya benar-benar hilang.Perasaan aneh yang muncul di hatinya tak bisa ia kendalikan.


Saat Miranda tengah berada di hadapan nya.


Daniel mendongakkan kepala nya,ia mengunyah cepat dan segera menelan makanan nya


"Hey,ayo duduk"Sahut Daniel,sumringah.


Yuna tersenyum kecut.Miranda bahkan tak menyapa nya.


Drama di mulai,Miranda lagi-lagi tak menghargai keberadaan Yuna.Yuna seperti hilang lenyap di telan bumi.Padahal jelas-jelas ia masih berada di sana dengan tatapan yang penuh kekesalan.


Yuna semakin kesal.


Miranda berceloteh dan tertawa-tawa bersama Daniel.


Bahkan dia tak bicara sedikit pun dengan ku tadi.Tapi lihat sekarang,setelah Dokter itu datang,dia begitu bahagia dan tertawa,padahal dia sedang makan.Hufh lihat saja kau pasti tersedak.Batin Yuna kesal.


"Uhuk-uhuk"..Daniel benar tersedak,dan itu di jadi kan kesempatan oleh Miranda.Yuna yang hendak mengambil kan minum,lebih dulu di rebut oleh Miranda.


"Maaf ya,biar aku saja.Ini minum Niel."Ujar nya dan membantu Daniel minum.


Lakukan sesuka hati mu Nona.Batin Yuna.


Yuna membuang pandangan nya,mata nya berkeliling ke setiap sudut rumah makan itu.Dan berhenti tepat pada seseorang.

__ADS_1


Kau malaikat ku.. haha.Batin nya,Seperti mendapat angin segar.


Yuna berdiri dan melambaikan tangan nya.pada seseorang yang juga melihat nya.Ia tersenyum sumringah membalas lambaian tangan Yuna.


Doni..


Doni melangkah mendekati Yuna.


"Hay. ."Sapa nya.


"Hay,Don."Sahut Yuna.


Daniel mendongakkan kepala nya,menatap pria yang berjabatan tangan dengan Yuna.


"Yuna,maaf ya,aku tidak bisa hadir pada acara pernikahan mu."Ujar nya pelan.


"Ah tidak apa-apa.Yang penting doa nya"Jawab Yuna.


"Tentu saja.Mana suami mu?"Tanya Doni.


"ehmm"Daniel berdehem.Doni pun menoleh.


Dan melihat Yuna lagi penuh tanya.


Mata Yuna melirik ke arah Daniel,seolah ingin memberi tau Doni bahwa pria yang terduduk berdekatan dengan wanita lain itu adalah suami nya.Doni pun paham maksud sorot mata Yuna.


"Oh ini suami mu?maaf...hay aku Doni.Sahabat Yuna."ujar Doni menyalami Daniel.Dan Daniel pun menyambut nya agak acuh.


"Aku fikir mereka...ah maaf".ujar Doni.Semua pun pasti mengira Daniel dan Miranda lah yang berpasangan.karena posisi mereka yang memang terbilang lebih inten.


Yuna tergelak.


"Ah.haha,kau mengira mereka berpasangan ya..wajar saja.Aku mengerti Don"


Daniel menatap Yuna tajam.


Ditatap pula Daniel dengan pandangan yang tak kalah tajam nya.


"Don,Kau tidak usah merasa aneh,memang suami ku milik semua orang.Betulkan Dokter Miranda?"


Kali ini Miranda yang menatap nya,tapi wajah nya memerah.Miranda adalah wanita yang cerdas,sudah pasti ia mengerti maksud perkataan Yuna.


"Baiklah,Don.Aku ingin mengobrol dengan mu.Kita cari tempat Yuk"Ajak Yuna.


Doni melirik ke arah Daniel.Ia merasa tidak enak.Karena sekarang sahabat nya itu telah bersuami.


"Ayo..Tidak apa-apa kan,sayang?hanya sebentar.Lagi pula aku lelah menjadi obat nyamuk di sini"Ujar Yuna lagi.Membuat Wajah Daniel memerah.Entah marah atau malu.Tapi Yuna suka menggoda nya begitu.


Aku akan membalas dendam...lihat saja.puas kau membuat ku menjadi obat nyamuk.Batin Yuna.

__ADS_1


Tanpa menunggu jawaban dari Daniel,Yuna pun menarik lengan Doni mencari meja yang masih kosong.Doni hanya menundukkan kepala nya pada Daniel.seolah meminta ijin.Daniel masih melihat Yuna dengan tatapan yang Mengerikan.Miranda terlihat menundukkan kepala nya,Malu!


__ADS_2