The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Di antar pulang


__ADS_3

Yuna dengan tergopoh-gopoh mengikuti langkah panjang Daniel menuju ke halaman parkir.


Suasana sudah terlihat mulai kondusif.Para tamu undangan pun terlihat mulai meninggalkan area gedung.


Yuna menghentikan langkah nya.Membuat Daniel juga spontan menghentikan langkah nya dan menoleh.


"Ada apa?" Tanya Daniel.


"Aku mau di bawa kemana?"Yuna celingukan.


"Kau fikir aku akan menculik mu?Tentu saja aku akan mengantar mu pulang."Daniel terdiam sejenak.


"Kau datang kemari dengan siapa?kenapa aku yang harus mengantarkan mu?.Kau kemari bersama Mami kan?"Tanya Daniel.


Yuna menggelengkan kepala nya.


"Bukan".Jawab nya.


"Lalu?"


"Dengan Opa"Jawab Yuna singkat.membuat kening Daniel berkerut dalam.


"Opa?kau datang bersama Opa?"


Dan di jawab anggukan oleh Yuna.


"Kau mengenal Opa?ku kira kau datang bersama Mami.Baik lah aku akan mengantar kan mu pada Opa."Ujar Daniel.Mata nya berkeliling.


"Ah itu mereka di sana"Tunjuk Daniel ketika melihat mereka berada di area parkir dekat dengan mobil sang Opa.


"Ayo..."Ajak Daniel tanpa melepaskan genggaman tangan nya sedari tadi.


"Ehm.."Yuna pun berdehem,membuat Daniel menghentikan langkah nya.


"Ada apa lagi ?"Tanya Daniel kesal.


Yuna menujuk genggaman tangan nya dengan sorot mata nya,yang di pahami oleh Daniel.Dengan cepat Daniel melepaskan nya.


"Kau fikir aku anak TK.untuk berjalan kesana saja harus kau gandeng?"Ucap Yuna.


"tidak usah percaya diri begitu...Aku hanya..."Daniel terdiam,bingung harus menjelaskan apa.


"Hanya apa?hanya mencoba melindungi ku?begitu?"Ujar Yuna menggoda.


"Apa?haha...aku hanya tidak ingin Seila terus berkata kasar seperti tadi pada mu,maka nya aku mengajak mu untuk pergi dari sana."Jawab Daniel sedikit gerogi.


"Benarkah.Lagi pula aku tidak butuh penjelasan mu,aku hanya ingin kau melepaskan genggaman tangan mu."Ucap Yuna.


"Terserah,"Ujar Daniel,segera berjalan lebih dulu.


Yuna hanya tersenyum-senyum sambil mengusap tangan yang di pegang oleh Daniel tadi.


Aku tidak menyangka,pria arogan seperti nya mampu berkata sebijak itu,bahkan pada adik nya sendiri.Batin Yuna.


***


Daniel pun menghampiri Mami nya,sang Opa dan juga Ken yang sejak tadi terlihat memperhatikan nya,sambil tersenyum-senyum.


"kalian sudah mau pulang?Baiklah aku juga ada keperluan setelah ini.Apa ada yang melihat Gino?"Ucap Daniel ketika sampai di dekat mobil Opa.

__ADS_1


Mata Daniel berkeliling di area parkir yang sudah berangsur lenggang.Karena para tamu undangan sudah terlihat mulai meninggalkan lokasi acara.


"Oh itu,,,Mami harus pergi bersama Opa.Ada sesuatu hal penting yang harus di bicarakan,Jadi kau antar Yuna pulang Ya.."ucap Nyonya wini.


"Keperluan?Tapi,mana Gino?"Tanya Daniel masih mencari keberadaan sekertaris nya itu.


Tidak lama kemudian Gino muncul di hadapan mereka.


"Maaf mengunggu lama."Ujar Gino keluar dari mobil.


"Oh iya Niel,Tadi Gino bilang akan ada perlu mendadak.Benarkan Gino?"Tanya Nyonya wini mencari alasan.Gino terlihat bingung saat Nyonya wini mengerjap- ngerjap kan mata nya.


"Perlu mendadak?"Gumam Gino.


"Iya,Tadi kau bilang mau mengunjungi pacar mu.Benarkan?"Tanya Nyonya wini Terus mengerjapkan mata nya.


"Pacar?Ah iya,aku akan mengunjungi pacar Ku."Jawab Gino sekena nya.


Daniel malah Tersenyum-senyum.


DEG..


Bahkan Bos nya tau, jika aku masih menjomblo.Jadi aku rasa ini bukan alasan yang tepat.Batin Gino.


"Ayo lah Ayah,kita berangkat.Oh iya Gino,sekalian saja kau akan kami antar sampai ke tujuan?"Tanya Nyonya wini.


"Iya Nyonya...iya.."Gino bingung jika harus menjawab Tidak.


"Baiklah ayo Ayah,"Ajak Nyonya wini.


Opa masih terlihat bingung dengan tingkah menantu nya itu.Pasal nya Nyonya wini belum menjelaskan perihal siapa Yuna.


"Baiklah Ken.Ayo...Niel,Hati-hati ya,harus kau pastikan Yuna sampai di rumah nya dengan selamat."Ujar Opa.


"Ah,Opa Hati-hati di jalan.Juga Tante dan yang lain juga,hati-hati ya...terima kasih banyak"Ujar Yuna sambil.menundukkan kepala nya.


"Kau juga hati-hati ya sayang"Jawab Nyonya wini.Akhir nya mereka pun pergi meninggalkan area parkir gedung yang menggelar acara Fashion Show itu.Meski acara tidak berakhir mulus.


Tinggalah Yuna dan Daniel yang masih terpaku di area parkir itu.Daniel melirik Yuna yang hanya terdiam.


Masih terngiang di telinga nya semua perkataan pedas yang di ucap kan Seila.Hati nya terasa sesak,meski ia mencoba untuk memahami kondisi Seila yang memang sedang kacau.


Daniel menyadari perasaan yang mungkin sedang di rasakan Yuna karena perkataan adik nya tadi.Ia merasa bersalah atas apa yang di lakukan Seila.


"Ayo masuk.Aku akan mengantar mu pulang"Ajak Daniel yang sudah membuka pintu mobil nya.


Yuna hanya mengangguk dan masuk kedalam mobil.Saat Daniel mulai melajukan mobil nya meninggalkan area parkir itu,ia melirik ke arah Yuna yang masih terdiam.


Kenapa dia masih terlihat sedih begitu?Aku tau Seila memang telah berkata-kata yang tidak pantas pada seseorang yang bahkan belum ia kenal.Batin Daniel.


"Hmm"Daniel berdehem,mencoba mencairkan suasana.


Yuna menoleh ke arah nya sekejap.


"Terima kasih sudah mau mengantar kan ku pulang"ujar Yuna dengan nada pelan.


"Aku hanya tidak mau jika Mami ngomel-ngomel jika aku tak mengantar mu pulang".Jawab Daniel.


"Apa kau keberatan?"Tanya Yuna,hati nya tiba-tiba terasa basah.

__ADS_1


Daniel terkejut dengan pertanyaan Yuna.


"Tidak juga."Jawab nya singkat.


"Kalau kau keberatan,aku bisa turun di sini kok.Bilang saja pada Tante wini,jika kau telah mengantar kan ku sampai ke rumah.Aku pun tidak akan mengadu."Ucap Yuna dengan sendu.


"Apa maksud mu?lagi pula aku sudah berjanji pada mereka untuk mengantar mu pulang".Ujar Daniel merasa bersalah.


"Benarkah kau tidak terpaksa?".Tanya Yuna menoleh ke arah Daniel.


Daniel malah terdiam.


"Aku hanya tidak ingin membuat orang lain merasa terganggu karena aku."ujar Yuna lirih.Seperti nya kata-kata Seila ada yang benar-benar membuat Yuna terluka.


"Kau masih mengingat kata-kata Seila tadi ya?"Tanya Daniel,tapi Yuna hanya terdiam.


"Aku minta maaf atas semua perkataan nya padamu.Padahal keluarga ku tidak pernah mengajari nya untuk berkata kasar seperti itu."jelas Daniel.Membuat Yuna melihat ke arah nya.


"Aku tidak apa-apa kok.Aku mengerti tentang kondisi Seila saat ini.Aku hanya berada di waktu dan kondisi yang tidak tepat."Ucap Yuna.


"Benarkah?"Tanya Daniel meyakinkan.


"Aku tidak tau kenapa dia bisa se arogan itu."Gumam Daniel.


"Mungkin dia seperti mu?"ujar Yuna melirik ke arah Daniel.


"Apa maksud mu?aku arogan?Begitu?"Tanya Daniel melotot.


Yuna hanya mengangguk.


"Kapan aku bertingkah arogan?Aku selalu baik pada setiap orang."


"haha...kau tidak mungkin bisa menilai diri mu sendiri.Orang lain lah yang mampu menilai nya.Bahkan sikap mu sekarang saja masih terlihat kasar."Jelas Yuna tergelak.


"Bagaimana dengan sikap mu yang menyebalkan?"Tanya Daniel.


"Aku?Menyebalkan?haha...kau salah menilai ku."Ujar Yuna.


"Kau yang bilang tadi bahwa kita tidak bisa menilai diri sendiri.Dan menurutku,kau itu menyebalkan."Jelas Daniel.


Yuna hanya meng geleng-geleng kepala nya.


Daniel malah terlihat merengut.


Mereka saling terdiam beberapa saat.Mobil masih melaju dengan kecepatan sedang.Perjalanan ke rumah Yuna masih lumayan jauh.


"Daniel..."Seru Yuna.Masih fokus melihat kedepan.


Daniel pun menoleh sekilas.


"Hmm"sahut nya.


"Ada yang ingin ku tanya kan pada mu."Ujar Yuna dengan nada serius.


"Apa?"Tanya Daniel


Waduh,jangan -jangan dia mau bertanya tentang perjodohan ini.Apa yang harus aku jawab,jika dia bertanya mengenai alasan ku menerima nya?Aku bahkan tidak tau,bagaimana bisa aku menerima ini semua.Lantas aku harus jawab apa?Mungkin dia akan berfikir yang tidak-tidak nanti nya jika aku salah berucap.Batin Daniel.


"Kenapa kau mau menerima perjodohan ini?"Tanya Daniel lebih dulu,membuat Yuna mengerutkan dahi nya.

__ADS_1


"Apa-apaan ini...kenapa kau yang bertanya lebih dulu?kau hobi meniru perkataan orang lain ya."Ujar Yuna sewot.


Padahal aku sedang merancang kata-kata ku,tapi kenapa dia yang lebih dulu bertanya si.Batin Yuna kesal.


__ADS_2