The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Terbayang


__ADS_3

Malam hari selepas makan malam,Daniel menuju kamar nya.Ia merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Saat ia memejam kan mata nya,terlintas bayangan gadis yang tadi bertemu dengan nya di pasar.Wanita yang memberi uang pada seorang pencopet yang telah mengambil dompet ibu nya.Ada sesuatu yang mengganggu fikiran nya.


Sepertinya aku pernah bertemu dengan nya.Batin Daniel.


Daniel bahkan belum menyadari bahwa gadis yang bertemu dengan nya tadi siang itu adalah gadis yang sama saat mereka berjumpa di rumah sakit dan beberapa kali pertemuan tanpa sengaja.


Penampilan Yuna memang banyak berubah,badan nya yang dulu kurus,sekarang terlihat lebih berisi.Wajah nya pun terlihat lebih dewasa,sesuai dengan umur nya,tapi memang masih terlihat lebih muda.


Daniel bangun dan terduduk,ia mengerutkan keningnya.Sepertinya ia mulai mengingat gadis itu.


Astaga..gadis itu kan!...bodohnya aku...Kenapa jadi pelupa begini si.


Daniel mengacak-acak rambutnya sendiri.dan berguling-guling di tempat tidurnya.


"kenapa sih,aku bertemu dengan nya lagi.Kenapa juga aku malah memikirkan nya.Menyebalkan..."ujar Daniel kesal.


*


Nyonya Wini pun memasuki kamar nya,dan tidak berselang lama,dr Arman pun masuk.


"Pap.."Tegur Nyonya Wini.


"iya ada apa Mam"sahut nya.Menghampiri Nyonya Wini yang tengah duduk di tepi ranjangnya.


"Tadi pagi aku kerumah Ayah."ucap Nyonya Wini memulai perbincangan.


"Hmm,,,kau sudah bilang kan d belum nya.Bagaimana kabar Ayah?"Tanya dr.Arman sembari mengelus rambut istri nya dengan lembut.


"Baik.Beliau sehat dan Beliau juga menanyakan mu."ujar Nyonya wini.


dr.Arman hanya mengangguk pelan.


"Setelah itu aku mengajak Daniel ke pasar tradisional.yaa walau pun dia hanya menunggu di mobil."jelas Nyonya wini.


dr.Arman terkejut,pasalnya sejak dulu Daniel tak pernah mau pergi ke pasar atau Rumah Sakit.


"Ke pasar?"


"iya,apa Papi tau?Daniel bertemu dengan Yuna."Jelas Nyonya Wini bersemangat.


"Lalu bagaimana ?"dr.Arman pun penasaran.


"tidak...begini cerita nya..bla bla.."Nyonya Wini menceritakan tentang kejadian di pasar tadi dengan antusias.dr Arman terlihat menyimak dengan serius.Begitu pun mengenai rencana Ayah nya Tuan besar Wirawan,mengenai perjodohan Daniel.

__ADS_1


dr.Arman pun memahami,jika rencana Ayahnya pasti penuh pertimbangan.


"Pap,Yuna sekarang terlihat berbeda sekali"Jelas Nyonya Wini.


"Benar kah?berbeda bagaimana maksudnya?"


"Dia terlihat lebih cantik dan menawan.Aura Kedokteran nya terpancar.Dia cantik,dan tubuh nya juga terlihat lebih berisi dari pada sebelum nya.Dia sangat serasi jika bersanding dengan Daniel.Ah aku sangat menantikan saat itu.Saat dimana mereka menjadi raja dan ratu sehari,dan mereka memberikan kita cucu yang cantik dan tampan.Uuh aku tak sabar"Ujar Nyonya Wini,mata nya berbinar membayangan kan semua rencana yang ada di benaknya.


"Kita berdoa saja semoga semua nya berjalan dengan lancar,Aku pun berharap demikian.Yuna adalah gadis yang baik,dia pantas mendampingi Daniel.Dan semoga dia juga dapat merubah sifat-sifat Daniel yang kurang baik"sambung dr.Arman.


"Iya semoga saja"ujar Nyonya Wini menyandarkan kepala nya di bahu sang suami.


**


Yuna terduduk di terasa depan rumah nya seorang diri,sedangkan kedua orang tuanya sudah pergi beristirahat.


Terbayang tentang kejadian di pasar waktu siang tadi.


Ah kenapa juga aku memikirkan tentang pria arogan itu?kenapa si aku harus bertemu dengan nya lagi.Walau pun dia sudah menolong ku tapi sikap nya itu membuat aku kesal.iih..!


Tiba-tiba ponsel Yuna berdering.ia pun segera menjawab nya.


"Ah stevania.."


"halo..hay stev,bagaimana kabar mu?apa kau sudah sampai?tadi pagi aku menelfon mu,"


Mereka pun mengobrol asik beberapa saat sampai Yuna terdiam dengan pertanyaan stevania.


"Apa?Memang nya kenapa,jika aku pergi ke pernikahan mu seorang diri?"


Kenapa siih jika pergi ke acara pernikahan harus dengan pasangan?kasihan kan para jomblo di luaran sana.Termasuk aku,hufh...!


"Oke aku akan pergi bersama Doni"jawab Yuna singakat agar sahabat nya itu berhenti merengek.


"Apa ?Memang nya Doni sudah punya pacar?baik lah akan ku fikir kan lagi."ucap Yuna dengan nada rendah.Yuna terlihat bingung karena pasalnya Doni akan pergi ke acara itu bersama calon pacar nya,seperti yang ia bicara kan waktu itu.


Yuna berfikir keras,mencoba mengingat-ingat siapa yang akan menemani nya pergi ke acara penting sahabat nya itu.


"kak Andrean"Dia mengingat seseorang,Dan suatu peristiwa sewaktu ia si minta untuk menemani Andrean ke sebuah acara yang sama.Mungkin ini saat nya meminta balasan.


Ah masa seperti itu saja aku harus meminta balasan yang sama?orang macam apa aku ini?


"Tapi,aku merasa tidak enak jika harus mengajaknya,bagaimana jika ia sudah memiliki kekasih?,Akhh..."gumam Yuna pada diri sendiri.


"Stevania,kenapa si kau membuatku pusing."

__ADS_1


Yuna pun bangun dan melangkah masuk ke dalam rumah nya,ia terduduk di sofa dan menyalakan televisi.


Hingga malam semakin larut,Yuna masih berada di sana,menonton acara televisi yang mungkin hanya untuk menemani nya di keheingan malam itu.


Yuna merasa ada sesuatu yang membayangi fikiran nya,entah apa itu,ia pun tidak mengetahui nya.


Beberapa minggu lalu,Yuna berturut bermimpi seorang pria hingga beberapa kali.Entah siapa pria itu,bayangan nya tidak jelas.Mungkin suatu pertanda,tapi pertanda apa,ia pun tidak tau.Terlalu awan untuk nya dalam mengartikan sebuah mimpi.


***


Pagi hari pun datang,tapi mentari enggan menampakan cahaya nya,masih bersembunyi di balik di balik awan yang terlihat menggelap.Tapi pagi itu Yuna pergi ke sebuah tempat yang susah lama di rindu kan nya.


Tempat di mana sebagu penolong ia kala berjuang semasa kuliah dulu.Menolongnya kala terhimpit masalah rupiah.


Ya,cafe adalah salah satu tempat yang ia rindu kan.Salah satu tempat yang banyak menaruh andil dalam meringan kan beban keuangan nya kala itu.Tak kan pernah ia lupakan,teman-teman sesama pegawai yang susah banyak membantu nya di sana,menaruh sebuah tempat kerinduan di dada nya.


Beberapa hari setelah kepulangannya,ia hanya berdiam diri di rumah,tatkala sang Ayah melarangnya untuk bepergian.Dengan alasan takut membuat putrinya itu lelah.Tapi hari ini Yuna tidak bisa menahan keinginan nya untuk mengunjungi tempat yang ia rindukan itu.


Suatu hal yang berlebihan mungkin.Tapi bagi Yuna,tak akan ia lupakan hal apapun yang sudah ikut andil dalam masa-masa sulitnya.Setidaknya ia dapat mengobati rasa rindunya itu dengan berkunjung ke sana,meski tak berati apapun dan tak mengubah apapun.


Meski awan menunjukan gelap nya,Yuna tetap melangkahkan kaki keluar dari rumahnya itu,Ibu julia pun sudah melarangnya,karena hujan lebat mungkin akan turun pagi itu.Yuna tetap kekeuh untuk pergi.


"Tidak apa-apa bu,aku hanya ke cafe,aku akan baik-baik saja.Tenang lah."Ujar Yuna ketika masih berdiri di ambang pintu.


"Baik lah,jaga diri mu.untung saja Ayah mu ada di kedai,jika tidak..."ucap Bu julia menghentikan kata-kata nya.


"jika tidak,Ayah pasti akan melarang ku.Dan mengurung ku di rumah.iya kan"sambung nya tergelak.


"kau ini..Ya sudah cepat pergi lah sebelum hujan turun.Dan cepat pulang,karena kemungkinan siang nanti akan ada yang datang untuk bertemu denganmu."seraya mengusap bahu Yuna.


Yuna menoleh karena twrkejut dengan ucapan bu julia.


"Benar kah?siapa bu?"Tanya Yuna penasaran.


"Nyonya Wini dan dr.Arman.Orang tua angkat mu."Jawab nya.


"Ya ampun,aku lupa tidak mengunjungi mereka"Ujar Yuna sambil menepuk keningnya.


"Memang nya kau tau atau pernah kediaman mereka?"Tanya Nyonya Wini.


"Ahaha...aku belum pernah kesana"Jawab Yuna tergelak.Karena memang dia belum tau di mana kediaman keluarga dr.Arman.


Bu julia menghela nafas nya,sambil mengeleng-geleng kan kepala nya.


"ya Sudah,kalau begitu aku berangkat ya bu,tidak akan lama kok"ucap Yuna se raya tersenyum menampakkan gigi nya.Dan segera.melangkah menaiki ojek online yang sudah di pesan nya.Bu Julia pun melambaikan tangannya.

__ADS_1


"Hati-hati...".


__ADS_2