
Daniel membunyikan klakson,Yuna pun tersadar setelah Daniel juga menghidupkan mobilnya.
"oke..tunggu"Yuna segera membuka pintu mobil dan duduk di sana dengan wajah tegangnya.
Daniel pun melajukan mobilnya.Mereka hanya terdiam beberapa saat.
"Sebenarnya sedang apa kau di sana"Tanya Daniel tanpa menoleh.
Yuna mengerutkan keningnya.
"Aku kan sudah bilang sedang menunggu angkutan umum,aku mau pulang"
"Atau jangan-jangan kau wanita..."Daniel menghentikan kata katanya.
"Apa maksud mu?apa yang kau pikirkan?jangan sembarangan ya.."Yuna mulai merasa kesal dengan kata-kata Daniel yang menjurus ke maksud yang aneh -aneh.
Daniel tersenyum menyeringai.
"Benarkah kau wanita baik-baik?"Tanya lagi.Membuat Yuna memanas,ia merasa tersinggung dengan pernyataan Daniel.
"Hey,Tuan Arogan.ku bilang jangan sembarangan bicara ya,cih..atau jangan-jangan kau yang bukan pria baik-baik.Atau bisa jadi kau pria hidung belang dan berniat untuk menculik ku."Ujar Yuna menyilangkan kedua tangannya di dada,ia memicingkan matanya.Nafas nya tidak beraturan menahan kesal.
"Hey,jaga bicara mu ya.atau ku tinggalkan kau di jalanan ini"ucap Daniel mengancam.
"Aku tidak takut."
"Baiklah kalau begitu"Daniel benar-benar menepikan mobil nya.Yuna terkejut,dia melihat ke arah jendela,rumah nya masih jauh.Tidak mungkin ia harus berjalan kaki semalam ini.
Yuna bukan takut dengan malam yang mencekam di tepi jalan itu,tapi dia hanya khawatir jika Ayahnya mencari dirinya kemana-mana.
"Ayo turun dari mobilku."ucap Daniel dengan nada tegas.
Yuna terlihat kebingungan,tapi harga dirinya benar-benar sedang di pertaruhkan saat itu.Dia harus menjaga dengan baik harga dirinya,tidak akan dia biarkan pria arogan itu merendahkan nya.
"Baiklah,aku akan turun.Ingat jangan pernah kau merendahkan harga diri seorang wanita,apa lagi wanita yang belum kau kenal.Dasar Tuan Arogan yang menyebalkan."ujar Yuna penuh emosi,lalu Yuna pun melangkah turun dari mobil.
Tanpa menunggu,Daniel meninggalkan Yuna di tepi jalan yang sepi dan hanya terdapat beberapa lampu penerangan.
Angin berhembus semakin kencang,membawa udara yang dingin dan serasa menerusup ke tulang.Yuna mencoba memeluk tubuhnya sendiri erat.Dia mulai menggigil.Tak ada kendaraan yang melintas satu pun.Jalanan benar-benar sepi malam itu.
__ADS_1
"Dasar menyebalkan.Seharus nya aku tetap menunggu di halte tadi,aku kan bisa kembali ke cafe dan ber malam di halaman belakang cafe.cih..aku terlalu berharap lebih dari pria menyebalkan itu."Gumam Yuna menyesali keputusannya.
Yuna berjalan menyusuri trotoar.Sepertinya hanya dia lah makhluk hidup di sana malam itu.Jalanan yang begitu sepi,hanya ada ruko -ruko kosong.Karena ini memang sudah larut malam.Semua orang pasti sudah terlelap dalam tidurnya.Tapi disana lah ia,masih berjalan seorang diri di tepi jalan yang sunyi dengan udara yang dingin menusuk.
Ya Allah,bagaimana jika Ayah khawatir,akan kemana beliau mencari ku?
Terlihat sorot lampu kendaraan menyilaukan mata nya,ia menghalangi matanya dengan telapak tangannya.
Mobil Daniel tampak berhenti di hadapan Yuna.
"Ayo cepat naik.Aku tidak akan mengulangi kata-kata ku.jadi cepat lah"Suara Daniel terdengar sungguh-sungguh.
Yuna pun tidak menyia-nyiakan kesempatan itu,ia segera masuk ke dalam mobil tanpa bicara sepatah kata pun.
Daniel melajukan mobil nya,memecah keheningan malam dengan seorang wanita di sampingnya yang terlihat begitu lelah.Yuna telihat bersandar,mencoba mengusir rasa pegal di sekujur badannya.
Sesekali Yuna mencoba mencuri pandang ke arah Daniel yang masih fokus pada kemudinya.
Baiklah.kau pria baik,meskipun sikap mu Arogan,menyebalkan dan seenaknya.Tapi ku ralat kata-kata ku bahwa kau pria hidung belang.Sepertinya kau tidak begitu.Itu pun karena kau telah memberi ku tumpangan malam ini.Terima kasih!
"Terima kasih karena kau kembali lagi.Dan memberi tumpangan untukku."ujar Yuna tanpa direspon sedikit pun oleh Daniel.
Beberapa ratus meter lagi Yuna sampai di rumahnya.Ia memberi arah pada Daniel.
"ya stop disini saja"Yuna pun melepaskan sabuk pengaman nya.Dan hendak beranjak turun,tapi dia menoleh ke arah Daniel.
"jangan banyak bicara,cepat turun.Kau sudah menyusahkan sekali malam ini"Ucap nya masih dengan sikap dinginnya.Sedingin malam ini.
"iya baiklah.Terima kasih Tuan Arogan,atas tumpangannya."Yuna pun turun dengan segera sebelum Daniel menerkam nya dengan tatapan mengerikan.
Yuna melambaikan tangan ketika Daniel melajukan mobilnya menjauh.
Dasar wanita menyebalkan.ku harap tidak akan bertemu dia lagi.
*
Yuna melangkah menuju rumahnya,tiba-tiba Ayahnya keluar.Dengan wajah yang begitu cemas,menghampiri Yuna dan memeluknya.
"Yuna,anak ku... dari mana saja nak.Ayah sangat mengkhawatirkan mu"serta mengusap punggung Yuna.
__ADS_1
"maafkan aku,Ayah.ponsel ku tertinggal di rumah,jadi aku tidak bisa mengabari Ayah,Jika aku lembur."
"Tapi kenapa sampai semalam ini?Ayah benar-benar cemas.Sejak tadi Ayah mau menjemput mu,tapi Ayah tidak tau harus menjemput kemana.Ibumu tidak mengijinkan.Jadi Ayah memutuskan untuk meminta tolong tetangga kita mencari mu.Tapi belum ada kabar juga."ucap Heru dengan wajah yang masih mengguratkan kekhawatiran yang dalam.
"Tenang Ayah,aku kan sudah pulang.Tadi aku tidak menemukan angkutan umum.Jalanan sepi sekali.Tapi,untungnya ada orang yang baik hati mau mengantar kan ku pulang."Mencoba menenangkan Ayahnya.
Ya...walaupun orang itu sangat menyebalkan.Tapi aku beruntung,bisa di beri tumpangan malam ini.!
"Alhamdulillah...,Ya Sudah Ayo masuk,udaranya semakin dingin.Ayah takut kau bisa sakit nanti.Ayah buatkan wedang jahe ya.."Memegang tangan Yuna dan mereka pun segera masuk ke dalam rumah.
Selepas bersih-bersih dan meminum segelas wedang jahe buatan Ayah nya,Yuna pun merangkak naik ke tempat tidur.Tempat paling nyaman untuk nya melepas lelah.Kian hari kesibukannya kian bertambah,karena ia juga sedang mempersiapkan bahan skripsi nya.
Badan Yuna terasa tidak enak,tapi dia mencoba untuk memejamkan matanya.Sesaat kemudian Yuna terjaga,dia bangun dan duduk bersandar.
Ah...kenapa ada bayangan dia si.Aku sangat kesal padanya,sampai-sampai bayangan nya tidak mau hilang di otakku.Kenapa harus dia si.Kenapa bukan kak Andrean misalnya.
Yuna mencoba mengubah posisi tidur nya beberapa kali.Tapi sepertinya tidak berhasil,Yuna masih terlihat gelisah.Bayangan Pria Arogan itu mengitari memory nya yang sudah penuh dengan segala urusannya yang bertumpuk.Yuna merasa kesal,dia pun segera mengambil wudhu dan menunaikan solat malamnya.Tetapi di sela ia berdoa,muncul lagi bayangan pria menyebalkan itu.
Ya Allah siapa si dia?kenapa dia mengganggu malam ku,padahal kak Andrean yang begitu baik dan perhatian,malah tidak pernah aku memikirkannya.Hilangkan..Hilangkan dia dari fikiran ku ya Tuhan..
Selepas menunaikan solat malamnya,Yuna kembali ke tempat tidur.memeriksa ponselnya yang tertinggal tadi.Beberapa panggilan masuk dari Ayahnya,Doni dan Stevania,Juga dari beberapa nomer tak di kenal.Dan pesan berderet di layar ponselnya itu menanyakan keadaannya saat menghilang tadi.
Ah,mereka menggemaskan sekali!perhatian yang luar biasa.Love u buat kalian !
Yuna memeluk ponselnya,dan terlelap.
*
Mobil Daniel sampai di depan kediamannya,Beberapa security menghampiri dan membungkuk hormat.
Daniel memberikan kunci mobilnya,dan ia melangkah masuk.Keadaan rumah sudah sepi,seluruh anggota keluarga nya pasti sudah beristirahat.
Dia melangkah menuju kamarnya,dan menyimpan tasnya di meja.Lalu menuju kamar mandi untuk menghangatkan tubuhnya di bathtab.Beberapa lama Daniel berendam,tiba-tiba dia terduduk disana.Mengusap kasar wajahnya.
Ah wanita itu,kenapa aku harus bertemu nya lagi si.Untuk apa aku menolongnya?bahkan dia bersikap tidak sopan begitu,aku masih tidak tega meninggalkannya.
"Apa dia baik-baik saja ya?wajahnya terlihat pucat.huff...kenapa aku merasa bersalah begini?Sudah lah.Aku tidak peduli".
Daniel telah menyelesaikan acara berendam malamnya,kebiasaannya yang di lakukan setiap malam,jika ia terlambat pulang atau banyaknya pekerjaan yang harus ia selesaikan di kantor.Lalu Daniel pun menuju tempat tidur dan mulai berbaring,lalu terlelap dalam malam.
__ADS_1