The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Misi Sany (part 2)


__ADS_3

Mobil Sany sudah memasuki kawasan perumahan kediaman dr.Arman Wirawan.Dia membunyikan klakson nya ketika hendak memasuki gerbang kediaman Daniel.


Dua orang security Menghampiri mobil Sany.Karena memang Sany tidak pernah berkunjung ke sana.


"Permisi Nona,ada keperluan apa?"Tanya seorang petugas keamanan yang menjaga gerbang,ketika Sany membuka kaca jendela mobilnya.


"Maaf Pak,aku mengantar Tuan muda anda"Jawab Sany.menoleh ke arah Daniel yang duduk di kursi belakang.Security itu pun melihat ke dalam mobil.


"Maaf Tuan,saya tidak tau jika anda berada dalam mobil ini."Ujar Security itu.


"Hmm"Jawab Daniel tak merubah posisi nya.


"Baiklah,Nona silahkan masuk.Maaf telah membuang waktu anda".Tutur Security itu.


Sany pun melajukan mobil nya memasuki pelataran parkir kediaman keluarga Wirawan.


Setelah itu,Daniel turun dari mobil dan mendahului Sany.Ia melangkah masuk ke dalam rumah.


"Assalamualaikum."


"Waalaikum salam"Jawab keluarga nya yang sedang terduduk di ruang televisi hampir bersamaan.


"Ada apa Mam?Kenapa Mami menyuruh ku untuk pulang cepat?"Tanya Daniel panik.Karena itulah dia terpaksa pulang bersama dengan Sany.


"Mami sebenarnya tidak ada apa-apa kok,hanya saja Mami sudah masak makanan kesukaan mu,jadi Mami khawatir kau akan makan di luar dan membuat Mami kecewa."Jawab Nyonya Wini dengan santai.Tak peduli dengan ke khawatiran Daniel.Karena Nyonya Wini pun mengetahui rencana itu.


"Apa?Hanya karena makanan,Mami membuat ku panik ?Mami tolong jangan lakukan ini pada ku lagi."Ujar Daniel.


"Mami minta maaf ya,apa kau marah pada Mami?"Tanya Nyonya Wini memelas.


"Tidak,aku tidak marah,aku hanya khawatir"jawab Daniel.


Tiba-tiba Sany muncul,dengan senyum sumringah nya.


"Selamat malam semua nya"Sapa Sany seraya menghampiri.


Daniel pun menoleh dan menampakan wajah tidak suka nya.Tapi Sany tidak memperdulikan hal yang susah biasa ia lihat.


"Aku mau istirahat ya,"Ujar Daniel dan melangkah menaiki anak tangga lalu masuk ke dalam kamar nya.


"Hey,Niel...kenapa kau malah pergi.Aku adalah tamu mu...jangan seperti itu..."Teriak sany,tanpa mendapat respon dari Daniel yang sudah menutup pintu kamar nya.


Andrean dan Nyonya wini,juga Sany pun terkekeh pelan.


"Hahaha...kena kau"Ujar Sany.


"sebenarnya ada apa si?"Tanya Seila yang tiba-tiba datang.


"Apa yang tidak ku tau?".


"Hay,seila apa kabar?" sapa Sany.


Seila memicingkan mata nya,mengingat siapa wanita yang berada di hadapan nya itu.

__ADS_1


"Kau?".


"Aku Sany,Masih ingat?"


"Oh ya,tentu saja,kau kan yang membuat kak Daniel frustasi,Sedang apa kau di sini?"tanya Seila sinis.


"ayo lah,seila.Itu sudah lama sekali.Bahkan Daniel sudah memaafkan ku.Aku juga datang kemari bersama Daniel."ujar Sany.


"Oh iya ayo Sany,silahkan duduk"Tutur Nyonya wini mempersilahkan sany untuk duduk di sofa.


"Terima kasih Tante,apa kabar nya.Maaf aku belum sempat menyapa tante"Ucap Sany.


"Oh iya,tidak apa-apa.Kita makan malam sama-sama ya?Sebentar lagi om Arman pulang."Ujar Nyonya Wini.


"Mam.Kenapa Mami menyuruh nya untuk makan bersama?biar saja dia pulang jika urusan nya sudah selesai."Ujar Seila ketus.


Sany hanya terdiam.Dia tau bagaimana dulu seila sangat membela kakak nya.Dia lah orang yang begitu menyayangi kedua kakak nya.Jadi wajar,jika ia masih terlihat marah pada Sany,meskipun dulu mereka juga sangat dekat.


Seila tidak mengetahui tentang rencana yang sedang di lancarkan oleh keluarga nya untuk sang kakak nya Daniel.Mereka sengaja tidak memberi tau mengenai hal ini.Karena pasti Seila menolak dan tidak menyetujuinya.Karena yang Seila ingin kan adalah,kak Daniel busa bersanding dengan sahabat nya yang berprofesi sebagai seorang model terkenal.


"Seila,Sany adalah tamu kita.Lagi pula dia sudah mengantar kan kakak mu pulang karena ban mobil nya bocor."Jawab Nyonya Wini.


"Sudah lah seila,jangan membenci orang terlalu dan terlalu dalam.Itu membuat hati kita menjadi keras nanti.Naudzubillah.Lagi pula,Sany juga adalah Sekertaris kakak di kantor.Sudah ayo kita makan sama-sama"Tutur Andrean.


Membuat Seila berkerut dalam.Dia tidak mengerti dengan apa yang di lakukan keluarga nya pada wanita yang telah berbuat jahat pada Daniel.


Seila pun menyerah,ia masuk ke kamar nya dan kembali lagi setelah mengganti pakaian.Daniel dan dr.Arman pun sudah bergabung di meja makan,termasuk Sany yangs udah terduduk di meja makan.


Mereka pun melangsungkan makan malam dengan hening.Sany masih berfikir tentang apa yang akan di lakukan ia selanjut nya.


Andrean masih sibuk dengan laptop nya,dan Daniel fokus pada gawai nya.Sany berbincang dengan dr.Arman dan Nyonya Wini.Mereka masih dalam satu ruangan.


"Oh ya,Sany.Apa kau sekarang sudah memiliki pacar?"Tanya Nyonya Wini.Andrean melirik sekejap dan mengembalikan pandangan nya pada layar laptop.


Daniel bahkan tidak tertarik dengan obrolan mereka.


"Belum Tante,aku bahkan masih berharap Daniel mau kembali padaku"Jawab Sany tegas.Membuat semua orang melihat ke arah nya.


"kenapa?aku serius.Lagi pula Daniel masih sendiri kan?"Tanya Sany.


"ya...sebenarnya sih memang benar"Jawab Nyonya wini.


"Aku tidak akan kembali pada mu"Jawab Daniel yang tanpa ekspresi dan mata nya pun masih menatap gawai nya.


"Aku tidak peduli.aku akan tetap berusaha agar kau mau kembali pada ku,bagaimana pun cara nya"ujar Sany percaya diri.


Membuat Nyonya wini dan dr.Arman tersenyum-senyum.


"Awas kalau kau berani"ancam Daniel.


"Aku tidak takut dengan ancaman mu ya"Ujar Sany menantang.


"Sudah lah Niel,lagi pula kau memang belum punya pacar kan.Jadi mungkin kau bisa mencoba nya lagi dengan Sany"Sambung Andrean.Membuat Daniel menatap nya tajam.Tapi membuat Andrean malah terkekeh.

__ADS_1


"Niel,jangan seperti itu.Seperti nya Sekarang Sany sudah banyak berubah."Ujar Nyonya wini.


"Terima kasih tante atas dukungan nya."Jawab Sany dengan menampakan senyum lebar nya.


"Mam.jangan memberi nya harapan."Ujar Daniel jengkel.


"sampai kapan kau akan mengerjar Daniel ?"Tanya Andrean pada Sany.


"Sampai aku benar-benar melihat dia menikah.Atau mungkin dengan ku..hahaha"Jawab Sany terkekeh.


"Aku tidak akan menikah dengan mu.Tidak akan pernah"jawab Daniel kesal.ia pun bangun dari duduk nya dan hendak melangkah menuju tangga.


"Niel,aku tidak akan menyerah".teriak Sany.


Daniel menoleh ke arah nya dan menatap nya tajam.


"Dengar baik-baik."Ucap Daniel masih menatap Sany dari kejauhan.


Sany menelan saliva nya,tatapan Daniel cukup membuat nyali nya menciut.


"Aku akan menikah dengan orang lain."jawab Daniel..


"Apa kau menyetujui rencana Mami Niel?"Tanya Nyonya wini.


"ya,aku menyetujui nya.Jadi buat wanita itu menjauhi ku"Jawab Daniel.


Membuat keluarga nya kecuali Sany melarasa lega.


"Kau yakin menerima nya?"tanya dr.Arman meyakinkan.


"iya Pap.Aku menerima perjodohan itu.asalkan wanita ini berhenti mengganggu ku."Jawab Daniel.


Ah semudah itu kau menyerah rupa nya.Batin Andrean.


"Baiklah Mami pegang kata-kata mu ya."teriak Nyonya wini saat Daniel menaiki anak tangga menuju kamar nya.


Nyonya wini,Dr.Arman dan Andrean pun tersenyum penuh kemenangan.Membuat Sany menggaruk kepala nya,ia merasa bingung.


"Terima kasih atas bantuan nya ya.Kau memang bisa di andal kan"Ucap Andrean.


"Ternyata rencana Ayah bisa berhasil juga."ujar Dr.Arman.


"Sebenarnya ada apa si?"Tanya Sany bingung.


"tidak apa-apa.Tugas mu dari Opa sudah selesai."jelas Andrean.


"Baiklah"Sany pun menghela nafas nya.


"kalau begitu aku pamit ya.".


Sany pun berpamitan.


Oh ternyata Daniel sudah di jodoh kan.Baiklah tidak masalah.Lagi pula aku rasa,sekarang aku menyukai....Batin Sany.

__ADS_1


Dia malah Tersenyum-senyum sendiri.


Buat para reader...Mohon dukungan nya ya..jangan lupa like and vote nya ya...😘


__ADS_2