The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Kabar Andrean.


__ADS_3

"Sudah jawab saja."Ujar Daniel.


"Aku harus jawab apa?aku bahkan tidak tau kenapa aku menerima pria arogan seperti mu.Lantas bagaimana dengan mu?kenapa kau mau menerima perjodohan ini?"


"Apa-apaan kau ini.Jawaban macam apa seperti itu?"Ujar Daniel Sewot.


"Ayo jawab,kenapa kau menerima aku?"Tanya Yuna lagi.


"Oh itu...karena...tentu saja karena aku tidak ingin mengecewakan keluarga ku.Ya..hanya itu alasan nya"Jawab Daniel sekena nya.


Membuat Yuna memicingkan mata nya.


"Benarkah?"


"Tentu saja.Apa lagi?"Jawab Daniel.


"Baiklah"Yuna mengangguk-angguk.


***


Di mobil Opa.


"Wini,kenapa kau terlihat berusaha mendekatkan Yuna dan Daniel?padahal kan kau sudah memutuskan untuk menjodohkan Daniel?"Tanya Opa.


Membuat Nyonya Wini terkekeh.


"Ayah...perlu Ayah tau ya... gadis yang ku jodohkan dengan Daniel itu adalah Dokter Yuna."Jelas Nyonya Wini.


Membuat Opa terkejut.


"Benarkah?"Tanya Opa.


Kedua pria lajang yang berada di dalam mobil itu pun sebenar nya ikut terkejut.Hanya mereka mencoba menutupi nya.Dan sesekali melirik ke arah Nyonya wini mencari kebohongan di sana.Tapi Nyonya wini memang berkata yang sesungguhnya.


"Tentu saja Ayah,bahkan kedua nya sudah saling menerima.Aku sangat bahagia sekali.Oh iya,Ayah belum cerita pada ku,kenapa ayah bisa mengenal Dokter Yuna?"Tanya Nyonya wini penasaran.


Akhir nya Opa pun menceritakan semua nya,tentang siapa Yuna dan hubungan nya dengan kakek Yuna.


Nyonya wini hanya manggut-manggut mendengarkan,begitu pun Ken dan Gino.


Beberapa saat kemudian.


"Oh iya Gino,dimana rumah pacar mu?"Tanya nyonya wini seperti mengingat sesuatu.


Pacar?apa-apaan si nyonya.Aku bahkan belum punya calon nya.hiks.Batin Gino.


"Gino..."Seru nyonya wini saat Gino masih terdiam.


"Maaf Nyonya,tapi...bukan kah itu hanya alasan Nyonya pada Bos Daniel?"Ujar Gino menjelaskan.


"Oh iya ya...haha jadi kau belum punya pacar ya?"Tanya Nyonya wini tergelak.


Membuat semua nya terkekeh.


"Aku heran dengan pria-pria muda jaman sekarang,entah apa yang mereka cari.Padahal tampang yang tampan dan kantong mereka juga sudah mapan.Tapi masih saja suka melajang.Andrean,Daniel juga begitu"Ujar Nyonya wini menggelengkan kepala nya.


"Entah lah tante,mungkin mereka hanya senang jika sendiri,haha"ledek Ken.Membuat Gino cemberut.


"Hey Ken,kau juga termasuk loh ya.."ledek Nyonya wini,membuat Ken terdiam.Dan di balas tawaan oleh Gino yang merasa tidak hanya dia sendiri.


***

__ADS_1


Daniel pun sampai di depan Kediaman Yuna.


"Sudah sampai,sana turun"Ucap Daniel.


Membuat Yuna cemberut.


"Baiklah terima kasih atas tumpangan nya."Jawab Yuna.


Tapi tiba-tiba ponsel Daniel berdering.


Daniel pun segera menjawabnya.


"Halo..siapa ini?oh kakak?Bagaimana kabar kakak?"jawab Daniel di telpon.Rupanya Andrean lah yang melakukan panggilan itu.


Oh Ternyata Daniel memiliki kakak.Batin Yuna.


"Kenapa kakak sulit di hubungi?"Tanya Daniel.


☎"Kabar kakak baik,Ponsel kakak hilang,mungkin saat sampai di bandara Singapura,ponsel nya terjatuh.Niel,Bagaimana kabar mu?"Tanya Andrean di telepon.


"Baik kak.Aku baru saja selesai menghadiri acara Seila"jawab Daniel.


☎"Oh iya hari ini ada acara Fashion show ya.Bagaimana acara nya?"Tanya Andrean lagi.


Bagaimana mana ini,kak Andrean pasti akan khawatir jika mengetahui tentang kekacauan yang terjadi di sana.Batin Daniel.


Daniel melirik ke arah Yuna yang masih memperhatikan nya.Yuna mengangkat alisnya.


"Ah iya tentu acara nya berjalan lancar.Bagaimana dengan pekerjaan kakak?"


☎"Oh syukurlah.Di sini semua pekerjaan lancar.Apa kabar Mami?kakak belum sempat mengurus mengenai ponsel kakak.Semua sedang di urus oleh sekertaris kakak di sini.Ya sudah sampaikan salam kakak pada semua nya ya.."ujar Andrean.


"Sudah?"Tanya Yuna.


"Hmm...kenapa kau masih di sini?sudah pulang sana."


"Aku hanya mau menawarkan mu untuk mampir."


"tidak perlu,sudah cepat sana."


"Oh iya,kau punya kakak ya?kenapa tidak terlihat di acara Seila tadi.?"Tanya Yuna penasaran.


"Hmm,dia ada di luar negeri."jawab Daniel singkat.


"oh begitu.Yakin kau tidak akan mampir?"


"tidak".


"Baiklah.Aku pulang.bye"Yuna pun melangkah menuju rumah nya.Begitu pun Daniel yang segera melajukan mobil nya meninggalkan halaman rumah Yuna.


***


Beberapa waktu berlalu,Andrean masih sibuk dengan pekerjaan nya di Singapura.Sany pun telah berangkat ke sana beberapa waktu lalu.


Sany ternyata sedang mencoba untuk mendekati Andrean,meski Andrean tidak menyadari nya.Semua tingkah Sany hanya di anggap sebagai sifat nya yang memang manja.


"Kak,Setelah ini kita ada meeting di Xx resto,Tapi masih ada waktu satu jam lebih lagi.Kita harus kemana sebelum nya?"Tanya Sany ketika keluar dari kantor setelah menyelesaikan meeting dengan para staf.


"Kau bisa kembali ke hotel mu.Aku juga akan kembali ke hotel,untuk membersihkan diri.Aku akan menghubungi mu nanti satu jam kemudian."Ujar Andrean sambil terua melangkah menuju mobil nya.


"Baiklah."Jawab Sany.

__ADS_1


Mereka pun menuju Hotel yang sama.


"Selamat sore kak,sampai jumpa satu jam lagi."Ujar Sany.


"Hmm"Jawab Andrean sambil.melangkah ke kamar nya.Beberapa pegawai Hotel itu menundukkan kepala nya ketika berpapasan dengan Andrean.


Andrean memasuki kamar nya dan menyimpan tas kerja nya di meja,ia pun segera melepas seluruh pakaian nya dan berendam di bathtub nya yang hangat.


Andrean memijat tengkuk nya yang terasa pegal,sambil berendam.


Ia teringat akan hubungan nya dengan Yuna yang belum mendapat titik terang.Ingin sekali ia menghubungi Yuna.Tapi ia bingung karena ponsel nya hilang.


"Bagaimana kabar mu Yuna,aku merindukan mu.Aku akan menyiapkan kejutan setelah aku pulang dari sini,aku akan menyiapkan pesta kejutan untuk melamar mu.Dalam hati ku telah terukir nama mu,seandainya bisa aku mengungkapkan nya sedari dulu,kau pasti akan ada di sini bersama ku,menikmati hari bersama dan saling berbagi."gumam Andrean sambil tersenyum-senyum.


Terdengar pintu kamar nya di ketuk,Andrean pun terkejut.


"Who is that???".Teriak Andrean.


"Please,wait a minute".Ujar Andrean segera memakai handuk nya.Dan melangkah keluar dari kamar mandi nya.


Ia terkejut ketika Sany sudah berada di kamar nya.


"Sany?ada apa?"Tanya Andrean.


"Aku membawakan minuman hangat.Ini untuk kakak".Ujar Sany menyodorkan secangkir kopi.


"Terima kasih.Tapi aku baru saja mau mandi."Jelas Andrean.


Sany melihat Andrean dari ujung kaki ninggal kepala,terlihat dada nya yang bidang dan cukup atletis,putih dan bersih.Membuat Sany hampir meneteskan air liur nya.


Andrean memicingkan mata nya atas tatapan Sany yang tidak di sukai nya itu.


"Sany,terima kasih kopi nya,Dan sekarang silahkan keluar,aku harus membersihkan diri dulu."Ujar Andrean,membuat Sany terkejut dan menelan Saliva nya.


"Ah iya kak.kakak terlihat seksi."ucap Nya,membuat Andrean mengerutkan keningnya.


"Terima kasih,silahkan keluar"tutur Andrean sedikit tegas.


"Tapi kak,aku masih mau di sini,aku bisa membantu kakak untuk membersihkan diri."ujar Sany mengigit bibir bawah nya,mata nya masih menatap dada Andrean.


Andrean merasa risih dengan sikap Sany.


"Sany,jangan macam-macam.cepat keluar".Bentak Andrean.


"Beri aku kesempatan sekali saja kak"Ujar nya melangkah mendekat.Andrean melangkah mundur.


"Aku tidak akan kasar pada mu,jadi cepat pergi lah."Mata Andrean memelototi Sany.


"Kak...aku mencintai kak Andrean."Teriak nya.


"Sany...apa kau mabuk?"Tanya Andrean masih melangkah mundur.


Sany pun mendorong Andrean hingga terjatuh di atas ranjang nya.Sany yang berada di atas tubuh Andrean itu terus menciumi dada Andrean yang tanpa busana dengan ganas nya.Andrean mencoba untuk mendorong Sany yang seperti nya tidak sepenuhnya sadar.


"Sany sadarlah,kau mabuk.ah..."Andrean mencoba bangun,tapi Sany menarik handuk Andrean hingga terlepas.Dan Andrean mencoba mempetahan kan pusaka nya agar tidak terlihat.Lalu berlari masuk ke kamar mandi dan mengunci nya.


"Sialan..."gumam Sany.


"cepat pergi dari kamar ku"teriak Andrean dari kamar mandi.


"Ada apa dengan mu sany?"Gumam nya.

__ADS_1


__ADS_2