The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Perbincangan keluarga


__ADS_3

Suatu sore yang masih menunjukkan kecerahan nya,Nyonya wini yanh sedang asik menikmati secangkir teh di halaman belakang pun di kejutkan dengan kedatangan sang suami.Dokter Arman membawa kan satu buket besar bunga lili kesukaan sang istri.


Nyonya Wini begitu bahagia ny mendapat ke juga dari sang suami.


"Happy anniversary Mami..."Ucap Dokter Arman seraya menyodorkan bunga di hadapan Nyonya wini.


"Ah...terima kasih sayang,"ujar Nyonya wini seraya mengecup pipi sang suami.


"Kau menolak untuk merayakan nya,dan menolak hadiah yang ku tawarkan jadi...aku harap kau tidak menolak bunga ini."Ujar Dokter Arman.


"oh tentu saja,mana busa aku menolak bunga seindah ini."Ucap Nyonya wini sumringah.


"Lagi pula,kita kan selalu merayakan nya setiap tahun,jika tahun ini tidak di raya kan,menurut ku tidak masalah."sambung Nyonya wini.


"Baiklah,asal kau bahagia."ujar Dokter Arman,seraya duduk di samping nyonya wini.


"Sebenarnya,ada sesuatu yang ingin aku pinta pada mu".


"Apa?"tanya Dokter Arman penasaran.


"Pernikahan Daniel."Jawab nya singkat.


"Oh kalau itu,Papi juga menginginkan nya.Nanti malam kita bicarakan tentang hal ini ya.Nanti malam Ayah akan datang untuk undangan makan malam."Ucap Dokter Arman.


"Baiklah...aku tidak sabar.Pasti Ayah menyetujui nya."


***


Malam hari di kediaman Dokter Arman.


Beberapa para ART sudah menyajikan makanan di meja makan.Semua nya sudah tertata rapi.Dan keluarga pun sudah mulai berkumpul di meja makan.Tinggal menunggu Opa dan juga kedua cucu angkat nya,Ken dan Saski.


"Mam,Sepertinya Opa sudah datang"Ujar Seila pada sang Mami yang sedang menyiap kan piring di meja makan.Karena meskipun ART di rumah itu ada beberapa,Nyonya wini lebih suka mengerjakan pekerjaan dapur sendiri,ia tak suka jika hanya mengandal kan pembantu rumah tangga sepenuhnya.


Karena pada dasar nya pekerjaan rumah itu tanggung jawab seorang istri.


"Benar kah?"Sahut Nyonya wini seraya melangkah menemui sang Ayah mertua.


"Selamat malam Ayah"Sambut nya memeluk sang Ayah mertua.


"Selamat malam.Selamat hari raya pernikahan ya..semoga kau selalu sehat dan bahagia di keluarga ini."Ucap Opa.


"Aamiin,terima kasih Ayah.Ayo masuk,kita langsung makan ya,semua sudah di siap kan.Ah Saski,Ken"Sapa Nyonya wini.


"Selamat ya Tante"ujar Saski dan Ken.


"Terima kasih sayang,ayo kita ke ruangan makan."Ujar Nyonya wini seraya berjalan menggandeng sang mertua.


Semua keluarga menyambut kedatangan Tuan besar Wirawan sang Kakek.


Mereka pun menikmati santapan makan malam dengan hangat.Hanya saja kehadiran Andrean membuat acara malam itu terasa tidak sempurna.


"Kapan Andrean akan kembali?"Tanya Opa.

__ADS_1


"Mungkin bulan depan atau bisa saja lebih.Kak Andrean belum memberikan kabar mengenai kepulangan nya."Jawab Daniel.


"oh begitu ya,masih lama sekali.Apa tidak bisa dia pulang lebih cepat?"Tanya Opa lagi.


"Seperti nya belum bisa Opa.Aku juga sudah bertanya dan meminta nya untuk segera pulang,tapi kak Rean bilang pekerjaan nya tidak bisa di tinggal."Lanjut Daniel.


"Padahal kami merindukan nya."ujar Nyonya wini.


"Oh iya wini,kenapa kau tidak mengundang Keluarga Yuna?"Tanya Opa.


Membuat beberapa orang di sana terkejut.terutama Seial yang memang tidak menyukai Yuna.


"Oh itu,ya aku sudah mengundang mereka,tapi sayang nya mereka sudah mempunyai acara keluarga".


"Oh begitu ya."Ujar Opa dengan nada kecewa.


"Lain kali kita akan mengundang mereka ya"Sambung Dokter Arman.


***


Acara makan malam pun telah usai,mereka menikmati malam sambil bersantai di halaman belakang rumah sambil menikmati bakar jagung dan cemilan,juga hangat nya cokelat panas.


Daniel,Ken,Seila dan juga Saski sedang sibuk dengan jagung bakar mereka.


"Niel,aku dengar kau sudah di jodohkan ya?"Tanya Saski.


"Hmm"Sahut Daniel sambil terus mengipas-ngipas jagung bakar nya.


"Dengan siapa?"Tanya nya lagi.Hati nya terasa ******* ketika menanyakan hal itu.


Membuat ketiga nya menoleh ke arah Ken.


"Kenapa?ada apa?Kenapa semua menatap ku?"Tanya Ken bingung.


"Apa kakak pernah berjumpa dengan nya?"Tanya Saski.


"ya saat acara fashion show."


Tiba-tiba Opa yang sedang duduk bersantai memanggil Daniel.


"Niel,Kemarin sebentar".panggil nya.Daniel pun melangkah menghampiri.


"Ya Opa,"Sahut nya seraya terduduk di samping sang Opa.


"Niel,jika Opa meminta mu untuk segera menikah,apa kau menyetujui nya?"Tanya Opa.


Membuat Daniel terkejut dan menelan Saliva nya.Begitu pun ketiga Orang yang sibuk menguping itu.


"Menikah?"Gumam seila.


"Maksud Opa?"Tanya Daniel memastikan maksud dari sang Opa.


"iya,niat baik kan memang seharus nya di segerakan.Opa ingin kau segera menikah dengan Yuna."Lanjut Opa.Membuat Daniel lagi-lagi menelan Saliva nya.

__ADS_1


"Aku..."Daniel ragu dengan ucapan nya.


"Niel,Mami yang menginginkan pernikahan mu di percepat.Mami harap kau menyetujui nya,karena Mami ingin ini menjadi hadiah di hari anniversary Mami dan Papi.Bukan begitu Pap?".Ujar Nyonya wini.


"Benar nak.Niat baik itu harus di segerakan."lanjut Dokter Arman.


"Bagaimana jika menunggu kakak pulang?"


Tanya Daniel.


"Kami sudah bertanya pada Rean,dia bilang bahwa kau sebaik nya menikah tanpa menunggu nya pulang.Setelah Andrean kembali,baru kita melaksanakan resepsi nya.Apa kau setuju?"Tanya Dokter Arman.


"Apa aku bisa berfikir dulu?"


"Apa yang harus kau fikirkan?Bukan kah kau sudah menyetujui perjodohan ini.Dan memang tujuan perjodohan itu adalah kau harus menikah."Sambung Opa.


Membuat Daniel tercekat.


"Bagaimana Niel?"


"Terserah kalian saja,anggap ini sebagai hadiah untuk Mami dan Papi"Jawab Daniel.


"Niel,kami tak ingin kau merasa terpaksa.Jadi kata kan kau setuju atau tidak,ini tentang masa depan mu"Ujar Nyonya wini.


"Mam,apapun yang membuat Mami bahagia,aku akan melakukan nya."Jawab Daniel tegas.Seraya menggenggam tangan sang Mami.


"Apa kau yakin?"Tanya Nyonya wini lagi.


Daniel pun mengangguk.


Terlihat seseorang yang merasa tertusuk hati nya,bagaikan petir menyambar saat turun hujan.


"Aku permisi ke belakang ya.."Ucap Saski lalu melangkah dengan langkah panjang nya masuk ke dalam rumah,ia berjalan menuju sebuah ruangan di samping rumah.


Saski menangis tersedu-sedu,hati nya hancur tatkala mendengar seseorang yang begitu di puja nya akan menikah dengan wanita lain.Jiwa nya terasa kosong,dia tersungkur di lantai sambil menutup wajah nya yang sudah basah oleh air mata yang tertahan sedari tadi.


"Tuhan...kenapa aku selalu kehilangan orang-orang yang ku cintai,kenapa Tuhan?kenapa hati ku begitu perih,aku bahkan sulit untuk berdiri.hiks... hiks...pertama kedua orang tua ku pergi untuk selamanya,sekarang Daniel yang sudah ku cintai sejak lama harus melangkah menuju masa depan yang bukan dengan ku.Bagaimana aku harus melepaskan rasa ini ya Tuhan....hiks hiks.kenapa aku harus merasakan kepedihan ini,apa salahku?hiks hiks"Saski terus terisak-isak.


Tanpa di sadari Ken berada di belakang nya.


Ken terus mendengarkan semua rintihan Saski.Meski hati nya pun ikut terluka karena kesedihan adik semata wayang nya,tapi Ken adalah orang yang bijak.Yang bisa memahami segala situasi.


Ken melangkah menghampiri Saski.


"Sas,"Panggil nya.Tapi Saski tak menoleh,Dia tau siapa yang memanggil nya.


"Tumpah kan kesedihan mu,agar nanti nya kau bisa menerima kenyataan,agar tak ada lagi air mata setelah ini.Kau tentu tau,kita bukan orang dengan sejuta kepedihan.Kau bayangkan,seandainya dulu kita tidak bertemu dengan Opa.Seperti apa kita sekarang?Pantaskah kita jika mengharap lebih dari semua yang telah di berikan keluarga Opa untuk kita?"Ken bersandar pada dinding.Ia menyilangkan kedua tangan nya dia atas dada.


"Mereka telah memberikan kasih sayang dan materi yang melimpah untuk kita yang tidak di miliki orang lain yang bernasib sama seperti kita.Kurang adil apakah Tuhan?Sepatutnya kita bersyukur dengan apa yang kita miliki sekarang.Bukan mengeluh atau malah menuntut."Jelas Ken.Membuat Saski terdiam.


Saski bangun dan menghampiri sang kakak.air mata nya masih terus mengalir,membuktikan hatinya memang sedang terluka.


"Kak,apa salah jika aku mencintai nya?bukan kah cinta itu datang tanpa alasan?"Ucap Saski terisak.

__ADS_1


"Setiap Orang pasti memiliki rasa cinta yang ada di hati.Tapi tugas akal kita adalah membantu menempatkan dimana rasa itu semestinya berlabuh.Jika kita mencintai tanpa akal,maka diri kita sendiri yang akan hancur.Karena belum tentu besar rasa yang kita miliki itu sama besar dengan rasa orang yang kita cintai.Aku harap kau mengerti.Jangan mengecewakan orang yang berjasa atas hidup kita,Saski."Jelas Ken,Lalu melangkah meninggal kan Saski sendiri.


__ADS_2