The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Pindah.


__ADS_3

Daniel masih menatap kakak nya itu dengan tatapan sejuta tanya.Tapi Andrean tak bergeming.


Hingga Daniel memutuskan untuk melangkah keluar dari kamar Andrean.


"Aku tidak mencintai nya...Dia istri mu,kau lah yang seharus nya mencintai nya.Melindungi nya,jangan torehkan luka dan air mata.Kau yang bertanggung jawab atas kebahagiaan nya".Ucap Andrean.


Daniel.menghentikan langkahnya,tapi ia tidak menoleh.


"Percaya lah.Tak ada penghianatan,cintai dia.Apapun itu,berjuang lah untuk kebahagiaan kalian".Sambung Andrean.


Daniel tak bergeming.Ia kembali melanjutkan langkah nya menuruni tangga dan menuju ruang makan.Seluruh keluarga nya,sudah berkumpul.


Daniel masih terdiam.


"Mana Andrean?"Tanya Nyonya wini.


"Mungkin masih bersiap Mam"jawab Seila.Karena Daniel hanya diam.


Yuna melirik ke arah suami nya itu.


Sambil mengoles selai ke atas roti nya.


Ada apa lagi si...kenapa sikap nya sering berubah-ubah.Batin Yuna.


Beberapa saat kemudian,Andrean pun datang dan bergabung untuk sarapan pagi.Mata Andrean melirik ke arah Daniel,yang masih terlihat marah.Tatapan itu yang selalu Andrean takut kan.Daniel memang selalu terbuka dengan kakak nya itu,tapi sifat Daniel sulit di tebak.


"Rean,untung Mami ingat.Bagaimana dengan rencana mu untuk melamar calon istri mu?.Wanita yang kau bilang luar biasa dan istimewa itu,Mami penasaran."Tanya nyonya wini antusias.


Ya ampun Mam...kenapa bertanya pada waktu yang tidak tepat.Aku harus jawab apa.? Batin Andrean.


"Wanita itu sudah menikah Mam".Jawab Daniel tiba-tiba.Membuat semua menghentikan sarapan mereka.


Bahkan Yuna menjatuhkan sendok,dan Andrean pun tersedak jus buah yang sedang di teguk nya.


"Uhuk...uhuk.."Nyonya wini spontan menepuk-nepuk pundak putra sulung nya itu.


"Pelan-pelan sayang"ujar nya.


"Haah?Apa?sudah menikah?"Tanya seila yang tak kalah terkejut nya,ia bertanya dengan mulut yang penuh dengan sandwich yang belum selesai di kunyah nya.


"siapa wanita itu?dia pikir dia siapa?berani nya menyampakkan kakak ku yang sangat perfect ini".Sambung seila,masih mencoba menghabiskan makanan di mulut nya".


"Seila...jangan bicara begitu,habiskan dulu makanan mu,nanti kau tersedak"Ujar Nyonya wini.


"Apa benar itu Rean?"Tanya Dokter Arman.


"Jawab lah kak".Sambung Daniel,tanpa menoleh.


Yuna menelan Saliva nya berat.Hati nya tiba-tiba merasa gemetar.Ada sesuatu yang berdenyut di dada nya.


Andrean hanya mengangguk.


"Itu sudah aku lupakan,mungkin kami tidak berjodoh.Ya sudah lah,aku baik-baik saja."Ujar Andrean mencoba untuk sesantai mungkin menjawab nya.


"Ya sudah.Jangan di fikirkan,jodoh itu sudah ada yang menentukan.Contoh nya Yuna dan Daniel,tidak di sangka mereka malah berjodoh.Mereka terlihat sangat serasi.Meskipun Daniel masih sangat kaku dan tidak romantis"Ucap nyonya wini tersenyum-senyum.


Yuna menundukkan pandangan nya.


Bagaimana jika mereka tau hubungan ku dengan kak Andrean?.Batin Yuna.


"Mam,Pap...Aku akan pindah ke Apartemen.Sore ini"Ujar Daniel Membuat yang lain terkejut lagi.

__ADS_1


Kali ini Yuna yang tersedak.


"Uhuk...uhuk.."


"Hati-hati sayang,kenapa selalu membuat orang terkejut sih?"Ujar Nyonya wini.


"Kenapa mau pindah?apa ada masalah?apa kamar ku kurang nyaman?"


"Aku akan pindah,Mam.Hanya ingin lebih mandiri"Jawab Daniel singkat.


"Tolong fikirkan lagi sayang..."Rajuk Nyonya wini.


"Aku akan berkemas nanti siang".Daniel melirik Yuna.Yuna mengerutkan dahinya.


"Iiya Mam,sebenarnya kami sudah membicarakan nya,tapi aku terkejut jika harus mendadak"Ucap Yuna gugup,ia melirik ke arah Daniel.


Jangan kan kalian,aku adalah orang yang paling terkejut dengan keputusan putra kalian yang aneh ini.Batin Yuna.


Daniel pun selesai dengan sarapan nya,dia bangkit dan berpamitan.


"Tunggu,Apa hari ini kau bisa mengantar ku?"Tanya Yuna kepada Daniel.


"Hmm"Jawab Daniel sambil melangkah keluar dan menuju mobil nya.


"Aku pergi berangkat dulu ya..Assalamualaikum".Yuna tergesa menyusul Daniel.


"Waalaikum salam".


***


Daniel masih terdiam di dalam mobil.Yuna berkali-kali mencoba untuk mencairkan suasana,tapi Daniel tidak bergeming.


Ada apa sih.Tadi pagi dia biasa saja.Tapi tiba-tiba berubah diam seperti ini.Dasar manusia aneh.Tapi dia masih terlihat tampan,meski pun menyebalkan seperti itu..Astaga...apa sih yang aku fikirkan?.Batin Yuna.


Yuna memukul-mukul dahinya.


"Apa yang kau fikirkan?aku memang aku tampan."ujar Daniel tanpa menoleh.


Yuna mengerut kan dahi nya.


Hey,muka mu itu ada berapa?apa kau memiliki mata lebih dari satu?ku lihat kau begitu fokus pada jalanan.iisshh...Batin Yuna.


"Kenapa kau mendadak akan pindah ke apartemen?".Tanya Yuna.


"Kalau kau ingin tetap tinggal di rumah,silahkan.Aku tidak memaksa".Ujar nya.


"Hey,bukan itu maksud ku.Tapi keputusan mu ini membuatku bingung.Ada apa sebenar nya?"Tanya Yuna lagi dengan muka masam nya.


"Aku tau kau memiliki hubungan dengan kak Andrean."Ujar Daniel.Membuat Yuna tercekat.tenggorokan nya tiba-tiba tersa kering.Ia sulit menelan salivanya.Bahkan Yuna tak menoleh.Ia masih membisu.


"Jawab,apa kau mencintai Andrean?"Tanya Daniel.Semakin membuat Yuna gemetar.


Apa ini alasan nya...Aku harus jawab apa?Apakah kak Andrean sudah menjelaskan pada nya atau belum?.Batin Yuna.


"Jawab".Daniel menegaskan kata-kata nya.


"Aku...aku dan Kak Andrean,kami berteman sudah lama sekali.Aku hanya berteman dengan nya.Itu saja,kenapa kau semarah itu.Wajar kan jika kami saling mengenal,dia sering berkunjung ke kedai.jadi..."Kata-kata Yuna terpotong.


"Jadi...kau mencintai nya atau tidak?Kau kan wanita yang akan di lamar nya?"Tanya Daniel lagi masih tak menoleh.


"kenapa kau bertanya begitu?aku tidak tau."

__ADS_1


"Bagaimana bisa kau tidak tau?"Teriak Daniel.Membuat Yuna tersentak.


"Tidak mungkin kau tidak tau,dia telah menyiapkan kejutan lamaran untuk mu.Dia terlihat bahagia menunggu hari itu.".


Yuna tercengang,dada nya terasa basah.Ada butiran bening mengalir di pipi nya hangat.


Benarkah?Bahkan aku tidak tau itu.Batin Yuna.


Yuna menutup mulut nya,segera ia seka air matanya yang hpir jatuh.


"Kau mengkhianati nya?Kau malah memilih menikah dengan ku kenapa?...Kenapa...?"Teriak Daniel di hadapan Yuna.


Membuat Yuna memejamkan mata nya.ia menutupi wajah nya dengan kedua telapak tangan nya.


Yuna menangis sesegukkan.


"Hentikan Niel,hentikan...hiks,hiks".Yuna benar-benar tidak menyangka,jika Daniel dapat semarah itu.


Daniel menyandarkan tubuhnya,laju mobil nya telah menepi beberapa saat tadi.


Hening.


Daniel memejamkan mata nya.


"Harus nya kau menikah dengan nya,bukan dengan ku".


Bagaimana hancurnya perasaan kakak waktu dia mengetahui nya?kenapa dia tidak bicara padaku.Batin Daniel.


"Itu sudah berlalu,aku tidak punya pilihan.Kak Andrean tidak pernah mengungkap kan nya pada ku.Aku tidak tau apa yang ia rencana kan,percaya lah..."Jelas Yuna.


"Aku akan tetap pindah,dengan atau tanpa mu".Jawab Daniel kembali melajukan mobil nya.


Perasaan Yuna menjadi tidak karuan,ada perasaan bersalah dan keterkejutan yang menyergap hati nya,tentang kenyataan yang harus ia dengar.Bahwa Andrean sudah menyiapkan lamaran untuk nya.Bahkan ia tidak pernah memberi tau nya.


Apa aku se polos itu,atau aku memang bodoh.Batin Yuna.


"Turun..."Ucap Daniel tiba-tiba,ketika menepikan mobil nya.


"Tapi Rumah sakit masih jauh Niel.."Jawab Yuna melihat keluar jendela mobil.Jalanan cukup ramai,dan rumah sakit memang masih jauh.


"Turun"Ulang nya.


Yuna mengerutkan dahi nya.


"Kau akan menurun kan aku di tengah jalan lagi?"


"Turun ku bilang"Teriak nya,membuat Yuna tersentak.


"Ini masih pagi.bukan tengah malam yang dingin"Kata nya.


Yuna teringat saat tengah malam yang dingin waktu itu,Daniel menurun kan nya di jalanan.


Tanpa bicara,Yuna pun segera turun dari mobil nya.Dengan perasaan kesal dan sedih.


Tanpa menunggu lama,Daniel pun segera melajukan mobil nya dengan kencang.


Yuna memejamkan mata nya,mengusir semua rasa yang bergejolak dalam dada nya.Ia mencoba untuk mengatur nafas nya.


Apa Daniel akan mencerai kan ku karena masalah ini?Ya Tuhan...kenapa aku begitu takut.kenapa aku begitu cemas.Padahal aku seharus nya bahagia bisa lepas dari pria menyebalkan seperti nya.Batin Yuna.


Segera ia seka butiran bening yang lagi-lagi mengalir.

__ADS_1


__ADS_2