The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Menikah.


__ADS_3

Beberapa hari kemudian,Di halaman rumah Yuna sudah di pasang tenda dan dekorasi yang lumayan mewah,seluruh tamu undangan sudah berkumpul.


Yuna berada di kamar nya memakai kebaya berwarna pink dan sanggul yang terlihat mempesona.Pandangan Yuna masih menatap cermin di hadapan nya.Terpantul bayangan wajah nya yang sudah di hiasi make up,wajah ayu nya terpancar.Tapi tak ada lukisan senyum di wajah nya.Tatapan nya terlihat bimbang.Yuna memejamkan mata nya beberapa saat.Ia mencoba untuk meyakin kan perasaan nya,tentang keputusan yang telah di ambil nya.


Tuhan...jangan biarkan keraguan menyelimuti hati ku,jangan biarkan kebimbangan merajai ku.Aku berharap mampu untuk menjalani ini semua.Ya Tuhan,ku titip dia yang mencintai ku,jaga lah hati nya agar tidak terluka.Meski ketakutan ku akan hati yang terluka pasti akan di rasa.


Hilangkan cinta yang bersemayam di hati ku untuk dia yang tidak seharusnya ku cintai.


Izin kan cinta tumbuh di hati ku untuk nya calon imam ku.Biar kan aku meraih indahnya syurga bersama nya.


ku titip perih ini agar berganti dengan kebahagiaan.Batin Yuna.


Yuna menyeka air mata nya yang hampir jatuh.Hari ini ia harus menerima semua yang telah di tetap kan Tuhan.


"Ya Allah,semoga dia yang ku cinta mendapatkan kebahagiaan yang semestinya dia dapat.Jaga hati nya ya Allah.".


**


Di luar seluruh keluarga telah berkumpul menunggu sang mempelai pria dan keluarga nya.Akad nikah akan di langsung kan hari itu.Setelah proses lamaran minggu lalu,pihak keluarga memutuskan untuk tidak menunda lama niat baik ini.


Yuna yang sempat bingung dengan lamaran Daniel,akhirnya mendapatkan ketetapan hati dari istikharah nya.


Meski pun ia tau akan ada seseorang yang pasti terluka karena nya.


Setelah pertemuan keluarga,akhirnya di tetap kan lah hari pernikahan Yuna dan Daniel.Kedua nya menyerahkan seluruh prosesi pada kedua orang tua mereka.


Keluarga Daniel menyetujui jika akad nikah di selenggarakan di kediaman Yuna,sedangkan resepsi pernikahan nya akan di adakan di kediaman keluarga Daniel.


Pak Heru telah memberi kabar pada seluruh keluarga nya yang berada di luar kota.Akhirnya mereka pun tiba beberapa hari sebelum nya untuk menyaksikan pernikahan Yuna.Meski pun tidak seluruh keluarga nya dapat hadir.


Yuna yang masih bimbang beberapa hari belakangan,selalu mendapat suport dan doa dari kedua orang tua nya.


"pernikahan adalah ibadah sayang,lakukan lah itu karena Allah,dan cintai suami mu kelak karena Allah."


Ucapan sang Ayah selalu terngiang di benak Yuna ,sebagai kekuatan batin nya menjalani semua ini.


Sang penghulu pun sudah berada di sana,tinggal menunggu ke datangan calon mempelai pria yangsudah di ketahui sedang dalam perjalanan.


***


Di kediaman Daniel.

__ADS_1


Seluruh keluarga telah bersiap,memakai pakaian seragam dengan warna senada rancangan Seila.Meski pun Seila masih tidak menyukai calon kakak ipar nya itu,tapi ia telah berjanji akan merancang pakaian untuk di kenakan di hari pernikahan kedua kakak nya kelak.Dan hal itu pula yang nyonya wini tagih atas janji nya.


"Mana Daniel?"Tanya Nyonya wini yang sudah berada di halaman rumah nya bersama anggota keluarga yang lain.seluruh keluarga besar nya turut hadir dalam acara istimewa itu.Seluruh persiapan telah di atur sedemikian rupa.Ada banyak mobil untuk membawa segala bentuk seserahan dan mas kawin.Keluarga besar Nyonya wini pun berbincang-bincang sambil menunggu kedatangan Daniel.Keluarga besar nya tampil bak keluarga kerajaan yang akan mengantar sang pangeran mempersunting sang putri.


Beberapa saat kemudian Daniel pun keluar dari pintu utama.Tampak gagah bak seorang pangeran di negeri dongeng.Setelan pakaian serta jas nya yang tampak sempurna adalah rancangan terbaik dari perancang terkenal di negeri nya.Karena Seila memilih untuk menyerahkan nya pada seorang perancang ternama yang juga merupakan rekan nya.


Seluruh keluarga tampak tersihir dengan penampilan Daniel.Tidak terkecuali Saski yang terpaksa ikut mengantar Daniel di hari bahagia nya.


"Kau sudah siap?"Tanya Ken.Dan di jawab anggukan oleh Daniel.


Daniel menghela nafas nya sebelum memasuki mobil pengantin yang telah di hias begitu apik nya.


Ketidak hadiran sang kakak di hari pernikahan nya membuat semua nya terasa hampa.Meski pun malam sebelum nya mereka telah melakukan panggilan video call ucapan selamat dari Andrean untuk Daniel.


Andrean yang juga merasa sedih karena tidak bisa hadir di hari bahagia adik nya untuk menempuh hidup baru itu.Merasa sangat bersalah.Tapi memang pekerjaan nya sedang sibuk -sibuk nya kala itu,setelah kepulangan Sany.


Andrean telah memulangkan Sany,karena tindakan konyol nya beberapa waktu lalu di kamar Andrean.


***


Iring-iringan mobil pengantin pun sudah sampai di pelataran kediaman rumah yuna yang sudah di sulap begitu indah.


Hati Daniel terasa begitu bergetar tatkala melihat pemandangan di hadapan nya.


Daniel pun tersadar oleh tepukan di bahu nya.


"Berdoa lah,semoga semua nya lancar."Ucap sang Opa.Daniel mencoba untuk tenang meski pun kegugupan melanda hati nya.


"Sayang,Mami yakin kau pasti bisa melalui nya."Ujar Nyonya wini yang menyadari kegugupan sang putra


"Iya Mam".jawab Daniel singkat.


"Bos,semoga sukses"ujar Gino yang juga tiba-tiba berada di samping nya.


Daniel hanya memelototi Gino hingga membuat nya tertunduk.


Kenapa marah Bos,aku hanya menyemangati mu yang terlihat gugup dan pucat itu saja kok.Kenapa harus marah di hari bahagia mu..ck ck..Batin Gino.


"Ayo Niel."Ajak sang Papi.


Membuat Daniel menoleh dari keterpakuan nya.

__ADS_1


Boleh tidak si,aku lari dari sini?Batin Daniel.


"Jangan mencoba sesuatu yang aneh-aneh Daniel"Terdengar seseorang bicara di samping nya.Membuat Daniel menoleh.


"Ken?Kau bisa membaca fikiran ku?"Ujar Daniel.


"Aku hanya berfikir bagai mana jika kau kabur,seperti pada waktu kau kecil dulu,Saat dimana kau akan di khitan.Kau lari dan bersembunyi.Tatapan kegugupan itu lah yang kulihat sekarang."Jawab Ken.


Membuat Daniel geram.


"Kenapa kau menyimpan kenangan memalukan itu di otak mu hah?Seharusnya melupakan nya kan?"Ujar Daniel.


Membuat Ken tergelak.


"Kau tidak akan melakukan itu kan Niel?"Tanya Sang Papi cemas.


"Tidak usah dengar kan dia Pap.Aku tidak sepengecut itu."Ujar Daniel melirik ke arah Ken.


"Benarkah?maka buktikan lah"ucap Ken seraya melangkah mundur.


Seluruh keluarga telah berbaris rapi memasuki tenda pernikahan.Daniel dan kedua orang tua nya,juga Opa berada paling depan di barisan kedua,ada ken,Saski juga seila.Berikut nya di susul oleh keluarga yang yang lain,dengan membawa banyak seserahan.


Upacara penyambutan pun berlangsung meriah.Daniel pun telah duduk di depan sang penghulu yang sudah menggenggam tangan nya.Daniel beberapa kali menyeka keringat yang membasahi dahi nya.Kegugupan menyeruak.Bahkan ia lupa untuk berkedip.Terlihat tegang dan pucat.


Akad nikah pun di mulai.Akhirnya Daniel pun mampu melafalkan ijab kabul nya.Meski sedikit terbata.Semua merasa lega,seiring dengan kata "Syah".yang di ucap kan sang penghulu.


Daniel menghembuskan nafas nya melepaskan seluruh kegugupan yang berada di hati nya sedari tadi.seperti ada sesuatu beban yang terlepas dari hati nya.Mungkin hati nya terasa seringan kapas.wkwk..


Terlukis senyuman dan keceriaan di mata keluarga mereka,terkecuali Saski dan seila,yang mungkin menyimpan dan meninggal kan senyum mereka entah di mana.


Yuna yang masih terdiam di kamar nya dengan di dampingi oleh saudara sepupunya itu pun, di jemput oleh Bu julia dan Nyonya wini.Terlihat ia menitik kan air mata nya,yang seketika ia seka.


Pelukan dan ucapan selamat pun menghujani nya.Nyonya wini terlihat menggegam erat tangan Yuna seraya mendampingi nya menuju meja ijab kabul.


"Kau telah syah menjadi istri Daniel sayang.Sekarang kau putri Mami."ujar Nyonya wini seraya mengecup punggung tangan Yuna setelah memeluk nya.


"iya sayang,kau sekarang telah menjadi seorang istri."Sambung Bu julia yang juga memeluk nya.


Yuna hanya tersenyum,seraya menutupi kepedihan yang kunjung hilang dari hati nya.


Maaf kan aku kak Andrean...maaf kan aku...Tapi dimana kau kini?hiks hiks.Batin Yuna terus menangis.

__ADS_1


Izinkan aku mencintai suami ku karena mu Ya Allah...


__ADS_2