
Nyonya Wini dan Yuna pun mengobrol singkat,mengenai makan siang mereka.
"Apa tidak masalah jika tuan Daniel di tinggal sebentar?"Tanya Yuna sungkan.
"Tidak apa-apa kok.Lagi pula sebenar nya dia tidak suka jika Mami nya selalu menempel pada nya.hihi"Jawab Nyonya Wini tertawa ringan.
"Oh oke,kalau begitu,ayo kita makan."Ajak Yuna .
"Okey.."sahut Nyonya Wini tersenyum.
"Kita makan di resto dekat Rumah sakit ini.Resto nya baru di buka,dan makanan nya enak,sehat lagi."ujar Yuna.
"Benarkah?"
"Hmm"Yuna mengangguk dan tersenyum.
Mereka pun berjalan bergandengan.Nyonya Wini dan Yuna merasa nyaman di antara kedua nya.
Beberapa orang berbisik.
"Wah mereka akrab sekali ya,seperti seorang ibu dan anak."ujar beberapa perawat.
Mereka berjalan sambil mengobrol ringan dan tertawa -tawa.
***
Seila mendapat kabar bahwa kakak nya Daniel menjalani rawat inap di rumah sakit.Selepas makan siang,Seila langsung menuju rumah sakit.Begitu pun Andrean,selepas pekerjaan nya selesai ia juga langsung menuju rumah sakit.
Dokter Arman sengaja memberitahu kedua nya saat menjelang waktu istirahat,agar tidak mengganggu rutinitas mereka.Karena sudah pasti mereka akan panik,dan bisa jadi mengabaikan pekerjaan mereka.
Seila lebih dulu sampai di rumah sakit.
"Suster,antar saya ke ruangan kak Daniel."ujar Seila.Yang baru saja datang.
Dia memang akhir-akhir ini sedang sibuk-sibuk nya mempersiapkan acara fashion show yang sebentar lagi akan di gelar.
"Mari saya antar Nona Seila."tutur Perawat itu.Mereka pun menuju ruang rawat Daniel.
Ruangan Daniel terlihat sepi,tak ada satu orang pun di dan kecuali Daniel yang sedang tertidur.
"Sus,kemana Mami.?"Tanya nya pada perawat yang tadi mengantarnya.sesaat setelah memasuki ruangan.
"Nyonya Wini sedang makan siang nona"Jawabnya.
"Oh.oke"Seila pun mengangguk dan duduk di sofa panjang yang tersedia di ruangan itu.Dia mengambil ponsel nya yang berada di tas brandit nya.Ia menghubungi Nyonya Wini.
Panggilan tersambung.
"Halo Mam,aku sudah berada di ruangan kakak.Apa Mami sudah selesai?Suster bilang tadi Mami pergi untuk makan siang?"Tanya Seila pada sambungan telepon.
"Baik lah,Mam aku tunggu.Oh aku sudah makan tadi...tidak usah Mam,terima kasih.oke bay"Seila pun menutup telpon nya.
Ia menatap kakak nya yang masih tertidur karena efek dari obat yang ia minum tadi.
Kau terlihat manis kak,jika sedang tertidur seperti ini.Sikap mu itu yang membuat aku kesal.Bagaimana ya,jodoh kakak nanti.Apa ia bisa merubah sikap kakak yang keras kepala?jodoh kakak nanti seperti apa ya..Bahkan Mami tidak menyetujui kakak dekat dengan teman ku yang perfect sekali pun.Hah...Sudah lah.Batin Seila.
Beberapa saat kemudian Andrean pun datang.
"Assalamualaikum...hey,kau sudah ada di sini rupa nya?"Sapa Andrean sesaat setelah membuka pintu.
__ADS_1
"Iya,kakak kemari dengan siapa?"Tanya Seila melihat ke arah punggung kakak nya,berusaha menemukan seseorang di sana.
"Apa yang kau cari?aku kemari sendiri saja.Memang kenapa?"Tanya Andrean seraya melangkah mendekati Daniel.
"oh tidak apa-apa kok"Jawab Seila lalu kembali fokus pada gawai nya.
"Bagai mana keadaan Daniel?"Tanya Andrean sambil menyentuh dahi Daniel,mencoba mengecek suhu tubuhnya.Tapi Daniel.masih terlelap.
"Tidak tau,kakak lihat dia masih tertidur."jawab seila masih menatap layar gawai nya.
"Mana Mami?"
"Sedang Lunch,sebentar lagi juga Mami datang."Jawab Seila lagi.
Andrean pun keluar dari ruangan.
"Kakak mau kemana?"Tanya seila berteriak.
"Syutt...jangan berisik.Kakak mau menemui Papi.Kau tunggu disini."
"oke,jangan lama-lama ya.."
"hmm".Andrean pun segera keluar ruangan dan menemui sang Papi.
***
"Yuna,"seru Nyonya wini.
"Iya Nyonya,"sahut Yuna.
"Eh,,"Nyonya Wini memicingkan mata nya.
"Maaf,iya tante".jawab Yuna terkekeh.
"iya...okey".ucap Yuna yang ikut tertawa.
"Terima kasih ya,makanan nya enak.Lain kali tante yang akan mentraktir mu."
"Siap.haha.."
"Sampai jumpa sayang.oh ya kapan kau akan memeriksa Daniel?"
"Setelah ini tante"
"oke kalau begitu tante tunggu ya..bay".
"Bay tante".Yuna pun melambaikan tangan.
Mereka berpisah saat sampai persimpangan lorong rumah sakit.Yuna kembali ke ruangan nya. Dan Nyonya Wini kembali ke ruang rawat Daniel.
Nyonya wini memasuki ruangan rawat Daniel,dan terlihat Seila yang masih sibuk dengan gawainya,ia masih memeriksa model-model pakaian nya yang akan di pakai untuk acara fashion show minggu depan.
Sampai-sampai ia tidak menyadari Nyonya Wini yang sudah berada di sana.
"Eh,Mami...kapan Mami sampai?"tanya nya.
"Kau ini,sedari tadi mami sudah ada di sini sayang,oh iya,apa kakak mu sempat bangun tadi."Tanya Nyonya Wini yang berada di samping Daniel.
"Sepertinya belum Mam"jelas nya singkat.
__ADS_1
"Apa benar begitu?Bahkan kau tidak menyadari kedatangan Mami tadi"Ucap Nyonya Wini menggoda.
"Ah iya haha"Ujar Seila menggaruk kepala nya yang tidak gatal.
"Bagaimana dengan Kakak mu Rean,apa dia kemari?"Tanya Nyonya Wini lagi.
"Oh iya tadi kak Rean datang juga,dia sedang menemui Papi."
"Oh begitu...kau yakin...?"Tanya Nyonya Wini.
"Iiih Mami..ya aku yakin lah.Oh iya tadi makan siang bersama siapa?"Tanya seila.
"Dengan calon kakak ipar mu."Jawab Nyonya Wini.
"Hah?Apa?Mami tidak sedang menggoda ku kan?aku serius Mam.."Tanya Seila spontan menyimpan gawai nya di sembarang tempat.Nyonya wini berhasil membuat Seila penasaran.
"Ya tentu saja Mami serius"Jawab Nyonya Wini sambil berjalan menuju sofa dan terduduk di samping putri semata Wayang nya itu.
"Siapa Mam?oh ya,dia calon istri siapa kak Rean atau kak Niel?Ayo lah Mam...pasti kak Rean kan,aku yakin."tanya Seila penuh penasaran dan menebak dengan penuh keyakinan.
"Ada deh.."ujar Nyonya wini menambah penasaran putrinya.
"Ah Mami...ayo dong beri tau aku..apa dia anak konglomerat?model?artis?pengusaha?pasti dia orang yang luar biasa,hingga Mami bisa sebahagia ini..siapa calon kakak iparku Mam..?"Seila semakin merengek.
"Beri tau dulu siapa pacar mu sekarang?"Balas Nyonya Wini.
"Kan aku sudah bilang,aku masih berteman Mam,belum resmi.Jika nanti aku memang serius dengannya.pasti Mami menjadi orang pertama yang ku beri tau.Tapi sekarang,beri tau dulu siapa calon kakak ipar ku?"Seila semakin merajuk.
"Rahasia.Nanti Mami juga pasti memberi tau mu.oke.."
"Mami....ayolah.."seila merengek menimbulkan kegaduhan.
"Syuutt jangn berisik,kakak mu sedang istirahat."
"Iya tapi beri tau aku...siapa wanita yang beruntung mendapatkan ka Rean atau pun wanita yang kurang beruntung mendapatkan Kak Niel?"
"Apa maksud mu Hah?"Suara Daniel yang lirih itu terdengar,dia mengubah posisi tidurnya.
Nyonya wini dan seila pun spontan menoleh ke arah nya.
"Sudah Mami bilang jangan berisik,tuh kan kakak mu bangun"bisik Nyonya wini sambil memukul lengan putrinya lalu bangkit dari duduk nya dan menghampiri Daniel.
"Niel,bagaimana keadaan mu?apa sudah membaik?"Tanya Nyonya wini mengecek suhu tubuh Daniel.
"Sudah Mam.Sedang apa gadis sok tau itu di sini Mam?"tanya Daniel.
"apa maksud mu?Aku menghawatirkan mu tau..."Ucap seila tak terima.
Kemudian suara ponsel seila pun berdering.
Dan seila langsung menjawab nya.
"halo.oh iya baik,aku akan segera kesana..bay"Seila pun segera menutup telpon nya.Merapikan pakaian serta meraih tas nya yang berada di meja.
"Mam,aku pergi dulu ya,lagi pula yang ku jenguk itu menyebalkan.huh.Semoga kau cepat sembuh kak.."ujar nya pada Daniel yang malah tak memperdulikan adik nya.Seila pun berpamitan setelah mengecup pipi Sang Mami.
"Hati-hati di jalan sayang".
"Ya Mam..bye".Seila pun segera melangkah keluar ruangan dengan terburu-buru.
__ADS_1
Sesampai di depan ruangan Daniel,ia berpapasan dengan seorang dokter cantik yang akan memeriksa Daniel.
Yuna menundukkan kepala nya sambil tersenyum,tapi seila terlihat cuek tanpa ekspresi.Dan melanjutkan langkahnya.