The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Fashion show (part 1)


__ADS_3

Opa masih sesegukkan di pelukan Yuna,Yuna membiarkan nya,ia ikut merasakan betapa kesedihan mendalam yang di rasakan Opa.Meski pun Opa yang baru ia kenal itu belum menjelaskan kenapa ia begitu berduka.


Setelah beberapa saat Opa pun melepaskan pelukan nya.Beliau masih sesegukkan.


"Apa perasaan Opa sudah tenang?Opa bisa ceritakan pada ku,sebenarnya Opa ini siapa?kenapa Opa bisa mengenal keluarga ku?"Tanya Yuna lembut.


"Nama Opa adalah Wirawan sastrodiardjo.Opa adalah sahabat kakek mu."Jelas Opa.


"Benarkah?"Tanya Yuna terkejut.


"Sejak kecil kami berteman akrab,Hingga dewasa pun kami menjalani bisnis bersama,Temo adalah pembisnis yang luar biasa hebat nya."


"Temo?"Tanya Yuna memastikan.


"Ya,kakekmu.Opa memanggil nya Temo.Itu nama panggilan sejak kecil.Oh iya,apa ibu mu Eria benar sudah meninggal?"Tanya Opa dan di jawab anggukan oleh Yuna.


"Ibu meninggal ketika aku SMP,beliau mengidap penyakit cancer di rahim nya.Dan Ayah ku menikah lagi ketika aku duduk di bangku SMA."


"Opa turut sedih ya.Ibu mu adalah wanita yang cantik dan sangat lembut,seperti mu."Jelas Opa.Yuna pun tersenyum.


"Saat Opa hendak hijrah ke kota ini,Opa sempat membujuk Kakek mu untuk pergi bersama Opa.Tapi karena rasa cinta kakek mu pada desa kelahiran nya itu,beliau menolak dan tetap tinggal di sana.Beliau lah yang paling berjasa atas kesuksesan Opa saat ini.Beliau bahkan menjual beberapa kambing kesayangan nya untuk bekal Opa di kota.Beberapa tahun kemudian,Opa pun mulai merintis kesuksesan ini."


"Lalu,Apa kalian pernah bertemu setelahnya?"Tanya Yuna masih menyimak.


"Opa dulu sering sekali berkunjung ke desa,Opa dan kakek mu menjadi donatur di beberapa panti asuhan di sana.di sana pula Heru bertemu dengan Eria,gadis cantik yang tinggal di panti.Bahkan Opa pula yang menemani Kakek mu saat melamar Ibu mu untuk Ayah mu,dan Opa juga menjadi saksi pernikahan mereka."


Tatapan Opa masih menerawang,seolah mengingat kejadian yang sudah sangat lama itu.Lalu Opa pun melanjutkan ceritanya.Sambil matanya terus berkaca-kaca.


"Hingga Opa begitu sibuk dan jarang ke berkunjung ke sana.terakhir Opa kesana itu...pada waktu anak pertama Heru menghilang atau mungkin di culik.Opa pun dengan sekuat kemampuan Opa turut membantu mencari keberadaan nya.Tapi hasilnya nihil.Kakak mu tidak bisa di temukan."


"Ya,Ayah sempat cerita mengenai itu.Dan kami sudah mengikhlaskan nya."Ujar Yuna.


"Beberapa Tahun kemudian Opa menderita penyakit stroke,hingga Opa harus beristirahat total dan Dokter menyaran kan agar Opa tidak berpergian jauh.Akhirnya Opa tidak pernah lagi berkunjung ke desa.Opa sangat merindukan keluarga mu,apa lagi kakek mu yang sudah Opa anggap sebagai kakak sendiri."


"Kalian pasti sangat dekat."Ujar Yuna.


"Tentu saja,sangat dekat.kami selalu berbagi dalam banyak hal.Lantas apa yang menyebabkan Kakek mu meninggal nak?"Tanya Opa lirih.


"Opa meninggal Secara mendadak,beliau mengalami serangan jantung.bla bla..."Yuna menceritakan semua mengenai peristiwa yang keluarga nya alami,hingga mereka pun hijrah ke kota ini.Juga tentang penipuan yang menjadi penyebab kakek nya mengalami serangan jantung.


"Siapa yang melakukan perbuatan itu?kenapa kau tidak memberi tau ku Temo...hiks..hiks..Aku akan membantu mu jika aku mengetahui nya.Sekuat apa yang bisa ku lakukan"Ucap Opa,suara nya bergetar menahan kepedihan yang beliau rasakan.Beliau merasa bersalah ketika mendengar perihal yang di alami keluarga Yuna.

__ADS_1


"Bahkan kalian sudah lama tinggal di kota ini aku pun tidak tau...hiks"Opa menangis lagi tersedu-sedu.


"Sudah lah,Opa...semua sudah takdir,sudah ketetapan ilahi.Tapi sekarang Kita sudah di pertemukan,aku juga bahagia bisa bertemu dengan Opa."Ujar Yuna menyentuh lengan Opa.


"Kau sudah tumbuh dewasa,dan begitu cantik.Nak,jika kau meragukan apa yang Opa ceritakan pada mu,tanya kan pada Ayah mu tentang Opa.Wirawan sastrodiadjo.Atau Ayah mu mengenal Opa dengan panggilan pak Lek Wira."Ujar Opa.


Yuna tersenyum.


"Aku mungkin akan menceritakan pada Ayah.Tapi,apa Opa lihat keraguan di mata ku tentang Opa?"Tanya Yuna.


Opa malah tersenyum,dia membelai rambut Yuna.


"Cucu ku...pribadi mu memang seperti Kakek mu.Kau tulus dan penyayang."Ucap Opa.


Tiba-tiba Kenzo pun datang.


"Opa,ayo kita berangkat.Mungkin acara nya sudah di mulai."Ujar Ken,dia memperhatikan gadis di samping Opa nya,penuh tanya.


Siapa gadis ini ya?kenapa terlihat akrab sekali dengan Opa?Batin Ken.


"Oh baiklah.Oh iya Nak,kau mau kan ikut dengan Opa?Opa akan menghadiri acara peragaan busana.Cucu Opa yang mengadakan nya."Ajak Opa.


"Maaf Opa,seperti nya saya akan merepotkan nanti."Ucap Yuna merasa tidak enak.


Yuna masih terdiam,ia melihat Ken yang juga menatap nya penuh tanya.


"Ken...jangan menatap nya seperti itu.Dia bisa takut nanti."Ujar Opa.


"Ah Opa,memang nya aku hantu"Ujar ken.


"Nanti Opa akan jelaskan siapa gadis cantik ini yang membuatmu tak berkedip sedari tadi."Ujar Opa ,membuat kedua nya membuang pandangan dan wajahnya memerah.


"Baiklah,ayo Opa."Tutur ken.


"Ayo Nak."Ajak Opa.Hingga Yuna pun mengangguk dan terpaksa mengikuti langkah kedua nya yang berjalan lebih dulu menuju mobil.


Sepanjang perjalanan,Opa menceritakan perihal Yuna,dan keluarga nya yang sangat di rindukan sang Opa.Kenzo hanya mengangguk-angguk karena paham.


***


Daniel sedang rapat di sebuah restoran di hari libur.Karena ia sempat membatalkan nya waktu lalu.

__ADS_1


Ponsel nya terua berdering beberapa kali.Tapi tak di perdulikan nya.Gino yang juga berada di sana merasa penasaran.


"Bos,siapa yang menghubungi ?sebaiknya di angkat.Mungkin ada hal penting."Ujar Gino.


"Seila".Jawab Daniel singkat.


"Oh iya,hari ini kan Nona seila mengadakan Fashion show.Apa anda tidak akan menghadiri nya.?"Tanya Gino.


Daniel masih terdiam,sebenarnya dia kurang tertarik dengan acara seperti itu.


"Pak Daniel,jika anda ada keperluan,silahkan,lagi pula meeting kita sudah selesai."Ujar seorang klien.


"Ya Bos,mari".Ajak Gino.


Tiba-tiba pesan dari seila masuk.


"KAK NIEL HARUS DATANG KE ACARA KU.KARENA KAK ANDREAN TIDAK ADA,MAKA KAKAK LAH YANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB.POKOKNYA HARUS DATANG.TITIK".


Daniel mengerut kan dahinya ketika membaca pesan dari seila,atau lebih tepatnya ancaman.


Daniel pun bangun dari duduk nya.


"Baiklah,aku pergi dulu."Ucap Daneil ,dan melangkah keluar dari resto setelah menjabat tangan kedua klien nya.Gino pun mengekor di belakang Daniel.


Mereka segera menuju ke acara itu.


***


Seila sedang sibuk mengatur setiap tahap sesi yang akan di pertunjukkan.Ia masih di buat kesal karena orang-orang yang seharusnya berada di dan malah belum ada yang terlihat batang hidung nya.


Tapi dia merasa lega saat sang Mami datang.


"Terima kasih Mami sudah datang."Ucap Seila.


"Ya sayang,bagaimana dengan persiapan nya?"Tanya Nyonya wini.


"Sudah Mam,tapi Yeslin belum datang"jawab nya terlihat kesal.


Yeslin adalah teman Seila yang merupakan model ternama,dia pun akan menjadi model utama dalam peragaan busana itu.Yeslin juga adalah mantan Daniel,yang menjalin hubungan tidak begitu lama,hanya mungkin sebulan saja.karena sang Mami tidak menyetujui nya.Tapi Seila masih tetap mencoba untuk mendekat kan mereka kembali.Meski tak ada respon dari Daniel.


Panggung pertunjukkan sudah di sulap menjadi begitu mewah dan elegan Beberapa model terpilih pun sudah siap dengan penampilan mereka yang akan di pertunjukkan.Mereka sedang mendapat arahan.Seila juga sedang sibuk mempersiapkan hal-hal kecil dengan mendetail,agar acara nya yang memang bukan untuk pertama kali nya itu menjadi sempurna.

__ADS_1


" Mami sangat bangga dengan pencapaian mu sekarang sayang"Ujar Nyonya Wini.


"Terima kasih Mam."Ucap nya memeluk sang Mami.


__ADS_2