The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Ke salah fahaman.


__ADS_3

Yuna segera menemui Ayah nya,saat itu kedai sudah terlihat sepi.Ia membicarakan hal penting.Ada tangis di mata kedua nya.Yuna memeluk erat Ayah nya.Sambil membenam kan wajah nya di dada sang Ayah.Dada yang selalu ia rindukan,membuat hati nya nyaman tat kala Yuna melewati masa-masa tersulit nya.Meski pun kini ia telah berumah tangga,tapi ia tetap lah putri kecil kesayangan sang Ayah.Ayah nya mengeluarkan sebuah foto yang sama persis dengan foto yang di bawa Yuna.


"Ayah,apa Ayah ingin bertemu dengan nya?".Tanya Yuna menyeka air mata nya.


"Tentu sayang,tentu.Bawa Ayah menemui nya ya.Ayah..hiks"Pak Heru tak dapat menyembunyikan rasa haru nya.Ada sesuatu yang tiba-tiba menggelayoti batin nya.


"Baik lah Ayah,aku akan mempertemukan kan nya dengan Ayah.Tapi aku harus bicarakan hal ini dulu pada nya.Aku tidak ingin ia menjadi syok nanti nya.Ayah percaya pada ku kan?"Tanya Yuna,menatap mata senja sang Ayah.


"Iya sayang,Ayah percaya padamu,sangat percaya.Bahkan sedetik pun Ayah tak pernah meragukan mu.Kau pasti tau itu"Ucap pak Heru seraya mengecup kening putri semata wayang nya.


"Baik lah,kalau begitu,nanti aku akan kabari Ayah ya."Ujar Yuna.Dan balas anggukan oleh Ayah nya.


Yuna pun segera merancang rencana nya.Ia bahkan tidak fokus dalam bekerja.Hal yang mustahil bahkan bisa terjadi jika Tuhan sudah berkehendak.Manusia adalah aktor yang sudah di tentukan bagaimana jalan hidup nya.Meski pun manusia memang di minta untuk memilih,jalan mana yang akan di lalui nya.Baik atau buruk,selepas nya kita di minta untuk pasrah.Tuhan punya rencana indah di balik setiap ujian yang di hadapi.


***


Yuna memang pulang terlambat.Saat ia masuk ke dalam apartemen,Daniel sudah berada di sana.


"Ah,kau sudah pulang?"Tanya Yuna.


"Hmm"Jawab Daniel masih fokus pada tayangan televisi.Entah kenapa sekarang ia sering sekali menonton televisi.padahal sebelum nya,ia tidak menyukai nya.


"Maaf ya aku pulang terlambat.".Ucap Yuna seraya menuju ke kamar mandi.Pegal di seluruh tubuh nya kian memudar saat ia berendam air hangat di dalam bathtub.


"Ah...nyaman nya."


Tidak terasa Yuna pun tertidur di sana.


Daniel mulai merasa khawatir saat Yuna tak kunjung keluar dari kamar mandi.


"Kenapa dia tidak muncul-muncul"gumam Daniel.


"Apa dia berubah menjadi duyung?".Kecemasan Daniel kian bertambah karena sudah hampir satu jam lama nya,Yuna masih berada di dalam kamar mandi.


Daniel mencoba mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi itu,tapi tak ada sahutan dari dalam.Tanpa pikir panjang,Daniel pun mendobrak nya.


Brak..


Daniel segera naik ke dalam bathtub karena Yuna tampak membenam kan wajah nya,meski tak seluruh nya.


"Yuna...kau kenapa?"Tanya Daniel panik.


Ia mengangkat tengkuk Yuna,dan terlihat dua bukit kembar yang mencuat ke permukaan,dengan di bubuhi busa sabun.


Yuna membuka mata nya.Ia terbelalak saat melihat Daniel berada di atas tubuh nya.


"Aaaaa...."Yuna mencoba menutupi dada nya.Mata nya terpejam.


"Apa yang kau lakukan di sini??"Teriak Yuna.Tapi tak di pedulikan Oleh Daniel.


ia malah menggoda Yuna,karena wajah nya berubah memerah.


"Apa yang kau lakukan dengan begitu lama di kamar mandi?aku mencemaskan mu.Bahkan Kau tidak menyahut saat ku panggil.Jadi itu salah mu.Aku tidak mau menjadi duda.Usia ku masih muda tau"Ucap Daniel membuat Yuna membelalakan mata nya.


"Jadi kau fikir aku mati?Dasar.Cepat turun".Ujar Yuna.


"Apa kau tidak mau mengajak ku bersama?baju dan celana ku sudah basah."Ujar Daniel mengedipkan sebelah mata nya.


"Jangan macam-macam".Ucap Yuna menunjuk kan jari nya.


"Aku.."


Daniel pun meraih bibir Yuna dan mengecup nya dalam.Pusaka nya sudah tegak berdiri.


Tapi Daniel masih ragu jika Yuna akan menolak nya lagi.Tapi tidak dengan ciuman basah itu.Sangat lama,bahkan Yuna merasa bibir nya menjadi tebal.

__ADS_1


Daniel menciumi tengkuk Yuna dan terus turun kebawah.


Baju nya kini telah basah kuyup.Daniel memandang Yuna saat jeda adegan itu.


Yuna tertunduk malu.


Daniel pun turun dari Bathtub itu.


"Cepat lah,kau bisa masuk angin nanti."Ujar Daniel.


Di tempat dan waktu yang sama,Daniel melepas kan seluruh pakaian nya dan mandi.


Yuna memalingkan wajah nya.malu!.


Yuna masih berada di dalam Bathtub ,sampai Daniel selesai dan memakai handuk nya.


Lalu melangkah keluar dari kamar mandi.


Astaga...


Bijak lah dalam membaca ya...😁!


***


Saat tidur,Daniel pun meminta Yuna untuk tidur bersama nya.


"Tidur lah di samping ku"Ujar Daniel..Yuna hanya mengangguk.Daniel memeluk erat Yuna saat tidur.Hingga nafas Daniel terasa di telinga nya.


Aku merasa nyaman...


***


Keesokan hari nya,Yuna menemui Nico.Ada pembicaraan yang begitu penting yang harus Yuna sampai kan.


Yuna menjelas kan apa yang ia ketahui.Nico awal nya ragu,tapi Yuna memperlihat bukti di hadapan Nico.Dua foto yang sama persis.Mata Nico berkaca-kaca.Yuna menyampai kan apa yang ia ketahui.


***


Daniel tidak fokus bekerja.Hari itu,Gino menghadle semua pekerjaan nya.


Gino tau,jika bos nya itu sedang jatuh cinta.Yaps!jatuh cinta dengan istri nya.


Daniel terus memandangi foto Yuna di ponsel nya.Foto Yuna saat tidur,masak,dan foto yang paling ia sukai adalah foto saat Yuna memakai handuk.


Daniel terlihat senyum-senyum sendiri.Gino bahkan selalu di abai kan.


"Waktu nya makan siang bos.Sebaik nya bos ajak Nona Yuna untuk makan siang bersama".Usul Gino.


Daniel mendongakkan wajah nya.


"Ah iya kau benar juga.Tumben kau pintar.Baiklah aku akan mengajak nya makan siang."Ujar Daniel langsung bangkit dan meraih kuci mobil nya,lalu menuju rumah sakit.


"Oh ,Dokter Yuna sedang makan di luar tuan".Jawab Suster Rena saat Daniel datang bertanya.


"Kemana?".


"Ke resto Xxx"Jawab Suster Rena lagi.


"Baik lah Terima kasih."


Daniel pun segera menuju kesana.


Begitu terkejut nya Daniel saat melihat Yuna sedang di peluk oleh seorang pria begitu lama dan erat.


Daniel di penuhi rasa emosi.Dada nya begitu panas.Rasa sakit yang tiba-tiba menerpa seperti menghujam jantung nya.Rahang nya mengeras,dia mengepalkan kedua tangan nya.

__ADS_1


Apa yang dilakukan nya?Pantas ia selalu menolak ku.Batin Daniel.


Mata Daniel terus menatap ke arah Yuna,yang belum menyadari kedatangan Daniel.Daniel pun menghampiri mereka dan menarik kerah baju Nico.


"Nico????"Daniel begitu terkejut,saat menyadari pria itu adalah sahabat nya Nico.


"Da Daniel?"Nico pun tak kalah terkejut nya.


Dan...


Dum...


Bugh..


Daniel menghajar wajah Nico.Yuna membelalakan mata nya dan coba melindungi Nico.


"Daniel....apa yang kau lakukan..."Teriak Yuna.


"Hentikan..".


"Kau menghianatiku Yuna.Berani nya kau.."Daniel sudah di kuasai emosi.Ia menarik lengan baju Nico dan tanpa sengaja Yuna yang mencoba melerai,malah tersungkur.


"Aaw.." Siku Yuna berdarah.


Daniel terkejut.Begitu Pun Nico.


"Yuna....kau tidak apa-apa?"Kecemasan mulai terlihat di wajah Daniel.Begitu pun Nico.


"Jangan sentuh istri ku..."Teriak Daniel memenuhi ruangan.


Istri???jadi.. Yuna adalah istri Daniel?.Batin Nico.


Beberapa orang yang berada di sana ikut menyaksikan peristiwa itu.


"Apa yang kau lakukan Daniel?Kau pria arogan.Kau seenak nya memukul orang begitu ".ucap Yuna.


"Bagaimana aku tidak marah.Kau berpelukan dengan nya begitu mesra.Kau lupa bahwa kau telah bersuami?kau mau menghianati ku?dengan dia?"Ujar Daniel emosi.Daniel menunjuk ke arah Nico.


Tapi Nico tak bergeming.


"Apa maksud mu?kau meragu kan aku?kau tidak percaya padaku?"Tanya Yuna.


Daniel terdiam.


"Kau seharus nya tidak bersikap seperti itu,tanya kan dulu alasan nya.Jangan main hakim sendiri.Ku mohon,bersikap lah dengan tenang".Ujar Yuna.masih memegang siku nya yang terluka.


"Daniel....aku tidak mungkin menghianati pernikahan kita.Itu tidak akan pernah terjadi.Aku telah memilih mu menjadi suami ku hingga kita menua nanti.jangan pernah ragu kan aku ".


"Aku..".


Yuna pun bangkit dan memegang lengan Daniel.


"Duduk lah"Pinta Yuna.Daniel pun menurut.


"kau lihat aku baik-baik,tatap wajah ku"Ujar Yuna.Awal nya Daniel enggan,tapi di tatap pula Yuna.


"Dan sekarang bandingkan wajah ku dengan wajah Kak Nico".Sambung Yuna.


Daniel masih enggan menatap Nico.Tapi Yuna meyakinkan Daniel.


Ditatap nya Yuna dan Nico bergantian.


Astaga...Batin Daniel.


"Kalian...."Daniel terpaku.

__ADS_1


"Ya..Kak Nico adalah kakak kandung ku."Ucap Yuna.Dan di yakin kan oleh Nico.


__ADS_2