The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Menjenguk Nyonya Wini


__ADS_3

Di kampus,Yuna sedang berjalan seorang diri selepas dari perpustakaan.Stevani dan Doni telah lebih dahulu pulang karena alasan masing-masing.


Ketika Yuna menginjakan kakinya di gerbang kampus,ia melihat Ayahnya sedang duduk di sebuah warung tepi jalan.Yuna segera Menghampirinya.


"Ayah"panggilnya,Heru pun menoleh ke sumber suara.


"eh kau sudah pulang?"


"Sedang apa Ayah di sini?"Tanya Yuna mata nya berkeliling."mana ibu?"Yuna mencari keberadaan ibu tirinya,yang tak nampak di sana.


"Ibu mu di kedai sayang.Kemarin kan Ayah sudah bilang,jika kita akan menjenguk istri Dokter Arman."


"oh iya,tapi Ayah tidak bilang jika akan menjenguk sekarang.Jika Ayah bicara sebelumnya,aku bisa pulang lebih cepat.Jadi Ayah tidak perlu menungguku selama ini.Aku minta maaf ya Ayah."


"Sudahlah sayang.Tidak apa-apa kok.Apa kita bisa berangkat sekarang?"ajak Heru bangun dari duduknya.


"iya Ayah ayo."


Mereka pun pergi ke Rumah sakit menggunakan sepeda motor yang di biasa di pakai sehari-hari untuk berbelanja kebutuhan Kedai.Motor tua yang menjadi kendaraan kesayangan Ayahnya.Kendaraan yang pertama di beli ketika mendiang ibunya Yuna masih ada.


Sudah lama mereka tidak pergi berdua,meski hanya sekedar berboncengan.Kesibukan keduanya lah yang menjadi pembatas jarak antara dua orang yang saling mengasihi itu.Kebersamaan yang tiada bandingannya dengan apapun,itulah yang Yuna rasakan.


Teringat saat mendiang ibunya masih berada di tengah-tengah kasih sayang mereka.Tawa dan canda menghiasi hari-hari mereka,meski kehidupan mereka jauh dari kemewahan.Suatu kebahagiaan keluarga tidak lah di nilai dari kemewahan semata,tapi kasih sayang dan kebersamaan merupakan jiwa dari suatu keluarga.

__ADS_1


Sayangilah Orang-orang yang ada di samping kita,selagi tatapan nya masih terlihat,selagi tawanya masih terdengar,selagi sentuhannya masih dapat kita rasakan.Jangan biarkan sesal merajai,ketika semua hanya tinggal kenangan.Jangan biarkan tangis menjadi pengobat rasa rindu,tapi doa tulus lah yang mestinya menjadi pengantar rindu itu.


*


Heru memarkirkan sepeda motor nya di halaman parkir Rumah Sakit.


Rumah Sakit yang sama ketika mengantarkan sang ibunda masih dalam keadaan sakit dan di sanalah terakhir kalinya mereka melihat senyum sang ibu yang menenangkan.


Senyum itu pula yang Yuna cari dari sosok Julia sang ibu tiri,yang kini malah seperti pisau,kilatan matanya penuh kebencian dan ucapannya yang tajam melukai hati.Tapi dia tetaplah seorang ibu yang harus di hormati tanpa syarat.


Mereka melangkah menyusuri lorong Rumah Sakit.Terlihat butiran bening di sudut mata sang Ayah.Yuna menyadari itu,ia pun menggandeng tangan Ayahnya.Ikut merasakan kesedihan yang tiba-tiba menyeruak memenuhi kalbu.Yuna tau,cinta dan kasih sang Ayah untuk mendiang ibunya,takkan pernah hilang dan takkan pernah tergantikan.Meski seribu wanita hadir sebagai pengganti.


Mereka pun tiba di ruangan Nyonya Wini,setelah bertanya pada perawat yang bertugas di sana.Dokter Arman juga berada di sana.Kedua Ayah itu pun saling berpelukan,pertemuan yang tidak begitu lama ketika beberapa tahun lalu itu,ternyata menyisakan kerinduan di hati mereka.Itu karena rasa sayang yang sesungguhnya,tidak membutuhkan waktu yang lama untuk menumbuhkan ikatan kekeluaragaan.


"Kau cantik sekali Yuna,mami tidak menyangka,bahwa gadis yang di ceritakan oleh papi Arman itu adalah gadis yang tidak hanya pintar dan baik hati,tapi juga cantik"ucap Nyonya wini yang terduduk di tempat tidur perawatannya.Yuna yang duduk di samping nya tersipu,wajahnya memerah.


Mereka bebincang-bincang beberapa lama,hingga Yuna dan Ayahnya berpamitan.


"Terima kasih ya pak Heru,atas kunjungannya.Saya harap kita bisa tetap menjalin tali silaturahmi.Dan terima kasih Anda telah mengijinkan kami untuk menjadi orang tua angkat untuk Yuna."ujar Dokter Arman ketika mereka sudah berada di Depan ruang rawat.


"Sama-sama Dokter,justru saya yang sangat berterima kasih atas perhatian kalian kepada Yuna."Ujar Heru seraya membungkukkan badannya.Di balas tepukan lembut di bahu nya, oleh Dokter Arman.


"Jangan Sungkan ya,jika kalian membutuhkan sesuatu,bilang pada kami.Dan satu lagi,saya berharap Yuna bisa menjadi Dokter di Rumah Sakit ini nanti.Tolong di pertimbangkan ya"mengulas senyumnya pada Yuna,juga di balas Senyuman oleh Yuna.

__ADS_1


*


Di kedai.


"Mana sih mereka kenapa belum datang juga ya..uuh baju ku bisa bau asap kalau begini."Ucap Julia merasa kesal.Beberapa pelanggan Justru tidak di layani olehnya.Ia bilang bahwa saat itu sate nya habis.Karena ia tidak mau bajunya terkena asap,jika harus melayani pelanggan.Begitulah Julia.Dengan sikap yang ia miliki itulah,yang membuat ketiga pernikahan nya terdahulu tidak bertahan lama.Hanya dengan sikap Heru yang penyabar dan lemah lembutlah,ia mampu Mempertahankan pernikahannya hingga saat ini.


Terlihat Yuna dan Heru datang,Julia menghela nafas.Hatinya merasa jengkel,tapi ia mencoba untuk meredamnya.Bersandiwara layaknya seorang aktris.


Awas ya kau anak kurang ajar.berani nya kau membuatku berada di kedai bau asap ini.Akan ku beri pelajaran kau nanti.Lihat saja.Batin Julia.


"Maaf membuatmu menunggu,apa kau lelah"Tanya Heru seraya menghampiri Julia.Tapi kenyataannya tidak seperti itu,julia terlihat tidak lelah sama sekali,piring kotor tidak ada,bahkan uang dilaci pun hanya bertambah beberapa rupiah saja.Heru menyadari itu,tapi ia hanya menghela nafas dan tersenyum.Heru mengenal baik seperti apa Julia.


"Kedai sepi.Aku bosan,aku akan mengunjungi kerabatku,sore ini mereka mengadakan syukuran.Apa kau mau ikut?"Tanya nya pada Heru.


"Maaf Jul,aku tidak bisa mengantar mu,kau bisa kan pergi sendiri?sampai kan salam ku pada mereka."Heru mencoba menolak,karena dia tau,saat itu dagangan nya masih cukup banyak tersimpan di etalase.Dia harus menjualnya segera.Harus seperti itu,bekerja keras demi melunasi hutang-hutang nya dahulu,yang di pergunakan untuk pengobatan mendiang ibunda Yuna.Tidak ada yang mengetahui perihal tersebut,karena Heru tidak ingin semua orang ikut merasa terbebani,terutama Yuna.


"Baik lah aku akan pergi sendiri"Dengan segera Julia meninggalkan kedai,setelah meminta uang pada Heru.


"Ayah,aku pamit pulang ya.Aku harus memasak untuk makan malam nanti.Ibu kan sedang kerumah kerabat nya,stelah itu aku berangkat bekerja ya,"ucap Yuna .Di balas anggukkan oleh Heru.


Padahal setiap hari pun Yuna lah yang memasak,Heru tau itu.Karena memang masakan Yuna lah yang selalu tersaji di meja makan.Sesekali Julia memasak,itu pun jika jadwal kuliah Yuna sedang padat.


"Hati-hati di jalan ya sayang,jangan terlalu lelah,Ayah tidak mau jika kau sakit.Jangan lupa makan ya,kau harus menambah berat badan mu.Kau kan pekerja keras,jadi harus selalu sehat.Lagi pula calon Dokter kan memang harus hidup teratur,berbadan sehat dan berjiwa kuat."mengelus kepala putrinya.

__ADS_1


"iya Ayah ku sayang.."memeluk lengan Ayahnya sambil bersandar di bahu nya.


__ADS_2