
"Assalamualaikum..."Yuna pun melangkah masuk setelah bu Ita membukakan pintu.
"Waalaikumsalam."Jawab seseorang dari ruang keluarga.
Yuna mempersilah kan Andrean untuk masuk dan duduk.
"Terima kasih."Ujar Andrean serayyangterduduk di ruang tamu.
"Aku tinggal sebentar ya kak,mau minum apa?"Ujar Yuna menawarkan.
"Tidak perlu repot-repot.Terima kasih".Ujar Andrean .
"Bagaimana jika ku buat kan kopi?"
"Terserah. "Ucap Andrean tersenyum.
"Oke".Membalas senyum nya.Yuna pun melangkah menuju dapur.Tapi bu ita malah mencegahnya.
"Neng,biar ibu saja yang membuatkan kopi nya ya"Bu ita menawarkan diri.Di balas anggukan oleh Yuna.Dan Yuna pun menghampiri Bu julia yang sedang santai di depan televisi.Yuna meraih tangannya bersalaman,matanya berkeliling.
"Bu,kata nya ada Nyonya Wini dan dr.Arman?"Tanya yuna heran karena rumah terlihat sepi.
"Mereka sudah pulang sesaat hujan reda tadi.Katanya anak mereka menelfon,jadi tak bisa menunggu mu pulang.Mereka juga bilang,lain kali akan kemari lagi."jawab Ibu Julia.Yuna hanya mengangguk.
"Bu,di depan ada teman ku,apa ibu bisa menyapa nya?"pinta Yuna.
"oh,benarkah?tentu saja.Siapa dia,Pacar mu ya?"Tanya Bu julia merasa sedikit khawatir.
"oh. haha bukan bu,kami hanya berteman saja saat ini."jawab Yuna gugup.
"Saat ini?"Tanya Bu julia.
"maksudku...Aku akan fokus ke karir ku dulu bu.Aku kan baru saja mendapatkan gelar ku.Yaa seperti itu lah."Jawab Yuna.
"Sudah lah,tidak usah kau jelas kan"ucap Bu Ju Julia menggoda.
"Ibu akan menemui nya."ucap nya tersenyum.
Sebaik nya kau jangan memiliki perasaan apa pun dan hubungan apapun dengannya,karena kau sudah di jodohkan.Batin Julia.
Julia punelangkah menuju ruangan tamu,menyambut dan menemani Andrean di sana,sedangkan Yuna masih di kamar mandi beberapa saat.
__ADS_1
"Bagaimana kabar mu?"Tanya Julia pada Andrean.
"Baik tante.Bagaimana kabar anda?"jawab Andrean dan kembali bertanya .
"Alhamdulillah,baik.Oya kenapa bisa bersama Yuna ya,apa kalian pergi bersama?"
"Oh tidak bu,tadi kebetulan sekali,Yuna saat Yuna berkunjung ke cafe,aku juga berada di sana,ya karena khawatir akn turun hujan,jadi aku memutuskan untuk mengantarnya "Jelas Andrean.
Syukurlah..aku harus mencari cara agar mereka tidak terlalu dekat.Tapi bagai mana cara nya?,sepertinya Yuna terlihat menyukai pria ini.Tapi bagaimana dengan perjodohan.nya ?Aku harus tetap menjauhkan mereka. Batin Julia.
"oh begitu ya,ya beberapa hari lalu,Yuna baru saja mendapatkan gelar nya,bahkan dia belum bekerja.Ibu minta,Yuna berfokus dulu pada karir nya.karena ini adalah cita-cita yang begitu ia impikan.Sekarang lah saat nya Yuna membuktikan pada semua orang,terutama kami sebagai keluarga nya."Jelas Bu julia.
Apa maksud nya ibu nya Yuna bicara seperti itu?Apa dia tidak menyukai kedekatan ku dengan Yuna ya.Yah walaupun aku tau jika Yuna memang sedang fokus pada karir nya.Bahkan dia baru saja memulainya.Aku tau itu.Batin Andrean.
Perasaan Andrean menjadi berubah,dia merasa ada kekecewaan dalam hatinya.Tapi dia akan memperjuangkan perasaan nya,meskipun bukan sekarang.
"Oh iya aku tau itu bu.lagi pula kami hanya berteman.aku juga mengerti jika memang Yuna masih harus fokus pada karir nya."ucap Andrean menguatkan hatinya.
"Ibu tidak bermaksud apa pun ya.Jadi jangan merasa sungkan untuk berteman dengan Yuna."ujar nya.
"Iya bu."Andrean mengangguk.
"Silahkan di minum kopi nya kak."ujar Yuna mempersilahkan.
"Ya terima kasih"ucap Andrean mengangguk.
"Kalau begitu,kalian mengobrol lah.Ibu ke dalam dulu ya."ucap Bu julia kepada Andrean.
"ya Tante"Jawab Andrean.
"Terima kasih ya bu,sudah menemani kak Andrean."ujar Yuna yang baru saja duduk di sofa.Bu julia hanya tersenyum sambil mengusap bahu Yuna ketika bangun dari duduk nya.
Tinggalah Andrean dan Yuna yang duduk saling berhadapan.
Keduanya lagi-lagi merasa canggung.
"Silahkan di minum kak".
"Iya terima kasih."
"Oh ya,jangan lupa ya,nanti kita pergi bersama ke acara Pernikahan stevania dan charlie."ujar Yuna mengingatkan.
__ADS_1
"Aku tidak akan lupa."ucap Andrean sambil menyerubut secangkir kopi yang di sediakan Yuna.
"Jujur saja,itu...karena Stevania tidak mengijinkan aku pergi sendiri ke pestanya.Awal nya aku juga bingung hendak mengajak siapa,tapi syukurlah kakak mau menemani ku"Yuna tersipu malu.
"Santai saja,kan aku pernah bilang,jika kau butuh sesuatu,bicarakan padaku.Aku tidak akan sungkan untuk membantumu."Andrean menghela nafas nya,fikirannya masih sibuk mencari cara agar ia bisa semakin dekat dengan Yuna.Tak peduli siapa pun menghalanginya.
"syukurlah akhirnya mereka bisa melanjutkan rencana pernikahan mereka.karena masalah waktu itu sepertinya membuat charlie tidak fokus dalam bekerja."Lanjut Andrean.
"Ya waktu itu aku langsung memberikan penjelasan kepada Stevania,karena ia juga tampak begitu frustasi.Alhamdulillah,dia bisa menerima semua penjelasan ku.Dan Charlie pun datang untuk meluruskan masalah itu."Ujar Yuna.
"Oh ya,lantas bagaimana dengan asisten yang telah melakukan hal buruk itu pada charlie?"Tanya Yuna.
"Awalnya Charlie akan membawa masalah nya ke meja hijau,tapi aku menyarankan agar ia tidak perlu melakukan nya.Karena aku sudah memasukkan nya ke backlist atau daftar hitam di perusahaan kami,jafi dia tidak bisa mengancam Charlie menyangkut pekerjaan nya.Charlie pun setuju dan ia memecat asisten nya itu tanpa memperkarakan nya."jawab Andrean.
"oh begitu ya...syukur lah,charlie mau memaafkan nya.walaupun mungkin itu tidak mudah bagi nya."
"Ku dengar Stevania akan bekerja di salah satu Rumah sakit di Surabaya?"Tanya Andrean karena mengetahui kabar itu dari charlie beberapa waktu lalu.
"Iya sepertinya begitu."Jawab Yuna membenarkan.
"Aku akan mengirim Charlie untuk bekerja di perusahaan cabang kami yang ada di surabaya,setelah menikah nanti.Tidak mungkinkan mereka yang baru menikah harus berpisah tempat tinggal."jelas Andrean.
"Benarkah?Wah kak Andrean baik sekali,sampai memikirkan karyawan nya sampai ke arah sana juga."ujar Yuna memuji,seraya menampakan senyum nya.Ada kekaguman dalam diri nya mengenai sosok pria di hadapannya,yang memang sudah di kenal tentang ke dermawanan dan keramahan nya.
"Ah itu hanya kebetulan saja,perusahaan kami yang berada di sana sedang membutuhkan pegawai.Jadi sekalian saja aku mengajukan Charlie"jawab Andrean.
"Sebagai sahabat Stevania,aku mengucapkan terima kasih banyak ya kak"Ujar Yuna.
"Ah kau terlalu berlebihan,aku tidak melakukan apapun kok"Andrean merasa tersanjung.
Mereka mengobrol beberapa lama,ada tawa di antara perbincangan mereka,yang membuat mereka semakin akrab.Hal itu terdengar oleh Ibu Julia yang berada di ruang keluarga.Bu Julia semakin khawatir jika Yuna semakin akrab dengan pria itu.Kenapa tidak,Andrean adalah sosok pemuda yang sempurna.Dia tampan,berkarisma,cerdas dan yang paling terpenting,sifat nya yang begitu baik hingga semua orang segan pada nya.Tapi dari sebagian orang tidak hanya memandang nya dari sudut kepribadian,tapi dari mana dia berasal.Latar belakang nya dan kesuksesannya memimpin perusahaan besar seperti Wira group.
Tentu saja mungkin dengan mudah Yuna mengagumi,bahkan menyukai Andrean.Terlebih lagi,Yuna sudah berada dalam hati pria itu dan menjadi harapan masa depan nya kelak.Meski Andrean belum bisa mengungkap kan semua perasaan nya.Tapi dia sudah merencana kan hal indah untuk Yuna.Tinggal menunggu waktu yang tepat.Dan Andrean pun harus bisa menumbuhkan benih-benih rasa yang ia punya dalam hati Yuna.
Sering nya mereka berjumpa dan berbagi cerita akan menimbulkan rasa nyaman di antara kedua nya.Dan tanpa di sadari,rasa itu akan tumbuh dengan sendiri nya.Rasa di mana ingin saling memiliki,saling melengkapi dan saling berbagi cinta.
Ya Cinta itu bisa tumbuh karena terbiasa bersama,karena meskipun cinta tak dapat di paksakan,tapi cinta punya sinyal kuat untuk menyatukan dua hati untuk saling melengkapi.
Ada getaran dalam hati Yuna,begitu pun dengan Andrean yang telah lebih dulu menyadari,getaran apa yang ia rasakan.
Tapi Yuna terus menepis rasa itu,menganggap itu hanya sebuah kekaguman semata.
__ADS_1