
"Apa ?kakak kandung?" Daniel tertegun.
Yuna pun akhir nya menceritakan semua nya,bahwa Nico adalah kakak kandung nya yang hilang sejak bayi dulu.Bahkan saat Yuna belum di lahirkan.Awal nya Daniel tidak percaya,Yuna pun memperlihatkan dua buah foto yang sama persis.Ayah nya mencetak foto itu hanya dua.Dan yang satu nya hilang.Entah apa yang terjadi,foto itu berada di tangan Nico.Dan menurut cerita Nico,foto itu memang sudah ada sejak ia kecil.
Daniel melihat foto itu,di sana ada pak Heru dan Eria mendiang ibu Yuna yang sedang menggendong seorang bayi laki-laki.Dia lah Nico yang hilang di culik oleh tetangga nya di desa.Kedua penculik itu sudah berpuluh-puluh tahun tidak di karuniai buah hati.Saat istri nya berkunjung ke rumah Pak Heru,dia berpura-pura meminjam alat masak pada Mendiang ibunda Yuna.
Beliau tidak menaruh kecurigaan sama sekali.Karena sepasang suami istri yang sudah dua bulan mengontrak di samping rumah nya itu,berkepribadian baik,sopan dan ramah.
Tapi,Saat Bu Eria kembali ke ruang tamu,bayi nya sudah tidak di dapati di tempat tidurnya.
Mereka mencari ke seluruh penjuru rumah.Tapi ada tanda-tanda keberadaan si bayi.Sampai bertahun-tahun Bu Eria depresi.Ketika mengandung Yuna,kondisi nya mulai membaik dan kembali normal.
Segala perjuangan dalam pencarian telah di tempuh,tapi hasilnya nihil.
"Kau boleh tanya kan pada Opa.Kala itu,Opa pun turut mencari keberadaan kak Nico."Jelas Yuna.
"Aku sudah memberikan sampel pada laboratorium.Untuk mengetes kecocokan DNA milik Ka Nico dan Ayah.Hasil nya akan keluar besok.untuk memastikan saja."Sambung Yuna.
"Baiklah aku percaya.Lagian wajah kalian memang mirip.Kenapa aku tidak menyadari nya ya...Pantas saja awal aku bertemu dengan mu,Aku merasa tidak asing dengan paras mu itu"ucap Daniel pada Yuna.
"Ah...ternyata kau sering memperhatikan ku ya.."
Daniel tersenyum di sudut bibir nya.
"Eh tapi kak Nico terluka,kau harus bertanggung jawab Niel".
"Iya ini sakit."Ucap Nico.
"Ah...maaf kan aku..hihi.Biar nanti istri ku yang mengobati."
"iisshh kok aku...?".
Mereka pun tertawa-tawa.
Yuna menoleh,Ayah nya sudah terlihat memasuki Restoran.
"Itu Ayah"Tunjuk Yuna.Ia melambaikan tangan nya.Pada Pak Heru dan Bu julia.
Daniel memanggil pelayan dan meminta mereka mengosong kan Restoran itu.
Beberapa pelanggan pun terlihat meninggalkan tempat itu.Hingga tersisa Yuna dan keluarga nya.
Nico masih tertegun,Saat Pak Heru melangkah mendekat.
"Aku gugup dek"Ucap Nico.
"Tenang kak,Ayah adalah pria yang lembut dan baik hati"Tutur Yuna seraya menepuk bahu Nico.
Pak Heru melambatkan langkah nya,mata nya tertuju pada Nico.
"Kenapa ada hal sepenting ini,kau tidak bicarakan pada ku?"bisik Daniel.
"Aku minta maaf.Tadi nya aku akan memberikan kejutan untuk mu.Tapi kau yang malah mengejutkan ku"Bisik Yuna lagi.
"Kau harus menerima hukuman mu".
Yuna melebarkan mata nya.Dan mencubit pinggang Daniel.
"Aw ..."Daniel malah tergelak.
Pak Heru telah berdiri di hadapan Nico.Dan Nico tak kuasa merindukan Ayah nya itu.Ayah yang hanya ia ketahui dari sebuah foto lama.
"Ayah"Nico pun langsung memeluk Pak Heru.
"Benarkah kau putra ku?"Pak Heru dengan haru membalas pelukan putra nya.Yuna pun berbaur memeluk sang Ayah.
Daniel tersenyum dan segera mengabadikan moment itu dari ponsel nya.
***
Akhirnya Nico memutuskan untuk tinggal di rumah Ayah nya.
Yuna dan Daniel pun kembali pulang ke Apartemen nya.
__ADS_1
"Huh....hari yang melelahkan."ucap Daniel seraya menjatuhkan diri di sofa.Setelah selesai mandi tadi.Yuna tengah sibuk memasak untuk makan malam mereka.
Dari pada harus makan di tempat langganan Daniel dan bertemu Dokter menyebalkan itu,Yuna memilih memasak sendiri untuk suami nya.
Daniel tersenyum-senyum sambil melihat foto-foto di album ponsel milik nya.
"Apa yang kau lihat?"Tanya Yuna sambil bersandar di bahu Daniel.
Daniel mengecup pipi Yuna.
"Aaa...sempat-sempatnya ya kau memotret ku di saat seperti itu?Hapus!"Pinta Yuna.
"Tidak akan.Lihat wajah mu menggemaskan sekali saat menangis haha"Daniel malah tergelak.
Yuna mencoba merebut ponsel Daniel.Tapi,Daniel menyembunyikan nya.
Dan...'cup kissing'.
Daniel mengecup bibir Yuna dalam.Kali ini Yuna membalas nya,ciuman hangat dan cukup lama.Sampai bibir nya terasa tebal.
Daniel pun mulai menyentuh bagian sensitif Yuna.Yuna menggeliat,dan mencubit pipi Daniel.
"Kau nakal ya.."
Daniel mengedipkan sebelah mata nya.
"Apa kau siap sekarang?"Tanya Daniel lembut.
Wajah Yuna memerah.Ia mengangguk perlahan.
Daniel pun menggendong Yuna menuju kamar mereka.
"Tapi...aku sudah menyiapkan makan malam nya?"Tanya Yuna.
"Nanti saja setelah ini...oke?"Bisik Daniel.Membuat Tengkuk Yuna bergidik.
Yuna mengangguk.
"Pelan-pelan ya.."Bisik Yuna.
Dan memberikan sentuhan-sentuhan lembut di bagian tertentu.Lalu...
Lanjut?...
Bijaklah dalam membaca Ya...
ini untuk usia 21+
Bagi pasangan yang sudah halal tentu nya...😁
Yuna merasakan sakit di bagian bawah perut nya,Tapi Daniel melakukan nya dengan penuh kelembutan.
Bergerak seirama..dan Daniel pun bergetar saat mencapai puncaknya.Yuna meringis,lalu tersenyum.
"Apa kau menyukai nya?mau lagi?"Bisik Daniel.
Wajah Yuna memerah,ia mencubit pinggang Daniel.
"Aaww. ."Daniel tergelak.
Mereka pun melakukan nya sampai kelelahan dan melupakan makan malam mereka.
***
Esok pagi nya Yuna bangun kesiangan,tak di dapati Daniel di samping nya.Ia pun segera pergi kekamar mandi sambil menutupi tubuh nya dengan selimut.Karena pakaian nya berserakan entah kemana.
Ternyata Daniel sedang berada di kamar mandi.
"Niel,sayang...cepat lah aku belum shalat subuh."Teriak Yuna.
"Ya...masuk saja. kita mandi bersama.Pintu nya masih rusak."
Yuna masih tertegun.Ia berdiri di ambang pintu.Yuna merasakan perih di bagian bawah perut nya,mungkin karena perbuatan Daniel.
__ADS_1
Daniel telah selesai mandi.
"kenapa tidak masuk saja,kita bisa membersihkan diri bersama"Ucap Daniel mengedipkan mata nya.
"Aku bisa sendiri".
"Ada apa dengan mu?kau terluka?itu..."
Tanya Danieb,menunjuk ke arah selimut.
"Ini karena perbuatan mu"jawab Yuna malu.ia pun melangkah masuk ke kamar mandi menyisakan kebingungan di wajah Daniel.
"Aku?"
Daniel pun ingat bahwa semalam ia lihat bercak merah di pusaka nya.
Tentu saja istri ku masih perawan...oh aku mengerti hihi.Batin Daniel.
***
Yuna melihat masakan nya semalam terabaikan.
Ia cemberut melihat makanan nya di meja.Padahal dia sangat lapar semalam.Tapi kenapa bisa melupakan makanan itu?Fikir Yuna.
"Hu...jadi mubazir".Ucap Yuna.
"Ada apa sayang?"Tanya Daniel seraya merengkuh Yuna dari belakang.
"Oh tenang saja aku sudah pesan sarapan,kau temani aku saja ya..".
Yuna pun mengangguk.
"Kau tidak pergi ke kantor?".
"Tidak,di luar hujan begitu lebat.Dan kau juga jangan pergi bekerja ya..."Ucap Daniel sambil terus menikmati aroma tubuh Yuna.
"Aku memang tidak ada jadwal hari ini."Ujar Yuna.
"Bagus kalau begitu..Kita bisa berbulan madu hari ini".
"Apa bulan madu di sini?kau punya harta melimpah,tapi mengajak berbulan madu istri mu hanya di sini hu.."Ejek Yuna.
"Memang nya mau bulan madu kemana ke bulan?tentu saja aku akan mengajak mu kesana.".
"Jangan jauh-jauh..di bumi saja sudah cukup terima kasih."Jawab Yuna.Membuat Daniel terkekeh.
"Nanti ya,setelah resepsi.Aku sudah menyiap kan tempat paling indah untuk kita berbulan madu."
"Benarkah?"Tanya Yuna antusias.
"Hmm..."Daniel mengangguk.
Mereka pun menikmati sarapan mereka dan bersantai di kamar.
Daniel terus menciumi setiap centi wajah Yuna.
Muach...muach...
"Apa kau bahagia bersama ku?"Tanya Daniel.
"Aku rasa begitu.."
"Tidak ada jawaban yang lebih romantis?"
"Tidak ada,memang nya aku harus bilang apa?"jawab Yuna.
Daniel malah mengecup bibir Yuna.
"Niel sayang,apakah kau mencintai ku?".
"Mungkin".
"iiisshh".
__ADS_1
Mereka pun menghabiskan waktu berdua seharian berbagi cinta dan kasih sayang tanpa lelah.Bahagia lah kalian selalu.
Tamat.