The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Tempat favorite


__ADS_3

Di cafe,Yuna dan Andrean sedang menikmati pesanan mereka,sambil mengobrol ringan.


"maaf kak,aku harus pulang.Banyak pekerjaan di rumah yang menungguku."ucap Yuna sambil melirik jam tangannya.


"oh gitu ya,aku antar ya."Andrean pun langsung bangun dari duduknya.


"tidak usah kak,aku bisa pulang sendiri.Lagi pula,kak Andrean kan juga harus kembali ke kantor."Yuna berusaha menolaknya.


"Aku antar ya..."menghela nafasnya.Berusaha memasang wajah memohon.


Yuna pun terdiam dan tersenyum simpul.


"iya deh,kalo kak Andrean tidak merasa di repot kan "ujarnya sembari memakai ranselnya.


"sama sekali tidak repot kok.Ayo"Andrean dan Yuna pun berjalan beriringan menuju parkiran.


Di mobil


"Aku merasa tidak enak loh sama teman cowok mu itu,emm...Doni ya"kata Andrean yang sedang fokus dengan kemudinya.


Yuna pun menoleh dan tersenyum.


"oh itu...dia emang orangnya begitu,maaf yah"


"loh ko minta maaf sih,harus nya aku yang minta maaf sudah membuat teman mu tidak nyaman tadi."


"tidak kok kak...tenang saja"Yuna pun reflek menepuk bahu Andrean.


Andrean sedikit terkejut,tapi dia malah sumringah.


"emm...dia suka sama kamu mungkin"lanjut Andrean.


Yuna terlihat terkejut,ia hanya terdiam dan menelan salivanya berat.


"benar kan?"tanya Andrean lagi,membuat Yuna sedikit tersentak.


"oh itu,iya dulu sih.Tapi,kami hanya berteman."sedikit mengangguk.


"dulu kalian pernah pacaran?eh maaf ya."Andrean menghentikan kata-kata nya.


"tidak apa-apa kok kak...haha.Aku belum berfikiran untuk pacaran.Aku hanya fokus pada pendidikan dulu.Dan teman-teman ku juga sudah tau akan hal itu."


oh jadi,kamu belum berfikir untuk pacaran.Jadi...Batin Andrean.


Mereka pun terdiam beberapa saat.Pandangan Yuna menampar pada jendela kaca mobil,ia melihat pemandangan di sisi jalan yang tidak biasa ia lihat.


"kita mau kemana kak?"tanya Yuna


"oh iya,jalan yang biasa di lalui,sepertinya macet.jadi aku mecari jalan pintas ke arah rumah mu.Tidak apa-apa kan?"


"iya tidak apa-apa kok.Pemandangannya indah"Yuna tersenyum memandang sepanjang jalan yang di lewati


"memang nya kau tidak pernah lewat sini ya?"tanya Andrean lagi,menoleh ke arah Yuna.Yuna hanya menggelengkan kepalanya,matanya masih melihat ke arah luar jendela.


Yuna kau benar-benar berbeda dari kebanyakan wanita.Kau baik,tulus,dan kesederhanaan mu itu yang membuat aku menyukaimu.eh..suka?apa mungkin aku.. Batin Andrean.

__ADS_1


Andrean mengerjapkan matanya,berusaha mengusir semua yang ada di fikirannya tentang Yuna.


"Emm...apa kau mau ku ajak ke sebuah tempat?mungkin kau.menyukainya?"tanya Andrean.


"Tempat apa kak?"Tanya Yuna dengan wajah penasarannya.


"Ada deh,kebetulan tempatnya lewat sini"Masih berfokus pada kemudinya."Apa kau mau kesana?"


"Apa tidak mengganggu waktu kakak?"tanya Yuna ragu,sambil melihat jam tangannya.


"oh tidak sama sekali.Aku senang jika kau mau kesana.Apa waktu mu juga tidak terganggu?"


"oh kebetulan masih ada waktu sekitar dua jam lagi,sebelum aku masuk kerja."


Biar lah,kalo masalah ibu.Aku benar-benar ingin menjernihkan fikiran ku.Mungkin tidak apa-apa sesekali saja,aku tidak mengerjakan pekerjaan rumah..hihi!Batin Yuna.


"oke,kita kesana ya."


*


Beberapa saat mereka pun sampai di sebuah tempat.Sebuah gubuk kecil di tepi danau buatan yang di kelilingi banyak pepeohonan rindang.Juga beberapa Rumah-rumah kecil terbuat dari kayu.Di sekitarnya terdapat banyak tanaman hias yang tertata rapi.


Sesaat turun dari mobil,Yuna di buat takjub oleh pemandangan di sana.Dia menghirup udara yang menurutnya lumayan sejuk itu.


"waah...aku baru tau kak,di kota kita ini ada tempat seindah ini.Maklum lah,selama aku pindah ke kota ini,aku tidak pernah berkeliling.Hanya kerumah,sekolah,atau kedai saja.Paling aku tau jalanan sekitar tempat ku bekerja."memasang wajah polosnya,di bumbui dengan senyum khas seorang Yuna.


Ku mohon jangan memasang senyum seperti itu.Aku benar-benar tidak sanggup untuk tidak melihat mu..Batin Andrean.


"Benarkah?kalau begitu,nikmati lah...kau juga perlu refreshing kan?"Ujar Andrean sembari menjatuhkan dirinya duduk di gubuk kecil itu.


Danau buatan yang tidak terlalu luas itu,di bangun oleh Kakeknya merupakan hadiah pernikahan kedua orang tuanya.Dulu kedua orang tua Andrean melangsungkan pernikahan nya di tempat itu.Tempat yang bersejarah bagi keluarganya.


"Apa kakak sering kesini?"


"hmm"mengangguk kan kepalanya."ini adalah tempat favorit keluarga ku.Tapi sekarang mereka tidak pernah berkunjung kemari"


"benarkah?kenapa?pasti keluarga kakak adalah orang yang sibuk ya?"


"begitulah.Tapi...aku sering kemari sendiri."Andrean bengun dari duduknya dan bersandar pada tiang kayu di gubuk itu."tempat ini penuh dengan kenangan semasa aku dan adik-adik ku kecil dulu.Jika aku kemari,aku merasa waktu itu seolah terulang lagi.Aku merindukan masa itu"Matanya menatap ke arah danau.


"kenapa kakak tidak mengajak keluarga kakak kemari,saat perayaan misalnya"


"heuuh..entah lah.Aku tidak ingin mengganggu kesibukkan mereka.Biarlah"Andrean melepaskan dasinya dan memasukkannya ke kantong celananya.Dia mengendurkan kerahnya dan menggulung lengan bajunya.Masih bersandar pada tiang itu,kedua tangannya berada dalam saku celana nya.Tatapannya lurus ke depan.


"Aku yakin keluarga kakak juga merindukan saat-saat itu."Tersenyum pada Andrean,tatapan mereka pun bertemu.


"Terimakasih sudah menemani ku ke sini."


"Justru aku sangat senang,kak Andrean mau berbagi tentang tempat yang indah ini denganku..."Yuna pun teringat kembali saat bersama kakeknya dulu."Aku juga rindu pda suatu tempat"Matanya menerawang mengingat tempat yang ia tinggalkan dulu.


"Dimana?"Tanya Andrean menatap Yuna lekat.


"kampung halaman ku.sebuah desa yang sejuk dan asri,ladang dan sawah adalah tempat favorit ku dan mendiang kakek ku menghabiskan waktu bersama.Setelah kakek ku meninggal,aku dan keluarga ku terpaksa meninggalkan tempat itu.."Yuna pun meneteskan air matanya.


"Apa kau tidak pernah berkunjung kesana?"Tanya Andrean menghampiri Yuna dan duduk di sampingnya.

__ADS_1


"Rumah kakekku sudah di jual.dan kami sudah tidak punya siapa-siapa lagi di sana.Semua keluarga Ayah,sejak dulu memang tinggal di luar daerah.Jadi,kami tidak pernah kesana."


"Keluarga mendiang ibu mu?"


"ibu ku adalah seorang yatim piatu,Ayah ku bertemu dengan beliau di panti asuhan."tersenyum tersirat kesedihan di hatinya.


"Tetap lah bahagia Yuna,meski kita tidak sempurna,tapi rasa bahagia itu ada pada diri kita sendiri.benarkan?"


"iya kakak benar,terima kasih ya kak,sudah mendengarkan kisah ku"Yuna menghapus pipinya yang sedikit basah.


"kamu bisa kemari kapan pun kamu mau."menepuk bahu Yuna.Yuna hanya mengangguk.


Hampir setengah jam lebih mereka menghabiskan waktu di sana.Akhirnya Yuna memutuskan untuk pulang,karena ia tak mau ambil resiko jika ibu tirinya murka karena Yuna terlambat pulang.


Andrean pun mengantar kan Yuna untuk pulang.


*


Di depan rumah Yuna.


"Terima kasih banyak kak,untuk waktunya.Aku senang sekali kakak mengajakku ke tempat tadi."


"iya...lain kali aku akan mengajak mu kesana lagi."


Yuna tersenyum sambil menganggukkan kepala nya."Ayo kak,mampir dulu."


"oh tidak usah,lain kali saja.salam pada ibu mu ya."Andrean pun memutari mobil dan membuka pintu mobilnya,tapi terdengar suara dari teras rumah.


"Yuna...kenapa teman mu tidak di ajak masuk dulu"seru ibu tiri nya seraya mau meng hampiri.Andrean pun .menutup kembali pintu mobil nya.


"ibu??"mata Yuna terbelalak,tidak biasa nya ibu tiri nya itu bersikap ramah.


"oh tidak usah bu terima kasih."Andrean punenghampiri dan mencium punggung tangan nyonya julia.


"padahal ibu sudah masak loh,kenapa tidak mampir dulu,"tersenyum sambil melirik Yuna yang kelihatan tegang.Yuna menelan salivanya.Dia tau telah pulang terlambat,dan ibu tirinya itu,pasti sudah memasak.


Yuna mengusap keringat di dahi nya.


"lain kali saja bu,maaf Yuna terlambat pulang,tadi aku meminta nya untuk menemaninku ke suatu tempat"ujar Andrean.Sepertinya Andrean menangkap kekhawatiran di wajah Yuna.


"oh tidak apa-apa kok."sambung Julia tersenyum di ujung bibirnya.tapi berusaha bicara dengan nada yang lembut.


"kalo begitu,saya permisi bu,Asalamualaikum"Andrean pun melihat yuna sekilas,lalu masuk ke dalam mobil dan melakukan mobilnya setelah memebunyikan klakson sebelum nya.


Julia pun berjalan masuk ke dalam rumah,di ikuti Yuna yang mengekor di belakangnya.


Ada kecemasan di wajah Yuna.sekali lagi ia menelan salivanya yang terasa berat.


Aku pasti kena marah.!Batin Yuna.


Hai reader...


Terima kasih masih setia membaca Novel The Doktor Love Story.


Cerita nya akan makin seru...

__ADS_1


Jangan Lupa like and vote nya.


Mohon dukungannya ya..😘


__ADS_2