
Sejak mendengar kabar tentang pernikahan Daniel yang tak bisa di hadiri oleh nya,Andrean pun merasa bersalah sebagai seorang kakak.Bukan karena merasa pekerjaan nya lebih penting,tapi memang ini mengenai ke profesional an seorang pemimpin.
Jabatan yang di sandang nya tidak lah semudah yang di fikirkan banyak orang.Bisa berlibur semau nya,karena perusahaan sendiri dan bisa seenak nya meninggalkan pekerjaan dan tanggung jawab untuk kepentingan pribadi.Bukan itu yang ada di benak Andrean.Dan bukan itu pula yang di ajarkan oleh sang kakek dalam menjalani hidup di dunia bisnis.Tapi rasa tanggung jawab dan ke profesional an seorang pembisnis menjadi perisai bagi bisnis itu sendiri.
Tapi bukan berarti kehidupan pribadi nya tidak penting.Tanggung jawab sebagai anak tertua pun harus di emban nya.Rasa peduli dan melindungi keluarga nya juga merupakan tanggung jawab yang harus di penuhi.
Andrean mempercepat proses peresmian perusahaan cabang nya di negeri tetangga itu.Sebenar nya,bukan tidak bisa ia bolak balik ke negara yang memiliki patung singa putih sebagai ikon nya itu.Karena memang jarak dan waktu tempuh yang tidak begitu jauh jika di banding kan ia harus ke eropa sana.
Tapi pekerjaan yang memang tidak bisa di patok oleh waktu,seperti karyawan,Andrean merasa itu akan menguras tenaga dan waktu nya.
Akhirnya setelah melalui meeting pagi kemarin,Andrean menyerah kan proses akhir pada sang asisten yang memang sudah si percaya oleh keluarga wirawan,pada setiap bisnis nya di berbagai kota.
Andrean memutuskan untuk segera kembali ke tanah air,agar suasana pernikahan sang adik masih terasa ketika ia kembali.
Andrean sudah membelikan hadiah pernikahan untuk adik nya itu.Rasa rindu sebenarnya merupakan hadiah teristimewa yang akan dia berikan untuk seluruh keluarga nya.
Andrean sempat bingung tentang hadiah apa yang harus di berikan nya pada Daniel.Setelah menimbang-nimbang,akhirnya Andrean akan memberikan kalung berlian untuk adik ipar nya itu.Padahal awal nya Andrean akan memberikan kalung itu pada Yuna saat melamar nya nanti.
"Aku akan membeli cincin saja untuk melamar Yuna nanti."Gumam nya antusias.
Karena selain ingin berjumpa dengan keluarga dan istri sang adik,Andrean juga tak sabar ingin mempersunting belahan jiwa nya itu.yang selalu hadir dalam setiap malam nya,mengisi mimpi-mimpi nya yang indah.
***
Di kediaman keluarga Dokter Arman.
Seluruh anggota keluarga menikmati libur akhir pekan.Semua menghabiskan waktu senggang mereka hanya di rumah.Mereka tidak tau jika Andrean akan pulang.Andrean sengaja ingin memberikan surprise untuk keluarga nya.
"wah Mami pandai merawat tanaman ya...semua nya terlihat cantik,ini hobi Mami ya.?"Tanya Yuna saat Nyonya wini sedang merawat tanaman hias nya di teras rumah.
Hobi Nyonya wini sejak muda itu tak pernah ia tinggalkan.Nyonya wini bahkan mengoleksi tanaman hias dari berbagai daerah di nusantara,dalam maupun luar negeri.Tanaman langka pun tak luput dari nya untuk segera di miliki.
"Iya sayang,ini adalah hobi Mami sejak dulu."Jawab Nyonya wini lembut,sambil terus menyirami tanaman nya.
"Biar aku bantu ya Mam,"Ujar Yuna.
Nyonya wini tersenyum.
"Tentu sayang,jika kau tidak keberatan."Ucap nyonya wini menyerah kan pekerjaan nya pada sang menantu.
Yuna pun melanjutkan acara siram menyiram tanaman nya.
"Dulu mendiang ibu juga suka dengan tanaman hias."Ujar Yuna dengan nada sedikit sendu.
"Benarkah?".
__ADS_1
"Heeum.."Ucap Yuna mengangguk.
Tiba-tiba Dokter Arman memanggil Nyonya wini.
"Ya pap..sebentar"teriak nyonya wini.
"sayang,Mami tinggal dulu ya.."Ujar nyonya wini,dan di jawab anggukan oleh Yuna.Lalu nyonya wini masuk ke dalam rumah.
Tinggalah Yuna seorang diri di teras,sambil terus.menyirami tanaman -tanaman hias itu.
Daniel sedang di kamar nya,ia bekerja di hari libur,fokus pada laptop nya.Sedang kan seila memilih untuk berolah raga di ruang gym.
Tiba-tiba gerbang utama di buka,beberapa security rumah menghampiri mobil itu.Dan menyambut nya.
Yuna sedang asik menyiram tanaman itu,begitu terpesona nya ia pada tanaman yang begitu cantik dan sedap di pandang itu.Sampai ia tak menyadari seseorang yang datang.
"Yuna?"Panggil Andrean ragu.Ia tidak yakin bahwa yang ia lihat adalah Yuna.
Yuna pun menoleh ke sumber suara itu.
prak...
Alat pernyiram tanaman yang di pegang nya pun jatuh ke lantai.
"Kak...Andrean???"Mata Yuna bahkan tak berkedip.Nafas nya tercekat di tenggorokan.
"A aku..."Suara Yuna seakan hilang.Ia tak sanggup jika harus mengatakan siapa dirinya dan sedang apa ia di sana.
Nyonya wini pun tiba-tiba keluar dan terkejut,mendapati siapa yang berada di sana.
"Andrean??"Panggil Nyonya wini.Membuat Andrean terkejut dan menoleh.
"Mami..."Andrean pun berhambur di pelukan Sang Mami yang begitu di rindukan nya.
"Mam..."Ujar Andrean penuh tanya akan ke hadiran Yuna di sana.
Nyonya wini pun mengerti apa yang di maksud Andrean.
"Sayang,Ayo kenal kan.Ini Yuna,istri nya Daniel."Jelas Nyonya wini.
Telak seperti mendapat Sambaran petir tepat mengenai jantungnya.
Yuna menelan Saliva nya.Ia memejamkan matanya.Entah apa yang akan Andrean sampaikan pada nyonya wini.
Yuna hanya membisu,dengan senyum tipis yang terpaksa ia semat kan di bibir nya yang kelu.
__ADS_1
"Istri Niel?"Tanya Andrean memperjelas,bahwa apa yang ia dengar itu tidak benar.
"Iya sayang,ini Dokter Yuna.Anak angkat Mami,yang telah menikah dengan Daniel"Jelas nyonya wini lagi.
Apa?jadi ...maksud nya..Bahkan dalam hatinya pun Andrean tak sanggup berucap.
Jadi Andrean belum mengetahui perihal siapa istri dari adiknya?jadi selama ini,dia menunggu jawaban dari ku?Ya Tuhan...apa lagi ini...aku tau dari mata mu kak,bahwa kau terkejut dan terluka.Aku harap kau bisa memahami kondisi ini nantinya.Batin Yuna.
"Ayo kenal kan.Yuna,ini kakak nya Daniel.Anak sulung Mami.Kemarin dia masih di luar negeri,jadi..."Ujar Nyonya wini.
"iya Mam,aku mengerti."jawab Yuna.dengan suara terbata.
"Hay,Yuna...salam kenal.aku Andrean kakak nya Daniel.Aku kakak ipar mu sekarang"Ucap Andrean seraya mengulurkan tangan nya.
Dengan ragu Yuna pun mnejabat tangan Andrean.Ada getaran di sana,yang tak mampu untuk di jelaskan.Suara Andrean terdengar sedikit parau,Yuna tau bagai mana rasa hati nya saat ini.Bahkan hal itu pula yang di rasakan sama oleh Yuna.
"Ayo masuk,"Ajak Nyonya wini masih menggandeng Andrean.Yuna tau betapa rindu nya Nyonya wini pada sang putra sulung nya.Hal itu juga yang seharus nya tidak di rasakan Yuna.
Mereka berjalan masuk,Yuna mengekor di belakang nya.Ia menatap Andrean dari belakang,saat berjalan masuk.
Aku tau luka mu...begitu juga yang ku rasakan.Batin Yuna.
"Papi...Niel...Seila..."Panggil Nyonya wini.Dan ketiga nya pun hampir bersamaan muncul tatkala mendengar teriakan nyonya wini yang memenuhi ruangan.
Bak suara dentuman gunung berapi.Semua terlihat panik,tapi saat melihat siapa yang berada di samping sang Mami,mereka pun terlihat sumringah.
"Kakak..."Mereka berhambur menghampiri Andrean.Dan memeluk nya.
"Kenapa tidak kabari kami dulu?"Tanya Seila.
"Aku ingin memberikan kejutan untuk kalian,"Ujar nya.
"Tapi malah aku yang di buat terkejut"Gumam Andrean,melirik ke arah Yuna.
"Oh iya Rean,sudah kenalan dengan Istri nya Daniel?"Tanya Dokter Arman.
"Oh sudah Pap.Dia cantik,kau beruntung bisa bersama nya Niel,pasti banyak yang patah hati karena nya"Ujar Andrean yang di anggap candaan oleh keluarga nya,tapi sebenarnya merupakan ungkapan hati nya yang terluka.
Yuna menelan Saliva nya berat.Dia pun tau,Andrean tidak sedang bergurau.
"Ayo,kita makan kue,Kebetulan Mami dan Yuna membuat kue tadi.Benarkan Mam?Tanya Dokter Arman melangkah menuju ruang keluarga.
"iya,"Jawab Nyonya wini singkat.
"Eumm...aku ke kamarku dulu ya,gerah.Ganti pakaian dulu supaya nyaman.Baju ini terasa sesak seperti nya."ujar Andrean,lagi-lagi mencuri pandang pada Yuna.
__ADS_1
Membuat Yuna menarik nafasnya panjang.Mencoba mencerna keadaan saat itu.