
Saat yang bersamaan,seorang perawat menghampiri Yuna.
"Dokter Yuna,"panggilnya seraya menghampiri.
"iya, sus"
"Maaf,anak -anak ini mau di ajak kemana Dok?"tanya nya sambil tersenyum pada mereka.
"Oh,ini...mereka belum makan,jadi aku akan mengajak mereka ke kantin"Jawab Yuna,matanya masih memperhatikan anak laki-laki yang masih terduduk sendu di kursi.
"Oh begitu ya,"
"Suster,eumm apa bisa Suster membantu ku?"tanya Yuna.
"Tentu saja Dok.Apa yang bisa saya bantu?"
"Bisa kah,Suster mengajak mereka ke kantin terlebih dulu,aku akan menyusul dengan anak itu,"Mata Yuna menunjuk ke arah anak lelaki itu.Suster pun melihat ke arah yang sama,dan mengerti maksud sang Dokter.
"Baik lah Dokter,dengan senang hati"ujar suster perawat itu.
"Terima kasih banyak ya Sus."Ucap Yuna di balas anggukan oleh Suster wanita yang masih muda itu."Anak-anak...kalian ke kantin duluan ya,nanti Dokter menyusul.Tidak apa-apa kan?"Tanya Yuna membungkukan badannya.Mereka hanya mengangguk dan berlalu bersama suster menuju kantin Rumah sakit yang memang tidak terlalu jauh.
Yuna pun melangkah mendekati Anak laki-laki itu.
"Hay,jagoan...kenapa masih bersedih?apa kamu tidak lapar?"Tanya Yuna lembut pada anak yang mengintip di jendela kaca tadi.
Dia masih terdiam,Yuna mencoba menarik nafas nya,dia mulai berfikir,bagaimana cara nya untuk membujuk anak itu.
"siapa yang membuat mu bersedih?"Masih tak bergeming,Yuna mencoba berfikir keras.
"Baiklah,kalau kau tidak mau bicara,Dokter akan pergi."Yuna mencoba bangun dari duduk nya,tapi anak itu tak memperdulikannya.Dan Yuna pun kembali duduk di kursi.
"Dokter akan menunggu sampai kau mau bicara".Ujar Yuna melirik ke arah anak itu.
"Apa Dokter bisa mempertemukan aku dengan Ayah ku?"Tanya nya kemudian.Yuna tersenyum simpul.
Akhirnya dia mau bicara juga.heuhh!
"Memang Ayah mu kemana?"Tanya Yuna,karena dia memang tidak tau dimana Ayah anak itu.
"Tadi,Dokter yang mengobati Ayah ku".jawabnya,tatapannya masih ke arah depan.
Yuna mencoba berfikir dan mengingat nya.
Hanya ada satu pasien laki-laki yang ia tangani,dan pasien itu menjalani operasi tadi.Karena luka nya sangat parah,meski kondisinya sudah stabil,tapi pasien itu belum sadarkan diri.
"Oh iya Dokter ingat,tadi Dokter yang mengobati Ayahmu,"menarik nafas perlahan.
"Kondisi Ayah mu sekarang sudah stabil,jadi jangan khawatir ya,".
"Aku harap Dokter tidak berbohong".jawabnya .
Yuna tersentak mendengar ucapan anak itu.
__ADS_1
"Ah,Dokter tidak berbohong padamu kok.kenapa kau bicara begitu?"Tanya Yuna mengerut kan keningnya.
"Karena setahun lalu,seorang Dokter bicara pada ku,bahwa Ibu ku akan sembuh dan aku di minta untuk berdoa.Tapi kenyataannya Ibu ku meninggal"
Yuna memejamkan matanya mencoba menahan sesuatu yang tiba-tiba menusuk hatinya.
Jadi ibunya sudah meninggal.Batin Yuna.
"Aku harap, aku bisa bersama Ayah ku lagi"ucapnya.
Yuna terdiam sesaat,dia merasa kan kepedihan yang pernah di rasakan nya dulu.
"Kau tau kan,siapa yang menentukan takdir kita?"
Anak itu menoleh ke arah Yuna.
"Kami para Dokter,akan berusaha mengobati Ayah mu,tapi semua kesembuhan itu,Tuhan yang menentukan.Berdoa adalah cara kita memohon apapun kepada Tuhan.kamu harus yakin bahwa Ayahmu pasti bisa sembuh dan bisa bermain bersama mu lagi.ya"
"begitu ya Dokter?"tanyanya lagi.
"Tentu saja.oh ya...siapa nama mu?Boleh Dokter tau?"
"Nama saya Daniel Dok"Jawabnya.
"Oh Daniel ya..nama yang bagus"ucap Yuna.
"Ayo kita makan dulu,pasti teman-teman yang lain sudah menunggu mu"
Anak itu pun mengangguk dan meraih tangan Yuna,dan berjalan menuju kantin.
*
"Ada apa Dok?"
"Eh Dokter Yuna,itu pasien atas nama Bapak Dodo kembali kritis,kami harus segera menangani nya."jawab Dokter itu.
"Benar kah?baik aku akan segera menyusul"ucap Yuna.
Anak yang bernama Daniel itu pun menarik lengan Yuna.
"Dokter,apa yang terjadi dengan ayah?"
"A Ayah kamu?"Tanya Yuna.
"iya Ayah saya bernama Dodo Dokter hiks."jawabnya mulai terisak.
"Tenang ya,kami akan berusaha untuk menyembuhkan Ayah mu.Bantu kami dengan Doa.Berdoa lah untuk Ayah mu ya."ucap Yuna.
"Iya,kami semua akan berdoa untuk Ayah mu Daniel"jawab anak yang lain.Dan di balas Anggukan oleh semua anak-anak.
"Terima kasih ya Anak-anak.Dokter tinggal dulu."Daniel kecil pun mengangguk.Di balas senyuman Oleh Yuna."Suster,tolong antar mereka ya.Terima kasih" Suster itu pun mengangguk.
Yuna segera menuju ruang ICU dengan tergesa.
__ADS_1
*
Di ruang ICU.
"Apa yang terjadi dengan pasien Dok?"Tanya Yuna pada Dokter Andi.
"Detak jantung pasien melemah,beliau belum sadarkan diri pasca operasi tadi.Kemungkinan pasien mempunyai riwayat penyakit lain."jawab Dokter Andi.
Yuna hanya mengangguk.Dan mereka pun segera melakukan tindakan medis pada Pasien.
Kondisi jantung pasien sudah sangat lemah,seperti yang terlihat di layar monitor.Hingga para dokter melakukan tindakan medis menggunakan alat kejut jantung atau Defibrilator beberapa kali.
Yuna terus berdoa di dalam hati.
Ya Allah selamat kan lah beliau,jangan biarkan Anak itu menjadi Yatim piatu.Batin Yuna.
Dokter terus berusaha sekuat tenaga hingga mereka menghela nafas, saling menatap dan menggeleng kan kepala.
"Tolong Dok,kita coba sekali lagi,saya mohon Dok."Pinta Yuna,suaranya bergetar.Dia teringat semua ucapan Anak lelaki itu,dengan sorot mata penuh harap.Mata yang selalu berkaca-kaca,menahan kepedihan dalam hatinya.Suatu Kondisi yang pernah di alami Yuna dulu.Dia tidak bisa membayang kan,apa yang akan ia katakan pada anak itu,duka di matanya,takkan sanggup untuk Yuna lihat.Tatapan nya benar-benar penuh harapan pada Yuna.
"Sudah tidak ada harapan Dok."jawab Dokter cici yang juga ikut menangani pasien itu bersama Yuna.
"Tolong Dok.Beri anak lelaki di depan itu,harapan untuk bahagia.Tidak ada yang dia miliki kecuali Ayah nya ini.Tolong Dok."Yuna mulai meneteskan air mata,segera ia menyeka nya.
Kedua Dokter dan seorang perawat yang ada di sana saling melempar pandang.
"Baiklah kita coba lagi"Ujar Dokter Andi.Dokter senior di Rumah sakit itu.
"Terima kasih Dok."Ujar Yuna penuh harap.
Mereka pun melakukan tindakan dengan menggunakan alat kejut jantung lagi. Yuna terus berdoa dalam hati nya.Tapi tak ada reaksi pada layar monitor.Dada Yuna bergetar,dan masih terus berdoa.Tak ada sesuatu yang mustahil bagi Allah.
"Ayo lah pak.Berjuang lah untuk hidup,anak mu masih membutuhkan Anda.Aku mohon berjuang lah,jika Allah masih memberikan kehidupan pada Anda, bahagiakan lah Anak anda.ia sangat mencintai Anda"Ucap Yuna pada Pasien,dengan suara parau nya.
Sedangkan Dokter Andi masih melakukan tindakan medis.Dan masih terus berusaha.
Beberapa saat tiba-tiba monitor menunjukan tanda-tanda kehidupan.
Semua yang berada di sana tersenyum dan menghela nafas nya,begitu pun Yuna.
"Alhamdulilah.."Hampir bersamaan.
Akhirnya kondisi pasien pun kembali stabil.Tak ada yang tak mungkin di dunia ini,karena apapun yang terjadi adalah kehendak yang maha kuasa.
Semua Dokter pun keluar dari ruangan.
"Terima kasih Dokter,"Ujar Yuna.
"Terima kasih lah pada Tuhan,berkat doa mu dan keyakinan mu semua ini bisa terjadi."ujar Dokter Andi.
"Bukan karena doa saya Dok,tapi..doa anak yang berada di luar sana"Yuna pun menunjuk seorang anak laki-laki yang sedang terduduk sambil menengadahkan tangan nya,sambil sesekali mengusap pipinya yang basah kemerahan.
"Anak itu berdoa dengan khusuk,apa anda tau apa yang dia pinta?"Yuna menghela nafasnya."Dia bilang,dia hanya ingin tumbuh besar bersama Ayah nya di sampingnya.kebahagiaan yang sederhana tapi begitu indah".Ucap Yuna masih memandangi anak itu.
__ADS_1
"Anda Dokter yang baik dan penyayang,Dokter Yuna."ucap Dokter cici yang juga berada di samping Yuna.
"Kita adalah harapan untuk mereka."ucap Yuna sambil tersenyum.