
Yuna melangkah memasuki ruangan rawat Daniel,ia mengetuk sebelum membuka pintu itu.
"Permisi"
"ya silahkan masuk Dokter,"Jawab seseorang dari dalam.
"Bagaimana keadaan Anda?"Tanya Yuna sesaat setelah memasuki ruangan itu.
"oh sepertinya mulai membaik dok,Daniel baru saja bangun"ujar Nyonya Wini.
"oh syukurlah,maaf ya saya periksa dulu".Ujar Yuna seraya tersenyum,tapi ekpresi nya berubah sesaat setelah melihat Daniel yang seperti nya tidak menyukai kedatangan Yuna.
iisshh,aku hanya mau memeriksa mu,karena ini kewajiban ku,peduli apa jika kau tidak menyukai ku.Batin Yuna.
Yuna mengeluarkan stetoscop nya,dan menempelkannya di beberapa bagian tubuh Daniel.Ekspresi nya masih datar,Daniel bahkan memalingkan pandangan nya.
Nyonya wini pun memperhatikan tingkah Daniel,tapi ia hanya tersenyum-senyum.
Daniel...Daniel.Batin Nyonya wini.
Seseaat kemudian,masuk lah seorang suster membawa sebuah catatan dan alat pengecek tekanan darah.
"Permisi dok,"ujar nya,ketika memasuki ruangan.
"Iya silahkan sus,cek tekanan darahnya."ujar Yuna mempersilahkan.
Yuna pun memasang kan termometer pada Daniel.
"Bagaimana kondisi nya Dok?"Tanya Nyonya Wini.
"Suhu tubuh nya masih belum stabil,dan tekanan darahnya juga belum normal,jadi kemungkinan malam ini harus menginap."Jelas Yuna.
"Aku tidak mau menginap di sini,aku mau pulang"ujar Daniel ketus.
"Tapi kondisi anda belum stabil,jika anda memaksa untuk pulang,saya khawatir kondisi anda akan menurun"Ujar Yuna.
"Iya Niel,please tetap stay di sini sampai dokter mengijin kan mu pulang,itu demi kesehatan mu.Mami yakin Papi mu juga tidak akan setuju."ucap Nyonya wini.
"Aku akan tetap pulang"ucap Daniel memaksa.
"Tidak bisa,jangan membantah,tetap lah berbaring"Nyonya wini terlihat kesal.Dan sepertinya Daniel pun menyerah.Dia kembali berbaring di tempat tidurnya,setelah mencoba untuk bangun tadi.
Yuna dan seorang suster yang berada di sana pun berusaha menahan tawa nya.
***
Andrean keluar dari ruangan dr.Arman setelah menyampaikan pesan penting pada Papi nya.Dia pun melangkah menuju ke ruangan rawat Daniel,ketika sampai di ambang pintu,Andrean hendak membuka knop pintu,tapi ponselnya berdering,spontan Andrean mengangkat nya.
"Halo,ada apa dek?apa di parkiran?mobil mu mogok.Oh baiklah kakak akan segera kesana."Andrean pun menutup telponnya.Dan mengurungkan niat nya untuk memasuki ruangan rawat Daniel dan kembali ke parkiran menemui Seila yang tadi menelpon nya.
__ADS_1
Sesampai nya di parkiran terlihat Seila bersandar di depan Mobil nya.
"Ada apa dek?"tanya Andrean seraya mendekati adik nya itu.
"Mobil ku sepertinya mogok kak,tolong antarkana aku ya"rengeknya.
"Oke,baiklah ayo"Dengan segera Andrean pun pergi mengantarkan seila dengan mobilnya yang terparkir tidak jauh dari mobilnya.
***
Di ruang rawat VVIP
"Saya akan memberikan vitamin pada Daniel agar kondisi nya cepat membaik"Yuna pun mengeluarkan suntikan.
Daniel terlihat terkejut mimik wajahnya berubah.Dan itu di sadari oleh Yuna.
"Tenang saja,saya hanya menyuntik kan nya di kantung infusan kok"Ucap Yuna sambil menahan senyum nya.
Daniel terlihat lega.Nyonya wini pun tersenyum-senyum melihat nya.
"saya permisi ya tante,jika anda membutuhkan sesuatu anda bisa menelpon saya"Ujar Yuna meraih tangan Nyonya wini dan mencium punggung tangan nya.
"Iya sayang terima kasih ya".
"semoga Daniel cepat membaik ya"ucap Yuna.Dibales anggukkan oleh Nyonya Wini.
Yuna pun melangkah keluar dari ruangan itu,di ikuti oleh suster.
"Siapa Dokter cantik itu?"Tanya Nyonya wini menggoda.
"Cantik?cih...ia terlihat biasa saja."Jawab Daniel.
"Apa benar begitu?haha jangan seperti itu sayang,jika nanti kau jatuh cinta pada nya...kau akan mengingat kata-kata mu ini atau tidak ya?"Tanya Nyonya wini pada diri nya,yang sebenarnya tertuju pada Daniel.
"Maksud Mami apa?"Daniel malah penasaran.
"Ah tidak apa-apa kok.Sudah lah,kau istirahat saja."Ujar Nyonya wini seraya menepuk-nepuk bahu putra nya.
"Aku bosan Mam,aku mau pulang"ujar nya.
"Berhenti lah meminta pulang,kau kan dalam perawatan.Makan lah yang banyak dan minum obat.Agar kau cepat pulih"
"Aku tidak suka infusan ini menempel di tangan ku...lepaskan saja mam"Ujar nya menambah kekesalan Nyonya wini.
"Jangan coba-coba melepasnya.Diam dan istirahat lah".Ujar Nyonya Wini mengancam.
Aku tau kau tidak suka berada di sini sayang,tapi demi kesehatan mu,kau harus tetap berada di sini.Batin Nyonya wini.
***
__ADS_1
Andrean pun kembali kerumah sakit setelah mengantar kan Seila tadi.
Dia melangkah masuk ke dalam ruang rawat Daniel.Dia mengangguk saat beberapa perawat menyapa nya.Lebih tepat nya beberapa perawat yang diam-diam mengidola kan nya.
Andrean memang cukup sering datang ke rumah sakit itu untuk sekedar mengajak sang Papi makan siang atau membicarakan hal penting.Jadi beberapa staf dan petugas rumah sakit disana sudah mengenal Andrean dengan keramahan nya.Berbeda dengan Daniel yang memang sudah di kenal juga meskipun jarang berkunjung ke rumah sakit itu,kecuali memang sesuatu yang urgent.
Siapa yang tidak mengenal two brother tampan putra dari Derut Rumah sakit itu.Tapi mereka memiliki batasan untuk tidak membicarakan nya.
"Assalamualaikum...Hay Niel,bagaimana keadaan mu?"Tanya Andrean yang baru saja memasuki ruangan dan meraih tangan Mami nya dan mencium punggung tangan nya.
"Aku ingin pulang Kak.Aku tidak mau menginap di sini.Ku mohon."Ujar Daniel.
Andrean mengerut kan kening nya.Dan melirik ke arah Mami nya yang sedang duduk di sofa.Nyonya Wini hanya mengangkat bahu nya.
"Apa Dokter sudah mengijinkan mu pulang?apa kondisi mu sudah membaik?"Tanya Andrean.Tapi Daniel malah terlihat kesal.
"Justru itu lah Daniel harus menginap di sini karena Dokter tidak mengijinkan nya untuk pulang.Kondisi nya masih mengkhawatirkan."Jawab Nyonya Wini.
Andrean menghela nafas nya.Ia tau bahwa fobia adik nya itu belum sembuh.
"Niel,jangan membuat keluarga khawatir.jika kau memaksa pulang tanpa ijin dari dokter,kau bisa membahayakan kesehatan mu.Aku tau alasan mu memaksa pulang.Bersikap lah dewasa,ini demi kesehatan mu.Jangan membuat Mami khawatir."Jelas Andrean.
"Terserah kalian"ucap Daniel sewot,dia memiringkan posisi tidurnya.
Andrean hanya menggelengkan kepala nya.
"Mam,apa tidak sebaik nya Mami pulang dulu untuk mengganti pakaian?biar ku antar.Nanti sore aku antar Mami lagi kemari.Karena Papi bilang,ia akan mengadakan rapat sore ini.Jadi kemungkinan tidak bisa mengantar mami pulang."
"tidak usah khawatir sayang,Mami bisa pesan taksi nanti."Jawab Nyonya wini seraya menepuk-nepuk bahu putra sulung nya itu.
"Aku akan kembali ke kantor,ada rapat.Kerena Daniel harus beristirahat dulu sementara waktu,jadi aku akan menghandle pekerjaan nya.Sebelum itu, aku bisa mengantar mami pulang.Nanti aku jemput mami lagi di rumah dan mengantarkan kemari."Ujar Andrean.
"Mam,kak Andrean benar,Mami pulang lah dulu untuk membersihkan diri dan beristirahat.Aku tidak mau Mami sakit."Ucap Daniel.Dan di balas anggukan oleh Andrean.
"Mami bisa mengajak seorang ART di rumah,untuk menemani Mami di sini." jelas Andrean.
"Baiklah kalau begitu,apa tidak masalah jika Mami meninggalkan Daniel?"Tanya Nyonya wini merasa cemas.
"Aku sudah membaik Mam.tidak usah Khawatir."
"Benar Mam,di sini kan ada banyak suster dan perawat."Ucap Andrean.
"Kalu begitu baiklah.tapi sebentar ya"Nyonya Wini mengambil ponsel nya dari dalam tas Dan mengirim pesan untuk Yuna.
"Dokter Yuna sayang,Tante titip Daniel ya,tante harus pulang.Sore nanti Tante baru kembali.terima kasih."Pesan pun terkirim.
"Baik lah ayo "Nyonya Wini dan Andrean pun keluar dari ruangan itu dan pulang.
Tinggallah Daniel di ruang nya sendiri.Dia merasa bosan dan tak menyukai tempat itu.
__ADS_1
Siapa juga yang mau tinggal di rumah sakit.pasti semua orang ingin kembali sehat dari pada harus berlama-lama di sana bukan?.