The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Doni menghilang


__ADS_3

Esok harinya,Yuna sedang termenung di bangku taman kampus,menunggu kelasnya di mulai.Mata nya menatap tanpa arah.


Saat ia sendirian,selalu melintas kenangan bersama kakek kesayangannya,sudah lama sekali sejak ia meninggalkan desa.Ingin sekali ia berziarah ke makam kakeknya,entah kapan ia bisa kesana.


Kakek,apa kau bangga pada ku kek?aku selalu berusaha keras untuk mewujudkan semua impian ku,cita-cita ku.Aku akan berusaha menjadi orang yang berguna bagi orang lain,seperti pesan kakek dulu.Aku merindukan kakek.Hiks!Batin Yuna


Lamunannya terburai saat Stevania datang.


"Hey...Yuna"


"Eh ada apa,kebiasaan banget sih,kalo datang selalu saja membuatku hampir kena serangan jantung"


Ujar Yuna memegang dada nya.


Stevania hanya cengengesan.


"Haha..sory gaess,jangan sampe kena serangan jantung donk,aku kan calon dokter umum,bukan spesialis jantung"ujarnya malah tergelak.Yuna masih kesal,dia mengerucutkan bibirnya."eh maaf dong,kan aku dah minta maaf."sambungnya dengan mimik memelas.


Yuna pun memukul tangan Stevania sekenanya.


"awas kalo di ulangi ya,traktir makan seminggu"ucap Yuna ketus.


"waduh!jangan tambahi derita anak rantau dong,haha"


"makanya jangan cari ulah week!"sahut Yuna sambil menjulurkan lidahnya dan mencubit pipi Stevania gemas.


"eh Yuna,ngomong-ngomong..sejak kemaren kok Doni tidak kelihatan batang hidung nya ya?apa dia menelpon kamu?"


"aku tidak tau,Bu ratih juga tadi menanyakannya,karena Doni belum mengumpulkan tugas Anatomi katanya"sahut Yuna yang juga merasa bingung tentang keberadaan Doni.


Mereka semakin cemas karena sampai jam kelas di mulai,lagi-lagi Doni tidak kunjung menampakan batang hidungnya.


Saat di dalam kelas mereka berdua celingukan mencari keberadaan Doni,mungkin dia terlambat lagi.


"kalo dia terlambat,kita minta traktir makan"bisik Stevania.


Yuna hanya mengangkat alisnya.


*


Setelah kuliah hari itu selesai,Yuna dan stevania pun berinisiatif untuk mengunjungi Doni di rumahnya,mereka khawatir jika Doni sakit.


"tidak biasanya dia begini,ponselnya juga tidak aktif."ujar Yuna,yang sudah duduk di dalam taksi online yang mereka pesan beberapa waktu lalu.


"iya juga khawatir,apa dia..."Yuna menghentikan kata-katanya.


Dia teringat dua hari yang lalu,saat Doni mengungkapkan perasaan yang tidak bisa ia balas,sikap dan wajah Doni berubah sedih.Yuna merasa bersalah kala itu,tapi dia a harus jujur pada perasaannya.


Tidak mungkin.Batin Yuna

__ADS_1


Yuna mengerjapkan matanya mengusir pemikiran yang tidak mungkin terjadi.


"Dia kenapa?"Tanya Stevania,yang sedari tadi menangkap raut wajah kecemasan pada sahabat nya itu.


Yuna menoleh,mencoba untuk menjelaskan apa yang terjadi saat mereka berdua berada ditaman belakang rumah Doni,ketika acara ulang tahun Ayahnya Doni beberapa waktu lalu.


"Apa???"Stevania merasa sangat terkejut dengan penjelasan yang di berikan Yuna.


"aku tidak tau akan begini jadinya.Doni menghilang karena aku."Yuna menundukan kepalanya,tersirat rasa bersalah di matanya."tapi aku sudah memberikan penjelasan pada nya tanpa ada niat melukai hatinya."


Stevania mengelus punggung sahabatnya itu lembut mencoba untuk memberi pengertian.


"Yuna,kau tidak salah sama sekali,bahkan Doni juga tidak salah.jika kau tidak menyukai Doni,itu adalah hak mu.Terlepas apapun itu alasannya."ujarnya dengan lembut."Dan Doni pun juga tidak salah.Tak ada yang salah pada cinta yang tumbuh di dalam hati.Hanya saja kalian tidak memiliki persaan yang sama.Itu saja!"


Yuna menoleh."lalu aku harus apa?"


"tetap lah menjadi sahabat kami.Yuna yang apa adanya,jangan pernah berubah."mengulas senyumnya.


"Bagaimana dengan Doni?"


"aku akan membantumu untuk menjelaskan padanya,mungkin ada salah faham dia antara kalian.Aku yakin Doni bukan laki-laki cengeng"sambung Stevania.


Yuna merasa lega saat mendengar ucapan sahabat nya itu yang sangat bijak.Seorang Gadis yang ibunya berasal dari NTB dan Ayah nya dari Surabaya.Ia tinggal di jakarata untuk melanjutkan pendidikan nya,walaupun ia harus tinggal di kos-kosan tapi kedua orang tuanya yang kini menetap di bali selalu menjamin kebutuhannya.Ia seorang gadis yang mandiri dan jarang meminta sesuatu yang berlebihan,meski orang tua nya dari golongan keluarga berada.


**


Sampailah mereka di depan rumah kediaman Doni.Mereka pun bertanya pada salah satu security yang kebetulan berada disana.


"benar pak,kami teman kuliahnya yang tempo hari pernah kemari.Saat acara ulang tahun Dr.Ridwan."sambung Yuna.


Security itu pun mengangguk seolah mengingat nya."ada keperluan apa ya?"


"kami ingin bertemu Doni,eh maksud kami,tuan muda Doni,karena sudah dua hari dia tidak masuk kuliah.Apa dia sakit?"


Tanya Yuna.


"Tapi rumah sedang kosong.Tuan dan nyonya sedang ada urusan di luar kota,sedangkan tuan muda,dua hari yang lalu pergi membawa ransel."ucap security itu.


"Bapak tau dia meu kemana?"tanya Stevania.


"maaf saya juga kurang tau,nona"jawabnya.


"baiklah terima kasih ya pak atas waktunya,"ujar Yuna,seraya mengangguk kan kepalanya."jika tuan muda kembali,tolong sampaikan padanya,bahwa kami kemari dan...Tolong sampaikan untuk segera menghubungi kami ya pak"


"baik nona,akan saya sampaikan".


Mereka pun memutuskan untuk pamit setelah mengucapkan terima kasih.


***

__ADS_1


*Yuna...aku tau sejak awal,kau pasti akan menolakku.Melihat tawamu dan senyum mu saja membuat ku bahagia,tapi kenapa rasa sakit ini terus menerusup dan mendiami hatiku...


Aku mencoba untuk jujur pada diriku,tapi kenapa ini membuatku malah terluka...


Sampai nanti,aku akan selalu mencintaimu,meski berada bersamamu hanya sebagai seorang sahabat*...


Batin Doni.


Doni sedang terduduk atas sisa pohon yang kayu nya sudah hampir habis terkikis ombak pantai.Di bawah pohon tepi pantai itulah ia mencoba untuk menguatkan hatinya.Membuang semua rasa yang menyesakkan dada nya.Rasa yang tak terbalas dari seorang gadis sederhana nan mempesona,yang kini hanya kini berbatas dengan kata persahabatan itu.


"Doni...ayo makan dulu..sejak pagi tadi perutmu belum terisi apapun"teriak seorang wanita paruh baya dari kejauhan.Doni pun menoleh dan tersenyum.


"iya bude.."balasnya seraya menghampiri kakak perempuan dari ibunya itu.


Sejak kecil,sebelum Ayahnya memboyong keluarga nya ke kota,di sana lah Doni tumbuh hingga remaja.Rumah yang ia tempati dulu bersebelahan dengan kakak perempuan dari ibunya.Meski rumah itu kini sudah berpindah kepemilikan,Doni masih sering berkunjung saat libur sekolah.


Tapi sekarang dia berkunjung bukan karena waktu berlibur atau akhir pekan.Tapi,untuk melepaskan sesuatu yang menyesakan dadanya.


Tempat favorit nya di sana,di bawah pohon tepi pantai,yang tak jauh dari kediaman bude nya lah,ia berharap rasa itu kian terobati.


****


"kemana ya Doni,sepi banget kalo tidak ada dia"gumam Stevania.


Yuna mendengar nya,dia pun mendekati sahabatnya yang tengah duduk di bangku dekat aula kampus.


"maaf ya,persahabatan kita jadi begini,karena aku.."Yuna menghentikan kata-katanya karena melihat seseorang dari kejauhan.Begitupun Stevani yang juga melihatnya.


"Doni..."teriak mereka hampir bersamaan.


Mereka pun berhambur mendekati Doni.Saat beberapa langkah lagi,Yuna pun menghentikan kakinya.


Stevania dan Doni pun memperhatikan raut wajah Yuna yang memerah,terlihat butiran bening di sudut matanya,dia menundukkan pandangannya.


"hey Yuna,ada apa?"tanya Doni.Dia sudah mencoba membuang semua rasa kecewanya,yang terpenting baginya adalah bagaimana dia bisa tetap berteman tanpa ada rasa canggung dia antara ia dan Yuna.


Doni melangkah mendekati Yuna.


"Yuna..,aku tidak apa-apa kok.santai saja,lupakan yang kemarin.oke!"ujarnya sambil.meraih tangan Yuna dam menepuk-nepuknya.


"Benar,tetap lah seperti ini."sambung Stevania.


Yuna mendongakkan kepalanya,memandang kedua sahabatnya itu bergantian.


"Maaf kan aku ya Don.Dan terima kasih,selam ini kalian selalu membantu ku."


"jadi...kasus menghilangnya sudah selesai ni?"ucap stevania."siapa yang mau traktir?"lanjutnya meliriik ke arah Doni.


"Apa???"matanya melotot.

__ADS_1


Mereka pun tertawa.


__ADS_2