
Sudah hampir satu tahun,Daniel membantu kakaknya di kantor.Ia menghandle semua pekerjaan kakak nya,ketika kakaknya sedang sibuk dengan proyek di luar kota atau di luar negeri.
Wajah mereka memang hampir mirip,tapi sikap dan kepribadian mereka sangat jauh berbeda.Andrean yang ramah dan supel kepada siapa pun termasuk kepada karyawan di kantor,berbanding terbalik dengan sikap Daniel yang cenderung dingin dan tegas.
Tak ada yang berani berbicara santai padanya seperti ketika berbicara dengan Andrean.
"kapan kakak pulang?"tanya Daniel saat berbicara dengan kakaknya ditelepon.
"Apa perlu ku jemput di Air port?...baiklah.Lagi pula aku ada meeting siang ini.Hati-hati di jalan.pulang lah dulu temui papi dan mami.Tak usah ke kantor."Daniel pun menutup telpon nya dan bergegas keluar ruangan setelah meraih beberapa lembar berkas di mejanya.Dia berjalan dengan langkah panjangnya dan tubuhnya yang tegap dengan mimik wajah dingin tanpa ekspresi itu meninggalkan kantor nya begitupun sekertaris pribadi nya yang mengekor di belakangnya.
"Gino,jam berapa meeting kedua dengan PT.xx?"tanya Daniel pada sekertaris pribadinya yang sedang mengendarai mobilnya.
"selepas meeting ini bos,kita langsung ke cafe Xx.Mereka sudah menyediakan tempat."
"baiklah.kau membawa berkas rapat kemarin kan?"
"iya bos,semuanya sudah saya siapkan."
"Bagus..huff!"Daniel mengurut tengkuknya yang terasa pegal,dan menyandarkan tubuhnya pada kursi mobil.Karena ketidak hadiran kakaknya membuat ia kewalahan untuk menghandle semua pekerjaan kakaknya.
Kakak bahkan tidak pernah mengeluh selama beberapa tahun ini mengurus pekerjaan di kantor.Aku yang baru saja di tinggal kakak,sangat kewalahan begini.huuh!Batin Daniel.
*
Setelah semua meetingnya selesai Daniel pun menuju ke parkiran,di ikuti oleh Gino.
"Bos,anda belum makan siang.Apa ada yang ingin anda makan untuk mengisi perut?"
Daniel tau,sekertaris nya itu juga merasa lapar.Karena ia menolak untuk makan di restoran tadi,karena Daniel pun menolak untuk makan.
"Baiklah,kita cari makan"mereka pun melajukan mobil nya menuju sebuah kedai sate yang telah sekian lama tidak ia kunjungi.
Apa kedai itu masih buka ya?sudah lama sekali aku tidak kesana,tapi kakak bilang kedai itu masih ada.Batin Daniel.
Gino menepikan mobilnya di depan sebuah kedai sate langganan bosnya itu sesuai dengan perintah bosnya.
"Disini bos"tanya nya ragu,masih duduk di belakang kemudi,sambil mengamati kedai sate yang berada tepat di depan mobilnya terparkir.
"iya,kau tidak mau turun?baiklah diam di dalam mobil dan tonton aku melahap makananku."ujar Daniel yang langsung turun tanpa memperdulikan sekertaris nya itu.
"apa tidak salah?sekelas bos Daniel,makan di tempat yang sederhana seperti ini?"Gino hanya menggelengkan kepalanya,lalu turun mengikuti bosnya.
Daniel pun masuk kedalam kedai sate itu.Heru memperhatikan pria berjas yang tampak rupawan itu.
"ya tuan,ada yang bisa saya bantu?"tanya Heru.
"saya pesan sate bebek nya ya pak"melirik dan menyeringai ke arah sekertaris nya yang sudah berada di sampingnya itu."satu porsi saja"lalu iya mencari tempat duduk,meninggalkan sekertaris nya yang masih terpaku di sana.
"saya juga satu porsi ya pak,"ujar Gino melirik ke arah bosnya dan tersenyum.
kenapa bos tidak memesankan aku juga si?padahal kan dia tau,aku yang mengajaknya makan.mmm...mungkin dia tersinggung sewaktu di mobil tadi.wajar aku ragu,semua pasti juga heran,seorang Daniel wirawan bisa makan di tempat seperti ini.Batin Gino.
Gino pun mengambil tempat duduk di samping Bosnya itu.
__ADS_1
Tak lama,pesanan pun disajikan.Daniel langsung melahap sate bebek kesukaan nya semasa SMA dulu.Dia benar-benar merindukan makanan itu,bahkan sepulang nya ia dari Australia setahun lalu pun belum sempat ia mengunjungi tempat makan favorit ia bersama kakaknya.
"maaf tuan,kalau saya tidak salah,tuan adalah adik dari tuan Andrean kan?"Tanya Heru yang sedang menyediakan pesanan Gino.Gino pun memperhatikan keduanya.
"Hmm"jawab Daniel singkat,karena mulutnya penuh dengan makanan.
"oh jadi benar,maaf sudah mengganggu.Silahkan menikmati"ujar Heru seraya tersenyum dan kembali melayani pelanggan yang mulai ramai saat itu.
Gino pun melahap pesanannya yang serupa dengan dengan pesanan Sang Bos.Dia mulai merasakan setiap kunyahan dan lumernya bumbu sate di dalam mulutnya.
Daniel melihatnya sambil mengangkat sebelah alisnya.
"ternyata enak bos"ujar Gino melanjutkan makan siangnya.
Daniel hanya tersenyum di ujung bibirnya.
Kau benar-benar keterlaluan,kau fikir aku dan kakakku memiliki selera yang rendah? huh dasar!Batin Daniel.
Selepas menghabiskan hampir seluruh makanan nya,mereka pun beranjak dari kursi mereka.
"kau yang bayar"ujar Daniel sambil berjalan dengan seluruh pesona nya.Beberapa pengunjung wanita benar-benar melupakan makanan mereka,karena bola mata mereka enggan berkedip memandangi pesona seorang Daniel.
"Maaf tuan.boleh saya bertanya,Bagaimana kabar Tuan Andrean?"tanya Heru sedikit ragu.
"Hmm..dia baik.saya permisi"ujarnya lalu melangkahkan kakinya masuk kedalam mobil.Dia bersandar di kursi mobil sambil menunggu Gino membayar pesanannya.
"sekarang kita kemana bos?"tanya Gino yang baru saja duduk di belakang kemudinya sambil memasang sefty belt.
Daniel menegakkan kepalanya.
*
Sesampainya di kantor,Daniel langsung menuju ruangannya di ikuti oleh Gino.
Daniel memasuki ruangannya,ia terkejut saat berada di dalam.
"kakak?"Daniel menghampiri kakaknya yang sedang memeriksa beberapa berkas.
"hey."Andrean pun mendongakkan wajah nya.
Daniel menghampiri kakak nya itu.
Gino pun kembali ke meja nya.
"saya permisi bos"ujar Gino yang kemudian keluar ruangan.
"Hmm".
"ku bilang kan istirahat saja di rumah"ujar Daniel sambil menjatuhkan dirinya di sofa.
"emm...aku hanya memeriksa beberapa berkas.Ruanganku sedang di bersihkan,jadi ku pinjam ruangan mu ya."ucap Andrean yang masih sibuk dengan lembaran berkas di meja.
"hmm...kau bawakan aku oleh-oleh tidak"tanya Daniel.
__ADS_1
"Apa?oleh-oleh?haha..kau pikir aku sedang liburan?lagi pula kau sudah dewasa,masih saja kebiasaan mu itu.Meminta oleh-oleh haha"Andrean masih tergelak.
"huh...dasar"ujar Daniel.
"kau sudah makan siang?"tanya Andrean.
"sudah di kedai sate langganan kita dulu"jawabnya.
"oh kedai sate pak Heru?"
"Hmm"menganggukan kepalanya.
"kalau kau makan di sana,kenapa tidak mengajak ku?"sambung Andrean yang sambil merapikan berkas-berkas di meja.
"Pak Heru juga menanyakan kabar kakak tadi"
"benarkah?aku juga sore nanti akan berkunjung kesana.kau mau ikut"ajak Andrean.
"tidak usah,lain kali saja."Daniel pun memanggil Gino yang meja kerjanya berada di luar ruang kerja Daniel."Gino".
"iya bos"jawab Gino yang dengan sigap sudah berada di depan bosnya itu.
"berikan semua berkas itu pada pak Andrean,biar nanti dia bisa memeriksanya."sambil mengurut pelipisnya.
"simpan saja di ruangan ku"sahut Andrean.
"baik pak"Gino pun segera melaksanakan apa yang di perintah akan atasannya itu.
"kau kenapa?pusing?"tanya Andrean menghampiri adiknya yang masih bersandar di sofa.
"hmm..pekerjaan ini membuatku pusing.Aku tidak tau bagaimana kau bisa mengerjakannya sendiri."
"Kau pikir aku juga tidak kewalahan?haha, bahkan aku sangat tertekan menjalani ini semua.Tapi jika kita menjalaninya dengan semangat semuanya terasa lebih ringan."menepuk -nepuk bahu adiknya.
"kita perlu refresing"ujar Daniel.
"tidak.Tidak saat ini,banyak yang harus aku urus.Beberapa pekerjaan di luar mengalami beberapa masalah."kata Andrean ikut menyandarkan tubuhnya di sofa.
"terserah kalau begitu.Selesaikan masalahmu."
"hey ini masalah mu juga tau..enak saja kau bilangng begitu,kita harus bekerja sama."ujar Andrean menegakkan badannya.
"huff..oke oke.. baik lah big bos"memelototi kakaknya sambil tergelak.
"oh iya,bagai mana kisah percintaan mu sekarang?"tanya Andrean
"aku tidak memikirkan wanita saat ini,fokus ku hanya pada perusahaan.Lagi pula selera ku sepertinya berubah."menggaruk pelipisnya.
"haha...berubah seperti apa?bukan yang seksi,elegan,populer dan mempesona lagi?lantas seperti apa?"tanya Andrean menahan tawanya.
"benarkah dulu tipe ku seperti itu?tapi sepertinya tipe ku sekarang sudah berubah.Mungkin sama seperti tipe wanita yang kakak inginkan.Contohnya yang cerdas,sederhana,supel dan tentu saja yang cantik..huhuu..huhu.."Mereka tergelak.
"huhu.."Sambung Andrean.
__ADS_1
Dan dengan banyak bayangan di fikiran mereka masing-masing.Seperti Khasnya pria yang mendambakan sosok wanita sempurna di mata mereka.