
Saat pulang sekolah,Yuna pun teringin menyampaikan kabar luar biasa itu kepada orang tercintanya.
Ya siapa lagi,pria yang merupakan cinta pertama nya.Sang Ayah yang selalu ada dalam hatinya.Pria hebat yang selalu ada di setiap doanya.
Yuna pun bergegas menuju kedai selepas bel pulang sekolah berbunyi.Saat Yuna menunggu angkutan kota,tiba-tiba mobil mewah berhenti tepat di depan pandangannya.Yuna memperhatikan mobil itu,ia mengerutkan keningnya.
'Seperti nya aku pernah melihat mobil ini'.Gumamnya.
Muncullah seseorang dari balik pintu mobil itu,saat pintu mobil itu terbuka.
'Tuan Andrean? untuk apa dia ke sini' Masih dalam kebingungannya.
Pria itu melambaikan tangannya.Seraya menampakkan deretan giginya yang rapi.Senyum nya mengembang,Andrean menghampiri Yuna yang masih terpaku dengan kedatangannya.
"hay..Yuna.."Andrean memperhatikan Yuna yang masih terdiam dan mencoba mengibas kan tangannya di depan wajah Yuna,seolah menyadarkan nya."haloo.."
"eh iya..haha maaf.kak Andrean kok ada di sini?"ujarnya mengerjapkan mata nya sekilas,sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.
"mau menjemputmu,untung saja tepat waktu.hehe"ucapnya
"ada apa nih tiba-tiba jemput aku?"memicingkan mata nya seolah mencurigai kedatangan Andrean.
"eeh jangan suudzon gitu dong,Aku mau jemput kamu, sekalian mau ke kedai sate,mau makan siang."sambil mengulas senyumnya.
"emang nya gak bosen makan sate terus?"tanya Yuna masih tidak merubah posisinya.
"ya enggak lah..,Ayo masuk..nanti perutku tambah keroncongan"sambil membukakan pintu mobil untuk Yuna.
Yuna menatap Andrean,seolah bertanya dalam tatapannya.
"kenapa?? gak mau ikut sama aku?takut nanti aku culik?"dia tergelak.
Yuna menggelengkan kepala nya dan masuk ke dalam mobil dengan sedikit ragu.Andrean pun memutari mobil dan duduk di belakang kemudi,dia menoleh ke arah Yuna.
"jangan sungkan,kita kan sudah berteman"
"haha,iya... Aku tidak sungkan kok."ujar Yuna dalam tawa dan senyum nya yang terlihat melebar.Andrean menangkap ekspresi Yuna saat itu,ia pun tertawa.
"senangnya melihat mu seperti ini,"masih dalam tawanya.Tiba-tiba Yuna terdiam,dia menyadari sepertinya saat itu bahagia sekali.Hingga ia tidak sadar telah tertawa di hadapan Andrean.Yuna pun tertunduk.
"eh,maaf"
"loh kok minta maaf,justru aku seneng sekali melihat mu seperti itu,mmm... kamu sedang bahagia ya?"tanya Andrean yang menangkap sinyal-sinyal bahagia yang tampak di mata Yuna.
"mmm...iya,aku sedang bahagia hari ini."ujar Yuna.
"ada apa?berbagi lah..."rayu Andrean.
__ADS_1
"tidak.Untuk apa berbagi dengan mu?"Yuna membuang mukanya ke jendela mobil di sampingnya.
"Ayolah,kita kan teman"mengerucutkan mulutnya,Andrean merasa Yuna mengacuhkan nya.
"nanti saja..deh"
"Ah.. masa seperti itu"memukul kemudinya pelan,ia merasa kecewa.
.
"biarin.."
"ck..."ujar Andrean yang masih fokus pada jalanan.
Akhirnya mereka pun sampai di tempat tujuan,Andrean memarkirkan mobil nya di depan kedai,seperti biasa.Heru yang sedang duduk setelah menyelesaikan pesanan beberapa pelanggannya itu pun melongoh ke luar kedai,melihat siapa yang datang,walaupun ia sudah Hafal betul dengan mobil mewah berwarna merah itu.
Andrean yang turun dari mobilnya,dan di susul Yuna yang kemudian juga turun,membuat Heru sedikit terkejut.Mereka berjalan beriringan.Sambil di bubuhi tawa kecil di bibir mereka.Heru mengembangkan senyumnya.Setelah mereka sampai tepat di kedai,Yuna pun meraih tangan Heru dan mencium punggung tangannya,ia pun seketika memeluk Ayahnya itu erat sekali.
Andrean yang menyaksikan nya,bahkan terlihat begitu bingung.Hampir matanya tak berkedip karena di landa penasaran,melihat Yuna yang begitu bahagia sedari tadi.
"Eh,sayang ada apa?"sambil.mengelus punggung putrinya itu.Para pelanggan pun seketika menoleh pada mereka,karena tiba-tiba tangis Yuna pecah.Ia seperti tidak peduli pada orang-orang di sekitarnya,ia ingin meluapkan rasa bahagianya yang tidak terbendung lagi itu.
"Yuna,ada apa?"Heru mencoba melepaskan pelukannya,dan mencoba terus bertanya,karena Yuna tidak menjawab dan berbicara apapun sedari tadi."Yuna...Yuna.."Heru pun merasa khawatir,akhirnya Yuna melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar hingga menampakkan gigi-gigi nya.
Heru menghembuskan nafasnya,seolah membuang semua ke khawatirannya melihat Yuna yang ternyata tersenyum itu.
Seketika Andrean pun tersentak.ia menggelengkan kepala nya.
"Aku tidak tau pak,aku tidak berbuat apapun padanya,mungkin dia kerasukkan"ujar Andrean membela dirinya.
Yuna menoleh dan memukul lengan Andrean."Aduh..tuh kan dia aneh".mengerutkan keningnya.
"Aku tidak aneh tau...aku sedang bahagia Ayah.."kembali menatap wajah Ayahnya.
"kenapa...bahkan Ayah tidak pernah melihatmu seperti ini"Heru masih memasang wajah bingungnya.
"Aku bahagia Ayah "Yuna diam sejenak dan menarik nafasnya dalam lalu menghembuskan nya."Aku...lolos seleksi calon mahasiswa kedokteran Ayah..aaaaa...aku bahagia luar biasa Ayah...aku berhasil Ayaah"kembali menghambur ke pelukan sang Ayah.
Heru pun terkejut dan merasakan bahagia juga kebanggaan pada putrinya,ia mempererat pelukan itu.Tak pernah ia melihat putrinya sebahagia itu,betapa dalam mimpi nya selama ini.Tawa dan keceriaan Yuna yang hilang semenjak kehilangan sang kakek dan ibunya itu,kini telah ia lihat lagi.sosok Yuna yang sebenarnya...
Heru mengusap wajahnya yang sudah basah dengan tangannya.
Andrean yang sedari tadi terpana melihatnya,juga melukis senyum kebanggaan yang tiba-tiba menyeruak dari dalam hatinya.Ia merasakan kebahagiaan yang mereka rasakan.
Teringat saat kakeknya menghadiri wisuda nya saat lulus kuliah bisnis tahun lalu.Tapi ini terlihat begitu haru,bahkan entah kenapa mereka terlihat bahagia luar biasa.
"Ayah...terima kasih atas doa-doa mu.Tanpa itu,aku bukan lah apa-apa.Tanpa mu aku bukan siapa-siapa.aku akan membuat mu bangga dan bahagia Ayah,hanya itu yang mampu aku berikan padamu."Seraya menyeka air matanya.
__ADS_1
Andrean terpana dengan apa yang ia saksikan,ada sesuatu yang hangat menerusup ke sela hatinya.jantungnya berdebar tatkala mendengar kata-kata Yuna.
Yuna...kau istimewa!Batin Andrean
"sayang,Ayah akan selalu bahagia,asal kau bahagia.Tetaplah seperti ini,menjadi Yuna ku.jaga dirimu untuk Ayah,semua yang kau lakukan selalu membuat Ayah bangga.Terima kasih telah menjadi putri Ayah."
Keharuan terjadi di kedai itu,beberapa pelanggan yang menyaksikan sedari tadi pun ikut membendung butiran bening di pelupuk mata mereka,begitu juga Andrean yang masih berdiri di belakang Yuna.
"untuk hari ini saya memberikan setiap orang satu porsi secara gratis"Seru Heru kepada beberapa orang yang ada di sana.Mereka menyambut nya dengan tepukan tangan.
"Ayah???"sorot mata Yuna seolah bertanya pada ayahnya itu.Heru hanya menganggukan kepalanya.Senyum gadis itu mengembang,sambil menepuk-nepuk punggung tangan sang Ayah."terima kasih Ayah"bisik Yuna.
"wah,pak Heru luar biasa"ucap Andrean seraya mengacungkan kedua ibu jari nya.
"Mari silah kan nak Andrean duduk,Bapak akan siap kan makanannya."mempersilahkan Andrean yang sedari tadi mematung di posisi nya.Andrean pun segera duduk,sepertinya perutnya sudah ingin segera di isi.
"biar aku bantu ya"ujar Yuna.
"jangan sayang,lebih baik kau temani tuan Andrean,kau kan juga belum makan siang"mengulas senyumnya.
Yuna hanya mengangguk dan duduk di samping Andrean.
"ehm.."Andrean berdehem,membuat Yuna menoleh ke arahnya."bagaimana ajakan ku?"bisiknya.
"Apa?"Yuna mengerutkan keningnya.
"ah masa lupa?ajakan ke pesta.Aku harap kau tidak menolaknya.kalau kau bersedia,Aku akn meminta izin pada Ayah mu."
Bagaimana ini,bahkan aku tidak memikirkannya,aku harus bilang apa?
kenapa aku jadi bingung begini si.Batin Yuna.
"emm..aku belum memutuskan nya"menundukkan kepala nya.
"kau hanya tinggal bilang ya atau tidak.Jadi aku bisa mencari orang lain kalau kau menolak."dengan nada yang kesal."Ayolah ini kan hanya pergi ke pesta,setelah itu aku akan mengantarkan mu pulang"
"tapi,aku belum pernah pergi dengan seorang pria kecuali dengan Ayahku."air muka Yuna tiba-tiba memerah.
Andrean tersenyum.
Memang nya kau saja yang belum pernah pergi dengan lawan jenis,selain dengan adik dan ibu ku,atau sekertaris ku,aku juga belum pernah..hihi!Batin Andrean.
"Ayolah.please..."mengatupkan kedua tangannya memohon."Aku akan di jodoh-jodohkan nanti jika pergi sendiri,itukan menyebalkan"
"emm..aku harus jawab apa?"menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Andrean menatap Yuna dengan penuh harap.Heru yang memperhatikan mereka pun tersenyum-senyum sambil menggelengkan kepala nya.
__ADS_1
Mereka terlihat cocok.haha!Batin Heru