The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Menjenguk Yuna


__ADS_3

Sehari setelah kejadian pingsan nya Yuna di Cafe,ia masih berbaring lemah di rumahnya.Ayahnya sudah membujuk Yuna untuk menjalani rawat inap di rumah sakit,tapi Yuna menolaknya.Ia lebih memilih untuk memulihkan kondisi nya di rumah.


Kabar itu pun sampai ke telinga Stevania,melalui Rendy.Setelah mendapat kabar itu,Stevania pun langsung bergegas menuju rumah Yuna bersama Doni.Sudah jelas Doni lah yang paling khawatir dan panik mendengar mengenai keadaan Yuna.


Tanpa menunda waktu,mereka segera menjenguk Yuna di rumahnya.


"Assalamualaikum"Doni mengetuk pintu kediaman Yuna dengan keras.


"Syuutt..Don pelan-lelan kenapa.seperti debt kolektor mau penagih hutang kamu ini.Yuna kan lagi sakit.Berisik tau,orang sekampung bisa keluar"ucap stevania sewot.


"ck..iya deh"


Kemudian seorang wanita peru baya membukakan pintu.


"Ya...waalaikum salam,maaf siapa ya?"Tanya nya.


"Oh maaf bu,kami temen nya Yuna,apa Yuna ada di rumah?"tanya Stevania.


"oh temen nya neng Yuna.iya mari silahkan masuk,neng Yuna nya ada di kamar"tuturnya.


"oh iya terima kasih"


Stevania dan Doni pun melangkah masuk dan menuju kamar Yuna.


Di sana Yuna terlihat sedang berbaring lemah di atas ranjangnya.Wajahnya masih pucat,dan badan sedikit bertambah kurus.Stevania langsung berhambur memeluk sahabatnya itu.


"Yuna...ya ampun kenapa bisa begini si?"Ujarnya menyeka air matanya yang tak kuasa ia bendung sesaat setelah melihat kondisi Yuna.


Yuna pun membuka matanya perlahan,dan mengulas senyumnya karena kedatangan kedua sahabatnya itu.Terlihat Doni masih berdiri di samping tempat tidur dan memperhatikan Yuna.Yuna menepuk-nepuk punggung stevania yang masih terisak.


"Aku tidak apa-apa kok.sudah..Ayo duduk.Kamu berat tau"ujar Yuna terkekeh.


Dengan cepat Doni menarik tubuh stevania dari atas tubuh Yuna.


"Kamu ini benar-benar ya,tidak lihat Yuna lemah begitu,kau pikir badan mu seringan bantal apa?Minggir..."ucapnya seraya menggeser tubuh Stevania.Dan duduk di samping Yuna.


Yuna hanya tersenyum melihat tingkah keduanya.


"iih Doni,apaan si.oh iya Yuna,maaf ya,kami baru kemari.Kami baru saja mendengar kabar kalo kamu sakit dari Rendy."Sambil menarik kursi yang berada di samping meja,dan duduk mendekat.


"iya tidak apa-apa.Maaf ya membuat kalian khawatir."ujar Yuna mencoba untuk bangun dan duduk bersandar di kepala ranjangnya.


Stevania dengan sigap membantu.


"Yuna,kan aku sudah bilang berkali-kali,jaga pola makan mu dengan baik.Lagi pula kenapa kau tidak di rawat di rumah sakit saja."Ucap Doni.


"Tidak Don.kalau Aku di rawat,siapa yang akan menemani ku?Aku tidak ingin merepotkan Ayah,Aku tau beliau sedang kurang sehat juga.Jadi,aku memutuskan untuk berobat jalan saja,dan beristirahat di rumah."

__ADS_1


"Tapi bagaimana dengan kondisi mu,kau masih terlihat lemah."sambung Doni dengan wajah yang cemas.


"Keadaan ku sudah membaik dari sebelumnya,hanya saka


"Lalu bagaimana dengan ibu mu?dia kan bisa menjaga mu di rumah sakit"tanya Stevania sambil melihat ke arah luar,khawatir wanita itu ada disana.


"hah..kau apa yang kau harapkan dari nenek sihir itu?peduli?khawatir?hahaha."ujar Doni tergelak.


"Shuuttt Don jangan keras-keras,bagaimana jika dia mendengarnya,Aku tidak mau ya,jika kau membuat keributan lagi.Lihat kondisinya dong.Yuna sedang sakit "Ucap stevania berbisik.


"kenapa?dia akan mengusir kita?cih..aku akan membawa Yuna kerumah ku.biar keluarga ku yang akan mengurusnya."kata Doni dengan nada menantang.


"Apa yang kau harapkan hah?buang pikiran kotormu itu"ujar Stevania


"kotor?apa maksud mu?aku hanya peduli pada Yuna,itu saja"


"benarkah?"


Yuna hanya tersenyum-senyum melihat perdebatan kedua sahabatnya itu.


"sudah lah,lagi pula ibu ku sedang tidak di rumah"


"tuh kan.ibu macam apa seperti itu?"


Kemudian masuk lah seorang wanita yang di minta untuk membantu pekerjaan di rumah Yuna itu membawa dua cangkir teh,dan sepiring buah-buahan.


"iya terima kasih bu ita"ujar Yuna.Dibalas anggukan oleh bu ita yang sudah beberapa bulan membantu pekerjaan rumahnya itu.


Dan bu ita pun kembali ke dapur.


Stevania dan Doni pun menganggukan kepalanya dan tersenyum.


"Yuna ,siapa ibu itu?"Tanya stevania,sesaat setelah obu ita keluar dari kamar Yuna.


"oh itu tetangga ku yang di minta oleh Ayah ku untuk bantu- bantu di rumah." jawab Yuna.


"Bagus lah,jadi nenek sihir itu tidak menyiksa mu dengan pekerjaan rumah lagi kan,"ketus Doni.


"Tapi dia malah bisa bebas kemana pun semaunya,tanpa terbebani dengan kewajibannya.Lihat saja bahkan dia tidak di rumah saat kau sakit begini.Keterlaluan!"sambung Stevania dengan wajah kesalnya.


"sudah lah,bagai mana pun dia kan tetap ibu ku,kalian jangan seperti itu dong".


"Cih...ibu?ibu macam apa seperti itu."


"sudah,ayo di minum dulu.Bagaimana dengan kampus?"Tanya Yuna mengalihkan perhatian.


Yuna tau bagaimana buruknya perlakuan Julia terhadap nya,yang juga di ketahui oleh para sahabatnya itu.Tapi bagaimana pun,ia adalh wanita yang telah di pilih Ayah nya untuk menjadi ibu sambung bagi dirinya.Bagaimana pun perlakuan Julia,takkan pernah sanggup Yuna membenci wanita yang di cintai Ayahnya itu.

__ADS_1


"Minggu depan kita di minta untuk mengumpulkan materi mengenai bahan skripsi.Semoga kau sudah kembali sehat ya"Ujar Stevania dan di balas Anggukan oleh Yuna.


Beberapa menit kemudian Bu Ita,masuk ke dalam.kamar.


"Permisi neng,di luar ada tamu."tanya nya.


"Siapa bu?"


"Emm..laki-laki berjas,mobilnya berwarna merah."jawab bu Ita seraya menengok ke arah luar.


"Oh tolong di minta untuk menunggu di ruang tamu ya bu,nanti aku keluar.Tolong juga siap kan minum untuknya."Ujar Yuna ,Bu ita pun segera melakukan apa yang di minta Yuna.


Yuna pun bangun dari tempat tidurnya di bantu dengan kedua sahabat nya.Tubuh nya yang masih lemah itu berusaha untuk terlihat sehat.Dia tau siapa yang datang kala itu.Yuna khawatir,sakitnya bisa membawa dampak buruk untuk seseorang di luar sana.


Saat menuju ke ruang tamu sudah terlihat seseorang sedang duduk dengan wajah cemas yang tidak bisa di tutupi lagi.Dan segera bangun ketika melihat Yuna datang.


"Yuna..."Dadanya bidangnya terlihat naik turun mengatur nafas.Dan sesekali ia menyeka keringat yang tampak di dahinya.Yuna mengukir senyum menyambut kedatangan tamu nya itu.Tapi tidak dengan Doni,seketika ia membuang mukanya sesaat setelah melihat siapa yang datang.


Mata stevania terlihat berbinar,seperti seseorang yang telah menemukan harta karun di dasar lautan,tak berkedip barang sedetik pun.


"Duduk lah kak."tutur Yuna.


Mereka pun duduk berhadapan.Mata Andrean tak berkedip melihat keadaan Yuna.Hati nya terasa hancur,rasa bersalah yang memuncak tak bisa ia bendung.


"Bagaimana dengan keadaan mu?"Tanya nya dengan suara yang terdengar berat.


"Yuna masih lemah pak,tapi dia menolak untuk di rawat.Lihat saja"jawab Stevania.Yuna melirik nya sambil menegerutkan keningnya dan bergeleng.Stevania hanya mengangkat alisnya,berusaha mencerna maksud dari Yuna.


"Tidak kak,aku sudah baikan kok.Tinggal menunggu masa pemulihan saja.Tidak ada yang perlu di khawatir kan."Jawab Yuna menimpali.


"kau yakin?"tanya nya di balas anggukkan oleh Yuna.


"Bapak tidak perlu khawatir berlebihan seperti itu,lagi pula di sini kan ada kami.Kami akan menjaga Yuna dengan baik."ujar Doni ketus.


"Iya kak,tidak perlu khawatir,aku sudah benar -benar membaik,mungkin besok juga sudah sehat kembali."


Andrean menghela nafasnya.


Jika sesuatu hal yang buruk terjadi padamu,aku takkan bisa memaafkan nya.Batin Andrean.


"Bagaimana dengan pekerjaan kakak?pembicaraan,mencoba mengalihkan pembicaraan.


"Alhamdulillah,semuanya lancar."jawab Andrean melirik ke arah Doni yang masih bersikap acuh."Sukur lah di sini ada kalian yang menjaga Yuna dengan baik.Jadi aku tidak perlu merasa khawatir dengan berlebihan."


"Tentu saja.Urus saja kesibukan Bapak yang menggunung itu,pasti sangat lelah menjadi pemimpin perusahaan ternama kan?wah anda sangat hebat sekali ya,bahkan masih saja sempat datang kemari."ucap Doni.


"Ah iya terima kasih."jawab Andrean seraya menampakan senyum sejuta pesona nya.

__ADS_1


Cih...untuk apa kau berterima kasih padaku?aku tidak sedang memuji mu.Aku menyinggung mu,karena kau masih saja bersikap berlebihan pada Yuna.Malah senyum begitu lagi.Batin Doni


__ADS_2