The Doctor Love Story

The Doctor Love Story
Maafkan Aku


__ADS_3

Tepat di sebuah Danau buatan nan indah,sebuah tempat favorite bagi nya,yang di bangun oleh sang Opa.Di sana lah ia tumpah kan seluruh kegundahan nya,seluruh luka yang menyesakkan dada nya.Andrean terduduk dengan kedua lutut nya menopang kedua tangan nya yang menyilang,ia membenam kan wajah pada tangan nya.


Air mata penuh luka tak mampu ia bendung lagi.Jika seorang pria menangis bukan karena dia cengeng atau lemah,tapi karena memang batin nya tak lagi mampu menahan kepedihan.


Serapat dan sekuat apapun seorang laki-laki menyimpan perasaan nya,pasti ada masa di mana ia tak sanggup lagi membendung air mata nya.


Ia sendiri,menutup mata nya rapat berusaha agar air mata nya tak tumpah.Tapi apalah daya,sesak di dada nya kian memuncak tatkala ia ngingat bagaimana indah nya rencana yang telah ia susun sejak lama itu,rencana indah untuk sang wanita pujaan hati,cincin yang telah ia siapkan untuk melamar nya,ia pegang rapat seolah ingin meremukkan nya.


Bahkan bayangan itu seperti hilang tersapu kenyataan.


"Kenapa?kenapa aku selemah ini?kenapa aku tak bisa merelakan nya?kenapa takdir ku harus kecewa,bahkan mungkin aku takkan mampu melupakan nya.Karena itu pasti akan sulit,sangat sulit.Aku akan merasakan luka ini setiap kali melihat nya.karena ia pasti akan ada di setiap hari ku.hiks"Andrean masih menangis sesegukkan.


Tanpa ia sadari,Yuna telah berdiri mematung di belakang nya.Yuna mencoba menahan kepedihan yang kini di rasakan nya juga.Yuna menelan salivanya berat berkali-kali.Mencoba untuk tegar,agar Andrean tidak semakin terluka.


Tubuh Andrean terlihat bergetar seiring isakan tangis memilukan itu terdengar.


Yuna masih menatap punggung laki-laki yang di cintai nya itu,masih meringkuk terduduk di atas rerumputan tepi danau.


Menangis lah kak,jika itu mampu mengurangi sesak di dada mu.Aku lah yang bersalah atas semua yang terjadi pada mu.Aku yang terlalu naif.Aku yang tidak bisa menentukan jalan hidup ku sendiri,aku yang...hiks.Batin Yuna.


"Yuna...kenapa aku begitu mencintai mu..."Teriak Andrean mendongakkan wajah nya ke arah danau.Dia belum menyadari bahwa orang itu ada di belakang nya.


"Aku minta maaf kak"Yuna pun mulai bicara.Membuat Andrean terpaku tanpa suara.Tapi ia masih tidak menoleh,meski tau siapa dan dimana sumber suara itu.


Yuna menyeka air mata nya yang sedari tadi berontak ingin berderai.


"Aku minta maaf dengan semua yang telah terjadi.Ini salah ku,aku yang telah begitu tega melukai mu...Tolong maaf kan aku,meski maaf untuk ku takkan bisa mengubah apapun yang telah terjadi.Dan mungkin juga maaf untuk ku takkan mampu mengobati luka hati mu.Tapi aku berharap,dengan maaf yang kau berikan untuk ku,mampu menyadarkan aku betapa aku begitu bersalah"Yuna mencoba untuk menahan tangis nya agar tidak bersuara.ia menarik nafas berkali-kali untuk menenangkan hati nya.

__ADS_1


Andrean masih tak bergeming,ia masih menatap gelombang air danau yang tertiup angin.Masih mencerna semua yang di katakan Yuna.


"Jika aku membuat hidup menjadi tak bermakna,maka aku akan pergi agar hidup mu bahagia.Apa lah aku,siapa aku yang tak berarti ini,kenapa aku bisa melukai hati mu yang begitu tulus.Bahkan aku tak pantas untuk kakak cintai.Cinta ini begitu rumit untuk ku Fahami.Aku terlalu bodoh mengarti kan arti cinta yang ku rasa kan.Jadi Sekali lagi,jaga hati mu agar selalu bahagia,lupakan aku yang memang tak pantas untuk di cintai.Cinta mu terlalu berharga untuk ku."Ucap Yuna lagi.ia memejam kan matanya,menyeka airmata nya yang sudah membasahi pipi nya.


Yuna melangkah berbalik arah.Karena Andrean yang masih tak bergeming.


"Yuna"Panggil Andrean dengan suara parau nya.Tapi Yuna tak membalikkan tubuh nya.ia masih diam terpaku.


Andrean melangkah perlahan menghampiri Yuna.Andrean memeluk Yuna dari belakang dengan begitu erat.Tubuhnya masih bergetar tangis nya yang belum usai itu masih menyisa kan airmata di wajah nya.


"Yuna...aku mencintai mu,sangat mencintai mu,bahkan aku tak tau seberapa besar cinta ini,tapi aku tau aku terluka karena nya".Ucap Andrean lirih,tanpa mengendur kan rengkuhan nya.Yuna yang awal nya berontak dan mencoba menghindar,terlihat diam tak bergeming,mendengar ucapan Andrean yang kian mengiris hati nya.


Aku juga mencintai mu kak,sungguh aku cinta.Tapi aku telah bersuami,bahkan suamai ku adalah adik mu sendiri.Takkan ada hianat dalam cinta ku.Batin Yuna.


Yuna mencoba menahan air mata nya yang kain memenuhi kelopak mata nya,Air mata itu jatuh tepat di lengan Andrean.Yuna tak dapat menyeka air mata nya karena tangan nya terengkuh dalam pelukan Andrean.


Setelah beberapa saat,Andrean pun melepaskan pelukan nya.Ia membalikkan tubuh Yuna tepat di hadapan nya,Andrean menatap wajah Yuna lekat,Dan terus menyeka air mata nya.


Yuna menundukkan pandangan nya.Ia sadar betul apa status nya sekarang.


"Yuna,seberapa besar cinta yang kita miliki,berjanjilah untuk melupakan nya,mengubur kisah kita dalam kenangan."Andrean menghela nafas nya berat.Ia masih menatap Yuna.Dan Yuna pun akhirnya membalas tatapan Andrean.


"Yuna,berjanji lah...kau akan mencintai Daniel dengan sepenuh hati mu,berjanjilah untuk bahagia bersama nya,berjanji lah untuk menjaga dia di hati mu.Dia adalah adik ku yang begitu aku sayangi.Aku rela berkorban apapun untuk kebahagiaan nya,meski pun aku harus mengabaikan kebahagiaan ku.Berjanji lah padaku Yuna..."ucap Andrean lembut.


Membuat Yuna kian deras menitikkan air mata nya.Yuna pun terisak dengan apa yang di katakan Andrean.


Andrean menyeka air mata Yuna dengan kedua ibu jari nya.

__ADS_1


"Aku ingin melihat kalian hidup bahagia,aku tak ingin ada air mata lagi.lupa kan kepedihan yang mungkin kau rasa kan.Aku tau ini tadi Tuhan.Meski mudah untuk kita terima tapi pada hakikat nya,manusia harus melangkah dan menjalani takdir yang sudah di tetap kan.Aku mencintai mu... aku ingin kau bahagia dengan suami mu.Cukup lah rasa ini menjadi kenangan saja."


Yuna masih terisak.Ia tak sanggup berkata apapun.Ucapan Andrean terasa menyesak di dada nya.Yuna hanya mengangguk kan kepala nya.


"Sudah...ayo kita pulang.Hari sudah semakin larut.Apa kau mau mentraktir ku makan?aku lapar sekali.dari pagi tadi aku belum makan."Ujar Andrean mencoba mengalihkan situasi.


Yuna terpaksa untuk tersenyum melihat tingkah Andrean.Yuna mengangguk sambil menyeka air mata nya.


"Padahal tadi Pak Heru menawari sate gratis,tapi aku tolak.Waah..sayang sekali ck..ck.."Sambung Andrean sambil melangkah menuju mobil nya.yuna pun berjalan di samping nya.


"Kakak,ke kedai Ayah ku?"Tanya Yuna.


"Iya,ia telah menceritakan semua nya.Dan memang tidak ada yang salah tentang semua yang terjadi.Lambat laun kita akan terbiasa bukan?"ujar Andrean seraya tersenyum pada Yuna.


Dan senyuman itu terasa seperti cambukan di hati nya.


***


Mobil Andrean pun sampai di sebuah restoran.Andrean dan Yuna memesan makanan mereka,meski Yuna terpaksa menerima ajakan itu.Karena jika hati nya sedang tak nyaman,selera makan nya akan menghilang.


"Ayo makan"ujar Andrean.


"Iya kak".Jawab nya.


Yuna pun tau,sebenarnya Andrean pun tak berselera makan.Tapi Andrean,bukan lah orang yang suka mengabaikan kesehatan nya.


Selesai makan,mereka pun memutuskan untuk pulang,pulang dengan tujuan yang sama.

__ADS_1


__ADS_2